BAB IV HASIL DAN ANALISA
4.6 Analisis dan Pembahasan
4.6.3 Test of Goodness of Fit (Uji kesesuaian)
Dari tabel regresi diatas dapat diperoleh koefesien Determinasi (R-square) sebesar 0.97 atau 97%, hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan variasi yang terjadi pada variabel independen (nilai kurs, suku bunga deposito dan GDP) dapat menjelaskan variabel dependen permintaan obligasi swasta di Indonesia sebesar 97%
sedangkan sisanya sebanyak 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam model estimasi.
2. Uji t-statistik (Uji Parsial)
Uji t-statistik dilakukan untuk menguji apakah variabel independen diatas secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.
Hipotesis: Ho:bi = 0 Tidak signifikan Ha:bi ≠ 0 Signifikan Kriteria pengambilan keputusan:
Ho: 1 = 0 Ho diterima, artinya variabel independen secara parsial tidak
berpengaruh nyata terhadap variabel independen (t* < t-tabel). Ha: 2≠ 0 Ha diterima, artinya variabel independen secara parsial berpengaruh
nyata terhadap variabel independen (t* > t-tabel).
1. Variabel Nilai Kurs (X1)
Dari analisa regresi diketahui t-hitung = 7,285 = 1%, df = n-k-1 = 15-3-1
df = 11 maka t-tabel = 3,106
Dari hasil estimasi diatas dapat diketahui Nilai Kurs (X1) signifikan pada =
variabel ekspor (X1) berpengaruh nyata terhadap variabel (Y) permintaan obligasi
swasta di Indonesia pada tingkat kepercayaan 99%.
Ha diterima Ho diterima
-3,106 3,106 7,285 Gambar 4.7 Uji t-statistik terhadap Nilai Kurs
2. Variabel Suku Bunga Deposito (X2) Dari analisa regresi diketahui t-hitung = -1,879
= 5%, df = n-k-1 = 15-3-1 df = 11 maka t-tabel = -2,201
Dari hasil estimasi diatas dapat diketahui Suku Bunga Deposito (X2)
signifikan pada = 5% dengan t-hitung < t-tabel (-1,879 < -2,201). Dengan demikian Ho diterima, artinya variabel (X2) tidak berpengaruh nyata terhadap
variabel (Y) permintaan obligasi swasta di Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%.
Ho diterima
-2,201 -1,879 2,201 Gambar 4.8 Uji t-statistik terhadap Suku Bunga Deposito
3. Variabel GDP (X3)
Dari analisa regresi diketahui t-hitung = 6.899 = 1%, df = n-k-1 = 15-3-1
df = 11 maka t-tabel = 3,106
Dari hasil estimasi diatas dapat diketahui GDP (X3) signifikan pada = 1%
dengan t-hitung > t-tabel (6.899 > 2,093). Dengan demikian Ha diterima, artinya variabel GDP (X3) berpengaruh nyata terhadap variabel (Y) permintaan obligasi
swasta di Indonesia pada tingkat kepercayaan 99%.
Ha diterima
Ho diterima
-3,106 3,106 6,899 Gambar 4.9 Uji t-statistik terhadap GDP
Uji F ini adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen mampu secara bersama-sama mempengaruhi peningkatan variabel dependen. Untuk pengujian ini digunakan hipotesa sebagai berikut:
Ho:bi = 0 ... Tidak signifikan Ha: bi ≠ 0 ... Signifikan Dengan kriteria pengambilan keputusan:
Ho diterima: jika F hitung < F tabel artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.
Ha diterima: jika F hitung > F tabel artinya variabel independen secara parsial berpengaruh nyata terhadap variabel dependen.
Dari hasil analisis regresi diketahui F-hitung = 145.6954 Dimana, = 1%
V1 = k = 3
V2 = 15 – 3 – 1 = 11 Maka F- tabel = 6,22
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh bahwa F-hitung > F-tabel (145,6954> 6,22). Dengan demikian Ha diterima yang artinya bahwa variabel Nilai Kurs (X1),
Suku Bunga Deposito (X2), GDP (X3) secara bersama-sama berpengaruh nyata
terhadap Permintaan Obligasi Swasta di Indonesia pada tingkat kepercayaan sebesar 99%.
