BAB II TINJAUAN HUKUM AKUSISI DAN KETENAGAKERJAAN
B. Kerangka Teori
2. Teori Perlindungan Hukum
Perlindungan hukum adalah perlindungan akan harkat dan martabat, serta pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia yang dimiliki oleh subyek hukum berdasarkan ketentuan hukum dari kesewenangan atau sebagai kumpulan peraturan atau kaidah yang akan dapat melindungi suatu hal dari hal lainnya. 24 Di Indonesia, perlindungan hukum yang dimaksud senantiasa didasari oleh Pancasila sebagai landasan idiil, meski konsep perumusannya menggunakan pemikiran-pemikiran dunia barat yang penekanan konsepnya bertumpu pada perlindungan hak-hak asasi manusia.
Dengan demikian, secara sederhana konsep perlindungan hukum terhadap pekerja di Indonesia tetap bertumpu pada perlindungan harkat dan martabat kaum pekerja, berikut hak-hak kemanusiaannya, baik secara individual maupun sebagai “pekerja”.
23 Achmad Ali, Menguak Tabir Hukum (Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis), (Jakarta:
Toko Gunung Agung, 2002), h. 95
24 Philipus M Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Indonesia, (Surabaya; Bina Ilmu, 1983), h. 38
28
Perlindungan hukum menurut Satjipto Raharjo mendefinisikan perlindungan hukum adalah memberikan pengayoman kepada hak asasi manusia yang dirugikan yang lain dan perlindungan tersebut diberikan kepada masyarakat agar dapat menikmati semua hak-hak yang diberikan oleh hukum.25
Aspek perlindungan terhadap pekerja meliputi dua hal mendasar, yaitu perlindungan dari kekuasaan pengusaha dan perlindungan dari tindakan pemerintah.26 Perlindungan hukum dari kekuasaan pengusaha/
majikan terlaksana apabila peraturan perundang-undangan dalam bidang perburuhan yang mengharuskan atau memaksa majikan bertindak seperti dalam perundang-undangan tersebut benar-benar dilaksanakan semua pihak, karena keberlakuan hukum tidak dapat diukur secara yuridis saja, tetapi diukur secara sosiologis dan filosofis.27
Imam Soepomo membagi 3 macam perlindungan terhadap pekerja / buruh, masing-masing:
a. Perlindungan ekonomis, yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk penghasilan yang cukup, termasuk bila tenaga kerja tidak mampu bekerja di luar kehendaknya.
b. Perlindungan sosial, yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk jaminan kesehatan kerja, dan kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi.
c. Perlindungan teknis, yaitu perlindungan tenaga kerja dalam bentuk keamanan dan keselamatan kerja.28
25 Satjipto Rahardjo, Ilmu hukum, (Bandung: Citra Aditya Bakti, Cet.5, 2000), h. 53.
26 Philipus M Hadjon, Perlindungan Hukum Bagi Masyarakat Indonesia, (Surabaya: Bina Ilmu, 1983), h. 30
27 Zainal Asikin, dkk, Dasar-dasar Hukum Perburuhan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993), h. 5
28 Abdul Hakim, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, (Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2003), h. 25
Menurut Imam Soepomo pemberian perlindungan pekerja meliputi lima bidang hukum perburuhan, yaitu:
a. Pengerahan / penempatan tenaga kerja b. Hubungan kerja
c. Bidang kesehatan kerja d. Bidang keamanan kerja e. Bidang jaminan sosial buruh
Perlindungan pekerja secara tegas diatur berdasarkan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasal tersebut menyatakan bahwa setiap tenaga kerja berhak dan mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, dan aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan, termasuk perlakuan yang sama terhadap para penyandang cacat. Selanjutnya Pasal 6 mewajibkan kepada pengusaha untuk memberikan hak dan kewajiban pekerja/buruh tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, warna kulit, dan aliran politik.29
Secara terinci hak lain yang juga diatur berdasarkan Undang-Undang ketenagakerjaan tertuang dalam pasal-pasal berikut:
a. Pasal 11, memuat hak untuk memperoleh dan mengembangkan kompetensi
b. Pasal 12 ayat (3), memuat hak untuk mengikuti (mendapatkan) pelatihan
c. Pasal 31, jo; Pasal 88, menyatakan hak untuk memilih jenis pekerjaan dan memperoleh penghasilan, baik di dalam maupun di luar negeri d. Pasal 86 ayat (1), menyatakan hak atas kesehatan dan keselamatan
kerja
e. Pasal 99 ayat (1), memuat hak pekerja dan keluarganya untuk memperoleh jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek)
29 Eko Wahyudi, dkk, Hukum Ketenagakerjaan, (Jakarta: Sinar Grafika, 2016), h. 30
30
f. Pasal 104 ayat (1), hak bagi pekerja untuk terlibat (membentuk atau menjadi anggota) dalam serikat pekerja/buruh.
