• Tidak ada hasil yang ditemukan

TERTINGGI DI DUNIA Arsitek : Cesar Pelli

Dalam dokumen Struktur Bangunan (Halaman 32-48)

Pemilik & Pengembang: KLCC Holdings Sdn Bhd Lokasi : Kuala Lumpur Malaysia

Koordinat : 3,15785° LU dan 101,71165° BT Peletakan batu : 1 Januari 1992

Pembangunan : - 1 Maret 1993 (Pondasi) - 1 April 1994 (Superstructure)

- Maret 1996 (Interior dan perabotannya) Direnovasi : 1 Januari 1997

Diresmikan : 31 Agustus 1999 (oleh YAB Dato Seri Dr Mahathir Mohamad, Perdana Menteri ke-4 Malaysia) Tahun Proyek : 1998

Biaya : US$1.6 miliar

Tinggi : - Arsitektural : 451,9 m (14,826 ft) - Atap : 378,6 m (12,421 ft) - Lantai teratas: 375 m (1,230 ft) Luas lantai : 395,000 m2 (4,252,000 sq ft) Jumlah lantai : 88 (+5 bawah tanah)

Lift : 78 buah

Teknisi struktur: Thornton Tomasetti

Kontraktor utama: Menara 1: Hazama Corporation

Menara 2: Samsung Engineering & Construction dan Kukdong Engineering & Construction

City Center: B.L. Harbert International

Menjadi salah satu bangunan pencakar langit tertinggi selama tahun 1998 hingga 2004, Menara Kembar Petronas menjadi sebuah icon budaya dan arsitektural di Kuala Lumpur, Malaysia. Nama ‘Petronas’ sendiri berasal dari perusahaan minyak dan gas Malaysia yang merupakan kependekan dari Petroliam Nasional Berhad. Perusahaan ini dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia yang akhirnya berkantor di Menara Kembar Petronas di bagian towernya bersama kantor-kantor sewa perusahaan lainnya. Selain itu di bagian podium bangunan difungsikan sebagai pusat perbelanjaan Suria KLCC dan Dewan Filharmonik Petronas..

Struktur Bangunan II | 33 Bangunan yang selesai dibangun tahun 1998 ini

merupakan refleksi dan penghormatan terhadap budaya Islami yang dominan di Malaysia. Pelli menggunakan symbol Rub el Hizb sebagai footprint pada kedua tower. Rub el Hizb dikarakteristikkan dengan dua persegi yang bertumpuk, yang salah satunya diputar 45o, dilengkapi dengan sebuah lingkaran di tengahnya. Bentuk ini mendeskripsikan prinsip penting dalam Islam, yaitu Kesatuan diantara persatuan, harmoni, stabilitas, rasionalitas. Ia menghilangkan kedelapan sudut pada persegi-persegi yang merefleksikan kesenian Islami sehingga menimbulkan kesan lengkung.

Dengan ketinggian 452 meter ini, Puncak tower diruncingkan untuk menstabilkan kedua menara secara struktural sekaligus menambah keeleganan dan kekuatan skyline Kuala Lumpur. Pembangunan pun dilakukan. Menara 1 dibangun oleh konsorsium Jepang yang dipimpin oleh Hazama Corporation sementara Menara 2 dibangun oleh dua kontraktor Korea Selatan, yaitu Samsung C&T dan Kukdong Engineering & Construction. Jembatannya pun dikerjakan oleh Kukdong.

Struktur Bangunan II | 34

Eksterior dan Interior

Setiap Tower diatur lima kali dalam setiap kenaikan untuk mengatur sumbu vertikal dan desain yang runcing. Dinding pada lantai paling memiliki kemiringan ke dalam sehingga membentuk sudut lancip hingga menjadi puncak. Dinding pada kedua menara memiliki fasad ganda yang terbuat dari 33.000 stanless steel dan 55.000 panel kaca. Panel dispesialisasikan dengan filter cahata dan penyaring kebisingan sehingga lingkungan di dalam terasa lebih nyaman..Kaca dilapisi dengan stainless steel visor untuk melindungin pengunjung dari sinar matahari tropis.

