Penjelasan secara rinci mengenai aktivitas pembelajaran permainan bola kecil yang mengulas tentang aktivitas permainan bulutangkis, tenis meja, kasti, rounders, dan softball memperkuat latar belakang pemilihan materi ini dalam usaha mencapai kompetensi yang ada pada lingkup aktivitas permainan bola kecil pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (Penjasorkes). Dengan berbagai deskripsi tersebut maka diharapkan materi ini menjadi pilihan utama dalam pembelajaran, dengan prasyarat ini, maka seorang guru dituntut untuk menguasai kompetensi secara konsep mengenai aktivitas permainan bola kecil sebagai materi pembelajaran, konsep perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta bagaimana konsep tersebut diejawantahkan dalam bentuk keterampilan (penguasaan teknik dasar) dan dalam praktik pembelajaran.
Penguasaan atas segala materi yang telah disajikan merupakan hal yang penting. Namun demikian menerapkannya dalam pembelajaran di sekolah merupakan hal yang jauh lebih penting. Untuk itu kemauan guru agar membawa pengetahuan dan keterampilan ini dalam kehidupan nyata pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, bahkan menjadikannya sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari, tentu merupakan sesuatu yang diharapkan.
Akhir dari pangkal upaya ini adalah manfaat bagi diri guru sendiri dan bagi kepentingan penigkatan kompetensi peserta didik.
PPPPTK PENJAS DAN BK | 79
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
PEMBELAJARAN AKTIVITAS ATLETIK
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
A. Tujuan
Dengan membaca dan menelaah materi pada kegiatan pembelajaran ini, peserta diklat dapat mengidentifikasi kompetensi dasar, mengembangkan indikator pencapaian kompetensi, materi aktivitas atletik (jalan cepat, lari, lompat, dan lempar) di Sekolah Menengah Kejuruan, merancang penilaian, serta menerapkan nilai-nilai kemandirian, kerjasama, dan integritas.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengidentifikasi kompetensi dasar dan indikator aktivitas atletik di Sekolah Menengah Kejuruan
2. Mengidentifikasi materi aktivitas atletik (jalan cepat) 3. Mengidentifikasi materi aktivitas atletik (lari)
4. Mengidentifikasi materi aktivitas atletik (lompat) 5. Mengidentifikasi materi aktivitas atletik (lempar)
6. Menilai pembelajaran aktivitas atletik (jalan cepat, lari, lempar, dan lompat) di Sekolah Menengah Kejuruan
7. Memiliki kecakapan dalam memahami konsep dasar aspek-aspek pembelajaran PJOK.
8. Menunjukkan perilaku mandiri, kerjasama, dan integritas.
C. Uraian Materi
1. Pengembangan Pola Gerak Melalui Aktivitas Atletik
Aktivitas atletik jalan cepat, lari, lompat, dan lempar merupakan gambaran aktivitas kecil peserta didik bersosialisasi baik di sekolah maupun di masyarakat. Aktivitas atletik jalan cepat, lari, lompat, dan lempar dapat dijadikan sebagai sarana menguatkan karakter kerjasama, sportifitas, integritas, tanggung jawab, dan cinta Tanah Air. Aktivitas atletik jalan cepat, lari, lompat, dan lempar tidak mungkin dimainkan tanpa lawan berlomba sehingga mengajarkan lawan sebagai teman bermain, setiap anggota tim dalam lari estafet misalnya memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda, bahkan dimungkinkan untuk dapat
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 80
menyelesaikan permasalahan antar pemain dalam rangkai mencapai tujuan bersama.
a. Gerak Jalan Cepat
Jalan cepat adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga kontak dengan tanah tetap terpelihara dan tidak terputus.
Selama saat setiap langkah, kaki yang bergerak maju pejalan kaki harus berhubungan/menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Kaki penyangga harus diluruskan (tidak bengkok di lutut) untuk sekurang-kurangnya sesaat dalam posisi tegak/vertikal. Di dalam perlombaan jalan cepat yang penting diperhatikan oleh setiap pejalan cepat adalah melakukan gerak langkah maju ke depan dengan salah satu kaki selalu tetap kontak dengan tanah. Artinya bahwa pada setiap akan melangkahkan kaki, salah satu kaki harus selalu tetap berhubungan atau menempel pada tanah.
Akan tetapi mengingat dalam pelaksanaan perlombaan jalan cepat itu diawali dengan adanya pemberangkatan (start) dan diakhiri dengan melewati garis finish, maka untuk gerakan jalan cepat ini dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu: gerakan start, jalan cepat, dan melewati garis finish.
Tanpa penguasaan prinsip dasar tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam perlombaan jalan cepat. Pembelajaran jalan cepat akan diuraikan secara lengkap sebagai berikut.
1) Gerak Dasar Start Jalan Cepat
Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri. Karena start pada jalan cepat ini kurang berpengaruh terhadap hasil perlombaan maka tidak ada gerakan khusus yang harus dipelajari atau dilatih. Sikap start pada umumnya adalah sebagai
berikut. Pada aba “bersedia”, pejalan menepatkan kaki kiri di
belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, badan agak condong ke depan, tangan bergantung kendor. Pada “bunyi pistol”
PPPPTK PENJAS DAN BK | 81
atau aba “Ya”, segera langkahkan kaki kanan ke muka, dan terus
jalan.
2) Gerak Dasar Langkah Jalan Cepat
Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki ayun ke muka, lutut terlipat, tungkai badan bergantung ke muka, karena ayunan paha ke muka tungkai bawah ikut terayun ke muka, lutut menjadi lurus, kemudian menapak ke tumit terlebih dahulu menyentuh tanah; bersamaan dengan ayunan kaki tersebut kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah berganti menjadi kaki ayun.
Siku dilipat lebih kurang 90 derajat, ayunan lengan arahnya lebih masuk, gerakan lengan seirama dengan langkah kaki. Berikut adalah fase-fase langkah pada jalan cepat.
a) Fase Tumpuan Dua Kaki
Cara melakukan gerakan fase tumpuan dua kaki jalan cepat sebagai berikut.
(1) Fase gerakan tumpuan dua kaki ini terjadi sangat singkat. (2) Pada saat kedua kaki menyentuh tanah, pada saat itu pula
berakhir dorongan yang diikuti oleh gerakan tarikan.
(3) Tarikan ini lebih lama dan menyebabkan gerakan berlawanan antara bahu dan pinggul.
(4) Lakukan gerakan fase tumpuan dua kaki berulang-ulang.
b) Fase Tarikan Kaki
Cara melakukan gerakan fase tarikan kaki jalan cepat sebagai berikut.
Gambar 39. Aktivitas pembelajaran jalan cepat fase gerakan tumpuan dua kaki
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 82
(1) Fase gerakan tarikan dimulai setelah gerakan terdahulu selesai.
(2) Gerakan ini dilakukan oleh kaki depan akibat kerja tumit dan koordinasi seluruh bagian badan.
(3) Gerakan ini selesai apabila badan berada di atas kaki penopang.
(4) Latihan ini dilakukan gerakan fase tarikan kaki berulang-ulang.
c) Fase Relaksasi
Cara melakukan gerakan fase relaksasi jalan cepat sebagai berikut.
(1) Tahap ini barada antara selesainya fase tarikan dan awal dari fase dorongan kaki.
(2) Pinggang ada pada bidang yang sama dengan bahu. (3) Lengan vertikal dan parallel di samping badan. (4) Lakukan gerakan fase relaksasi berulang-ulang.
d) Fase Dorongan Kaki
Cara melakukan gerakan fase dorongan kaki jalan cepat sebagai berikut.
Gambar 40. Aktivitas pembelajaran jalan cepat fase gerakan tarikan kaki
Gambar 41. Aktivitas pembelajaran jalan cepat fase gerakan relaksasi
PPPPTK PENJAS DAN BK | 83 (1) Fase ini dilakukan apabila fase terdahulu selesai dan bila
titik pusat gravitasi badan mengambil alih kaki tumpu. (2) Kaki yang baru saja menyelesaikan tarikan mulai
mengambil alih gerakan dorongan. Kaki yang lain bergerak maju dan diluruskan.
(3) Jangkauan gerak yang lebar di mana pinggang berada pada sisi yang sama, maju searah, memungkinkan suatu fleksibilitas yang besar dan memberi kaki dorong waktu yang lebih lama bekerja dengan meluruskan pergelangan kaki.
(4) Lengan melakukan fungsi pengimbangan secara diametris/wajar berlawanan dengan kaki.
(5) Lakukan gerakan fase dorongan kaki berulang-ulang.
3) Gerak Dasar Finish Jalan Cepat
Tidak ada gerakan khusus untuk finish ini. Umumnya jalan terus hingga melewati garis finish, baru dikendorkan keceppatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. Untuk memperoleh langkah-langkah yang tidak sampai terangkat sehingga melayang, maka pemindahan berat badan dari satu kaki ke kaki lain harus nampak jelas pada gerak panggul.
4) Hal-Hal yang perlu Dihindari dan Diutamakan dalam Jalan Cepat a) Hal-Hal yang perlu Dihindari dalam Jalan Cepat
(1) Kehilangan hubungan/kontak dengan tanah (terlepas dari permukaan tanah dan ada saat melayang).
Gambar 42. Aktivitas pembelajaran jalan cepat fase gerakan dorongan
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 84
(2) Kecondongan badan terlalu ke depan atau tertinggal dibelakang.
(3) Menarik atau menurunkan titik pusat gravitasi badan. (4) Mendorong titik gravitasi menurut jalur yang zig-zag. (5) Langkah terlalu pendek.
b) Hal-Hal yang perlu Diutamakan dalam Jalan Cepat (1) Pelihara lutut tetap lurus pada saat/fase menumpu.
(2) Perkuatlah otot-otot belakang/punggung dan otot-otot daerah perut.
(3) Cegahlah badan dan lengan diangkat terlalu tinggi. (4) Gerakkan kaki pada/di atas garis lurus.
(5) Lakukan daya dorong yang penuh, gunakan gerak lengan yang mudah dan gerakkan yang baik dari pinggang.
b. Gerak Lari Cepat
Gerakan lari jarak pendek dapat dilakukan dengan cara: berpasangan dan berkelompok. Dalam melakukan gerakan lari jarak pendek. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran lari jarak pendek antara lain sebagai berikut.
1) Latihan Lari Cepat Pertama: Berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki.
Melakukan gerakan berlari jogging dengan mengangkat paha tinggi dan pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki lari jarak pendek sebagai berikut.
a) Dilakukan secara perorangan atau kelompok.
b) Lakukan berlari jogging/pelan saat ada aba-aba “hop” angkat
salah satu paha ke depan atas (bergantian kanan dan kiri), badan tegak dan pandangan ke depan, hingga kaki yang di belakang terkedang lurus.
c) Lakukan pada jarak ± 8-10 m.
d) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia ber bagi tempat dan peralatan.
PPPPTK PENJAS DAN BK | 85
2) Latihan Lari Cepat Kedua: Lari cepat dengan langkah kaki lebar
Aktivitas pembelajaran dengan cara lari cepat dengan langkah kaki lebar lari jarak pendek sebagai berikut.
a) Dilakukan secara perorangan atau kelompok, berdiri pada garis start posisi kaki melangkah
b) Lakukan lari dari garis start dengan langkah lebar, menempuh jarak ± 15-20 m, setelah ada aba-aba “go”.
c) Saat lari badan rileks atau tidak kaku, pendaratan kaki menggunakan ujung telapak kaki.
d) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia ber bagi tempat dan peralatan.
3) Latihan Lari Cepat Ketiga: Koordinasi Start Jongkok
Aktivitas pembelajaran dengan cara koordinasi start jongkok lari jarak pendek sebagai berikut.
a) Mengunakan aba-aba, “peserta didik siap... “. Persiapan untuk melakukan start dapat menggunakan hitungan satu (1).
Gambar 43. Aktivitas pembelajaran 1 lari jarak pendek
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 86
Berdiri tegak menghadap start block atau menghadap arah gerakan.
b) Mengunakan aba-aba “ bersedia ...” sikap jongkok dapat menggunakan hitungan dua ( 2 ), kaki kiri di depan kaki kanan di belakang (bertumpu pada start block). Kedua tangan dengan ibu jari dan telunjuk bettumpu pada garis start.
c) Mengunakan aba-aba, “ siap... “. Mengangkat pinggul dapat
menggunakan hitungan tiga (3). Angkat pinggul ke atas bersamaan kedua lutut terangkat. Posisi pinggul lebih tinggi dari pundak. Pandangan ke depan.
4) Latihan Lari Cepat Empat: Aktivitas latihan dengan menggunakan aba-aba, “ya/go”. Kaki belakang dilangkahkan ke depan dan menolak kaki kiri, dapat menggunakan hitungan empat (4), Kaki belakang diayun ke depan dengan lutut tertekuk bersamaan lengan kiri diayun ke depan. Kaki kiri dengan kuat menolak pada start block/tanah.
Gambar 45. Aktivitas pembelajaran 3 lari jarak pendek
PPPPTK PENJAS DAN BK | 87 5) Latihan Lari Cepat Kelima: Merebahkan Badan dari Sikap
Berdiri
Aktivitas pembelajaran dengan cara merebahkan badan dari sikap berdiri lari jarak pendek sebagai berikut.
a) Berdiri menghadap arah gerakan, dan kedua kaki dibuka selebar bahu.
b) Dilakukan perorangan atau kelompok.
c) Saat aba-aba "hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.
d) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan.
6) Latihan Lari Cepat Keenam: Merebahkan Badan diawali Gerak Berjalan dilanjutkan dengan Lari Jogging
Aktivitas pembelajaran dengan cara melakukan gerakan merebahkan badan diawali gerak berjalan dilanjutkan dengan lari jogging lari jarak pendek sebagai berikut.
a) Dilakukan perorangan atau kelompok. b) Lakukan gerak berjalan/jogging.
c) Saat aba-aba "hop" rebahkan badan ke depan bersamaan kedua lengan diayun ke depan dan salah satu kaki dilangkahkan ke depan.
d) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian, bersedia berbagi tempat dan peralatan.
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 88
7) Latihan Lari Cepat Ketujuh: Lomba Lari Cepat Mengambil Bola dilakukan Berpasangan dan Berhadapan
Aktivitas pembelajaran dengan menggunakan lomba lari cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan sebagai berikut.
a) Bola diletakkan pada garis tengah lapangan basket /voli.
b) Pelari melakukan start jongkok pada garis start, menghadap arah bola.
c) Setelah ada aba-aba ”ya”, lakukan lari cepat ke arah bola dan
mengambilnya.
d) Pelari yang lebih awal menyentuh bola dinyatakan menang. e) Untuk menanamkan nilai-nilai percaya diri, keberanian,
bersedia berbagi tempat dan peralatan.
8) Latihan Lari Cepat Kedelapan: Lomba Lari Cepat Beregu dengan "Shutle Run”
Aktivitas pembelajaran dengan menggunakan lomba lari cepat beregu dengan "Shuttle Run” sebagai berikut.
Gambar 48. Aktivitas pembelajaran 5 lari jarak pendek
PPPPTK PENJAS DAN BK | 89 a) Pelari pertama berusaha meletakkan benda pada 2 buah
lingkaran yang dipasang di garis lurus. b) Setelah selesai kembali pada garis start.
c) Pelari kedua berusaha mengambil benda pada 2 buah lingkaran dan kembali pada garis start dengan membawa ben-da tersebut ben-dan diberikan paben-da temannya.
d) Gerakan berikutnya seperti yang dilakukan pelari pertama dan kedua.
9) Latihan Lari Cepat Kesepuluh: Lomba Lari Cepat Beregu Mengambil Bola dan Meletakan Bola pada Lingkaran
Aktivitas pembelajaran dengan menggunakan lomba lari cepat beregu mengambil bola dan meletakan bola pada lingkaran sebagai berikut.
a) Pelari pertama berusaha meletakkan bola pada lingkaran yang dipasang di garis lurus.
b) Setelah selesai kembali pada garis start.
c) Pelari kedua berusaha mengambil bola di lingkaran dan kembali pada garis start dengan membawa bola tersebut dan diberikan pada temannya.
d) Gerakan berikutnya dilakukan seperti pelari pertama dan kedua.
e) Regu dinyatakan menang, apabila dapat menyelesaikan tugas dengan cepat (meletakkan dan mengambil bola).
f) Permainan untuk menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerjasama tim.
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 90 c. Gerak Lompat
1) Latihan Melompat Pertama (Berlatih Mendarat)
a) Berlatih mendarat dengan berlari dan menolak melewati bangku yang dipasang melintang.
b) Diakukan secara berkelompok.
c) Dilakukan berulang-ulang sampai peserta didik dapat merasakan gerakan yang mudah dilakukan.
2) Latihan Melompat Kedua (Berlatih dengan Seutas Tali)
a) Berlatih dengan memancangkan seutas tali yang dipasang dengan ketinggian ± 50 cm.
b) Peserta didik berdiri ± 4 – 5 meter di depan seutas tali tersebut. c) Peserta didik berlari, menolak, sikap di udara, dan mendarat,
melampaui tali yang dipasang melintang.
Gambar 51. Aktivitas pembelajaran 8 lari jarak pendek
PPPPTK PENJAS DAN BK | 91 d) Latihan tersebut secara berkelompok.
e) Latihan dilakukan secara berulang sampai peserta didik dapat merasakan gerakan yang mudah dilakukan.
3) Latihan Melompat Ketiga (Latihan dengan Bangku dan Matras Senam)
a) Tempatkan 2 buah bangku senam (jarak antarbangku 1,5 m) dan seutas tali yang dipasang melintang.
b) Kemudian peserta berdiri ± 1 meter di depan tanda-tanda tersebut.
c) Latihan dilakukan gerakan melangkah melalui atas bangku senam, dan diakhiri gerakan melangkah, dengan tolakan melampaui atas tali yang dipasang melintang lalu mendarat. d) Setelah itu berpindah tempat (posisi).
e) Latihan dilakukan pembelajaran tersebut secara berkelompok. f) Latihan dilakukan secara berulang-ulang sampai peserta didik
dapat merasakan gerakan mana yang mudah dilakukan.
Gambar 53. Aktivitas pembelajaran 2 lompat jauh
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 92
4) Latihan Melompat Keempat (Latihan Menolak dan Melompat) a) Bediri kurang lebih 5 – 6 meter dari papan tolakan.
b) Kemudian melakukan lomba lompat jauh yang diawali dengan posisi melangkah menghadap bak lompat.
c) Lalu menolak dengan kaki depan atau kaki terkuat ke depan atas.
d) Latihan dilakukan pembelajaran secara berkelompok.
e) Latihan dilakukan secara berulang-ulang sampai peserta didik dapat merasakan gerakan mana yang mudah dilakukan.
d. Gerak Lempar (Tolak Peluru)
1) Latihan Menolak Pertama (Menolak ke depan dengan Awalan Satu Langkah)
a) Berdiri dengan kaki segaris, badan condong sedikit ke belakang dan peluru dipegang oleh kedua tangan di depan dada.
b) Jika pelempar menggunakan tangan kanan, kaki kiri dilangkahkan ke depan bersamaan dengan itu peluru ditolakkan meluruskan lengan.
Gambar 55. Aktivitas pembelajran 4 lompat jauh
PPPPTK PENJAS DAN BK | 93 2) Latihan Menolak Kedua (Latihan dengan Melangkah dan
Memutar Badan Ke Belakang).
a) Jika pelempar menggunakan tangan kanan, berdiri dengan kaki terbuka, berat badan di atas kaki kanan yang mengarah ke belakang dan dibengkokkan.
b) Badan diputar ke belakang dan sedikit direndahkan denngan lengan kiri dilipat bebas di depan dada.
c) Kaki kanan diserta pinggang dan badan diputar ke depan dan luruskan.
d) Ketika keedua kaki lurus, peluru ditolakkan.
3) Latihan Menolak Ketiga (Latihan Menolak dengan Berjingkat) 1) Berdiri dengan kaki kiri menghadap ke depan, badan tegak dan
berputar sedikit ke samping.
2) Berjingkat ke depan dengan badan condong ke belakang, kaki kanan mendarat terlebih dahulu, kemudian disusul oleh kaki kiri.
3) Tolakan segera setelah kaki kiri mendarat dengan tujuan mempelajari gerak meluncur dan disambung dengan gerakan akhir (tolakan).
4)
Gambar 57. Aktivitas pembelajaran tahap 2 tolak peluru
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 94
Latihan Menolak Keempat (Latihan Tolak Peluru dari Posisi Membelakangi)
a) Berdiri membelakangi arah tolakan dengan kaki kiri diluruskan ke arah tolakan, tariklah kaki kiri ke dalam terhadap kaki belakang dan segera kembalikan ke posisi semula, dengan tetap memelihara badan menghadap ke belakang.
b) Tolakan dapat dibuat dari posisi ini dengan tujuan mempelajari luncuran secara lengkap tanpa mengikutkan fase melayang.
5) Latihan Menolak Kelima (Latihan Tolak Peluru Secara Keseluruhan secara berulang)
Aktivitas pembelajaran gerakan keseluruhan tolak peluru dari awalan/ ancang-ancang sampai dengan sikap badan setelah menolakkan peluru (gaya menyamping/Ortodok) sebagai berikut.
Gambar 59. Aktivitas pembelajaran tahap 4 tolak peluru
Gambar 60. Aktivitas pembelajaran gerakan tolak peluru gaya ortodok secara keseluruhan
PPPPTK PENJAS DAN BK | 95 Aktivitas pembelajaran gerakan keseluruhan tolak peluru dari awalan/ ancang-ancang sampai dengan sikap badan setelah menolakkan peluru (gaya membelakangi/O`Brian) sebagai berikut.
2. Penilaian Pembelajaran Aktivitas Atletik
Untuk dapat menyusun instrumen penilaian pembelajaran aktivitas pengembangan kebugaran jasmani, Saudara dapat membaca modul pedagogik Kelompok Kompetensi B, C, D, E, F, dan J, serta sumber lain yang relevan.
a. Penyusunan kisi-kisi dan soal pilihan ganda KISI-KISI PENULISAN SOAL Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan
Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
No. Kompetensi
Dasar Kelas Indikator Materi
Bentuk Soal 1. 3.3 Menganalisis keterampilan jalan cepat, lari, lompat dan lempar X 3.3.1 Menyebut jenis-jenis
gerak dalam aktivitas atletik melalui permainan/ olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga
tradisional (contoh: lempar
Jenis Gerak dalam Aktivitas Atletik Lempar Pilihan Ganda Gambar 61. Aktivitas pembelajaran gerakan tolak peluru
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL PPPPTK PENJAS DAN BK | 96 untuk menghasilkan gerak yang efektif* lembing) Lembing 3.3.2 Menjelaskan berbagai
kegunaan gerak dalam atletik melalui permainan/ olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga
tradisional (contoh: lempar lembing) Kegunaan Gerak dalam Aktivitas Atletik Lempar Lembing Pilihan Ganda 3.3.3 Menjelaskan cara
melakukan gerak dalam atletik melalui permainan/ olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga
tradisional (contoh: lempar lembing) Cara Melakukan Gerak dalam Aktivitas Atletik Lempar Lembing Uraian 4.3 Mempraktikka n hasil analisis keterampilan jalan cepat, lari, lompat dan lempar untuk menghasilkan gerak yang efektif* 4.3.1 Memeragakan gerak
awalan dalam lempar lembing Gerak Awalan pada Lempar Lembing Uji Praktik 4.3.2 Memeragakan gerak
lemparan dalam lempar lembing Gerak Lemparan pada Lempar Lembing Uji Praktik 4.3.3 Menerapkan gerak
lanjutan lempar lembing
Gerak Lanjutan pada Lempar Lembing Uji Praktik
PPPPTK PENJAS DAN BK | 97 KARTU SOAL PILIHAN GANDA
Tahun Ajaran: 2017/2018 Jenis Sekolah : SMAK Jaya
Bangsaku
Nama Penyusun: Winarno
Kls/Smt : X/ I Mata Pelajaran : PJOK Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis keterampilan jalan cepat, lari, lompat dan lempar untuk menghasilkan gerak yang efektif*
Buku Sumber: Muhajir, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Kelas X, Kemdikbud, 2016 SOAL:
Berikut adalah kegunaan gerak berlari pada lempar lembing, yaitu....
A. meringankan beban turbo B. menambah keindahan gerakan C. mendapatkan kecepatan awal D. melawan arah angin
Indikator Menjelaskan kegunaan gerak dasar lokomotor pada aktivitas atletik dengan bermain lempar lembing KUNCI JAWABAN:
C. mendapatkan kecepatan awal
Materi Kegunaan Gerak Dasar dalam Aktivitas Atletik Lempar lembing N0 SOAL 1
b. Penyusunan kisi-kisi dan soal uraian
Dari kisi-kisi yang sama dapat dikembangkan soal berbentuk uraian sebagai berikut.
MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN GURU PJOK SMK KK-A-PROFESIONAL
PPPPTK PENJAS DAN BK | 98
KARTU SOAL URAIAN