Berdasarkan muatan pasal-pasal Ketenagakerjaan tersebut, maka lingkup perlindungan terhadap pekerja mencakup :30
a. Hak-hak dasar pekerja/buruh untuk berunding dengan pengusaha;
b. Keselamatan dan kesehatan kerja;
c. Perlindungan khusus bagi pekerja/buruh perempuan, anak, dan penyandang cacat; dan
d. Perlindungan tentang upah, kesejahteraan, dan jaminan sosial tenaga kerja.
30 Eko Wahyudi, dkk, Hukum Ketenagakerjaan, (Jakarta: Sinar Grafika, 2016), h. 32
31 BAB III
Latar Belakang Akusisi PT Solusi Transportasi Indonesia Terhadap PT Uber Indonesia Technology
A. Profil Perusahaan
1. PT Uber Indonesia Technology
a. Sejarah Berdirinya PT Uber Indonesia Technology
Uber terbentuk pada bulan maret tahun 2009 di San Fransisco dengan nama pertamanya yaitu Ubercap. Awalnya Uber hanya melayani permintaan mobil-mobil premium di beberapa kota sibuk di Amerika yang kemudian berucak menjadi jasa pengantaran apa saja, mulai dari mengantar seseorang, paket, atau bahan makanan. Uber sendiri tidak seperti taksi konvensional yang memiliki standar, namun armada Uber merupakan mobil prbadi yang dimiliki setiap supirnya.
Uber sendiri tidak memberikan modal mobil seperti taksi konvensional yang lain. Uber memberikan kebebasan kepada supirnya untuk memiliki modal mobil sendiri.1
Uber masuk ke Indonesia pada 13 Agustus 2014, awalnya Uber baru melayani pelanggannya di kawasan CBD seperti Kuningan atau Sudirman, Jakarta. Skema Uber di Indonesia pun masih sama seperti di luar negeri. Di Jakarta layanan uber sudah ada yang berupa mobil pribadi, motor, hingga helicopter yang layanan ada pada tanggal 20 November 2015 walaupun hanya bertujuan untuk kampanye. Uber tidak memiliki mobil sendiri, mobil-mobil tersebut berasal dari rekanan Uber yang disewa. Cara pemesanannya pun layaknya memesan taksi pada umumnya, pengguna diminta registrasi yang berisikan data pribadi dan nomor kartu kredit untuk pembayaran.
Untuk memesannya pun cukup mengaktifkan fitur GPS dan nama supir beserta nomor plat mobil pun dapat langsung terlihat.
Mobil-1 https://id.techinasia.com/uber-sejarah-pendirian-startup-taksi, diakses pada tanggal 06 Agutus 2019, pukul 10.30 WIB
32
mobil yang ada pun tergolong mobil mewah, sebut saja Toyota Alphard, Camry, hingga Mercedes Benz S-Class, dan semuanya plat hitam dan tanpa ada tulisan “taksi” satu pun pada badan mobil.