Desain dan pola-pola pintu masuk hall sebagai foyer merefleksikan kerajinan tangan tradisinal dan ‘songket’ atau tenunan. Sebagai pelengkap, panel dinding dn laya-layar itu juga terinspirasi oleh ukiran kayu dari Pantai Timur Semenanjung Malaysia. Desain lantai berdasarkan dari pola-pola rumit tenun pandan dan anyaman dinding kelapa sait Bertam.

Sky Bridge

Tak seperti bangunan menara kembar lain di dunia, Menara Petronas ini tidak berdiri mandiri satu sama lain. Ada sebuah jembatan layang penghubung kedua menara tersebut pada lantai 41 dan 42 yang menggunakan konstruksi bentang panjang. Jembatan ini terletak 170 meter (558 ft) dari permukaan jalan dan panjangnya 58.4 meter (192 ft), sedangkan beratnya 750 tonne (750,000 kg). Para pengunjung hanya diperbolehkan berada di lantai 41 karena lantai 42 hanya diperuntukkan bagi staf penghuni bangunan. Jembatan ini menjadi batas tempat akses pengunjung tertinggi yang

berjalan-jalan di sekitar kantor-kantor perusahaan. Dari sini dapat terlihat pemandangan kota yang mempesona.

Struktur Bangunan II | 35

Kedua lantai ini dikenal sebagai podium karena para pengunjung yang ingin ke lantai lebih tinggi harus berganti lift di sini. Atas dasar kemampuan jangkauan muatan, lift hanya bisa membawa 20 orang pengunjung dalam satu waktu ke jembatan. Lift ini adalah lift berkecepatan tinggi yang bergerak hanya 41 detik ke podium jembatan. Jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung bisnis tetapi berlaku sebagai tempat penyelamatan darurat terhadap bahaya kebakaran. jika terjadi kebakaran atau keadaan gawat darurat semacamnya di salah satu menara, maka para penghuni bisa mengosongkannya dengan menaiki jembatan ke menara yang satu lagi. Jembatan ini dilengkapi sistem utilitas keamanan berupa alat pemadam api mutakhir, sistem pendeteksi panas, asap dan suhu, dengan alarm keamanan dan alat penyemprot air. Terdapat juga panel penyedot asap di sisi jembatan untuk menyedot asap kebakaran jika kebakaran terjadi di dalam kompleks jembatan.

Yang lebih menarik dari jembatan ini adalah strukturnya tidak melekat permanen pada kedua menara sehingga saat angin kencang dan cuaca tidak terkendali jembatan ini dapat bergerak bebas. Hal ini juga diperhitungkan untuk tubuh menara itu sendiri. Para kontraktor membangun menara dengan kekuatan beton untuk mengurangi getaran dan tegangan struktural oleh angin kencang.

Struktur Bangunan II | 36

Pondasi

Sebagai bangunan pencakar langit, pastinya pondasi yang digunakan juga sangat dalam secara signifikan. Petronas menjadi salah satu contoh bagaimana seharusnya bangunan tinggi berpondasi. Penghargaan diberikan sebagai pemilik pondasi terbesar, yaitu 120 meter sehingga dalamnya, menciptakan hutan akar beton. Pondasi-pondasi tersebut menahan berat beton hingga mencapai 160.000 m3 dan berat baja hingga 36.910 ton.

Dikarenakan kekurangan baja serta biaya pengimporan baja yang mahal, menara kembar ini dibangun dengan beton bertulang yang sangat kukuh berdesain radikal yang lebih murah. Beton yang sangat kukuh dikenal oleh banyak kontraktor Asia dan dua kali lebih efektif mengurangi guncangan dibandingkan baja, namun bangunan ini menjadi dua kali beratnya pada fondasi dibandingkan bangunan baja sejenisnya. Didukung oleh inti beton 23 X 23 meter dan lingkaran luar dengan tiang penopang super berjarak lebar, menara-menara ini menggunakan sistem struktur canggih yang sesuai dengan profil bangunannya yang ramping serta menyediakan ruang kantor tanpa tiang seluas 560,000 m2 (669,754 sq yd)

Lift

Poros utama lift buatan Otis terletak di pusat setiap menara. Semua lift utama merupakan lift dua tingkat yang terdiri dari dek bawah yang mengangkut penumpang ke lantai bernomor ganjil dan dek atas untuk ke lantai bernomor genap. Untuk mencapai lantai bernomor genap dari tingkat bawah, penumpang harus menaiki eskalator ke dek atas lift.

