BAB III PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN
8. Tes Uji Reliabilitas
Pada bagian ini akan dilakukan uji reliabilitas berdasarkan defenisi operasional yang telah ditetapkan untuk menilai konsistensi pengukuran data dan mengetahui tingkat objektivitas peneliti dalam pengkodingan. Hasil ini ditunjukkan dengan melihat hasil coding sheet yang telah dilakukan oleh kedua pengkoder, dan menyertakan hasil uji reliabilitas yang dilakukan dengan melakukan penelitian terhadap pemberitaan Pilgub DKI Jakrta periode 19 September-23 Oktober 2016. Hasil tes uji reliabilitas antar kedua coder, ialah:
Kategori Variabel N1 N2 M
157 Tabel 3.8 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Factualness di Harian Kompas
CR = 2M N1+N2 CR = 2.30 30+30 CR = 60 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 60
Tes uji reliabilitas berdasarkan kategori factualness di Harian Kompas bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 100%. Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kesulitan bagi masing-masing coder untuk mengklarifikasi kategori factualness berdasarkan fakta-faktanya di komposisinya dalam sebuah surat kabar. Nilai persentase 100% menunjukkan tidak adanya perbedaan antara dua coder dalam memberi penilaian terhadap factalness berita Pilgub DKI Jakarta 2016 di Harian Kompas. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Fakta Psikologis 5 4 5
Fakta Kombinasi 6 7 6
Tidak Ada Keduanya 0 0 0
Jumlah 30 30 30
Kategori Variabel N1 N2 M
Factualness Fakta Sosiologis 22 24 22
Fakta Psikologis 8 7 7
158 Tabel 3.9 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Factualness di Koran Sindo
CR = 2M N1+N2 CR = 2.35 30+30 CR = 70 CR=0,98 CR=0,98 x 100% CR=98% 72
Tes uji reliabilitas berdasarkan kategori factualness di Koran Sindo periode bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 98%. Dalam formula Holsti, angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0,7 atau 70%. Artinya kalau perhitungan menunjukkan angka reliabilitas di atas 0,7, berarti alat ukur ini benar-benar reliabel (Eriyanto, 2011:290). Nilai persentase 98% menunjukkan hasil coding yang hampir mirip antara dua coder dalam memberi penilaian terhadap factualness di Koran Sindo. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Tidak Ada Keduanya 0 0 0
Jumlah 36 36 35
Kategori Variabel N1 N2 M
Completeness Lengkap 25 25 25
Tidak Ada Unsur What 0 0 0
Tidak ada unsur Who 0 0 0
159 Tabel 3.10 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Completeness di Harian Kompas
CR = 2M N1+N2 CR = 2.30 30+30 CR = 60 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 60
Hasil uji reliabilitas objektivitas dalam Surat Kabar Harian Kompas pada kategori completeness mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa antara pengkode 1 (N1) dan pengkode 2 (N2) tidak mendapatkan kesulitan yang berarti sewaktu mengkoding unsur 5W+1H karena mencapai 100%. Berdasarkan data tabel di atas, maka dapat disimpulkan hasil yang ditunjukkan oleh kedua pengcoder menunjukkan hasil yang signifikan.
Tidak ada unsur Where 0 0 0
Tidak ada unsur Why 3 3 3
Tidak ada unsur How 2 2 2
Jumlah 30 30 30
Kategori Variabel N1 N2 M
Completeness Lengkap 32 32 32
Tidak Ada Unsur What 0 0 0
Tidak ada unsur Who 0 0 0
Tidak ada unsur When 3 3 3
Tidak ada unsur Where 2 2 2
160 Tabel 3.11 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Completeness di Koran Sindo
CR = 2M N1+N2 CR = 2.37 37+37 CR = 74 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 74
Hasil uji reliabilitas objektivitas Koran Sindo pada kategori completeness mencapai 100%. Jumlah yang mencapai 100% pada hasil kedua coder, menunjukkan hasil yang signifikan karena kedua coder karena tidak memiliki perbedaan yang banyak pada hasil coding, sehingga keduanya menghasilkan jumlah yang sama dan mencapai hasil 100% pada hasil uji reliabilitas yang dihasilkan.
Tabel 3.12 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Panjang Berita di Harian Kompas CR = 2M
N1+N2 CR = 2.30 30+30
CR = 60 CR=1 CR=1 x 100% CR=100%
Tidak ada unsur How 0 0 0
Jumlah 37 37 37
Kategori Variabel N1 N2 M
Panjang Berita Panjang 25 25 25
Sedang 5 5 5
Pendek 0 0 0
161 60
Hasil uji reliabilitas berdasarkan kategori panjang berita yaitu mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa antara pengkode 1 (N1) dan pengkode 2 (N2) tidak mendapatkan kesulitan yang berarti sewaktu mengkode panjang berita pada Harian Kompas. Berdasarkan hasil coding sheet yang telah diuji, berita pada Harian Kompas merupakan berita pada kategori panjang yang memiliki jumlah terbanyak yaitu sejumlah 25 berita jika dibandingkan dengan kategori sedang, dan pendek.
Tabel 3.13 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Panjang Berita di Koran Sindo CR = 2M N1+N2 CR = 2.36 36+36 CR = 72 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 72
Hasil uji reliabilitas berdasarkan kategori panjang berita pada Koran Sindo juga mencapai 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa antara pengkode 1 (N1) dan pengkode 2 (N2) tidak mendapatkan kesulitan yang berarti sewaktu mengkode panjang berita pada Koran Sindo. Berdasarkan hasil coding sheet yang telah diuji,
Kategori Variabel N1 N2 M
Panjang Berita Panjang 29 29 29
Sedang 7 7 7
Pendek 0 0 0
162 berita pada Koran Sindo merupakan berita pada kategori panjang yang memiliki jumlah terbanyak yaitu sejumlah 25 berita jika dibandingkan dengan kategori sedang, dan pendek.
Tabel 3.14 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Relevansi di Harian Kompas CR = 2M N1+N2 CR = 2.32 34+34 CR = 64 CR=0,95 CR=0,95 x 100% CR=95% 68
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori relevansi pada Harian Kompas mengenai berita Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 95%. Angka 95% menunjukkan reliabel karena dalam formula Holsti, angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0,7 atau 70%. Artinya kalau perhitungan
Kategori Variabel N1 N2 M
Relevansi Relevan 18 20 18
Tidak terdapat unsur timeliness 0 0 0 Tidak terdapat unsur significance 3 1 1 Tidak terdapat unsur magnitude 6 5 6 Tidak terdapat unsur conflict 7 8 7 Tidak terdapat unsur proximity 0 0 0 Tidak terdapat unsur prominence 0 0 0
163 menunjukkan angka reliabilitas di atas 0,7, berarti alat ukur ini benar-benar reliabel (Eriyanto, 2011:290). Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing-masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan relevansi berita dalam surat kabar. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Tabel 3.15 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Relevansi di Koran Sindo CR = 2M N1+N2 CR = 2.38 42+42 CR = 76 CR=0,91 CR=0,91 x 100% CR=91% 84
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori relevansi pada Koran Sindo mengenai Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 91%. Angka 91% menunjukkan
Kategori Variabel N1 N2 M
Relevansi Relevan 25 27 25
Tidak terdapat unsur timeliness 2 1 1 Tidak terdapat unsur significance 1 1 0 Tidak terdapat unsur magnitude 9 7 7 Tidak terdapat unsur conflict 5 6 5 Tidak terdapat unsur proximity 0 0 0 Tidak terdapat unsur prominence 0 0 0
164 reliabel karena dalam formula Holsti, angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0,7 atau 70%. Artinya kalau perhitungan menunjukkan angka reliabilitas di atas 0,7, berarti alat ukur ini benar-benar reliabel (Eriyanto, 2011:290). Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing-masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan relevansi berita dalam surat kabar. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Tabel 3.16 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Tipe Liputan di Harian Kompas CR = 2M N1+N2 CR = 2.29 30+30 CR = 58 CR=0,97 CR=0,97 x 100% CR=97% 60
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori relevansi pada Harian Kompas mengenai Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 97%. Nilai persentase 97% menujukkan nilai yang hampir mirip antara kedua coder, yang menunjukkan tidak adanya kesulitan dalam mengcoding tipe liputan berita dari kedua coder. Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing-
Kategori Variabel N1 N2 M
Tipe Liputan Satu sisi 5 5 5
Dua sisi 6 5 5
Multi sisi 19 20 19
165 masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan tipe liputan berita dalam surat kabar.
