BAB II KAJIAN PUSTAKA
D. Teori Sosiologi Yang Relevan
Teori Interaksionisme Simbolik adalah salah satu dari teori aliran tradisi sosiokultural yang memberikan pemahaman tentang apa yang dibuat dan dibangun dalam sebuah percakapan, dan bagaimana simbol-simbol diartikan melalui interaksi.
Teori-teori aliran ini memberitahu pada kita tentang tema percakapan apa yang menyatukan manusia dan bagaimana pelakupercakapan berbagi makna, dan juga berfokus pada bagaimana pelaku komunikasi bekerjasama dalam sebuah cara yang tersusun untuk mengatur pembicaraan mereka.
Interaksionisme simbolik merupakan sebuah pergerakan dalam sosiologi, dimana berfokus pada cara-cara manusia dalam membentuk makna dan susunan dalam masyarakat melalui percakapan.
George Herbert Mead yang dianggap sebagai pendiri gerakan interaksionisme simbolik mengemukakan tiga konsep utama, yakni:
1. Masyarakat (society)
Atau yang biasa disebut kehidupan kelompok yang terdiri atas perilaku-perilaku kooperatif. Kerjasama manusia mengharuskan kita untuk memahami maksud orang lain yang juga mengharuskan kita untuk mengetahui apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Jadi, kerjasama terdiri dari “membaca” tindakan dan maksud orang lain serta menanggapinya dengan cara tepat.
Makna merupakan sebuah hasil komunikasi yang penting. Pemaknaan kita merupakan hasil dari interaksi dengan orang lain. Kita menggunakan makna merupakan sebuah hasil komunikasi yang penting. Pemaknaan kita merupakan hasil dari interaksi dengan orang lain. Penafsiran itu seperti percakapan internal; pelaku memilih, memeriksa, menahan, menyusun kembali, dan mengubah makna untuk mengetahui situasi dimana ia ditempatkan dan arah dari tindakan-tindakannya. Jelasnya, kita tidak dapat berkomunikasi tanpa berbagai makna simbol-simbol yang kita gunakan.
Mead menyebut gerak tubuh sebagai simbol signifikan. Karena gerak tubuh (gesture) mengacu pada setiap tindakan yang dapat memiliki makna.
Biasanya, hal ini bersifat verbal juga non verbal. Ketika ada makna yang dibagi, gerak tubuh menjadi nilai dari simbol yang signifikan. Secara harfiah kita dapat mendengar diri kita sendiri dan meresponnya seperti yang orang
lain lakukan pada kita karena adanya kemampuan untuk menyuarakan simbol.
Kita dapat membayangkan seperti apa rasanya menerima pesan kita sendiri dan kita dapat berempati dengan pendengar tersebut, secara mental mengisi respon orang lain. Oleh karena itu, masyarakat terdiri atas sebuah jaringan interaksi sosial dimana anggota-anggotanya menempatkan makna bagi tindakan mereka dari tindakan orang lain dengan menggunakan simbol-simbol. Kegiatan saling mempengaruhi antara merespon orang lain dan diri sendiri ini adalah konsep Mead yang penting, karena akan membentuk konsep kedua yaitu diri.
2. Diri
Kita memiliki diri karena kita dapat merespon diri kita sendiri sebagai sebuah objek. Kadang-kadang kita bereaksi dengan baik terhadap diri kita sendiri, misalnya merasakan kebanggaan, kebahagiaan, dan keberanian.
Kadang pula kita merasakan takut, marah atau jijik pada diri kita sendiri.
Cara kita dalam melihat diri kita adalah seperti orang lain melihat diri kita melalui pengambilan peran atau menggunakan sudut pandang orang lain.
Inilah yang menyebabkan kita memiliki konsep diri, Istilah lainnya adalah refleksi umum orang lain (generalized others), semacam sudut pandang yang memandang kita sendiri. Refleksi umum orang lain merupakan keseluruhan persepsi kita dari cara orang lain melihat kita.
Diri memiliki dua segi yang masing-masing menjalankan fungsi yang penting:
a. I adalah bagian dari diri kita yang menurutkan kata hati, tidak teratur, tidak terarah dan tidak dapat ditebak.
b. Me adalah refleksi umum orang lain yang terbentuk dari pola-pola yang teratur dan tetap, yang dibagi dengan orang lain. Setiap tindakan dimulai dengan adanya dorongan dari dan selanjutnya dikendalikan oleh me. I adalah tenaga penggerak dalam tindakan, sedangkan memberikan arah dan petunjuk.