Dari lantai bawah, terdapat tiga kelompok lift. Kelompok enam lift "jarak pendek" mengangkut penumpang ke antara lantai 2/3 dan lantai 16/17. Kelompok enam lift "jarak sederhana" pula mengangkut penumpang ke antara lantai 18/19 dan lantai 37/38. Terdapat juga lima lift segera yang membawa penumpang terus ke lantai 41/42. Untuk ke lantai-lantai melebihi 41/42, penumpang perlu menaiki lift segera, kemudian menukar lift ke lantai-lantai tinggi itu. Lift-lift penyambung ini melebihi paras tertinggi lift-lift yang mencapai lantai 2 hingga 38. Corak pelayanan lift berulang dengan lantai-lantai atas, yaitu satu set ke lantai antara 43/44 dan 57/58 dan satu set lagi ke lantai antara 59/60 dan 73/74. Selain lift-lift utama ini, terdapat juga sejumlah lift "penyambung" yang mengangkut penumpang di antara kelompok tingkat lift utama. Berbeda dengan lift utama tersebut, lift tambahan ini bukan berjenis dua tingkat. Dua buah lift disediakan untuk mengangkut penumpang dari lantai 37/38

Struktur Bangunan II | 37 ke lantai 41/42 (lantai 39 dan 40 tidak bisa dimasuki). Oleh karena itu, tidak perlu seseorang di paruh

bawah bangunan untuk turun ke tingkat bawah untuk sampai ke paruh atas bangunan. Lift-lift ini dilengkapi beberapa fitur keamanan, seperti

kemampuan mengeluarkan orang dari lift yang macet di antara lantai dengan membimbing salah satu lift yang bersebelahan secara manual ke sisinya, kemudian membuka panel pada dinding untuk membuka rute kepada penumpang dalam lift yang macet agar melintas ke gerbong lift yang lain. Ketika mengosongkan bangunan, hanya lift darurat yang bisa digunakan, karena hanya dilengkapi pintu keluar di lantai G/1 dan lantai 41/42; oleh karena itu jika terjadi kebakaran di paruh bawah bangunan, poros yang terlindung ini tidak akan terpengaruh. Lift pemadam kebakaran turut disediakan untuk tujuan darurat

Sayangnya, kini Menara Kembar Petronas sudah tidak lagi menjadi bangunan tertinggi di dunia. Akan tetapi, bangunan ini tetap menjadi icon untuk Malaysia yang menaruh arsitektur dan kebudayaan Malaysia dalam benak setiap orang. Tidak

dapat dipungkiri, rancangan bangunan ini pasti menjadi preseden mula-mula untuk membangun bangunan pencakar langit.

Struktur Bangunan II | 38

MENARA PINHISI UNM

Data bangunan

Arsitek : AKANOMA

Lokasi : Universitas Negeri Makasar

Director : Yu Sing Lim

Struktur Bangunan II | 39

Menara Pinhisi adalah bangunan mix use building yang terletak di Universitas Negeri Makasar, di dalam bangunan ini terdapat perkantoran, retail, RTH.

GPPA UNM atau yang terkenal dengan naman Menara Phinisi UNM merupakan gedung tinggi pertama di Indonesia dengan sistem fasade Hiperbolic Paraboloid, yang merupakan ekspresi futuristik dari aplikasi kecanggihan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangunan hasil sayembara ini sebagai perwujudan dari serangkaian makna, fungsi, dan aplikasi teknologi yang ditransformasikan ke dalam sosok arsitektur. Kekayaan makna tersebut akan meningkatkan nilai arsitektur GPPA UNM menjadi lebih dari sekedar sosok estetis, tetapi juga memiliki keagungan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Ide Desain

Menara Phinisi ini mengambil konsep Perahu Phinisi, yakni perahu khas Bugis – Makassar yang terkenal sejak dulu kala. Perahu Phinisi dipakai oleh Orang Bugis-Makassar dalam menjelahaji samudra nusantara. Sementara untuk filosofi arsitekturnya diambil seperti pada rumah tradisional Makassar yang terdiri dari 3 bagian (kolong/awa bola, badan/lotang, dan kepala/rakkeang) dan dipengaruhi struktur kosmos (alam bawah, alam tengah, dan alam atas), GPPA UNM juga terdiri dari 3 bagian.