Tabel 3.17 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Tipe Liputan di Koran Sindo CR = 2M N1+N2 CR = 2.36 36+36 CR = 72 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 72
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori tipe liputan pada Koran Sindo mengenai Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 100%. Nilai persentase 100% menujukkan nilai yang signifikan terhadap hasil kedua coder dalam melihat tipe liputan berita di Koran Sindo. Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing-masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan tipe liputan berita dalam surat kabar. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Kategori Variabel N1 N2 M
Tipe Liputan Satu sisi 4 4 4
Dua sisi 8 8 8
Multi sisi 24 24 24
Jumlah 36 36 36
Kategori Variabel N1 N2 M
Arah Berita Cenderung memihak kepada Agus-Sylviana
166 Tabel 3.18 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Arah Berita di Harian Kompas
CR = 2M N1+N2 CR = 2.31 31+31 CR = 62 CR=1 CR=1 x 100% CR=100% 62
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori arah berita pada Harian Kompas mengenai Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 100%. Nilai persentase 100% menujukkan nilai yang signifikan terhadap hasil kedua coder dalam melihat kategori arah berita berita di Harian Kompas. Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing-masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan arah berita dalam surat kabar. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
Cenderung memihak kepada Ahok-Djarot 2 2 2 Cenderung memihak kepada Anies-Sandiaga 1 1 1
Tidak memihak kepada ketiga pasangan calon
27 27 27
Jumlah 31 31 31
Kategori Variabel N1 N2 M
Arah Berita Cenderung memihak kepada Agus-Sylviana 0 0 0 Cenderung memihak kepada Ahok-Djarot 2 1 1 Cenderung memihak kepada Anies-Sandiaga 2 4 2
Tidak memihak kepada ketiga pasangan calon
167 Tabel 3.19 Hasil Tes Reliabilitas Kategori Arah Berita di Koran Sindo
CR = 2M N1+N2 CR = 2.36 37+37 CR = 72 CR=0,98 CR=0,98 x 100% CR=98% 74
Tes Uji reliabilitas berdasarkan kategori arah berita pada Koran Sindo mengenai Pilgub DKI Jakarta bulan September hingga bulan Oktober 2016 menunjukkan tingkat reliabilitas penilaian antar coder 1 (N1) dan coder 2 (N2) terdapat koefisiensi reliabilitas yang mencapai 98%. Dalam formula Holsti, angka reliabilitas minimum yang ditoleransi adalah 0,7 atau 70% (Eriyanto, 2011:290). Nilai persentase 98% menujukkan nilai yang signifikan terhadap hasil kedua coder dalam melihat kategori arah berita berita di Harian Kompas. Hasil uji reliabilitas ini menunjukkan bahwa tidak terlalu sulit bagi masing- masing coder untuk mengklarifikasi berita berdasarkan arah berita dalam surat kabar. Maka dapat disimpulkan bahwa reliabilitas antar kedua coder sangat signifikan.
168
BAB IV
PENUTUP
1. Kesimpulan
Surat kabar harian merupakan sarana komunikasi dan sebagai sumber informasi bagi khalayak tentunya menjadi tonggak informasi yang memberikan informasi sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu, media cetak (surat kabar harian) seharusnya memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat, agar informasi yang disampaikan sesuai dengan kaidah-kaidah yang memenuhi unsur objektivitas. Informasi mengenai pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2016 menjadi perhatian masyarakat karena terus diperbaharui dan berkembang berdasarkan jadwal dari masing-masing pasangan calon dan kegiatan yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan terhadap objektivitas kedua media yang diteliti yaitu Harian Kompas dan Koran Sindo periode 19 September- 23 Oktober 2016 mengenai pemberitaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil dari 6 indikator yang telah diteliti, menunjukkan bahwa kedua media (Harian Kompas dan Koran Sindo) telah memenuhi syarat objektivitas secara keseluruhan baik dari segi factualness, completeness, panjang berita, relevansi, tipe liputan, dan arah berita.
2. Hasil dari kategori factualness pada Harian Kompas dan Koran Sindo cenderung menampilkan fakta sosiologis dibandingkan dengan fakta
169 psikologis. Akan tetapi, pada fakta psikologis lebih besar terdapat pada Koran Sindo yaitu 22,22%, dan Harian Kompas sebesar 16,67%. Artinya Koran Sindo lebih banyak memasukkan pernyataan, penilaian dan pendapat dari wartawan yang masih memunculkan subjektifitas wartawan.
3. Pada kategori completeness Harian Kompas dan Koran Sindo cenderung lengkap, yaitu mengandung unsur 5W+1H sebesar 86,48% pada Koran Sindo dan Harian Kompas sebesar 83,33% yang menunjukkan bahwa kelengkapan unsur 5W+1H di kedua media sudah cukup bagus.
