• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tes Akhir(Post test)

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-39)

Post test dilaksanakan pada tanggal 3 November 2012 diruang kelas XII

Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga. Penulis membagikan tes akhir pada saat jam pelajaran BK. Penulis membagikan skala sikap konformitas negatif yang berjumlah 35 item penyataan kepada 16 siswa kelas XII Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga. Selanjutnya penulis menganalisis hasil skala sikap yang diisi oleh kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan teknik analisis Mann Whitney dengan bantuan SPSS For Window’s 16 Relase.

63 4.3. Analisis Data

Penulis mengolah hasil penyebaran skala sikap dari 16 siswa kelas XII Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga. Tabel 4.6. merupakan perubahan skor kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan layanan:

Tabel 4.6. Perubahan skor kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan layanan

N o.

Nama Aspek Total Kategori sesudah

diberikan layanan konformitas kelompok eksperimen. Skor post test yang masih menunjukkan jumlah yang tinggi yaitu pada aspek kesepakatan (307). Tabel 4.7. merupakan perbandingan hasil post test kelompok eksperimen dan kontrol:

Tabel 4.7. Perbandingan hasil post test kelompok eksperimen dan kontrol

N o

Nama Aspek Total Kategori

Kekompakan Kesepakatan Ketaatan

Ek Ko Ek Ko Ek Ko Ek Ko Ek Ko Ek Ko Ko = Kontrol, 4= sangat tinggi

Jumlah 723 814

64

Dari tabel 4.7. dapat dilihat berdasarkan kategori konformitas negatif pada kelompok eksperimen memperoleh hasil; terdapat 4 siswa yang memiliki kategori tinggi, dan terdapat 4 siswa yang memiliki kategori rendah. Sedangkan jika dilihat berdasarkan ketegori komformitas negatif pada kelompok kontrol memperoleh hasil; terdapat 1 siswa yang memiliki kategori sangat tinggi, dan terdapat 7 siswa yang memiliki kategori tinggi. Dengan demikian ada perubahan kategori konformitas pada kelompok eksperimen.

Tabel 4.8. Uji Mann Whitney pre test dan post test kelompok ekperimen

Ranks VAR000

01 N Mean Rank Sum of Ranks

VAR00003 PRE 8 11.00 88.00

POST 8 6.00 48.00

Total 16

Test Statisticsb

VAR00003

Mann-Whitney U 12.000

Wilcoxon W 48.000

Z -2.440

Asymp. Sig. (2-tailed) .015 Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .038a a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable: VAR00001

Berdasarkan tabel 4.8. dapat dijelaskan hasil uji Mann Whitney kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mean rank pre test sebesar 11,00 dan mean rank post test 6,00 dan signifikansi yang ditunjukkan yaitu Asymp. Sig. (2-tailed)0,015<0,050. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikan layanan sosiodrama.

65

Selanjutnya penulis membedakan secara signifikan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik Mann Whitney. Tabel 4.9. berikut ini merupakan hasil analisis dan perbedaan post test kelompok eksperimen dan kontrol:

Tabel 4.9. Uji Mann Whitney post test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol

Mann-Whitney Test Ranks

Kelompok N Mean Rank Sum of Ranks

Nkonformitas Eksperimen 8 6.25 50.00

Kontrol 8 10.75 86.00

Total 16

Test Statisticsb

NKONFORMITAS

Mann-Whitney U 14.000

Wilcoxon W 50.000

Z -2.324

Asymp. Sig. (2-tailed) .020

Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .065a a. Not corrected for ties.

b. Grouping Variable: KELOMPOK

Dari tabel 4.9. dapat dijelaskan pengolahan hasil uji statistik post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan teknik Mann Whitney nampak bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) 0,020<0,050 dengan mean rank post test kelompok eksperimen adalah 6,25 sedangkan mean rank post test kelompok kontrol adalah 10,75. Dengan demikian ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan terjadi pengurangan yang signifikan konformitas negatif pada kelompok eksperimen.

66 4.4. Uji Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalahteknik sosiodrama dapat mengurangi secara signifikan konformitas negatif siswa kelas XII Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga. Berdasarkan hasil analisis menggunakan teknik Mann Whitney dapat diketahui bahwa hasil post test antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memperoleh hasil Asymp. Sig. (2-tailed) 0,020 < 0,050.

