• Tidak ada hasil yang ditemukan

89

a. Kompetensi Teknis diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis

b. Kompetensi Manajerial diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau

manajemen, dan pengalaman kepemimpinan.

c. Kompetensi Sosial Kultural diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan

masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

d. Standar Kompetensi Teknis, Kompetensi Manajerial,

dan

Kompetensi Sosial Kultural

ditetapkan oleh

Menteri

berdasarkan usulan

Instansi Pemerintah.

2. Kompetensi yang dimiliki Jabatan Piminan Tinggi menurut Pasal 109 dari PP No. 11 Tahun 2017

90

a. Pengisian JPT utama dan JPT madya di kementerian, lembaga pemerintah nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara, lembaga nonstruktural, dan Instansi Daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS

b. Pengisian JPT utama dan JPT madya dilakukan pada tingkat nasional.

c. Pengisian JPT pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan PNS

d. Pengisian JPT pratama dilakukan secara terbuka dan kompetitif pada tingkat nasional atau antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.

K-5. Tata Cara Pengisian dan Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi

1. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dilakukan secara terbuka dan kompetititif

menurut Pasal 110 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Pengisian JPT utama dan JPT madya tertentu yang berasal dari kalangan non-PNS

sesuai dengan persyaratan yang ditentukan

b. Pengisian JPT utama dan JPT madya tertentu yang berasal dari kalangan non-PNS harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Presiden serta ditetapkan dalam

Keputusan Presiden

2. Pengisian JPT Utama dan JPT Madya Tertentu menurut Pasal 111 dari PP No. 11 Tahun 2017

91

a. Pengisian JPT utama yang memperoleh hak-hak keuangan dan fasilitas lainnya setara menteri dilakukan melalui seleksi terbuka dan kompetitif sesuai sistem merit dan diangkat oleh Presiden

b. Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi pembinaan ASN dapat mengangkat JPT utama melalui penugasan atau penunjukan langsung.

2. Pengisiam JPT Utama yang Hak Keuangan dan Fasilitasnya setara Menteri

menurut Pasal 112 dari PP No. 11 Tahun 2017

Pengisian JPT dilakukan melalui tahapan:

a. Perencanaan

b. pengumuman lowongan

c. Pelamaran

d. seleksi;

e. pengumuman hasil seleksi; dan

f. penetapan dan pengangkatan

92

a. Perencanaan pengisian JPT meliputi:

1) penentuan JPT yang akan diisi

2) pembentukan panitia seleksi

3) penyusunan dan penetapan jadwal tahapan pengisian JPT

4) penentuan metode seleksi dan penyusunan materi seleksi;

5) penentuan sistem yang digunakan pada setiap tahapan pengisian JPT.

b. Panitia seleksi untuk JPT Utama dibentuk oleh Presiden.

c. Panitia seleksi untuk JPT Madya dan JPT Pratama dibentuk oleh PPK, kecuali JPT Madya tertentu dibentuk oleh Presiden.

d. Dalam membentuk panitia seleksi , PPK berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.

4. Tahapan Perncanaan menurut Pasal 114 dari PP No. 11 Tahun 2017

Penjelasan Pasal 114

Ayat (1) Huruf d : “sistem” adalah mekanisme penetapan status pelamar pada setiap tahapan.

Ayat (3) : JPT Madya tertentu adalah jabatan-jabatan yang oleh Presiden selaku pemegang kekuasaan tertinggi pembinaan ASN dipandang perlu proses pengisiannya dilakukan oleh panitia seleksi yang pembentukannya oleh Presiden.

Ayat (6) Huruf d : konflik kepentingan” antara lain memiliki hubungan keluarga, hubungan tali perkawinan, dan hubungan darah.

93

5. Panitia seleksi JPT Utama terdiri atas unsur

a. pejabat pimpinan tinggi terkait dari lingkungan Instansi Pemerintah yang bersangkutan

b. pejabat pimpinan tinggi dari Instansi Pemerintah lain yang terkait dengan bidang tugas Jabatan yang lowong;

c. akademisi, pakar, atau profesional.