4. Pada kategori panjang paragraf, Harian Kompas dan Koran Sindo menunjukkan persentase hasil yang cukup besar pada kategori panjang. Persentase pada kategori panjang ialah pada Harian Kompas sebesar 83,33% dan Koran Sindo sebesar 80,56%, dan tidak terdapat satu pun berita yang termasuk pada kategori pendek, sehingga berita pada kedua media menyajikan informasi yang lengkap terhadap sebuah berita.
5. Pada kategori relevansi, Harian Kompas dan Koran Sindo mendapatkan hasil yang cukup tinggi pada indikator relevan, sehingga kedua media menunjukkan hasil berita yang relevan. Persentase relevan pada Koran Sindo lebih tinggi yaitu sebesar 59,52% jika dibanding dengan Harian Kompas yaitu sebesar 52,95%.
6. Harian Kompas dan Koran Sindo telah menerapkan prinsip balance dengan cukup baik karena sebagian besar beritanya menggunakan tipe liputan multi sisi, yang memberikan porsi seimbang dalam pemberitaan kepada semua pihak atau aktor dengan berbagai pandangan yang berbeda.
170 7. Harian Kompas dan Koran Sindo pada arah pemberitaannya menunjukkan
hasil yang tidak memihak kepada ketiga pasangan calon. 2. Saran
Media massa menjadi media yang penting untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Media seperti Harian Kompas dan Koran Sindo merupakan media nasional yang juga memberikan pengaruh kepada masyarakat yang ada di beberapa daerah mengenai pemberitaan yang beredar luas secara nasional. Untuk itu, diperlukan adanya pemberitaan yang objektif pada media massa, khususnya media cetak yang masih menjadi sumber informasi masyarakat.
Meskipun tidak mudah untuk menjaga objektivitas media dalam melaksanakan salah satu fungsinya yaitu melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, akan tetapi media massa khususnya media cetak sebaiknya memberikan pendidikan politik yang baik untuk masyarakat sehingga dapat membangun budaya demokrasi yang berkualitas terutama mengenai pemberitaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, maupun pilkada di beberapa daerah, dan pilpres. Untuk itu perlunya media bersikap profesional terhadap pemberitaan yang akan disajikan kepada masyarakat, agar tidak terdapat kepentingan politik pada media yang menyajikan informasi.
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi informasi yang berguna mengenai objektivitas media massa khususnya media cetak, dan masukan untuk Harian Kompas dan Koran Sindo untuk melihat kembali objektivitas pemberitaannya sebelum nantinya akan disajikan ke masyarakat. Koran Sindo diharapkan lebih memperhatikan lagi keseimbangan pemberitaannya, khususnya
171 pada saat menyajikan berita dari pihak yang berlawanan. Meskipun sisi yang ditampilkan menghasilkan kategori multi sisi, akan tetapi terdapatnya beberapa berita yang mengangkat sisi lainnya, dan terkesan memojokkan sisi lawan membuat pihak media seolah-olah mengakomodir pihak-pihak tertentu, sehingga sebaiknya tetap menjaga sisi yang sama dalam pemberitaannya agar publik dapat menerima informasi yang benar-benar berkualitas. Selain itu, Harian Kompas juga diharapkan tetap menjaga objektivitas medianya, dan lebih meningkatkan lagi informasi yang mampu melengkapi objektivitas yang sempurna, sehingga berita yang disampaikan menghasilkan berita yang objektif. Keduanya diharapkan mampu menjaga objektivitas pemberitaannya, yang nantinya akan menghasilkan berita yang berkualitas, baik dari segi teknik maupun isi.
Penelitian ini hanya meneliti objektivitas berita di tingkat teks, sehingga perlu adanya pembahasan yang lebih melibatkan media sebagai objek penelitian ditingkatan teks dan konteks. Nantinya, dapat menghasilkan data mengenai keputusan media dalam menyikapi suatu peristiwa yang berpengaruh pada objektivitas pemberitaan. Selain itu, peneliti selanjutnya yang akan meneliti Harian Kompas dan Koran Sindo atau pun surat kabar lainnya dapat menggunakan metode yang berbeda, seperti analisis framing, analisis wacana, dan analisis semiotik, sehingga menghasilkan penelitian yang lebih variatif dan bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Ardianto, Elvinaro, dkk. (2009). Komunikasi massa: Suatu Pengantar, Edisi Revisi, Bandung: Simbiosa Rekatama Media
Armando, Ade. (2011). Televisi Jakarta di Atas Indonesia, Yogyakarta: Anggota Ikapi.