Uber muncul setelah grabcar, Namun Uber sebagai perusahaan internasional tidak mau kalah dengan selalu melakukan promosi, bahkan Uber memunculkan layanan ojek online yang sudah lebih dahulu dikuasai oleh Gojek dan GrabBike. Uber percaya bahwa dengan solusi solusi yang ditawarkan, maka calon penumpang akan memilih uber.
Uber sekarang merupakan perusahaan internasional yang jaringan layanannya sudah meluas ke 77 negara dan 507 kota yang tersebar ke seluruh belahan dunia.Tidak menutup kemungkinan bagi Uber untuk memperluas jaringannya ke negara-negara lain yang belum tersentuh. Perusahaan besar seperti Uber merupakan salah satu jenis organisasi formal yang jumlah pegawainya tidak dapat terhitung di dunia ini.
b. Visi Misi PT Uber Indonesia Technology
1) Visi perusahaaan uber taxi adalah : Transportasi yang dapat diandalkan seperti air mengalir, dimana mana ada untuk setiap orang
2) Misi perusahaan Uber Taxi adalah : membuat cost para penumpang lebih murah daripada menggunakan mobil pribadi serta uber dapat menguasai jalanan mengingat biayanya lebih murah.
2. PT Solusi Transportasi Indonesia (GRAB)
a. Sejarah PT Solusi Transportasi Indonesia (GRAB)
Grab adalah Perusahaan teknologi asal Malaysia yang berkantor di Singapura yang menyediakan aplikasi layanan transportasi angkutan umum meliputi kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4.
Perusahaan Grab hanya perusahaan teknologi yang meluncurkan
Aplikasi saja dan untuk kendaraannya sendiri adalah kendaraan milik mitra yang sudah bergabung di PT Solusi Transportasi Indonesia.2
Grab didirikan oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan yang merupakan warga negara Malaysia, yang menawarkan layanan Grab ditujukan untuk memberikan alternatif berkendara bagi para pengemudi dan penumpang yang menekankan pada kecepatan, keselamatan, dan kepastian. Grab sendiri telah hadir di Indonesia pada bulan Juni 2012 dengan nama PT Solusi Transportasi Indonesia atau yang biasa disebut Grab Indonesia sebagai aplikasi pemesanan taksi dan sejak itu telah memberikan beragam pilihan transportasi seperti mobil dan ojek.3
Grab atau yang sebelumnya dikenal sebagai GrabTaxi adalah sebuah perusahaan yang berasal Singapura yang melayani aplikasi penyedia transportasi dan tersedia di enam negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand,
Pada tanggal 14 Juli 2016, Grab memaparkan perkembangan bisnisnya dimana Grab mencatat pertumbuhan layanan GrabCar dan GrabBike yang luar biasa, terutama di Indonesia pada semester pertama 2016 sejak Grab melakukan rebrand sebagai platform penyedia layanan pemesanan kendaraan terlengkap. Sekarang Grab merupakan salah satu perusahaan terdepan di Indonesia.
Perkembangan Grab di Indonesia memang bertahap. Mulai dari muncul dengan nama Grabtaxi, kemudian berganti nama hingga logo.
Semua kami jalani secara bertahap. Dulu masyarakat mengenal kami dengan Grabtaxi, tetapi sekarang kami hadir lebih lengkap dengan beragam layanan. Alasan kami membuat beragam servis karena
2 https://www.grab.com/id/brand-story/, diakses pada tanggal 06 Agustus 2019, pukul 11.40 WIB
3 http://economy.okezone.com yang diakses pada tanggal 06 Agustus 2019, pukul 11.49 WIB
34
masyarakat merespons transportasi daring sebagai kebutuhan. Itu sebabnya, perkembangannya begitu pesat. Grabcar dan GrabBike di Indonesia tumbuh lebih dari 250 kali sejak pertengahan 2015 Kini, layanan penyewaan mobil pribadi dan ojek online menjadi bagian besar dari bisnis Grab secara keseluruhan, yang juga meliputi pemesanan taksi dan layanan kurir
b. Visi dan Misi PT Grab Indonesia
1) Visi Menjadi yang terdepan di Asia Tenggara, dengan memecahkan permasalahan transportasi yang ada serta memberikan kemudahan mobilitas pada 620 juta orang di Asia Tenggara setiap harinya.
