Gangguan penglihatan (1 : 20 orang)
Kesulitan membedakan merah dan hijau (keduanya coklat) atau biru dan kuning
1 : 10 pria merupakan penderita buta warna
7 juta pengemudi di Amerika Utara adalah buta warna
Menimbulkan maslah lalu lintas dan diusulkan digunakan “BENTUK” sebagai pengganti warna (Kode warna)
Terjadi akibat detektor warna pada mata tidak berfungsi dengan baik
Diturunkan secara genetis dan terpaut jenis kelamin (pria = penderita ; wanita = carrier)
Tes buta warna : - dokter
- sendiri (www.vischek.com)
www.vischek.com menyediakan program tes penglihatan dan program dapat di download dan dijalankan di PC
Vischek : program simulasi komputer yang menggambarkan seluruh kinerja penglihatan
Ada beberapa arti penggunaan warna pada sebuah display. Berikut adalah arti penggunaan warnanya:
1. Merah menunjukkan Larangan
2. Biru menunjukkan Petunjuk/Anjuran
Ketentuan penggunaan warna pada display adalah sebagai berikut:
a. Huruf merah latar belakang putih atau
kebalikannya, atinya Larangan atau peringatan
keras.
b. Huruf putih latar belakang hitam atau huruf putih latar belakang biru , huruf putih latar belakang hijau atau kebalikannya, artinya Petunjuk atau
pemberitahuan.
Sebuah display tidak boleh menggunakan warna lebih dari tiga atau empat warna
1. Proximity (kedekatan elemen)
Elemen-elemen diatur / diorganisasikan sedemikian rupa berdasarkan kedekatan
posisinya sehingga akan lebih mudah dalam memberikan suatu perkiraan.
2. Similarity ( kesamaan / kemiripan elemen)
Elemen-elemen yang sama (bentuk, ukuran, warna, dsb) akan dipersepsikan sebagai
bagian dari suatu bentuk dan dikelompokkan sebagai suatu kesatuan. Disamping itu,
sebuah display tidak boleh menggunakan
3. Symetry (simetris)
Elemen-elemen dalam perancangan display akan lebih baik dalam bentuk simetrikal.
Penyajian tulisan dan gambar harus seimbang.
4. Continuity (kesinambungan pola)
Objek yang dipersepsikan sebagai suatu kesatuan/kelompok karena adanya
kesinambungan pola • Mengekstrak
informasi yang bersifat kualitatif sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh
Poster adalah suatu display berukuran besar,
yang dicetak pada papan atau kertas.
Poster atau plakat adalah karya seni atau
desain grafis yang memuat komposisi
gambar dan huruf di atas kertas berukuran
besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya
dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat
Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal. Cat poster biasa juga disebut cat plakat karena meniliki sifat yang pekat, sifatnya datar cocok untuk menggambar dekoratif.
1. Poster umum diantaranya mengenai aturan
keselamatan kerja umum, poster tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan, poster mengenai
kesalahan- kesalahan manusia dalam bekerja.
2. Poster khusus : Poster untuk tujuan khusus
diantaranya, poster-poster dalam industri, pekerjaan konstruksi. Dengan demikian pesan-pesan yang
dikandung bersifat spesifik untuk lingkungan yang bersangkutran. Misalnya poster untuk bahaya
penggunaan lift, tangga, penyimpanan benda-benda mudah terbakar atau mudah meledak.
1. Dapat menyampaikan pesan.
2. Bentuk/gambar menarik dan menggambarkan kejadian.
3. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.
4. Proporsi gambar dan huruf memungkinkan untuk dapat dilihat/dibaca.
5. Menggunakan kalimat-kalimat pendek, lugas, dan jelas.
1. Pendeteksian; kemampuan dasar dari display untuk
dapat diketahui keberadaannya atau fungsinya. Pada visual display harus dapat dibaca dan untuk auditory display harus bisa didengar.
2. Pengenalan; setelah display dideteksi , pesan dari
display tersebut harus bias dibaca atau didengar
3. Pemahaman; pembuatan display tidak cukup hanya
memenuhi 2 kriteria diatas, display yang baik harus dapat dipahami dengan sebaik mungkin sesuai
dengan pesan yang disampaikan oleh display tersebut.
Menurut Barrier pemahaman terhadap display dibagi menjadi 2 level yaitu:
a. Kata-kata atau simbol yang digunakan dalam
display mungkin terlalu sulit untuk dipahami oleh pengguna atau pekerja, contohnya
“VELOCITY” dan “COOLANT” mungkin kurang bisa dipahami daripada “SPEED” dan “WATER”.
Informasi dapat juga diberikan dalam bentuk kode warna. Indera mata sangat sensitif
terhadap warna BIRU-HIJAU-KUNING, tetapi
sangat tergantung juga pada kondisi terang dan
gelap.
Dalam Visual Display sebaiknya tidak
menggunakan lebih dari 5 warna. Hal ini
berkaitan dengan adanya beberapa kelompok
orang yang memiliki gangguan penglihatan atau mengalami kekurangan dan keterbatasan
Warna merah dan hijau sebaiknya tidak
digunakan bersamaan begitu pula warna
kuning dan biru (Galer, 1989).
Menurut Bridger,R.S (1995) terdapat
beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan warna pada pembuatan display.
Kelebihannya antara lain: memberi tanda
untuk data-data yang spesifik, informasi dapat lebih cepat diterima, dan dapat terlihat lebih natural.
Sedangkan kekurangan dalam penggunaan warna pada pembuatan display diantaranya: dapat menyebabkan “fatique”,
membingungkan dan mungkin dapat
a. Tipe teknologi yang digunakan untuk
menampilkan informasi .
b. Rentang total dari variabel mengenai
informasi mana yang akan ditampilkan.
c. Ketetapan dan sensitivitas maksimal yang
d. Kecepatan yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi.
e. Minimasi kesalahan dalam pembacaan display.
f. Jarak normal dan maksimal antara display dan pengguna display.
a. Perancang harus memahami terlebih dahulu 3
kriteria dasar dalam pembuatan Display.
b. Harus memahami informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan Display.
c. Mengklasifikasikan Display berdasarkan
tipe-tipe Display yang ada.
d. Mendesain sebuah Display berdasarkan
prinsip-prinsip pembuatan Display yang ada.
e. Memahami benar arti serta penggunaan warna
f. Display yang dibuat harus informatif.
g. Pesan pada Display harus sampai pada
pengguna dengan baik.
h. Memperhatikan proporsi gambar dan huruf.
i. Display harus singkat, padat, jelas dan
tepat.
1. Mengingatkan orang terhadap sikap dan tindakan yang SALAH, tetapi SERING dilakukan orang
2. Mengingatkan orang agar bekerja dengan PENUH PERHATIAN, sehingga terhindar dari KECELAKAAN.
3. Memberi contoh atau PETUNUUK tindakan kerja yang AMAN
4. Mengajak untuk bersama-sama meningkatkan usaha keselamatan kerja di perusahaan
5. Menunjukkan bahwa kecelakaan ditimbulkan akibat adanya suatu KESALAHAN/KELALAIAN