6. Panitia seleksi harus memenuhi persyaratan:

a. memiliki pengetahuan dan/atau pengalaman sesuai dengan jenis, bidang tugas, dan kompetensi Jabatan yang lowong

b. memiliki pengetahuan umum mengenai penilaian kompetensi;

c. tidak menjadi anggota/pengurus partai politik;

d. tidak berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

7. Panitia seleksi berjumlah gasal yaitu paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang.

94

Panitia seleksi memiliki tugas:

a. menyusun dan menetapkan jadwal dan tahapan pengisian b. menentukan metode seleksi dan menyusun materi seleksi

c. menentukan sistem yang digunakan pada setiap tahapan pengisian

d. menentukan kriteria penilaian seleksi administrasi dan seleksi kompetensi e. mengumumkan lowongan JPT dan persyaratan pelamaran

f. melakukan seleksi administrasi dan kompetensi

g. menyusun dan menyampaikan laporan hasil seleksi kepada PPK

8. Tugas Panitia Seleksi JPT menurut Pasal 115 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Dalam melaksanakan tugas dimaksud, panitia seleksi dibantu oleh sekretariat.

b. Sekretariat dilaksanakan oleh unit organisasi yang membidangi urusan kepegawaian.

c. Sekretariat memiliki tugas memberikan dukungan administratif kepada panitia seleksi

9. Tugas Sekretariat Panitia Seleksi JPT menurut Pasal 11 dari PP No. 11 Tahun 2017 6

Penjelasan Pasal 115 Huruf f : “seleksi administrasi” adalah penilaian kesesuaian berkas

95

a. Pengumuman lowongan pengisian JPT wajib dilakukan secara terbuka melalui media cetak nasional dan/atau media elektronik

b. Pengumuman lowongan dilaksanakan paling singkat 15 (lima belas) hari kalender

sebelum batas akhir tanggal penerimaan lamaran

c. Pengumuman lowongan dilakukan berdasarkan ketentuan sebagai berikut:

1) terbuka pada tingkat nasional kepada seluruh Instansi Pemerintah untuk JPT pada Instansi Pusat dan JPT madya pada Instansi Daerah provinsi

2) terbuka pada tingkat nasional atau terbuka antarkabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi untuk JPT pratama pada Instansi Daerah provinsi

3) terbuka pada tingkat nasional atau terbuka antar kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi untuk JPT pratama pada Instansi Daerah kabupaten/kota.

96

d. Pengumuman lowongan paling sedikit harus memuat:

1) nama JPT yang lowong

2) Persyaratan

3) kualifikasi dan standar kompetensi Jabatan yang lowong

4) batas waktu penyampaian berkas pelamaran

5) tahapan, jadwal, dan sistem seleksi

6) alamat dan nomor telepon sekretariat panitia seleksi yang dapat dihubungi.

e. Pengumuman lowongan ditandatangani oleh ketua panitia seleksi atau ketua sekretariat panitia seleksi atas nama ketua panitia seleksi

97

a. Pelamaran pengisian JPT disampaikan kepada panitia seleksi.

b. Pelamaran yang dilakukan oleh PNS harus direkomendasikan oleh PPK instansinya.

11. Penyampaian Lamaran JPT menurut Pasal 118 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Selain melalui pelamaran, panitia seleksi dapat mengundang PNS yang memenuhi syarat untuk diikutsertakan di dalam seleksi.

b. Dalam hal panitia seleksi mengundang PNS yang memenuhi syarat untuk ikut dalam seleksi, PNS yang bersangkutan harus tetap mendapat rekomendasi dari PPK instansinya.

12. Kemungkinan mengundang Peserta dalam seleksi JPT menurut Pasal 119 dari PP No. 11 Tahun 2017 9

Penjelasan Pasal 118 Ayat (2) :yang dimaksud dengan rekomendasi” adalah surat ijin atau

13. Tahapan Seleksi JPT menurut Pasal 120 dari PP No. 11 Tahun 2017

98

a. Seleksi pengisian JPT dilakukan sesuai dengan perencanaan pengisian JPT

b. Penyusunan tahapan seleksi dan penetapan jadwal seleksi dalam perencanaan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.

c. Penentuan metode seleksi dan penyusunan materi seleksi dilakukan mengacu kepada standar kompetensi Jabatan

d. Panitia seleksi wajib melakukan seleksi secara objektif dan transparan.

e. Tahapan seleksi paling sedikit terdiri atas

a. seleksi administrasi dan penelusuran rekam jejak Jabatan, integritas, dan moralitas

b. seleksi kompetensi c. wawancara akhir

d. tes kesehatan dan tes kejiwaan

f. Seleksi kompetensi dilakukan oleh panitia seleksi.

g. Panitia seleksi dapat dibantu oleh tim seleksi kompetensi yang independen dan memiliki keahlian untuk melakukan seleksi kompetensi.

Penjelasan Pasal 120 Ayat (5) Huruf b : Seleksi kompetensi dilakukan dengan menggunakan

99

a. Pengumuman hasil seleksi pengisian JPT wajib dilakukan untuk setiap tahapan seleksi

b. Panitia seleksi wajib mengumumkan secara terbuka pada setiap tahapan seleksi

1) nilai yang diperoleh peserta seleksi berdasarkan peringkat;

2) peserta seleksi yang berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

c. Pada tahapan akhir, panitia seleksi memilih 3 (tiga) orang peserta seleksi dengan

nilai terbaik untuk setiap Jabatan yang lowong, sebagai calon pejabat pimpinan tinggi utama, pejabat pimpinan tinggi madya, atau pejabat pimpinan tinggi

pratama untuk disampaikan kepada PPK.

