Tingkat Adopsi Coef β Sig 1 Keuntungan relatif 0,170 0,207 2 Kompabilitas 0,138 0,327 3 Kompleksitas -0,201 0,130 4 Triabilitas 0,104 0,413 5 Observabilitas 0,157 0,201
Aspek kompleksitas berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (-0,201), dengan niali nyata 0,130. Hal ini berarti semakin rumit dan sulit dimengerti penggunaan traktor tangan oleh petani akan mempengaruhi tingkat pengambilan keputusan mereka dalam menggunakan traktor tangan. Dari hasil lapangan ditemui bahwa petani berpendapat jika traktor tangan yang diintrodusir kepada petani semakin rumit dan sulit akan berampak terhadap semakin lambat tingkat adopsi inovasi traktor tangan di desa Neglasari. Dari berbagai jenis atau tipe traktor tangan yang diperkenalkan oleh pemerintah atau
para pengusaha traktor tangan, hanya sebagian kecil yang mendapat respon dari peani, yakni pada umumnya adalah traktor tangan yang simpel dan praktis. Pada umumnya petani telah mengenal traktor tangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan para petani pada umumnya juga bisa menjalankan traktor tangan sendiri. Namun dalam pelaksanaanya petani memanfaatkan operator untuk pelaksanan pengelolaan lahan, baik melalui sistem sewa maupun milik sendiri.
Aspek triabilitas berpengaruh positif terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (0,104) dengan nilai nyata 0,431. artinya semakin tinggi triabilitas (kemudahan mendapatkan dan mencoba teraktor tangan oleh petani) akan berpengaruh terhadap semakin cepatnya petani memutuskan untuk mengadopsi inovasi traktor tangan. Dari hasil lapangan ditemukan bahwa petani dengan mudah mendapatkan traktor tangan, baik untuk menyewa maupun membeli untuk digunakan sendiri. Traktor tangan telah menjadi salah satu kegiatan usaha bagi petani yang sudah berhasil, sehingga petani dengan mudah dapat memperoleh traktor tangan di lingkungan Desa Neglasari tanpa harus pergi ke luar desa. Saat ini para ketua kelompok tani rata-rata memiliki traktor tangan untuk disewakan kepada anggota masing-masing kelompok tani.
Hasil analisis regresi memperlihatkan bahwa aspek observabilitas juga berpengaruh positif terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (0,157). Semakin tinggi nilai observabilitas berarti semakin mudah diamati dan secara teknis mempunyai keuntungan ekonomis, dan akan berdampak terhadap semakin cepatnya petani dalam mengadopsi inovasi traktor tangan. Kontribusi observabilitas terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan di Desa Neglasari adalah 0,201, atau mempunyai nilai signifikan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani merasakan traktor tangan lebih menguntungkan dari segi biaya dan waktu. Mengolah lahan dengan tenaga manusia atau tenaga ternak disamping semakin sulit diperoleh, juga biaya yang dikeluarkan petani lebih besar. Dengan menggunakan traktor tangan waktu musim tanam dapat direncanakan dengan tepat sehingga dapat dilakukan tiga kali musim tanam tiap tahun.
Menurut pengalaman petani dalam mengolah lahan sawah hingga siap tanam dengan menggunakan tenaga ternak (sapi/kerbau) memerlukan waktu
sekitar 10 hari kerja, sedangkan dengan mengunakan traktor tangan memerlukan waktu hanya 3 hari kerja. Dengan semakin sulitnya memperoleh tenaga kerja manusia atau hewan di Desa Neglasari, sangat mempengaruhi petani dalam mengambil keputusan untuk mengadopsi traktor tangan.
Hipotesis kelima penelitian ini menunjukkan bahwa : terdapat pengaruh ciri-ciri inovasi terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan. Dengan demikian dapat disimpulkan H5 ”diterima” atau hipotesis terbukti
Pengaruh Jaringan Komunikasi terhadap Adopsi Inovasi Traktor Tangan
Adopsi inovasi adalah keputusan untuk memanfaatkan sepenuhnya ide baru/inovasi, dimana keputusan tersebut merupakan pilihan terbaik dari tindakan- tindakan yang dilakukan oleh individu. Masuk dan menyebarnya inovasi baru ke dalam satu sistem sosial atau kelompok tani dimulai dengan proses komunikasi yang terjadi antara individu-individu dalam sistem melalui anggota sistem sosial. Individu-individu berinteraksi dan saling berhubungan dalam proses penyebaran inovasi membentuk jaringan komunikasi yang diduga mempunyai pengaruh terhadap tingkat adopsi traktor tangan. Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh jaringan komunikasi dengan adopsi inovasi traktor tangan dilakukan analisis regresi yang dinyatakan dengan adanya kontribusi aspek jaringan komunikasi (Y1) terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (Y2). Koefisien
dan signifikasi pengaruh aspek-aspek jaringan komunikasi terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan dapat dilihat pada Tabel 22.
