• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1 Pertumbuhan Ekonomi

2.1.1.2 Teori Pertumbuhan Ekonomi

Orang yang pertama kali membahas pertumuhan ekonomi secara sistematis adalah Adam Smith (1723-1790) yang memahas masalah ekonomi dalam bukunya An Inqury into the Nature dan

commit to user

Causes of The Wealth Nations. Yang inti ajarannya adalah agar masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya dalam menentukan kegiatan ekonomi apa yang dirasanya terbaik dilakukan. Adam Smith membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tahap yang berurutan, yaitu dimulai dari masa perburuan, masa berternak, masa bercocok tanam, perdagangan dan perindustrian. Menurut teori ini, masyarakat akan bergerak dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern yang kapitalis. Dalam prosesnya, pertumbuhan ekonomi akan semakin terpacu dengan adanya sistem pembagian kerja antar pelaku ekonomi.

Dalam hal ini Adam Smith memandang pekerja sebagai salah satu input (masukan) bagi proses produksi, pembagian kerja merupakan titik sentral pembahasan, dalam upaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Spesialisasi yang dilakukan oleh tiap-tiap pelaku ekonomi tidak lepas dari faktor-faktor pendorong yaitu : (1) peningkatan ketrampilan kerja, dan (2) penemuan mesin-mesin yang menghemat tenaga kerja.spesialisasi akan terjadi jika tahap pembangunan ekonomi talah menuju ke sistem perekonomian modern yang kapitalistik.

Inti ajaran Smith adalah agar masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya dalam menentukan kegiatan ekonomi apa yangdirasanya terbaik untuk dilakukan. Menurut Smith sistem ekonomi pasar bebas akan menciptakan efisiensi, memawa ekonomi kepada kondisi fuul employment, dan menjamin pertumbuhan

commit to user

ekonomi sampai tercapai posisi stasioner. Posisi stasioner terjadi apabila sumber daya alam telah selururhnya termanfaatkan.kalaupun ada pengangguran, hal itu bersifat sementara.

Pemerintah tidak terlalu dalam mencampuri urusan perekonomian. Tugas pemerintah adalah menciptakan kondisi dan menyediakan fasilitas yang mendorong pihak swasta berperan optimal dalam perekonomian. Pemerintah tidka perlu terjun langsung dalam kegiatan produksi dan jasa. Peranan pemerintah adalah menjamin keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat serta membuat aturan main yang memeri kepastian hukum dan keadilan bagi para pelaku ekonomi. Dalam hal ini pemeintah berkewajiban menyediakan prasarana sehingga aktivitas swasta menjadi lancar.

Jhon Maynard Keynes (1936) mengatakan bahwa untuk menjamin pertumbuhan yang stabil pemerintah perlu menerapkan kebijakan fiskal (perpajakan dan perbelanjaan pemerintah), kebijakan moneter (tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar), dan pengawasan langsung.

2.1.1.2.2 Teori Harrod – Domar

Teori pertumbuhan ekonomi ini dikembangkan oleh Evseyu Domar dan Sir Roy F. Harrod. Teori ini mengembangkan analisis Keynes dengan memasukkan masalah-masalah ekonomi jangka panjang, serta berusaha menunjukkan syarat yang dibutuhkan agar

commit to user

perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dengan mantap (steady growth).

Teori Harrod-Domar mendasarkan pada asumsi-asumsi yaitu:

1. Perekonomian bersifat tertutup,

2. Hasrat menabung (MPS=S) adalah konstan,

3. Proses produksi memiliki koefisien yang tetap(constant return to scale)

4. Tingkat pertumbuhan angkatan kerja adalah konstan dan sma dengan tingkat pertumuhan penduduk.

Atas dasar asumsi-asumsi khusus tersebut, Harrod-Domar membuat analisis dan menyimpulkan bahwa pertumbuhan jangka panjang yang mantap (seluruh kenaikan produksi dapat diserap oleh pasar) hanya bisa tercapai apabila terpenuhi syarat-syarat keseimbangan yaitu :

g = k = n,

dimana :g = Growth (tingkat pertumuhan output) k = Capital( tingkat pertumbuhan modal)

n = Tingkat pertumbuhan angkatan kerja.

Agar terdapat keseimbangan antara tabungan dan investasi harus terdapat kaitan yang saling menyeimbangkan, padahal peran k untuk menghasilkan tambahan produksi ditentukan oleh V (capital output ratio = rasio modal output).

commit to user

Agar pertumbuhan tersebut mantap, harus dipenuhi syarat g = n = s/v. Karena s, v dan n bersifat independen maka dalam perekonomian tertutup sulit tercapai kondisi pertumbuhan mantap. Harrod-Domar mendasarkan teorinya berdasarkan mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah. Akan tetapi kesimpulannya menunjukkan bahwa pemerintah perlu merencanakan besarnya investasi agar, terdpat keseimbangan dalam sisi penawaran dan sisi permintaan barang.