Ho diterima
Ha diterima
0 6,22 145.6954 Gambar 4.6 Uji F-Statistik
4.6.4 Uji Penyimpangan Klasik 1. Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah suatu kondisi dimana terdapat hubungan variabel independen diantara satu dengan lainnya. Dalam penelitian ini tidak trdapat
multikolinearitas diantara variabel independen. Hal ini dapat dilihat dari setiap koefesien masing-masing variabel sesuai dengan hipotesa yang telah ditentukan. Dari model analisa:
LogY = α + 1LogX1 + 2LogX2 + 3LogX3 + µ ...(1)
Maka dilakukan pengujian diantara masing-masing variabel independen. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara masing-masing variabel independen.
Nilai Kurs (X1) = f ( Suku Bunga Deposito (X2), GDP (X3) )
1LogX1= α + 2LogX2 + 3LogX3 + µ ...(2)
Maka didapat R2 = 0.41 artinya variabel nilai kurs (X1) mampu memberi
penjelasan sebesar 41 persen terhadap variabel suku bunga deposito (X2), GDP (X3).
Dari hasil R2 persamaan (2) ini dapat disimpulkan tidak ada multikolinearitas antara variabel independen. Karena R2 persamaan (2) lebih kecil dari R2 model analisis persamaan (1) (0.42 < 0.97).
Suku Bunga Deposito (X2) = f ( Nilai Kurs (X1), GDP (X3) )
2LogX2 = α + 1LogX1+ 3LogX3 + µ ... (3)
Maka didapat R2 = 0.49 artinya variabel suku bunga deposito (X2) mampu
memberi penjelasan sebesar 49 persen terhadap variabel suku bunga deposito (X1),
GDP (X3). Dari hasil R2 persamaan (3) ini dapat disimpulkan tidak ada
multikolinearitas antara variabel independen. Karena R2 persamaan (3) lebih kecil dari R2 model analisis persamaan (1) (0.49 < 0.97).
GDP (X3) = f ( Nilai Kurs (X1), Suku Bunga Deposito (X2) )
3LogX3 = α + 1LogX1+ 2LogX2 + µ ...(4)
Maka didapat R2 = 0.65 artinya variabel GDP (X3) mampu memberi
(X2). Dari hasil R2 persamaan (4) ini dapat disimpulkan tidak ada multikolinearitas
antara variabel independen. Karena R2 persamaan (4) lebih kecil dari R2 model analisis persamaan (1) (0.65 < 0.97).
2. Autokorelasi (Serial Correlation)
Uji Durbin-Watson (Uji D-W) digunakan untuk mengetahui apakah didalam model yang digunakan terdapat autokorelasi diantara variabel-variabel yang diamati.
Hipotesa:
Ho : = 0, artinya tidak ada autokorelasi Ha : ≠ 0, artinya ada autokorelasi
Dari hasil analisa regresi diketahui DW-hitung = 1.775197 K = 3; n = 15; = 1%
dl = 0.82 ; 4-dl = 4-0.82 = 3.18 du =1,75 ; 4-du = 4-1.75 = 2.25
Autokolerasi(-)
Ho diterima
(no serial correlation)
0 0.82 1.75 1.775 2 2.25 3.18 Gambar 4.10 Kurva Uji Durbin Watson
Berdasarkan hasil regresi dapat diperoleh bahwa DW-hitung = 1.775197, berada pada posisi du< dw < 4-du. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada
autokorelasi dalam pengujian dengan tingkat kepercayaan 99%. Autokorelasi (+)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Nilai kurs memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan jumlah permintaan obligasi swasta di Indonesia dan besarnya koefisien 0.691, artinya setiap kenaikan nilai kurs sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan peningkatan permintaan obligasi swasta sebesar 0,691 milyar.