Secara umum bangunan ini terdiri dari 3 bagian. Pertama, bagian bawah berupa kolong/panggung. Bagian ini posisinya terletak sekitar 2 meter di atas jalan agar bangunan terlihat lebih megah dari lingkungan sekitar. Lantai kolong ini didesain menyatu dengan lansekap yang didesain miring sampai ke pedestrian keliling lahan.

Kedua, bagian badan berupa podium, terdiri dari 3 lantai, simbol dari 3 bagian badan pada Rumah Tradisional Makassar (bagian depan/lotang risaliweng, ruang tengah/Lotang ritenggah, dan ruang belakang/Lontang rilaleng). Bagian podium ini juga bermakna ganda sebagai simbol dari tanah dan air.

Ketiga, bagian kepala berupa menara, terdiri dari 12 lantai yang merupakan metafora dari layar perahu pinisi dan juga bermakna ganda sebagai simbol dari angin dan api.

Struktur Bangunan II | 40 Sistem Struktur

- Struktur Utama

Sistem struktur utama yang digunakan GPPA Menara Phinisi ini ialah sistem struktur bangunan tinggi yang menggunakan tower dan podium, serta sistem struktur inti (core). Hal tersebut terlihat dari peletakan ruang-ruang utilitas dalam bangunan yang diletakkan dalam satu zona khusus berupa inti bangunan. Pada bagian podiumnya berfungsi sebagai fasilitas perkantoran, retail, RTH, dan parkir. Kemudian bagian tower bangunan berfungsi sebagai perkantoran setinggi 17 lantai.

Struktur Bangunan II | 41 Upper Structure

Struktur Bangunan II | 42 Modul yang digunakan pada bangunan GPPA menara phinisi adalah 8m x

8m dan menggunakan beton bertulang. Untuk penghubung gedung tower dan podium menggunakan kantilever.

Bangunan kaki terdiri dari 2 bagian yaitu bagian landasan dan kolong. Bagian landasan merupakan 1 lantai semi besmen yang berfungsi sebagai area parkir dan servis. Bagian landasan ini didesain seolah-olah terletak di bawah lansekap yang ditinggikan sampai 2 meter, membentuk pagar alami sekeliling lahan. Seluruh lahan di sekeliling bangunan difungsikan sebagai hutan universitas. Di depan landasan bagian Barat terdapat danau buatan yang cukup luas berbentuk segitiga dengan kolam-kolam yang berundak mengalir ke arah kolam. Danau buatan ini berfungsi sebagai kolam penyaringan alami dari air hujan dan air kotor bekas pakai yang akan digunakan kembali sebagai sumber air bersih untuk penyiraman toilet dan taman.

Bagian kolong merupakan ruang terbuka di bawah podium sebagai ruang sosialisasi bersama. Ketinggiannya 1,5 kali ketinggian lantai lainnya untuk memberikan kesan luas dan lega. Di lantai ini terdapat fungsi kantin kampus yang sifatnya semi terbuka. Bagian landasan yang menghadap ke arah kampus eksisting didesain sebagai amphitheater dengan tangga-tangga sebagai tempak duduk di sepanjang sisi Timur bangunan.

Struktur Bangunan II | 43 Bangunan menara memiliki denah berbentuk trapesium simetris, dengan façade pada

kedua sisi miringnya (sisi Utara dan Selatan) menggunakan sistem struktur Hiperbolic Paraboloid.

Hyperbolic Paraboloid Conoid adalah Shell dengan single curvature yang arah lengkungannya dalam satu arah serta permukaannya tidak diputar/digeser, dan dibentuk oleh konus yang sama.