Tabel 22. Koefisien regresi dan nilai signifikasi pengaruh jaringan komunikasi (Y1)terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (Y2) di Desa
Neglasari, tahun 2006
No Jaringan Komunikasi (Y1)
Pengaruh (Y1) terhadap Adopsi Inovasi
Traktor Tangan (Y2) Tingkat Adopsi Coef β Sig 1 Tingkat Keterkaitan -0,050 0,710 2 Tingkat Keragaman 0,102 0,554 3 Tingkat Kekompakan 0,243 0,168 4 Tingkat Keterbukaan 0,221 0,113
Tingkat keterkaitan dalam jaringan komunikasi petani berpengaruh negatif terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan (-0,050) dengan nilai nyata 0,710. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat keeratan jaringan komunikasi petani berdampak terhadap semakin menurun tingkat adopsi inovasi traktor tangan di lingkungan petani. Hal ini dapat terjadi karena usaha pemilikan atau penyewaan traktor tangan adalah bersifat perseorangan. Terjadi persaingan usaha di antara anggota kelompok tani dalam pengembangan traktor tangan, sehingga terjadi proses penurunan peran petani dalam pengambilan keputusan adopsi inovasi traktor tangan jika terjadi peningkatan keeratan jaringan komunikasi di lingkungan petani. Dari hasil di lapangan ditemukan bahwa petani mengetahui tentang traktor tangan bukan dari anggota sesama petani atau melalui komunikasi interpersonal tetapi melalui dinas terkait yang mengadakan sosialisasi penggunaan traktor tangan di Desa Neglasari. Meningkatnya tingkat keeratan dalam jaringan komunikasi ternyata tidak berpengaruh terhadap peningkatan adopsi inovasi traktor tangan bahkan terjadi sebaliknya yakni penurunan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh peran dari tokoh masyarakat yang ada dalam kelompok tani. Para pemilik traktor yang menyewakan traktor kepada anggota kelompok tani, tidak berusaha untuk menciptakan dan memanfaatkan tingkat keeratan petani dalam penyewaan traktor tangan yang berorientasi pada upaya peningkatan pemanfaatan bagi petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman berpengaruh positif terhadap adopsi inovasi traktor tangan (0,102), artinya semakin tinggi tingkat keragaman atau semakin sering petani mencari informasi tentang traktor tangan kepada selain petani, berpengaruh terhadap kecepatan petani mengambil keputusan dalam mengadopsi traktor tangan. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa ditemukan beberapa petani yang aktif mencari informasi tentang traktor tangan kepada lembaga milik pemerintah yang ada disekitar Desa Neglasari seperti: PERJAN Mekanisasi Pertanian, dan BPBP yang pernah melakukan program sosialisasi tentang penggunaan traktor tangan bantuan dari Jepang dan telah pernah dilihat oleh para petani pada waktu lalu.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tingkat kekompakan dan tingkat keterbukaan mempunyai nilai positif masing-masing (0,243) dan (0,102) dengan
nilai nyata masing-masing (0,168) dan (0,113). Makin tinggi tingkat kekompakan dan tingkat keterbukaan semakin tinggi tingkat adopsi inovasi traktor tangan di Desa Neglasari. Sistem sewa yang sudah diperkenalkan melalui program UPJA oleh pemerintah telah mendorong petani pemilik traktor untuk mengembangkan model UPJA secara swadaya yang berdampak terhadap orientasi manfaat bagi kelompok tani. Untuk pengolahan lahan yang luas pemilikannya di bawah 1 hektar, mengharuskan petani tersebut bergabung dengan petani sekitarnya agar pengolahan lahan dapat efektif dengan sewa Rp 750.000,- per hektar turut mendorong tumbuhnya kekompakan petani. Model UPJA swadaya turut mendorong perkembangan tingkat keterbukaan yang berdampak terhadap percepatan tingkat adopsi inovasi traktor tangan di desa Neglasari. Dari hasil di lapangan ditemukan bahwa anggota kelompok tani cukup aktif mencari informasi tentang traktor tangan dari anggota kelompok lain dan petani juga terbuka dalam mencari informasi dengan warga masyarakat lain yang tidak termasuk dalam kelompok tani. Keterbukaan petani ini dalam hal informasi pertanian khususnya traktor tangan menambah informasi bagi petani tentang harga sewa, tempat pembelian traktor tangan yang murah dan petani dengan cepat bisa mengadopsi inovasi traktor tangan.
Hasil uraian analisis regresi tersebut di atas menunjukkan bahwa Hipotesis keenam dari penelitian ini: terdapat pengaruh jaringan komunikasi terhadap tingkat adopsi inovasi traktor tangan, terbukti. Hal ini berarti H6 ”diterima” atau