Nama : Isi Buana, ST NIM : 202710009 Program Paska Sarjana Program Studi Teknik Sipil Universitas Bina Darma
E-mail:[email protected]
UJIAN AKHIR SEMESTER
sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit profesional tersebut ada kesadaran kuat untuk
mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi, apa yang semual dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh terdegradasi menjadi sebuah pekerjaan pencarian nafkah biasa (okupasi) yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai-nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak-adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada para elite profesional ini Prinsip- Prinsip Etika Profesi :
1. Tanggung jawab 2. Keadilan
3. Otonomi
Kode Etik Profesi dalam Bidang Teknik Sipil Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu
1. Norma sosial 2. Norma hukum
dalam menjalankan tugas atau pekerjaannya seorang engineering harus selalu
mempertimbangkan tiga hal penting yang disebut kode etik engineering terlebih dalam bidang teknik sipil.
1. Engineering harus mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan umum.
Engineering hanya boleh menyetujui dokumen yang standarnya sesuai dengan standar yang berlaku.
2. Engineering tidak boleh mengumumkan fakta, data, atau informasi tanpa persetujuan klien atau perusahaan, kecuali jika diperintahkan atau diharuskan oleh hukum atau Kode Etik ini.
3. Engineering tidak boleh mengizinkan pemakaian namanya atau asosiasinya salam kerjasama bisnis dengan orang atau perusahaan lain yang diyakininya terlibat dalam penipuan, atau perusahaan yang tidak jujur.
Dan masih banyak kode etik terhadap bidang teknik sipil maupun dalam bidang teknik lainnya.
Tujuan Kode Etik Profesi :
a. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
b. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
c. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
d. Untuk meningkatkan mutu profesi.
e. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
f. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
g. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
h. Menentukan baku standarnya sendiri.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
a. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
b. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
c. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalamkeanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.
Hal Hal yang Perlu Ditanam Pada Etika Dalam Ilmu Teknik Sipil
Sebagai mahasiswa,upaya yang dapat saya lakukan agar 4 hal tersebut selalu ada dalam diri saya adalah
1. Kedisiplinan 2. Kejujuran 3. Kemandirian
4. Keberanian mengambil resiko
Hakekat Pendidikan
Mengubah perilaku menjadi lebih baik
Mencakup matra kognitif, afektif, psikomotorik
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk:
- mengerti dan memahami
- melakukan tugas atau pekerjaan - berlatih untuk menjadi mahir - bekerja dalam tim/kelompok Profesi insinyur
Profesi insinyur adalah Menerapkan ilmu matematika dan pengetahuan alam dari pendidikan dan pengalaman praktek secara bijak dan ekonomis, untuk memanfaatkan materi dan sumber daya alam guna kesejahteraan umat manusia (abet, 1993)
Insinyur merupakan pelaku profesi dengan tugas sebagai berikut:
Mengembangkan teknik keinsinyuran dan menerapkan secara berkelanjutan
Menerapkan kaedah keinsinyuran untuk menanganai hal-hal yang belum pernah dialami
Memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan untuk pemanfaatan sumber daya guna memenuhi kebutuhan masyarakat
Mensintesis informasi untuk merancang/mere- kayasa guna menangani berbagai masalah
Menerapkan pandangan sistemik dan pendekatan terpadu dalam memanfaatkan peluang untuk menghasilkan luaran nyata
Kode etik Insinyur Tujuh Tuntunan Sikap
1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kompetensinya 3. Insinyur Indonesia hanya menyatakan pendapat yang dapat
dipertanggung-jawabkan
4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindariterjadinya pertentangan kepentingan dalam tangung jawab tugasnya
5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing
6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatn, integritas dan martabat profesi
7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesional
PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNG RUANG BELAJAR UNIVERSITAS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) JAMBI
Ruang belajar adalah suatu ruangan dalam bangunan sekolah, yang berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan tatap muka dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Mebeler dalam ruangan ini terdiri dari mejasiswa, kursi siswa, meja guru, lemari kelas, papan tulis, serta aksesoris ruangan lainnya yang sesuai. Ukuran yang umum adalah 9m x 8m. Ruang kelas memiliki syarat kelayakan dan standar tertentu, misalnya ukuran, pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan persyaratan lainnya yang telah dibakukan oleh pihak berwenang terkait. Posisi kelas ada dua, yaitu kelas berpindah tunggal/ganda dan kelas tetap
LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Proyek ini di lakukan pekerjaan memakan dana 35 milyar dengan kontruksi bangunan struktur beton untuk bangunan itu sendiri memiki ketinggian 20 meter dengan jumlah lantai sebanyak 5 lantai.waktu pelaksanaan 7 bulan ( 210 hari kalender ). Namun dalam hasil pemeriksaan pada struktur kolom pada lantai 5 (Ring Balok) terjadi keretakan padaBalok tersebut.
PENYEBAB GAGAL KONTRUKSI
Hasil identifikasi deskriptif persepsi bentuk-bentuk praktek pelanggaran etika proyek konstruksi Pemerintah di Daerah penelitian, terungkap bahwa terdapat empat praktek yang diduga sering terjadi,yaitu
1. Mengakali material,
2. mengakali volume material,
3. menyogok dalam bentuk biaya perjalanan,dan 4. memanipulasi pendokumentasian proyek.
Hasil uji mengungkapkan terdapat empat praktek yang memiliki perbedaan persepsi penilaian dampak, yaitu tidak adil dalam negosiasi kontrak, perselisihan
kepentingan,memanipulasi informasi proyek, dan memanipulasi pengawasan proyek. Hasil identifikasi penyebab mengungkapkan,
(1) tidak cukupnya pendidikan dan pelatihan etika profesional pengadaan proyek konstruksi pemerintah,
(2) praktek kompetisi tidak sehat,dan
(3) adanya arahan (“negatif”)dari pimpinan organisasi. Hasil identifiksi Dari segi kontruksi disebutkan, bahwa proyek tersebut adalah proyek pemerintah bersumber dari dana APBN. Pihak kontraktor diduga mengurangi kwalitas. dari uji beton ternyata mutu beton yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi DMF yang di rencanakan dan jumlah besi yang di pasang tidak sesuai gambar kerja. Sehingga pada Ring balok lantai 5 mengalami gagal struktur.
DARI SEGI PENGAWASAN
Ketidak tegasan pihak-pihak yang berwenang dalam pengawasan proyek tersebut, dalam memantau pelaksanaannya sehingga banyak oknum-oknum yang memanfaatkan/meraih keuntungan dari kegiatan proyek dengan mengurangi adukan mutu beton yang telah di rencanakan.
DAMPAK AKIBAT
Gagalnya kontruksi tersebut berakibat pada fungsi bangunan tersebut.sehingga penggunaan bangunan tersebut belum bisa dapat di gunakan sebelum di lakukan pemeriksaan lebih mendalam dan di lakukan perbaikan sesuai dengan hasil perhitungan struktur terbaru;
BAB I PASAL 1 AYAT (6) DAN (11) UNDANG-UNDANG JASA KONSTRUKSI