Untuk perekonomian daerah, Harry W. Richardson mengatakan kekakuan di atas diperlunak oleh kenyataan bahwa perekonomian daerah bersifat terbuka. Artinya faktor-faktor produksi /hasil produksi yang berlebihan dapat diekspor dan yang kurang dapat diimpor. Impor dan tabungan adalah kebocoran-kebocoran dalam menyedot output daerah. Sedangkan ekspor dan investasi dapat memantu menyedot output kapasitas penuh dari faktor-faktor produksi yang ada di daerah tersebut. Kelebihan tabungan yang tidak terinvestasikan secara local dapat disaurkan ke daerah-daerah lain yang tercermin dalam surplus ekspor. Apabila pertumbuhan tenaga kerja melebihi dari apa yang dapat diserap oleh kesempatan kerja lokal maka migrasi neto dapat menyeimbangkan n dan g. Jadi, dalam perekonomian terbuka, persyaratannya mejadi sedikit longgar.

commit to user

S+M = I + X dapat dirumuskan menjadi: (s + m) Y = I + X atau:

Kita mengetahui bahwa ekspor suatu daerah I dapat dirumuskan seagai impor daerah-daerah lain.

Ekspor daerah i = total impir daerah-daerah j dari daerah i = nilai m (marginal propensity to import) daerah-daerahj dari daerah i dikaitkan dengan tingkat pendapatan masing-masing setiap daerah j. Dengan demikian, Richardson dalam Tarigan, 2005:51) merumuskan persamaan pertumbuhan suatu wilayah adalah :

Catatan :

di mana

Berdasarkan rumus diatas maka agar suatu daerah tumbuh cepat atau tinggi, dikehendaki agar (tingkat tabungan) = tinggi, (impor)= tinggi, ekspor = kecil, (capital output ratio/COR) =

commit to user

yang sama besarnya. Yang termasuk dalam ekspor dan impor adalah barang konsumsi dan barang modal. Dalam model ini, kelebihan atau kekurangan tabungan dan dengan tenaga kerja dapat dinetralisir oleh arus keluar atau arus masuk dari setiap faktor diatas. Pertumbuhan yang mantap tergantung pada apakah arus modal dan tenaga kerja interregional bersifat menyeimbangkan atau tidak. Pada model ini arus modal dan tenaga kerja searah karena pertumbuhan memutuhkan keduanya secara seimbang. Dalam praktiknya daerah yang pertumbuhannya tinggi (daerah yang telah maju) akan menarik modal tenaga kerja dari daerah lain yang pertumbuhannya rendah dan hal ini memuat pertumbuhan antar daerah menjadi pincang. Artinya, daerah yang maju kian maju dan yang terelakang akan makin ketinggalan.

2.1.1.2.3 Teori Pertumbuhan Neo Klasik (Solow-Swan)

Teori pertumbuhan neo klasik dikembangkan oleh Roert M. Solow (1970) dari Amerika Serikat dan T.W. Swan (1956) dari Austria. Model Solow-Swan menggunakan unsur pertumbuhan penduduk, akumulasi kapital, kemajuan teknologi dan besarnya

output yang saling berinteraksi. Perbedaan utama dengan model Harrod-Domar adalah dimasukkannya unsure kemajuan teknologi dalam modelnya. Selain itu Solow-Swan menggunakan model fungsi produksi yang memungkinkan adanya subtitusi antara kapital(k) dan tenaga kerja(L).Menurut Solow-Swan tingkat

commit to user

pertumbuhan berasal dari tiga sumber, yaitu akumulasi modal, bertambahnya penawaran tenaga kerja, dan peningkatan teknologi.

Teori pertumbuhan Solow-Swan menggunakan pendekatan fungsi produksi yang berbentuk:

Dalam kerangka ekonomi wilayah, Richardson (dalm Tarigan, 2006:53) kemudian menderivasikan rumus diatas menjadi sebagai berikut :

= Besarnya output

= Besarnya pertumbuhan modal = Tingkat pertumbuhan tenaga kerja = Kemajuan teknologi

a = Bagian yang dihasilkan oleh faktor modal (1-a) = Bagian yang dihasilkan diluar modal

Agar faktor produksi selalu berada pada kapasitas penuh perlu mekanisme yang menyamakan investasi dengan taungan (dalam kondisi full employment). Dengan demikian, pertumbuhan mantap membutuhkan syarat bahwa :

= Marginal productivity of capital

Jika p sudah tertentu dan a tetap konstan maka Y dan K harus tunbuh dengan tingkat yang sama.

commit to user

Syarat keseimbangan bagi keseluruhan sistem adalah :

Walaupun di suatu region tabungan bisa saja tidak sama dengan investasi. Suatu daerah akan mengimpor modal jika tingkat pertumbuhan modalnya lebih kecil dari rasio tabungan domestik terhadap modal. Dalam pasar sempurna marginal productivity of labour (MPL) adalah fungsi langsung tapi bersifat terbalik dari

marginal productivity of capital (MPK). Hal ini bisa dilihat dari nilai rasio modal tenaga kerja (K/L). analisis lanjutan dari paham neoklasik menunjukkan bahwa untuk terciptanya pertumbuhan yang mantap (steady growth), diperlukan suatu tingkat s (saving) yang pas dan seluruh keuntungan pengusaha diinvestasikan kembali di wilayah tersebut.

2.1.1.2.4 Teori Rostow

Profesor W. W. Rostow memakai pendekatan sejarah dalam menjelaskan proses perkembangan ekonomi. Ia membedakan adanya lima tahap pertumbuhan ekonomi yaitu : (1) masyarakat tradisional, (2) prasyarat untuk tinggal landas, (3) tinggal landas, (4) dewasa, dan (5) masa konsumsi massal.

Dokumen terkait