Assegaf, Dja’far H. ( 1991). Jurnalistik Masa Kini, Pengantar ke Praktek Kewartawanan. Jakarta: Ghalia Indonesia
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Cangara, H. Hafied. (2006). Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta: PT Raja Grafindo
Djuroto, Totok. (2002). Manajemen Penerbitan Pers, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Effendi, Amir Siregar. (2005). Kebebasan Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Yogyakarta: UII PRESS.
Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung: PT Citra Aditya Bakti
Eriyanto. (2002). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media, Yogyakarta: LKiS
_______ (2011). Analisis Isi: Pengantar Metodologi dan Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya), Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Hamad, Ibnu. (2004). Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa, Jakarta: Granit.
Houtman, Tharum dan M. Nasir. (2016). Ketrampilan Pers dan Jurnalistik Berwawasan Jender, Yogyakarta: Deepublish
Ispandriarno, Lukas S. (2014). Media dan Politik: Sikap Pers Terhadap Pemerintahan Koalisi di Indonesia, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama Kusumaningrat. (2009). Jurnalistik: Teori dan Praktik, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
McQuail, Dennis. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory: 6th edition, Britain: TJ International Ltd, Padstow, Cornwall
Morissan, M.A. (2012). Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Muda, Deddy Iskandar. (2003). Jurnalistik Televisi: Menjadi Reporter Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nova, Firsan. (2009). Crisis Public Relations (Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan), Jakarta: Grasindo.
Oetama, Jakob. (2001). Pers Indonesia; Berkomunikasi dengan masyarakat tidak tulus, Jakarta: Kompas.
Pujileksono, Sugeng. (2015). Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif, Malang: Kelompok Intrans Publishing.
Romli, Asep (2001). Jurnalistik Praktis Untuk Pemula, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Santoso, Edi. (2011). Memaknai Ulang Objektivitas dalam Media Massa (Sebuah Apresiasi pada Praktik Jurnalisme Subjektif, Purwokerto: Ilmu Komunikasi Unsoed
Soyomukti, Nurani. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Bandung: Alfabeeta Suhandang, Kustadi. (2016). Pengantar Jurnalistik: Organisasi, Produk dan Kode
Etik, Bandung: Nuansa Cendikia
Sumadiria, AS Haris. (2005). Jurnalistik Media: Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional, Bandung: Simbiosa Rekatama Media Tahrun, Houtman, dan Muhammad Nasir (2016). Keterampilan Pers dan
Jurnalistik Berwawasan Jender, Yogyakarta: Deepublish
Wibowo, Wahyu. (2009). Menuju Jurnalisme Beretika, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara
Wasesa, Silih Agung. (2013). Political branding & Public Relations, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Koran
Harian Kompas Tanggal 19 September 2016 – 23 Oktober 2016 Koran Sindo Tanggal 19 September 2016 – 23 Oktober 2016
Jurnal Ilmiah http://e-journal.uajy.ac.id/5349/1/JURNAL.pdf http://journal.unrika.ac.id/index.php/journalcahayapendidikan/article/view/373/32 9 http://ejournal.uajy.ac.id/4706/1/JURNAL%20%20VERONIKA%20SEKAR%20 -%20090903804.pdf http://e-journal.uajy.ac.id/2801/ http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/FIKOM/article/view/1979
Suciska, Wulan., Andi, Windah., dan Toni, Wijaya. (2014). Objektivitas Surat Kabar Regional Pada Pemberitaan Cagub dan Cawagub Pilkada Lampung, Staf Pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Lampung: Universitas Lampung
Poentarie, Emmy. (2015). Komparasi Kebenaran, Relevansi, Keseimbangan, dan Netralitas dalam Pemberitaan Pemilu Presiden 2014 di Harian Kompas dan Koran Sindo, Yogyakarta: Peneliti Komunikasi dan Media pada Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Yogyakarta Skripsi
Rifai, Ahmad. (2010). Objektivitas Media dalam Pemberitaan Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2009 di SKH Kompas dan Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Dwiyuniarti, Rosyana. (2010). Objektivitas Pemberitaan KPK dan Polri dalam
Kasus Bibit-Chandra dalam SKH Kompas dan Kedaulatan Rakyat Periode 11 September – 2 Desember 2009, Yogyakarta: Universitas Atmajaya Yogyakarta Website http://profile.print.kompas.com/profil/ http://www.kompasgramedia.com/about-kg/history http://www.kpu.go.id www.sindonews.com/aboutus http://www.mncgroup.com/microsite/koran-sindo http://about.sindonews.com/#tentang-kami
http://www.komunikasi.us/index.php/course/5289-e-newspaper-as-
communications-technology-advance-due-the-development-of-reading- media.