3. Pikiran
Kemampuan kita untuk menggunakan simbol-simbol yang signifikan untuk merespon pada diri kita sendiri menjadikan berpikir adalah sesuatu yang mungkin. Berpikir adalah konsep ketiga mead yang disebut pikiran.
Pikiran melibatkan keraguan ketika kita menafsirkan situasi. Kita berpikir melalui situasi dan merencanakan tindakan selanjutnya. Kita membayangkan beragam hasil dan memilih serta menguji alternatif-alternatif yang ada.
E. Kerangka Pikir
Potensi sumberdaya perikanan yang dimilki oleh Indonesia telah dimanfaatkan oleh penduduk baik skala besar maupun skala kecil, oleh badan usaha individu. Secara historis kegiatan penduduk memanfaatkan potensi laut telah lama digeluti sebagai mata pencaharian pokok sebagai masyarakat yang mendiami masyarakat pesisir.
Salah satu potensi sumberdaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan dimanfaatkan oleh nelayan adalah ikan terbang (Hirundicthys Oxycephalus). Ikan terbang memilki nilai ekonomis yang
tinggi karena usaha pengumpulan telurnya menjadi komoditas ekspor dan dapat membuka lapangan kerja.
Telur ikan terbang (Fliyingfish Roe) atau biasa juga disebut “tobiko”
merupakan komoditas ekspor. Beberapa produk telur ikan terbang dapat diperoleh dipasaran dalam berbagai bentuk. Ada yang dalam bentuk segar dan dapat dibeli di pasar local Makassar, atau sebagai acar telur ikan terbang yang tersedia di sejumlah restoran. Sedangkan telur ikan kering dan telur ikan yang siap saji lebih diperuntukkan bagi usaha ekspor. Telur ikan terbang merupakan salah satu komoditas andalan perikanan sulsel.
Nilai ekspor telur ikan terbang menempati urutan kedua setelah udang. Jumlah ekspor telur ikan terbang dari sulsel adalah sebesar 20-30%
dari jumlah seluruh ekspor telur ikan terbang Indonesia ke negara-negara Asia. Telur ikan terbang banyak dicari dan diekspor di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Cina dan Korea.
Dikalangan pengekspor, telur ikan terbang sangat bermanfaat sebagai nilai jual yang cukup tinggi untuk di ekspor ke negara-negara Asia. Karena harganya cukup mahal telur ikan terbang banyak diburu dan dicari oleh nelayan. Di Sulawesi selatan telur ikan terbang banyak ditemukan di daerah perairan Takalar atau pesisir pantai Galesong. Adapun kerangka konsep pada penelitian ini yaitu:
Gambar 01.Skema Kerangka pikir Potensi Telur Ikan Terbang
Nelayan
Unit Usaha Penangkapan Telur Ikan Terbang
Sosial Ekonomi
Analisis keuntungan
Tingkat Pendapatan
Membuka Lapangan Kerja
Hubungan Interaksi
Kesejahteraan Masyarakat
23
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai eksistensi komunitas pengekspor telur ikan terbang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif (qualitatif research) yang bersifat kualitatif empirik, dan menggunakan metode grounded research, yaitu suatu metode penelitian yang mengkaji secara mendalam dunia empirik dengan menggunakan data sebagai sumber teori.
Dasar pemikiran metode ini adalah mencari kesimpulan secara induktif, dan menjadikan data sebagai sumber teori yang berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya, sehingga sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas.
Penekanannya pada kondisi subjek, dengan mencari dan menemukan informasi melalui pengkajian kasus yang terbatas namun mendalam dengan penggambaran secara holistik sehingga mencirikan makna kausalitas yang menunjuk pada segi alamiah dan tidak menggambarkan perhitungan (Maleong,2000,Bungin,2003). Strategi jenis penelitian ini adalah studi kasus.
Strategi ini merupakan metode yang dianggap tepat untuk sebuah studi yang mempelajari mendalam tentang dinamika atau keadaan kehidupan sekarang dengan latar belakangnya dalam interaksi dengan lingkungan dari suatu unit sosial seperti individu, kelembagaan, komunitas dan
masyarakat(Yin,1997). Studi berdasarkan metode grounded research tidak berpotensi untuk melakukan pembuktian atas teori yang telah ada, tetapi menghimpun data untuk membangun proposisi, konsep sekaligus teori.
Pendekatan kedua yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melakukan survey dan mendeskripsikan kegiatan pendistribusian telur ikan terbangdari nelayan pencari telur ikan terbang ke lembaga pemasaran yang terlibat, lembaga pemasaran tersebut eksportir yang mengekspor telur ikan terbang yang ada di desa Galesong Baru kabupaten Takalar. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survey (survey deskriptif), yaitu penelitianyang diadakan dilapangan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual.