Tugas utama Tim fasilitator adalah melaksanakan tugas Korkot/kab (konsultan replikasi) di tingkat masyarakat sebagai ’pelaksana proyek’ dan sebagai ’pemberdaya masyarakat’.
Para fasilitator ini akan bekerja dalam satu Tim dan dipimpin oleh seorang fasilitator senior. Rincian tugas-tugas tim fasilitator sebagai pelaksana proyek di tingkat masyarakat adalah sebagai berikut:
• Melaksanakan Program Replikasi P2KP khusus BALI sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Buku-Buku Pedoman P2KP, buku pedoman khusus
replikasi program P2KP dan petunjuk pelaksanaan Progran Replikasi P2KP Khusus BALI
• Menjaga proyek agar tidak terjadi salah sasaran dan salah penanganan
• Mencatat dan mendokumentasikan semua kemajuan proyek di lapangan sesuai dengan format pedoman P2KP, SIM dan yang disediakan Korkot/kab (konsultan replikasi)
• Melaporkan kemajuan proyek kepada Korkot/kab (konsultan replikasi) melalui koordinator kota sebagai input SIM.
Rincian tugas-tugas tim fasilitator sebagai agen pemberdayaan masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialisasi penyadaran masyarakat, termasuk didalamnya adalah:
• Menyebarluaskan informasi mengenai replikasi program P2KP sebagai Program Pemberdayaan Masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan kepada seluruh lapisan masyarakat dimana mereka bertugas
• Menyebarluaskan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Prinsip dan Nilai P2KP
• Bersama relawan masyarakat, melalui serangkaian FGD, membangun kesadaran kritis masyarakat agar mampu mengidentifikasikan masalah kemiskinannya dan perlunya menanggulangi masalah kemiskinan mereka secara terorganisasi dan sistematis
• Mendorong peran serta dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat umumnya dan masyarakat miskin khususnya, di seluruh kegiatan replikasi program P2KP
• Membangkitkan tumbuhberkembangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan kontrol sosial pelaksanaan replikasi program P2KP di wilayahnya • Memfasilitasi pembangunan dan pengembangan kapital sosial (nilai-nilai
kemanusiaan dan kemasyarakatan) sebagai kondisi yang dibutuhkan bagi upaya penanggulangan kemiskinan.
2. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pelatihan, termasuk didalamnya adalah:
• Memperkuat dan mengembangkan kapasitas relawan-relawan masyarakat sebagai agen pemberdayaan masyarakat, termasuk diantaranya pelatihan dasar dan lanjutan dalam bentuk pelatihan kelas, praktek di lapangan serta pendampingan intensif
• Memperkuat dan mengembangkan kapasitas Pakraman sebagai badan perwakilan masyarakat terpilih. Dalam hal ini difokuskan pada pelatihan dasar serta pendampingan dan on the job training secara intensif
• Memperkuat dan mengembangkan kapasitas KSM sebagai kelompok dinamik, termasuk diantaranya membangun tim, mengenali peluang usaha atau mengembangkan usaha yang ada, menyusun proposol usaha, dan pengelolaan keuangan secara sederhana. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk kelas maupun praktek dalam kelompok
3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat, mencakup:
• Pengorganisasian Masyarakat, terutama dalam merevitalisasi TPP ekonomi yang telah terbentuk melalui CBD menjadi TPP bidang lingkungan, ekonomi
• Memfasilitasi pembentukan TPP secara partisipatif dan berbasis kriteria (bagi pakraman non lokasi CBD BUIP/APBD)
• Memfasilitasi Penyusunan Program Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis). Bersama dengan relawan masyarakat, memfasilitasi Bendesa untuk mengkoordinir pelaksanaan perencanaan partisipatif dengan masyarakat menyusun PJM Pronangkis
• Bersama dengan relawan masyarakat, memfasilitasi KSM untuk mengidentifikasi peluang usaha, kebutuhan pembangunan prasarana dan pelayanan lingkungan dasar, serta menyiapkan mereka agar mampu merumuskannya dalam bentuk proposal yang layak
• Memperkenalkan berbagai inovasi sederhana dalam manajemen pinjaman bergulir, termasuk sistem audit, transparansi, proses pengambilan keputusan yang demokratis, tata buku, dan lain-lain
• Memfasilitasi dan membimbing masyarakat secara intensif agar mampu mengikuti ketentuan Pedoman P2KP, pedoman khusus replikasi program P2KP dan juklak program replikasi P2KP khusus BALI dalam seluruh tahapan kegiatan pelaksanaan Program replikasi P2KP
• Membangkitkan dan mengembangkan masyarakat pembelajar melalui fasilitasi relawan-relawan kelurahan setempat dalam Komunitas Belajar
• Advokasi, mediasi dan membangun jalinan kemitraan strategis (networking) antar semua pelaku yang bermanfaat bagi masyarakat dan pihak lainnya.
Spesifikasi Persyaratan
Fasilitator dalam Program Replikasi P2KP khusus BALI setidaknya memenuhi kualifikasi sebagai berikut:
• Wajib bertempat tinggal di lokasi yang strategis untuk menjangkau lokasi sasaran yang menjadi tanggung jawab selama masa penugasan
• Memahami budaya setempat, ditamakan yang dapat berkomunikasi dengan bahasa setempat
• Memilki komitmen dan keberpihakan yang tinggi terhadap masyarakat miskin. • Memiliki wawasan yang memadai tentang CBD
• Syarat pendidikan minimal untuk Fasilitator adalah sarjana (S1) atau sarjana muda (D-3) dengan pengalaman bekerja minimal 3 tahun, dan lebih diutamakan yang telah memiliki pengalaman di bidang pemberdayaan masyarakat dan dapat mengoperasikan komputer (spreadsheet dan word processor).
Khusus Senior Fasilitator, maka tambahan persyaratan adalah sbb:
• Diutamakan pernah menjadi Fasilitator program CBD memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun, atau yang kinerjanya dinilai baik jika pengalaman kerja kurang dari tiga tahun dalam kegiatan pengembangan masyarakat
• Mempunyai kemampuan dalam membangun kerja kelompok • Mempunyai sifat kepemimpinan yang baik
3.2. Pendanaan Program P2KP Bali
3.2.1. Pendanaan Oleh P2KP Pusat
1. Stimulan Bantuan Langsung Masyarakat Replikasi P2KP
2. Bantuan Teknis Replikasi P2KP, untuk biaya Koordinator Provinsi, Asisten tingkat Provinsi
3.2.2. Pendanaan Oleh Pemerintah Kota/Kabupaten
1. Biaya Pendamping BLM Replikasi
• Sharing BLM yang disediakan dalam APBD tahun berjalan sebagai pendamping BLM Replikasi dari pusat
• Sharing BLM CBD sebagai pendamping BLM Replikasi dari pusat (Pakraman lokasi CBD yang telah dilaksanakan sebelumnya) 2. Biaya Pengembangan Kapasitas (Pelatihan dan Sosialisasi)
• Pelatihan dasar Pemda dan pelatihan-pelatihan tingkat kota/kab • Pelatihan bagi pelaku replikasi (Korkot dan fasilitator)
• Pelatihan bagi masyarakat (bendesa), TPP-TPP, KSM, Relawan, dll
• Lokakarya orientasi P2KP tingkat kota dan kecamatan • Sosialisasi tingkat kota, kecamatan dan masyarakat • Pengadaan media training dan sosialisasi
• Penguatan TKPK-D dan KBP.
3. Biaya Bantuan Teknis Pendampingan
• Biaya Konsultan Replikasi sesuai ketentuan P2KP 4. Biaya Operasional Pelaksanaan (BOP) P2KP Bali
• Administrasi proyek bagi TPR, PPK, PJOK, dan Bendesa serta Lurah
• Biaya rapat koordinasi, monitoring & supervisi Tim Koordinasi • Biaya fasilitas SIM P2KP dan Penanganan Pengaduan • Biaya penyusunan laporan dan profil perkembangan P2KP
• Biaya-biaya lain yang terkait langsung dengan kelancaran pelaksanaan P2KP di Wilayahnya