http://nasional.kompas.com/read/2015/07/21/23204711/Penghargaan.WAN- IFRA.untuk.Harian.Kompas diakses pada tanggal 31 Agustus 2016)
https://books.google.co.id/books?id=Fe9hDAAAQBAJ&pg=PA44&dq=analisis+i si+kuantitatif&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjp8Piw2-
3OAhXBjpQKHVf_BycQ6AEIRzAJ#v=onepage&q=analisis%20isi%20ku antitatif&f=false
LEMBAR CODING
OBJEKTIVITAS PEMBERITAAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR (PILGUB) DKI JAKARTA 2016 PADA SURAT KABAR KOMPAS DAN
KORAN SINDO
(Analisis Isi Berita Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta Pada Surat Kabar Kompas dan Sindo Periode 19 September – 23 Oktober 2016)
Nama Coder : Suci Rahmadani Nst
No coding : 01
Total Berita Harian Kompas
No. Tanggal Judul Berita Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Agus – Sylviana Ahok - Djarot Anies - Sandiaga Ketiga Pasangan Calon 1. 19-9 2016 Ujian Kematangan Demokrasi
2. 20-9-2016 PDIP-P Putuskan Pasangan Hari Ini 3. 21-9-2016 Pertarungan Ide Menentukan
4. 22-9-2016 Koalisi Bahas Dua Kemungkinan 5. 23-9-2016 Polisi Pantau Media Sosial 6. 23-9-2016 Empat Parpol Jagokan Agus
Yudhoyono
7. 24-9-2016 Pilkada DKI Gambaran Pilpres 8. 25-9-2016 Jaga Kedamaian Pilkada 2017
9. 26-9-2016 Panglima Tegaskan Sikap Netral TNI 10. 26-9-2016 Jakarta dan Tiga Poros Kekuasaan 11. 26-9-2016 BNN Telusuri Jejak Narkoba 12. 27-9-2016 Demi Meraih Kemenangan 13. 28-9-2016 Mencari Sosok Bang Ali
14. 1-10-2016 Pasangan Calon Belum Lengkapi Persyaratan
15. 1-10-2016 Kemang Segera Dibongkar
16. 3-10-2016 Modal Kampanye Andalkan Partisipasi 17. 5-10-2016 Survei LSI: Elektabilitas Petahana
Menurun
18. 6-10-2016 Menanti “Penjaga Nalar” Politik
19. 6-10-2016 KPU DKI Periksa Kelengkapan Berkas Tiga Pasang Kandidat
20. 7-10-2016 Transfer Bagi Hasil Ubah Struktur Anggaran
21. 7-10-2016 Tim Para Calon Mulai Berstrategi 22. 8-10-2016 Ancaman Pidana Bagi Kampanye
23. 10-10-2016 Makin Gencar Menyapa
24. 11-10-2016 Restu Dahulu, Konsolidasi Kemudian 25. 11-10-2016 Basuki Didesak Berhati-hati
26. 13-10-2016 Relawan Pendukung Minta Basuki Perbaiki Komunikasi
27. 15-10-2016 Ribuan Saksi Dikerahkan di Pilkada 28. 15-10-2016 Bareskrim Berjanji Usut Tuntas Pidato
Basuki
29. 18-10-2016 Surat Keterangan E-KTP Diusahakan Bisa Dipakai
30. 22-10-2016 Pembatalan Calon Mungkin Terjadi
TOTAL: 4 12 5 16
Total Berita Koran Sindo
No. Tanggal Judul Berita Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Agus - Sylviana Ahok - Djarot Anies - Sandiag a Ketiga Pasangan Calon 1. 19-9-2016 Penolakan Ahok Makin Meluas
2. 20-9-2016 Koalisi Siapkan Skenario Hadapi Cagub PDIP
3. 21-9-2016 PDI-P Jagokan Ahok-Djarot, Koalisi Solid Usung Satu Calon
4. 22-9-2016 SBY Konsolidasi dengan PKB, PAN, dan PPP
5. 22-9-2016 Kebijakan Ahok Dinilai Timbulkan Konflik
6. 23-9-2016 Koalisi Gagal Satukan Barisan 7. 24-9-2016 Tiga Pasang Kandidat Sama Kuat 8. 25-9-2016 KPU Hanya Andalkan Tes Urine 9. 25-9-2016 Jakarta Butuh Pemimpin Manusiawi