PENDEKATAN OPERASIONAL PELABUHAN
3) Terminal Penumpang Kelas C
Bangunannya gedung semi permanen khusus untuk terminal penumpang ataupun gedung/gudang untuk sementara digunakan sebagai terminal penumpang yang memiliki fasilitas lainnya seperti: toilet, tempat sholat, pengeras suara dan lain-lain.
3.2.4. Others Service/Pelayanan Lain-lain 3.2.4.1. Pelayanan Pas Pelabuhan
Setiap orang dan/atau kendaraan yang akan masuk daerah lingkungan kerja pelabuhan diwajibkan memiliki tanda masuk (Pas) pelabuhan.
Tanda masuk (Pas) orang bisa tidak berlaku/bebas khusus bagi:
- Anak-anak di bawah umur 5 (lima) tahun.
- Petugas-petugas pemerintah yang berdinas atau mempunyai kegiatan langsung di dalam daerah lingkungan kerja pelabuhan.
Tanda masuk (Pas) kendaraan bisa tidak berlaku/bebas bagi:
- Kendaraan milik petugas pemerintah yang mempunyai kegiatan langsung dalam daerah kerja pelabuhan.
- Ambulance, kereta jenazah, pemadam kebakaran dan kereta api.
Bagi petugas pemerintah, kendaraan milik petugas pemerintah dan buruh bongkar muat yang terdaftar diharuskan memiliki tanda pengenal (Identity Card) yang biaya pembuatannya dibebankan pada yang bersangkutan.
3.2.4.2. Pelayanan Listrik
Pelayanan listrik untuk umum, tarifnya ditentukan berdasarkan tarif dari PLN ditambah biaya eksploitasi yang terdiri dari:
- Biaya Tetap yang meliputi biaya penyusutan gardu listrik, instalasi di pelabuhan, biaya pegawai khususnya yang menangani listrik, biaya modal, biaya asuransi dan lain-lain.
- Biaya Variabel berupa tagihan PLN dan biaya lembur pegawai.
- Biaya overhead yaitu beban biaya tak langsung yang dibebankan ke pengusahaan listrik.
3.3. PORT LOGISTIC
Logistic merupakan bagian dari manajemen operasi, secara ringkas definisi logistic management menurut “Council Of logistics management” adalah:
“The process of planning, implementing and controlling the efficient, cost effective flow and storage of raw material, in proccess inventory, finished good and related information from point of origin to point of consumption for the purpose of conforming to customer requirement”
Secara umum elemen elemen dalam kegiatan logistic mencakup aktivitas a. Elemen kunci:
- Transportasi - Inventories - Customer service
- Pemrosesan perintah dan arus informasi b. Aktivitas pendukung:
- Pergudangan - Handling material - Packaging - Schedul produk - Lokasi fasilitas
Pada beberapa pelabuhan di negara maju terdapat perkembangan fungsi dan peran pelabuhan yang semula sebagai bagian dari sistem transportasi laut, pelabuhan telah berkembang menjadi bagian dari sistem logistic.
Pelabuhan menawarkan jasa-jasa yang dapat mendukung aktivitas logistic dari perusahaan manufaktur. Perubahan sebagai bagian dari sistem logistic global sangat dipengaruhi oleh perkembangan proses produksi yang juga bersifat global.
Salah satu contoh pelabuhan yang telah berkembang adalah Pelabuhan Bremen, yang telah menawarkan jasa-jasa logistik, antara lain:
- Pengepakan spare part mobil untuk dikirim ke pabrikan di luar negeri.
- Unpacking spare part dari luar negeri dan pengapalan ke dalam kotak-kotak kemasan untuk proses produksi.
- Transport chain, overlapping, dan koordinasi.
- Telekomunikasi.
a. Optimalisasi dari Supplier Luar Negeri
- Dengan mengacu pada rencana produksi, produsen mobil memesan komponen dari luar negeri, dengan pertimbangan storage yang aman.
- Sesuai permintaan komponen dikirim dan informasi/data juga dikirim ke Pelabuhan Bremen.
- Pelabuhan Bremen akan menangani handling container unpacking dan penempatan ke dalam kotak-kotak khusus produksi.
b. Supply Komponen dari Luar
- Setiap minggu lebih dari 40 kontainer yang berisi komponen di handling oleh Pelabuhan Bremen.
- Masing-masing komponen akan dibuka, diidentifikasi, dan dicek.
- Kemudian masing-masing komponen akan dikemas pada kotak-kotak khusus sesuai permintaan produsen mobil.
- Arus informasi dikembangkan melalui sistem informasi logistic store.
c. Sistem Informasi
- Sistem informasi memungkinkan, pelabuhan menyiapkan fasilitas yang diperlukan terutama menyiapkan jasa transportasi yang diperlukan.
- Untuk keperluan tersebut dikembangkan sistem informasi yang menghubungkan antara berbagai pihak yang terlibat.
- Di dalam Pelabuhan Bremen terjadi hubungan antara sistem-sistem yang dikembangkan oleh produsen mobil, Pelabuhan Bremen, dan operator transport sehingga memudahkan komunikasi data di antara mereka.
- Masing-masing dihubungkan melalui sistem yang dikembangkan oleh Pelabuhan Bremen dan disebut dengan Teleport.
- Kinerja Trafik, Pelayanan Kapal dan Barang, Produktivitas B/M Barang, (Realisasi Fasilitas Pelabuhan dan Kinerja Utilisasi Alat Produksi).
4.1. PENDAHULUAN
Pelabuhan merupakan titik simpul dari mata rantai sistem transportasi serta merupakan pintu gerbang (gateway) khususnya bagi transportasi laut dalam rangka kegiatan lalu lintas barang, petikemas, pergerakan penumpang dan hewan. Dengan demikian pelabuhan mempunyai peran dan fungsi yang penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.
Dengan berkembangnya lalu lintas angkutan laut, teknologi bongkar muat, meningkatnya perdagangan antar pulau dan luar negeri, maka kualitas peran dan fungsi pelabuhan sebagai terminal point bagi barang dan kapal sebagaimana diuraikan tersebut di atas perlu ditingkatkan kualitasnya secara konsisten dan berkesinambungan guna mengimbangi laju pertumbuhan kegiatan ekonomi dan perdagangan dari tahun ke tahun.
Salah satu pendekatan yang lazim digunakan untuk mengetahui seberapa baik suatu pelabuhan dapat memberikan jasa-jasa pelayanan pelabuhan yang bermutu kepada para pelanggannya (baik terhadap kapal maupun barang) adalah dengan mengetahui besarnya indikator performance pelabuhan atau kinerja pelabuhan. Apabila nilai kinerja pelabuhan membaik, dapat dikatakan bahwa pelabuhan yang bersangkutan dapat memberikan tingkat pelayanan yang baik pula kepada para pelanggannya, demikian pula sebaiknya.
Dalam praktek di lapangan, ternyata mutu kinerja pelayanan pelabuhan tidak sepenuhnya berada dibawah kendali (uncontrollable) operator pelabuhan, karena banyak pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelabuhan. Tanggung jawab dalam pengalihan kinerja pelayanan pelabuhan menjadi lebih kompleks, apabila operator pelabuhan yang bersangkutan mempunyai misi ganda, yaitu di satu sisi harus menyelenggarakan kegiatan pelayanan umum yang berbentuk persiapan dan penyediaan fasilitas jasa-jasa pelabuhan, dan di sisi lain dengan tujuan memperoleh keuntungan wajar.
Untuk itu upaya-upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja pelayanan di pelabuhan masih perlu dilakukan secara lebih intensif lagi, bukan hanya dari sisi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV (Persero) saja selaku opertor pelabuhan, akan tetapi instansi-instansi yang terkait lainnya baik Perusahaan Pelayaran, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), Pemilik Barang maupun Instansi Pemerintah (Administrator Pelabuhan), serta TKBM (Tenaga Kerja Bongkar Muat).