14. Pengumuman Hasil Seleksi JPT menurut Pasal 121 dari PP No. 11 Tahun 2017

Penjelasan Pasal 121 Ayat (2): yang dimaksud dengan “panitia seleksi wajib mengumumkan secara terbuka pada setiap tahapan seleksi” adalah

mengumumkan secara terbuka

nilai

yang diperoleh setiap peserta seleksi berdasarkan peringkat, kecuali pada tahapan akhir.

100

Penetapan dan pengangkatan JPT dilakukan oleh Presiden atau PPK sesuai dengan kewenangan berdasarkan hasil seleksi

15. Penetapan dan Pengangkatan JPT menurut Pasal 122 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Panitia seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi

pratama yang terpilih di lingkungan Instansi Pusat kepada PPK melalui PyB.

b. PPK memilih 1 (satu) dari 3 (tiga) orang nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi dengan memperhatikan pertimbangan PyB untuk ditetapkan.

17. Penyampaian 3 (tiga) Calon JPT Utama atau JPT Madya menurut Pasal 124

dari PP No. 11 Tahun 2017

101

a. Panitia seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi madya yang terpilih di lingkungan kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian kepada PPK, untuk disampaikan kepada Presiden.

b. Panitia seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi utama yang terpilih di lingkungan lembaga pemerintah nonkementerian kepada menteri yang mengoordinasikan, untuk disampaikan kepada Presiden.

c. Panitia Seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi madya yang terpilih di lingkungan lembaga nonstruktural kepada Menteri, untuk disampaikan kepada Presiden

d. Presiden memilih 1 (satu) dari 3 (tiga) orang nama calon pejabat pimpinan tinggi untuk ditetapkan sebagai pejabat pimpinan tinggi dengan memperhatikan pertimbangan PPK, menteri yang mengoordinasikan, atau Menteri.

102

Panitia seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi madya

yang terpilih di lingkungan kesekretariatan lembaga negara kepada pimpinan lembaga negara untuk disampaikan kepada Presiden.

17. Penyampaian 3 (tiga) Calon JPT Madya di lingkungan Kesekretariatan Lembaga

Negara menurut Pasal 125 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Panitia seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi

madya yang di lingkungan Instansi Daerah provinsi kepada PPK.

b. PPK mengusulkan 3 (tiga) nama calon pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Instansi Daerah provinsi kepada Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri.

c. Presiden memilih 1 (satu) dari 3 (tiga) nama calon pejabat pimpinan tinggi

madya untuk ditetapkan sebagai pejabat pimpinan tinggi madya dengan memperhatikan pertimbangan PPK.

18. Penyampaian 3 (tiga) Calon JPT Madya dilingkungan Provinsi menurut Pasal 126

103

1. Panitia Seleksi menyampaikan 3 (tiga) orang calon pejabat pimpinan tinggi pratama yang terpilih di lingkungan Instansi Daerah provinsi dan Instansi Daerah kabupaten/kota kepada PPK melalui PyB

2. PPK memilih 1 (satu) dari 3 (tiga) nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama pada Instansi Daerah provinsi dan Instansi Daerah kabupaten/kota untuk ditetapkan sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dengan memperhatikan pertimbangan PyB.

7. Khusus untuk pejabat pimpinan tinggi pratama yang memimpin sekretariat daerah kabupaten/kota sebelum ditetapkan oleh bupati/walikota dikoordinasikan dengan gubernur.

8. Khusus untuk pejabat pimpinan tinggi pratama yang memimpin sekretariat dewan perwakilan rakyat daerah, sebelum ditetapkan oleh PPK dikonsultasikan dengan pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah.

19. Penyampaian 3 (tiga) Calon JPT Pratama dilingkungan Provinsi menurut Pasal 127 dari PP No. 11 Tahun 2017

Penjelasan Pasal 127

Ayat (3): yang dimaksud dengan “dikoordinasikan” adalah bupati/walikota melaporkan 1 (satu) orang calon pejabat pimpinan tinggi pratama terpilih kepada gubernur.

Ayat (4) yang dimaksud dengan dikonsultasikan” adalah PPK melalui PyB meminta pendapat

pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah untuk dijadikan sebagai salah satu pertimbangan bagi PPK dalam memilih 1 (satu) dari 3 (tiga) nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama.

104

a. Dalam memilih calon pejabat pimpinan tinggi, Presiden dapat dibantu oleh tim. b. Pembentukan tim ditetapkan oleh Presiden dengan Keputusan Presiden.

