• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

C. Nilai Tukar Mata Uang (Exchange Rates)

2.1.3. Teori Permintaan Uang

teori permintaan uang yang dibahas yaitu teori permintaan uang yang dikemukakan oleh John Maynard Keynes serta teori permintaan uang yang dikemukakan oleh Milton Friedman atau Kaum Monetarist.

John Maynard Keynes sependapat dengan para ekonom klasik tentang fungsi uang sebagai alat tukar dan sebagai konsekuensi dari adanya permintaan uang untuk kebutuhan transaksi. Keynes juga sependapat dengan ekonom Cambridge yang berpandangan bahwa uang berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan (store of wealth) yang jumlahnya ditentukan oleh tingkat suku bunga dan tingkat pengembalian (return) yang diharapkan. Namun, sedikit yang membedakan dengan aliran klasik adalah bahwa Keynes lebih menekankan pada pentingnya suku bunga dalam mempengaruhi perilaku masyarakat untuk memilih memegang uang tunai atau membeli surat-surat berharga (khususnya obligasi). Penekanan terhadap pengaruh faktor suku bunga terhadap keinginan memegang uang inilah yang memungkinkan analisis permintaan uang sebagai alat untuk memperoleh keuntungan.

di sisi lain, golongan moneterisme yang disponsori oleh Milton friedman memiliki pandangan yang berbeda tentang teori permintaan uang. Menurut Friedman, teori permintaan uang merupakan bagian integral dari teori modal atau teori tentang kemakmuran yang dipengaruhi oleh komposisi neraca pembayaran atau komposisi potfolio asset. Menurut Friedman, teori permintaan uang dapat ditinjau dari dua sudut pandang, yaitu (1) sudut pandang individu dan (2) sudut pandang pemilik perusahaan (Natsir, 2014).

jika ditinjau dari sudut individu, maka permintaan uang dalam nilai riil dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Jumlah kemakmuran total merupakan kontrain. Friedman menggunakan konsep pendapatan permanen untuk mengukur indeks kemakmuran seseorang;

2. Perbandingan antara kekayaan dalam bentuk human wealth dengan kekayaan dalam bentuk non-human wealth. Human wealth adalah kapasitas seseorang untuk menghasilkan pendapatan.

3. Tingkat pendapatan yang diharapkan (expected rate of return)

4. Utility yang diperoleh dari memegang uang relatif terhadap utilitas yang diperoleh dari penggunaan bentuk aset lainnya.

Jika ditinjau dari pemilik perusahaan, maka fungsi permintaan uang individu akan mengalami perubahan. Total kemakmuran bukan merupakan faktor pembatas terhadap fungsi permintaan uang karena jumlah aset produktif yang dimiliki oleh perusahaan untuk tujuan maksimasi keuntungan.

Adapun perbedaan pandangan antara Friedman dan Keynes adalah menyangkut 3 (tiga) hal. ketiga hal itu merupakan pandangan dari kaum klasik yang menjadi dasar teori kuantitas uang, baik yang tradisional maupun yang modern. Pendapat itulah yang mendapat resistansi dari aliran Keynesians. Ketiga hal yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1) Asumsi Full Employment dalam jangka panjang

Friedman melihat kelemahan utama teori Keynes yang tidak memperhatikan peranan wealth dalam fungsi konsumsi atau dengan kata lain Keynes tidak memperhatikan adanya keinginan seseorang untuk membentuk stock wealth sebagai tujuan menabung. Friedman menyatakan bahwa dengan adanya pergeseran atau kekakuan harga mungkin mempengaruhi tercapainya keseimbangan full employment dalam jangka panjang. tapi ketidaksempurnaan mekanisme pada sistem harga tersebut tidak akan

menyebabkan mekanisme pasar yang berlaku akan menghasilkan dampak pengangguran (Indrawati dalam Natsir, 2014).

2) Kekakuan Harga dalam jangka pendek

Analisis penyesuaian dinamis dalam system pasar akibat perubahan permintaan dan penawaran, teori Kuantitas uang menggunakan piranti Alfred Marshall yang membedakan antara analisis jangka pendek dan jangka panjang serta memiliki dua karakter, yaitu (i) mengganti proses continue menjadi tahapan seri yang discrete dan (ii) jika terjadi gangguan pada keseimbangan, maka harus ada suatu variabel yang dapat menyesuaikan dengan cepat. Variabel yang dimaksud adalah variabel tingkat harga yang mudah berubah dibandingkan dengan tingkat output.

Keseimbangan baru terjadi setelah adanya gangguan pada tingkat harga baru dengan tingkat output yang tetap.

Asumsi di atas membawa implikasi bahwa teori Kuantitas uang menyatakan bahwa perubahan jumlah uang beredar akan menyebabkan variabel harga berubah secara proporsional dalam persamaan M=k.PY. Perubahan Jumlah uang beredar tidak akan mempengaruhi variabel-variabel riil. Akibatnya variabel k dan Y tidak akan mengalami perubahan karena perubahan k dan Y hanya dipengaruhi oleh factor-faktor riil.

Sementara itu, Keynes juga menggunakan piranti analisis Alfred Marshall, tapi dengan mengubah asumsi kedua. Menurut Keynes, variabel yang dapat berubah dengan cepat adalah variabel kuantitas dan bukan tingkat harga.

Keynes hanya menganalisa keseimbangan jangka pendek, karena menurut Keynes in the long run we are all dead. Dalam jangka pendek tingkat harga

sukar berubah (kaku) sehingga perubahan yang cepat justru terjadi pada variabel kuantitas.

3) Kecenderungan likuiditas Absolut

Menurut Keynes permintaan uang dibedkan menurut: M1 yaitu permintaan uang berdasarkan motif transaksi dan berjaga-jaga dan M2 yaitu permintaan uang berdasarkan motif spekulasi. M2 timbul karena adanya ketidak pastian tingkat harga pada masa akan datang dan jumlah uang yang diminta tergantung pada hubungan antara tingkat bunga saat ini dan tingkat bunga yang diharapkan pada masa yang akan datang.

Perbedaan antara Keynes dan Friedman adalah penjelasan tentang mekanisme trasmisi kebijakan moneter yang menghubungkan perubahan jumlah uang beredar dengan perubahan pengeluaran total. Keynes menyatakan bahwa perubahan jumlah uang beredar akan mempengaruhi tingkat suku bunga. perubahan tingkat suku bunga berpengaruh pada profitabilitas dan kegiatan investasi yang pada gilirannya berpengaruh pada kenaikan pendapatan melalui efek pengganda.

Keynes berpandangan bahwa terhadap hubungan tidak langsung antara jumlah uang beredar dengan kenaikan harga-harga (inflasi) serta menekankan analisanya pada elastisitas permintaan uang terhadap tingkat suku bunga dan pada pengeluaran investasi. sebaliknya, Friedman berpandangan lain yaitu menekankan pengaruh langsung, bahwa melalui neraca keseimbangan dan melalui perubahan tingkat suku bunga. Peningkatan jumlah uang beredar akan menimbulkan reaksi masyarakat untuk dapat mengembalikan keseimbangan neracanya pada tingkat normal. Perubahan jumlah uang beredar akan menyebabkan harga aset meningkat dan tingkat bunga menurun. Akibatnya, akan merangsang pengeluaran baik untuk

memproduksi asset maupun untuk pengeluaran lainnya. Melalui efek pengganda, perubahan pada neraca keseimbangan akan ditransformasikan pada perubahan tingkat pendapatan atau pengeluaran.

Dokumen terkait