2. Suku bunga deposito memiliki pengaruh negatif terhadap peningkatan jumlah permintaan obligasi swasta di Indonesia dan besarnya koefisien -0,339, artinya setiap kenaikan Suku bunga deposito sebesar 1 persen maka akan menyebabkan penurunan permintaan obligasi swasta sebesar 0,339 milyar. 3. GDP memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan jumlah permintaan
obligasi swasta di Indonesia dan besarnya koefisien 3,632, artinya setiap kenaikan GDP sebesar 1 persen, maka akan menyebabkan peningkatan permintaan obligasi swasta sebesar 3,632 milyar.
4. Koefesien Determinasi (R-square) sebesar 0.97 atau 97%, hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan variasi yang terjadi pada variabel independen (nilai kurs, suku bunga deposito dan GDP) dapat menjelaskan variabel dependen permintaan obligasi swasta di Indonesia sebesar 97% sedangkan sisanya sebanyak 3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak
5. Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh bahwa F-hitung > F-tabel (145,6954> 6,22). Dengan demikian Ha diterima yang artinya bahwa variabel Nilai Kurs (X1), Suku Bunga Deposito (X2), GDP (X3) secara bersama-sama
berpengaruh nyata terhadap Permintaan Obligasi Swasta di Indonesia pada tingkat kepercayaan sebesar 99%.
Saran
1. Pemerintah harus berusaha mendorong pertumbuhan perekonomian dengan menjaga sektor-sektor yang mendukung kesempatan berinvestasi agar tercipta kelebihan dana di masyarakat yang nantinya dapat digunakan untuk berinvestasi.
2. Bank Indonesia dalam hal sebagai pembuat kebijakan moneter haruslah menjaga tingkat suku bunga domestik di tingkat yang normal, karena tingkat suku bunga yang terlalu tinggi berdampak pada permintaan obligasi.
3. Pemerintah dan Bank Indonesia harus menjaga nilai kurs di tingkat yang normal karena nilai kurs memberikan dampak pada permintaan obligasi di Indonesia.
4. Para emiten selaku yang menerbitkan obligasi harus menjaga dan meningkatkan kinerja perusahaannya. Hal ini akan memberikan kepercayaan kepada investor bahwa obligasi merupakan salah satu alternatif investasi yang cukup menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Arief, Sritua, 1993, Metodelogi Penelitian, Jakarta :UI Press
Fakhrudin, M dan Hadianto, Sopian M, 2001, Perangkat dan Model Analisis Investasi di Pasar Modal, Jakarta : PT Elex Media Komputindo
Gujarati, Damodar, 1999, Ekonometrika Dasar (terjemahan), Edisi Keenam, Jakarta : Erlangga
Jogiyanto, 2000, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta : BPFE- Yogyakarta
Kadarusman, Y.B dkk, 2004, Makro ekonomi Indonesia, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Mankiw, N.Gregory, 2007, Makroekonomi, Edisi Keenam, Jakarta : Erlangga Nachrowi, D.N dan Usman ,Hardius, 2005, Pendekatan Populer dan Praktis
Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan KeuanganI, Jakarta : FE UI
Nanga, Muana., 2005, Makro Ekonomi : Teori, Msalah dan Kebijakan, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Pohan, Aulia, 2008, Kerangka Kebijakan Moneter dan Implementasinya di Indonesia, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Pohan, Aulia, 2008, Potret Kebijakan Moneter Indonesia, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Rahardjo, Sapto, 2003, Panduan Investasi Obligasi, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Sukirno, Sadono, 1999, Pengantar Teori Makroekonomi, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Tandelilin, Eduardus, 2001, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta
--- Badan Pusat Statistik
Lampiran 1
Data Variabel Skripsi
Tahun Permintaan Obligasi swasta di Indonesia (Milyar rupiah) Nilai Kurs (rupiah) Suku bunga Deposito (persen) GDP (Milyar rupiah) 1993 3941.300 2110 15.06 1151490.2 1994 4870.900 2200 12.39 1238312.3 1995 7055.600 2308 15.83 1340101.6 1996 9696.600 2383 16.9 1444873.3 1997 15786.00 4650 16.24 1512780.9 1998 14505.00 8025 24.72 1314202 1999 15909.00 7100 21.5 1324599 2000 22384.00 9595 12.74 1389769.6 2001 20735.00 10400 14.94 1442984.6 2002 21424.00 8940 13.79 1506124.4 2003 45599.00 8465 11.35 1579599 2004 62800.00 9290 6.85 1656516.8 2005 62781.00 9830 7.65 1750815.2 2006 67880.50 9020 10.7 1847292.9 2007 84553.00 9419 8.4 1963974.3
Lampiran 2
Hasil Regresi
Dependent Variable: LOBLIGASI Method: Least Squares
Date: 03/01/09 Time: 14:51 Sample: 1993 2007
Included observations: 15
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -46.80879 7.356126 -6.363239 0.0001
LKURS 0.691212 0.094879 7.285203 0.0000
LDEPOSITO -0.339364 0.180530 -1.879820 0.0869
LGDP 3.632113 0.526432 6.899489 0.0000
R-squared 0.975451 Mean dependent var 9.930435
Adjusted R-squared 0.968756 S.D. dependent var 0.975810 S.E. of regression 0.172484 Akaike info criterion -0.453847 Sum squared resid 0.327258 Schwarz criterion -0.265033
Log likelihood 7.403851 F-statistic 145.6954
Durbin-Watson stat 1.775197 Prob(F-statistic) 0.000000
Lampiran 3
Uji Multikolinieritas Kurs, Deposito, dan GDP
Dependent Variable: LKURS Method: Least Squares
Date: 03/09/09 Time: 13:15 Sample: 1993 2007
Included observations: 15
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -37.89230 19.52635 -1.940573 0.0762
LDEPOSITO 0.321031 0.541400 0.592964 0.5642
LGDP 3.220068 1.304370 2.468676 0.0296
R-squared 0.414545 Mean dependent var 8.688121
Adjusted R-squared 0.316969 S.D. dependent var 0.634992 S.E. of regression 0.524793 Akaike info criterion 1.725231 Sum squared resid 3.304894 Schwarz criterion 1.866841
Log likelihood -9.939235 F-statistic 4.248439
Durbin-Watson stat 0.473923 Prob(F-statistic) 0.040268
Lampiran 4
Uji Multikolinearitas Deposito, kurs, dan GDP
Dependent Variable: LDEPOSITO Method: Least Squares
Date: 03/09/09 Time: 16:05 Sample: 1993 2007
Included observations: 15
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 28.90752 8.290057 3.487011 0.0045
LKURS 0.088672 0.149540 0.592964 0.5642
LGDP -1.907395 0.636730 -2.995612 0.0112
S.E. of regression 0.275809 Akaike info criterion 0.438638 Sum squared resid 0.912846 Schwarz criterion 0.580248
Log likelihood -0.289787 F-statistic 5.879258
Durbin-Watson stat 1.020447 Prob(F-statistic) 0.016602
Lampiran 5
Uji Multikolinearitas GDP, kurs, dan Deposito
Dependent Variable: LGDP Method: Least Squares Date: 03/09/09 Time: 16:08 Sample: 1993 2007
Included observations: 15
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 13.87793 0.471099 29.45865 0.0000
LKURS 0.104597 0.042370 2.468676 0.0296
LDEPOSITO -0.224314 0.074881 -2.995612 0.0112
R-squared 0.655220 Mean dependent var 14.20884
Adjusted R-squared 0.597757 S.D. dependent var 0.149132 S.E. of regression 0.094584 Akaike info criterion -1.701810 Sum squared resid 0.107353 Schwarz criterion -1.560200
Log likelihood 15.76358 F-statistic 11.40240