2) Misi PT Solusi Transportasi Indonesia ada 3, yaitu : Menjadi penyedia layanan teraman di Asia Tenggara, memberikan layanan yang mudah diakses oleh banyak orang, dan meningkatkan kehidupan para partner, baik pengemudi maupun penumpang.
B. Kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) PT Uber Indonesia Technology
Dalam perjanjian kerja waktu tertentu PT Uber Indonesia Technology tertulis jangka waktu kerja dimana tertulis “pekerja dipekerjakan untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal 3 Juli 2017 sampai dengan Juni 2018. Suatu perubahan atas jangka waktu pekerjaan akan dan tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku akan dibicarakan bersama sebelum perubahan tersebut dilakukan”
Didalam perjanjian tersebut juga menyebutkan tentang pengakhiran hubungan kerja yang dimana perusahaan mempunyai hak untuk mengakhiri perjanjian sebelum berakhirnya jangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan berdasarkan alasan-alasan lain yang diperbolehkan menurut undang-undang. Dalam perjanjian ini juga tertera bahwa apabila perusahaan hendak mengakhiri perjanjian sebelum berakhirnya jangka waktu
disebabkan adanya perubahan atas lingkup kerja maka perusahaan akan memberikan pemberitahuan 30 (tiga puluh) hari sebelumnya.
Perusahaan dapat mengakhiri perjanjian atas dasar kinerja buruk, perilaku kerja tidak patut, pelanggaran serius, kelalaian berat, atau karena suatu tindak pidana. Atas dasar pengakhiran perjanjian kerja yang disebabkan oleh alasan-alasan tersebut perusahaan hanya akan membayar pekerja sampai dengan jangka waktu dimana pekerja telah melakukan pekerjaannya, tanpa adanya kewajiban untuk membayar gaji pekerja selama sisa masa jangka waktu.
C. Studi Kasus akuisisi PT Uber Indonesia Technology oleh PT Grab Indonesia (GRAB)
1. Hasil wawancara dan penelitian media massa
Rumor Grab akan mengakuisisi Uber sudah lama berhembus, tepatnya sekitar september tahun 2017. Kabar akusisi sempat menghilang dan kembali santer pada awal 2018. Pada awal tahun 2018 CEO Uber Indonesia meyakinkan bahwa perusahaan baik-baik saja dan perusahaan akan tetap berjalan seperti biasanya.
Untuk meneliti tentang akuisisi antara PT Uber Indonesia Technology oleh PT Solusi Transportasi Indonesia peneliti melakukan wawancara terhadap mantan pekerja PT Uber Indonesia Technology yang statusnya adalah Pekerja Kontrak Waktu Tertentu (PKWT). Dalam wawancara narasumber menyatakan bahwa saat terjadinya akuisisi mereka tidak mengetahuinya sama sekali bahkan pada tanggal 26 maret 2018 mereka diberitahukan bahwa mereka harus mengemasi barang-barang mereka dan meninggalkan kantor sebelum jam 4 sore. Pada hari itu juga PKWT tidak diikutsertakan dalam rapat mengenai kelanjutan status mereka setelah akusisi hanya pekerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau pekerja tetap yang diikutsertakan dalam rapat tersebut.