Hasil mean rank kelompok eksperimen dan kontrol yaitu 6,25< 10.25, dengan hasil tersebut dapat dianalisis bahwa nilai mean rank kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan nilai mean rank kelompok kontrol. Dari hasil tersebut dapat menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima.

4.5. Pembahasan

Dari hasil uji hipotesis dapat diketahui bahwa teknik sosiodrama dapat mengurangi secara signifikan konformitas negatif siswa kelas XII Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga dengan signifikansi yang ditunjukan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,020 < 0,050 dan selisih mean rank kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 4,5. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat post test.

Menurut Bennett (dalam Romlah 2001) sosiodrama adalah permainan peran yang dapat digunakan untuk memecahkan permasahan sosioal yang terjadi dalam hubungan antar manusia. Layanan sosiodrama yang diberikan penulis dapat mengurangi secara signifikan konformitas negatis siswa kelas XII Tata Boga 2

67

SMKN 1 Salatiga karena layanan yang diberikan kepada siswa khususnya kelompok eksperimen didesain dengan tema yang disesuaikan dengan aspek konformitas negatif yaitu kekompakan, kesepakatan, dan ketaatan.

Materi yang diberikan penulis yaitu disajikan dalam bentuk skenario drama dengan tema mampu berpenderian teguh, bergaul harus yang benar, persahabatanku (memiliki perhatian yang wajar dengan kelompok), pentingnya pengendalian diri, pentingnya bijaksana, stop berbohong, dan tidak pilih-pilih teman (tidak berteman dengan satu kelompok saja). Tempat pelaksanan pemberian layanan yang digunakan penulis dalam memberikan layanan sosiodrama adalah ruang kelas dengan kondisi ruangan yang bersih, sehingga siswa dapat berkonsentrasi dengan baik saat bermain peran. Waktu yang digunakan penulis saat pulang sekolah dengan kondisi siswa diberikan waktu untuk makan siang, sehingga siswa memiliki semangat baru dan antusias mengikuti layanan sosiodrama. Siswa yang diberikan pelayanan sosiodrama oleh penulis berjumlah 8 orang, sehingga penulis dapat mengamati dan memperhatikan siswa pada saat bermain sosiodrama. Dengan jumlah siswa yang sedikit penulis juga dapat menjalin keakrapan dengan semua siswa, sehingga siswa merasa nyaman dengan siswa. Keterangan yang dijelaskan penulis dapat juga memicu keberhasilan layanan.

Kelemahan dalam penelitian ini yaitu masih tingginya hasil skor kesepakatan (307). Skor aspek kekompakan yaitu 220 sedangkan skor aspek ketaatan yaitu 205. Dibandingkan dengan skor ketiga aspek, maka skor kekompakan masih tinggi, hal ini dikarenakan pada saat penelitian penulis belum memberikan

68

pelayanan sesuai aspek kesepakatan dengan indikator penyimpangan terhadap pendapat kelompok.

Hasil temuan dapat dijelaskan bahwa teknik sosiodrama dapat mengurangi secara signifikan konformitas negatif siswa kelas XII Tata Boga 2 SMKN 1 Salatiga sejalan dengan hasil penelitian Nurhayati (2011) yang menyatakan teknik sosiodrama dapat digunakan untuk mengurangi secara signifikan konformitas negatif.Penelitian ini dikatakan sejalan dengan hasil penelitian Nurhayati (2011) karena terdapat kesamaan hasil penelitian dan teknik pengambilan sampling dan variabilitas data. Menurut Hays (dalam Azwar, 2012) hasil penelitian dikatakan signifikan atau tidak tergantung antara lain dari pengambilan sampel dan variabilitas data. Dalam penelitian ini terdapat kesamaan dengan penelitian Nurhayati (2011) yaitu sama-sama menggunakan teknik pengambilan sampling dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yang sama yaitu mengambil subjek penelitian perempuan dengan umur 16-17 tahun, dan memiliki kategori konformitas negatif sangat tinggi dan tinggi. Variabel terikat dan variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini dengan penelitian Nurhayati (2011) yaitu konformitas negatif sebagai variabel terikat dan teknik sosiodrama sebagai variabel bebas. Dasar teori yang digunakaan dalam penelitian ini dengan penelitian Nurhayati (2011) sama yaitu menggunakan teori Sears, dkk. (1999) .

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 33-39)

Dokumen terkait