PPK

dilarang

mengisi Jabatan yang lowong dari calon pejabat pimpinan tinggi

yang

lulus

seleksi pada

JPT yang lain

20. Tim yang membantu Presiden dalam penetapan JPT Utama dan JPT Madya menurut Pasal 128 dari PP No. 11 Tahun 2017

21. Larangan PPK mengisi Jabatan yang Lowong dari Calon peserta yang lulus

105

a. Dalam hal terjadi penataan organisasi Instansi Pemerintah yang mengakibatkan adanya pengurangan JPT, penataan Pejabat Pimpinan Tinggi dapat dilakukan melalui uji kompetensi dari pejabat yang ada oleh panitia seleksi

b. Dalam hal pelaksanaan penataan Pejabat Pimpinan Tinggi tidak memperoleh calon pejabat pimpinan tinggi yang memiliki kompetensi sesuai, pengisian JPT dilakukan melalui Seleksi Terbuka.

K-5. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi karena Penataan Organisasi

1. Pengisian JPT karena Penataan Organisasi menurut Pasal 130

dari PP No. 11 Tahun 2017

a. Pengisian JPT yang lowong melalui mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain dapat dilakukan melalui uji kompetensi dari pejabat yang ada.

b. Pengisian JPT harus memenuhi syarat 1) satu klasifikasi Jabatan

2) memenuhi standar kompetensi Jabatan

3) telah menduduki Jabatan

paling singkat 2 (dua) tahun

dan

paling

lama 5 (lima) tahun

2. Pengisian JPT melalui Mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain menurut Pasal 131 dari PP No. 11 Tahun 2017

106

3. Kompetensi teknis dalam standar kompetensi jabatan dibuktikan dengan:

a. sertifikasi teknis dari organisasi profesi; atau

b. lulus pendidikan dan pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh instansi teknis.

4. Pengisian JPT dilakukan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.

5. Dalam hal pelaksanaan pengisian JPT tidak memperoleh calon pejabat pimpinan tinggi yang memiliki kompetensi sesuai, pengisian JPT dilakukan melalui Seleksi Terbuka.

6. Untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan secara nasional, Presiden

berwenang melakukan pengisian JPT melalui mutasi pada tingkat nasional

Penjelasan Pasal 131

Ayat (1) Uji kompetensi dapat dilakukan melalui penelusuran rekam jejak Jabatan dan wawancara.

Ayat (2) Huruf a : satu klasifikasi Jabatan” adalah Jabatan yang memiliki tugas pokok dan

fungsi yang sejenis atau serumpun.

Ayat (3) Huruf a : Sertifikasi teknis dikeluarkan organisasi profesi baik internasional atau nasional yang sudah diakui oleh lembaga pemerintah yang berwenang di bidang sertifikasi profesi. Dalam hal belum terbentuk organisasi profesi, sertifikasi teknis dikeluarkan oleh

107

a. Pengisian JPT melalui mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain dapat dilakukan melalui uji kompetensi di antara pejabat pimpinan tinggi dalam satu instansi.

b. Mutasi sebagaimana harus memenuhi syarat:

1) sesuai standar kompetensi Jabatan; dan

2) telah menduduki Jabatan paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun.

c. Pengisian JPT dilakukan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara.

5. Pengisian JPT melalui mutasi dari satu JPT ke JPT yang lain dalam satu instansi menurut Pasal 132 dari PP No. 11 Tahun 2017

a. JPT hanya dapat diduduki paling lama 5 (lima) tahun.

b. JPT dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapat persetujuan PPK dan

berkoordinasi dengan KASN

6. Jangka waktu menduduki JPT menurut Pasal 133 dari PP No. 11 Tahun 2017

Penjelasan Pasal 133

Ayat (1) Pejabat Pimpinan Tinggi yang telah menduduki jabatan 5 (lima) tahun atau lebih setelah pemberlakuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dapat dilakukan penilaian kembali terkait dengan kesesuaian kompetensi dan jabatan yang diduduki.

Ayat (2) Persetujuan PPK diberikan apabila JPT telah membuktikan bahwa target kinerja organisasi yang dipimpinnya tercapai selama yang bersangkutan menjadi Pejabat Pimpinan Tinggi. Yang dimaksud dengan “berkoordinasi dengan KASN” adalah setiap perpanjangan JPT dilaporkan kepada KASN.

Copyright © Pusbang ASN BKN 2019

Perubahan pasal 132 PP 11 tahun 2017 berdasarkan PP

17 tahun 2020 ? Pasal 132 diubah sbb:

(1) Pengisian JPT melalui mutasi dari satu JPT ke JPT

yang lain dalam satu instansi maupun antar

Dokumen terkait