36
Beberapa waktu setelah dilakukannya akusisi para PKWT barulah diberikan kejelasan bahwa mereka tetap mendapatkan gaji sampai berakhirnya jangka waktu kontrak yang dimana jangka waktu kontrak ini baru ditetapkan saat beredar rumor-rumor akuisisi antar kedua perusahaan tersebut. Setelah itu sekitar sebulan kemudian sebagian PKWT baru diadakan meeting antara Grab dan PKWT untuk diberikan kejelasan mengenai perpindahaan dari PT Uber Indonesia Technology ke PT Solusi Transportasi Indonesia.
Dalam beberapa media menyebutkan bahwa para pekerja mendapatkan email dari perusahaan sehari sebelum dilakukannya akusisi tetapi saat saya menanyakan kepada para narasumber mereka sama sekali tidak mendapatkan email ataupun pemberitahuan. Bahkan email perusahaan yang mereka miliki sudah diblokir dan tidak dapat digunakan kembali. Seperti yang media sebutkan bahwa mereka diminta perusahaan untuk mengemas barang-barang mereka dan meninggalkan kantor pada hari itu juga sebelum jam 4 sore tanpa adanya kejelasan bagaimana status mereka. Status mereka dibekukan selama tiga bulan untuk menunggu offering dari Grab. Mereka tidak mendapatkan kepastian baik dari pesangon maupun kelanjutan pekerjaan mereka.
2. Latar belakang akusisi PT Grab Indonesia terhadap PT Uber Indonesia Technology
Uber merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa transportasi yang memiliki bisnis yang sangat kuat di negara asia tenggara. Awal mula Uber memasuki pasar Asia Tenggara dan masuk ke delapan negara mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan juga Vietnam. Saat awal Uber sangat agresif memberikan promosi-promosi untuk menarik konsumen dan insentif bagi pengemudi Uber. Uber juga memiliki banyak insinyur dan Sillicon Valley dengan dana yang tak terbatas dan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi.
Pengambilalihan yang dilakukan turut membuat Grab mengambilalih Uber di beberapa negara di Asia tenggara seperti Kamboja, Myanmar, Thailand, Singapur, Malaysia, Filipina, Vietnam, Termasuk Indonesia. Dimana anak perusahaan Grab di Indonesia yaitu Grab Indonesia mengambilalih anak perusahaan Uber di Indonesia yaitu Uber Indonesia.4
Grab mengakuisisi operasional Uber di wilayah Asia Tenggara.
Kesepakatan bisnis terbesar yang pernah dibuat Grab itu diumumkan ke publik pada tanggal 26 Maret 2018. Manajemen Grab menyampaikan rencana bisnis kedepan, Grab akan mengintegrasikan bisnis layanan pemesanan kendaraan dan pesan-antar makanan milik Uber di wilayah Asia Tenggara ke paltform transportasi multimoda serta financial technology (fintech) ke dalam aplikasi Grab. Grab juga nantinya akan menjadi mobile platform online-to-offline terbesar di Asia Tenggara dan menyediakan layanan fundamental paling dibutuhkan bagi konsumen di Asia Tenggara. Diantaranya, layanan transportasi aman dan terjangkau, layanan pesan antar makan, pengiriman paket, layanan pembayaran berbasis ponsel cerdas, dan layanan keuangan.
Kompetisi di Asia Tenggara terbilang keras karena ada sejumlah pemain yang bersaing di dalamnya. Selain Uber, ada Grab dan Gojek di Indonesia. Secara keseluruhan Grab mendominasi bisnis ride-hailing di Asia Tenggara. Sementara Uber masih bergerilya menghadapi Grab melalui perang promo dan diskon. Sedangkan utang yang ditanggung oleh Uber saat itu sudah mencapai US$645 juta atau sekitar Rp8,7 triliun.
Angka yang cukup membuat para investor waspada. Menutup operasional di Asia Tenggara adalah salah satu opsi untuk mengurangi beban tersebut.