Struktur Bangunan II | 44

ROSEWOOD ABU DHABI

Data Bangunan

Arsitek : Handel Architects

Kontraktor : Arabian Construction Company Pemilik Proyek : Mubadala Development Company Lokasi : Abu Dhabi – Uni Emirat Arab

Luas area : 102.000 m2

Tahun Proyek : 2008 – 2013

Rosewood Abu Dhabi terletak di pulau Al Maryah diantara Abu Dhabi Security Exchange dan klinik Cleveland, Abu Dhabi. Rosewood Abu Dhabi adalah bangunan dengan fungsi mixed-use building yang terdiri dari Hotel Rosewood berbintang lima, apartemen, fasilitas pesta, pertemuan, spa, fitness center, retail, restoran dan parkir.

Ide Desain

Desain bangunan ini terinspirasi dari burung elang dan seni perburuan dengan elang yang memiliki sejarah panjang di daerah Timur Tengah dan hingga saat ini masih menjadi bagian dari warisan budaya setempat. Bentuk, garis serta tekstur dari tubuh dan bulu elang

Struktur Bangunan II | 45 menjadi ide awal untuk bentuk dan ekspresi dari tower bangunan. Bagaimana sayap elang

yang tumpang tindih dengan tubuhnya menjadi inspirasi dalam membentuk eksterior massa bangunan serta tekstur dan volume yang tumpang tindih pada dinding eksteriornya. Desain yang dibuat ini bukanlah pengartian sebuah ide secara harfiah, namun sebuah manifestasi skulptural yang mencerminkan keindahan, keeleganan, dan ketelitian dari seekor elang. Inspirasi tersebut memberikan sebuah bentuk dinamis yang dapat ditemukan di alam serta memiliki makna daerah dan budaya.

Sistem Struktur

Sistem struktur utama yang digunakan Rosewood Abu Dhabi ini ialah sistem struktur bangunan tinggi yang menggunakan tower dan podium, serta sistem struktur inti (core). Hal tersebut terlihat dari peletakan ruang-ruang utilitas dalam bangunan yang diletakkan dalam satu zona khusus berupa inti bangunan.

Bagian podium pada bangunan ini terletak pada lantai dasar hingga lantai 3 bangunan. Podium bangunan ini memiliki tinggi 4 lantai dengan fungsi sebagai fasilitas pesta, pertemuan, spa, fitness center, retail, restoran dan parkir setinggi 4 lantai. Selain podium sebagai sistem stabilitas bangunan, podium pada bangunan ini juga menggunakan sistem struktur bentang-panjang. Sistem struktur tersebut diperlukan untuk ruang-ruang yang memerlukan luas ruang yang besar seperti ruang-ruang ballroom yang ada pada lantai 1 bangunan.

Struktur Bangunan II | 46 Bagian tower bangunan terdiri dari lantai 5 hingga lantai teratas yakni lantai 22.

Tower bangunan ini sebagai fungsi utama dari Rosewood Abu Dhabi, yakni fungsi residensial berupa hotel dan apartemen.

Sistem struktur inti yang digunakan yaitu satu inti bangunan yang berada di sisi bangunan tower dengan bentuk persegi panjang. Letaknya yang berada di sisi bangunan tersebut memberikan ruang lantai yang lebih bebas daripada letak inti bangunan yang berada di tengah bangunan.

Struktur Bangunan II | 47 INTI

Struktur Bangunan II | 48

DAFTAR PUSTAKA

http://www.archdaily.com/105895/ad-classics-petronas-towers-cesar-pelli https://id.wikipedia.org/wiki/Menara_Kembar_Petronas http://www.pipitwidya.com/2015/01/ada-apa-saja-di-petronas.html http://www.petronastwintowers.com.my/facts#quickFacts https://id.wikipedia.org/wiki/Petronas http://ciputraworldsurabaya.com/ http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=505293&page=11 https://adampriyadi.wordpress.com/2013/05/24/arsitektur-bentang-lebar/ http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/555/jbptitbpp-gdl-dorisanton-27711-5-2007ta-4.pdf

Dalam dokumen Struktur Bangunan (Halaman 32-48)

Dokumen terkait