Pertanda Uber kesulitan di Asia Tenggara adalah hengkangnya sejumlah eksekutif di sejumlah negara operasionalnya seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Wacana hengkangnya Uber dari pasar Asia
4 https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190812121836-37-91319/kisah-di-balik-kerugian-uber-rp-728-t-dalam-3-bulan, diakses 13 Agustus 2019, Jam 17.09 WIB
38
Tenggara ini muncul dari kesepakatan SoftBank berinvestasi ke Uber.
Sudah jadi pengetahuan publik bahwa SoftBank adalah salah satu investor utama Grab.
Skema kesepakatan antara Uber dan Grab yang ditengahi oleh SoftBank nanti bisa berlangsung seperti yang terjadi antara Uber dan Didi di China. Sadar kalah bersaing dari Didi di China, Uber memutuskan hengkang. Caranya adalah dengan menerima pinangan Didi terhadap operasionalnya di China dan sebagai gantinya, Uber memiliki saham di Didi.
Menurut data keuangan juni 2016, valuasi atau nilai perusahaan Uber sekitar $ 66 Billion atau kurang lebih 860 triliun rupiah. Sayangnya, Uber terperangkap jargon “grow first, make money later.” Dengan cepatnya pertumbuhan yang mencapai 40% disetiap kuartal ditahun 2015, pada tahun 2016 Uber menderita kerugian sebesar 520 juta dolar AS pada kuartal pertama dan kembali rugi 750 juta dolar AS pada kuartal kedua 2016. Tercatat total kerugian Uber selama 7 tahun operasional berjumlah 4 miliar USD.
Adapun penyebab utama kerugian perusahaan adalah subsidi bagi driver. Kerugian yang dialami Uber adalah hal yang yang tidak mengejutkan dan inipun tidak hanya dialami oleh Uber. Sudah menjadi pola bagi riwayat layanan transportasi berbasis aplikasi untuk menderita kerugian terlebih dahulu dengan tujuan bisa menarik mitra dan user sebanyak mungkin untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Yang akhirnya pada tanggal 15 april 2018 uber resmi ditutup di asia tenggara, Indonesia kehilangan salah satu pilihan layanan transportasi online, uber yang berasal dari Amerika Serikat, harus angkat kaki dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah menjual seluruh bisnisnya di kawasan ini kepada sang kompetitor grab pada 26 Maret 2018 lalu.
Alasan Grab melakukan akusisi pada Uber di Indonesia di dasarkan pada beberapa alasan yaitu alasan keuntungan operasional, keuntungan finansial, pertumbuhan perusahaan, dan potensi divertifikasi.
Keuntungan operasional yang dimaksud adalah dengan melakukan akuisisi pada Uber, Grab mendapatkan sejumlah aset dan operasional Uber di 8 negara di Asia Tenggara, serta mitra pengemudi, pelanggan, hingga marchant yang sebelumnya menjadi mitra Uber akan berpindah pada Grab.
Keuntungan finansial yang menjadi pertimbangan Grab mengakuisisi Uber yaitu kesepakatan harga Uber Asia Tenggara yang dapat disebut murah yaitu sebesar USD 100 juta, karena nilai tersebut terbilang kecil mengingat valuasi Uber yang dikutip dari CNBC News pada 19 Maret 2018 mencapai US$68 milyar. Selain itu Grab akan dapat menarik perhatian investor besar untuk menanamkan modalnya pada Grab sehingga secara finansial Grab akan mendapat keuntungan serta dukungan kepercayaan dari investor-investor besar. Hal ini terbukti pasca akuisisi Grab pada Uber beberapa perusahaan otomotif besar turut berinvestasi sebesar US$250 juta, dan yamaha pada desember 2018 berinvestasi sebesar US$150 juta.
Keuntungan perkembangan usaha yaitu dengan naiknya jumlah driver Grab dari tahun 2017 sebanyak 930.000 menjadi 2 juta driver pada tahun 2018, begitupun tingkat diunduhnya aplikasi juga meningkat dari tahun 2017 45 juta kali diunduh ke tahun 2018 menjadi 68 juta kali di unduh. Keuntungan diversifikasi yaitu adanya sinergi antara GrabFood dan UberEat dengan bertambahnya mitra GrabFood dari UberEat sehingga memberi pelanggan semakin banyak pilihan. Selain itu ada pula layanan OVO dan Grab Finansial yang merupakan layanan e-money dari Grab untuk mempermudah pelanggan melakukan pembayaran cashless.
40 BAB IV
Proses Akuisisi PT Uber Indonesia Technology oleh PT Solulsi Transportasi Indonesia Serta Dampak Hukum Terhadap Pekerja Waktu Tertentu
A. Akuisisi PT Solusi Transportasi Indonesia Terhadap PT Uber Indonesia Technology
Restrukturisasi perusahaan merupakan upaya yang dilakukan perusahaan karena ingin melakukan kerjasama untuk memenuhi target tertentu ataupun berkeinginan untuk memperkuat aset dan modalnya atau alasan lain seperti untuk meningkatkan penjualan dan operasional, perbaikan manajemen, adanya informasi asimetris (tidak seimbang) yang dimiliki oleh pihak manajemen dan pasar secara umum, serta masalah keuntungan.
Tujuan restrukturisasi perusahaan antara lain adalah untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan, meningkatkan nilai perusahaan, memberikan manfaat dividen dan pajak terhadap negara, menghasilkan produk dan layanan dengan harga kompetitif kepada konsumen, memudahkan pelaksanaan privatisasi. Selanjutnya manfaat dari restrukturisasi perusahaan adalah meningkatkan efisiensi perusahaan, memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan pertumbuhan lebih cepat dalam bisnis terutama tingkat pertumbuhan internal dan yang terakhir adalah meningkatkan produktivitas aset perusahaan.1
Terkadang upaya restrukturisasi perusahaan hanya digunakan dalam rangka melakukan efisensi kinerja perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas disebutkan bahwa terdapat tiga jenis restrukturisasi antara lain penggabungan yang disebut merger, peleburan yang disebut dengan konsolidasi dan pengambilalihan yang biasa disebut akuisisi. Ketiga jenis restrukturisasi tersebut merupakan strategi yang sering dilakukan oleh pelaku bisnis untuk menyelamatkan perusahaannya karena pelaku usaha sebagai subjek ekonomi yang senantiasa berupaya untuk
1 Steven Leonardo Soegiono dan Eddy Madiono Sutanto, ‘Restrukturisasi Organisasi di PT Samudra Alam Raya Surabaya’, Vol. 1, No. 3, 2013
memaksimalkan keuntungan dalam mengelola perusahaannya. Salah satu jenis restrukturisasi perusahaan yang sedang marak dilakukan oleh pelaku usaha adalah akuisisi atau disebut pengambilalihan.
Menurut Pasal 1 angka (11) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang dimaksud dengan akuisisi adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau perseorangan untuk mengambilalih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas perseroan tersebut. Dalam kepustakaan terdapat dua macam akuisisi yaitu, akuisisi saham dan akuisisi aset.
Dalam beberapa hal tertentu, pilihan untuk melakukan akuisisi saham banyak dilakukan oleh perseroan terbatas dengan beberapa alasan, diantaranya efisiensi pajak. Namun demikian, karena beberapa alasan tertentu, akuisisi aset sering kali menjadi pilihan karena dinggap lebih mudah dan menguntungkan baik dari segi prosedur maupun resiko yang harus
Dalam beberapa hal tertentu, pilihan untuk melakukan akuisisi saham banyak dilakukan oleh perseroan terbatas dengan beberapa alasan, diantaranya efisiensi pajak. Namun demikian, karena beberapa alasan tertentu, akuisisi aset sering kali menjadi pilihan karena dinggap lebih mudah dan menguntungkan baik dari segi prosedur maupun resiko yang harus