BAB 3 METODE PENELITIAN
3.5 Definisi Operasional
3.5.3 Tindakan Makanan Sehat
Definisi : Perilaku aktif responden yang tampak dalam pemilihan makanan sehat.
Cara Ukur : Wawancara, sampel diberikan kuesioner yang berisi 15 pertanyaan dengan 2 pilihan jawaban, jika dilakukan diberi skor 1 dan skor 0 jika tindakan tidak dilakukan.
Alat Ukur: Kuesioner.
Hasil Ukur:
Tindakan baik, jika total skor 11-15.
Tindakan cukup, jika total skor 8-10.
Tindakan kurang, jika total skor <8.
Skala Pengukuran: Ordinal.
BAB 4 siswa. Total sampel di kedua SDN berjumlah 124 orang.
4.1.1 Lokasi Penelitian
Di Kecamatan Medan Selayang ada 30 Sekolah Dasar Negeri dan Swasta tersebar di 6 kelurahan. Untuk Kelurahan PB Selayang II terdapat 2 SDN yaitu SDN 064024 dan SDN 066656. Penelitian ini dilakukan di SDN 066656 dan SDN 064024 yang terletak di Jalan Karya Sembada, Padang Bulan Selayang 11, Medan dan Jalan Prona Satu, Padang Bulan Selayang 11, Medan. Sekolah SDN 066656 ini di dirikan pada tanggal 1 Januari 1981 dan SDN 064024 di dirikan pada tanggal 1 Januari 1975. Jumlah siswa bagi SDN 066656 dan SDN 064024 adalah 319 dan 364 orang siswa masing-masing. Jumlah siswa laki-laki di SDN 064024 sebanyak 193 orang dan perempuan pula sebanyak 171 orang siswa. Bagi SDN 066656 siswa laki-laki berjumlah 157 orang dan perempuan berjumlah 162 orang.
Kedua sekolah ini memberikan bentuk pendidikan SD dan dimiliki oleh pemerintah daerah.
4.1.2 Karakteristik Responden
Responden yang menjadi sampel pada penelitian adalah siswa kelas VI yang telah mendapat persetujuan dari orang tua diketahui dengan penandatangan informed consent. Besar sampel yang diambil untuk penelitian ini adalah sebanyak 124 orang yang terdiri dari 69 orang siswa SDN 066656 dan 55 orang siswa dari SDN 064024.
Karakteristik responden yang telah dijadikan sampel penelitian, dapat dilihat berdasarkan sekolah, umur dan jenis kelamin pada tabel di bawah.
Tabel 4.1 Distribusi karakteristik responden.
Karakteristik Jumlah (n) Persentase (%)
Jumlah Siswa
Dari tabel 4.1 ditemukan bahwa siswa yang berumur 9 tahun sampai 13 tahun berjumlah 122 orang dan persentase sebanyak 98,4%. Dapat terlihat sebanyak 60 (48,4%) responden adalah laki-laki dan 64 (51,6%) responden adalah perempuan.
Pekerjaan orang tua responden yang paling banyak adalah wiraswasta sebanyak 62 orang (50,0%). Mayoritas tingkat pendidikan orang tua responden adalah pada kategori menengah sebanyak 73 orang (58,9%).
4.1.3 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan
Tingkat pengetahuan responden tentang konsumsi makanan sehat dapat dilihat berdasarkan tabel 4.2. Pada tabel ini dapat diketahui bahwa pengetahuan responden tentang konsumsi makanan sehat dikategorikan baik sebanyak 8 orang (6,5%), kategori cukup sebanyak 72 orang (58,1%) dan kategori kurang sebanyak 44 orang (35,5%).
Tabel 4.2 Distribusi responden berdasarkan pengetahuan
Tingkat Pengetahuan Jumlah (n) Persentase (%)
Baik 8 6,5
Cukup 72 58,1
Kurang 44 35,5
Total 124 100,0
Pada tabel 4.3, laki-laki dan perempuan memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 4 orang dengan persentase masing-masing 6,7% dan 6,2%. Pada tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 32 orang laki-laki (53,3%) dan sebanyak 40 orang perempuan (62,5%). Untuk pengetahuan kurang sebanyak 24 orang laki-laki (40,0%) dan 20 orang perempuan (31,2%).
Tabel 4.3 Distribusi tingkat pengetahuan repondem berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki dan perempuan.
Tingkat Pengetahuan Jenis Kelamin Total
Laki-laki Perempuan sedangkan, di SDN 064024 hanya 3 orang responden (4,3%).
Tabel 4.4 Distribusi tingkat pengetahuan berdasarkan sekolah.
Tingkat Pengetahuan Sekolah Total
SDN 064024 SDN 066656
n (%) n (%)
Baik 3 4,3 5 9,1 8
Cukup 42 60,9 30 54,5 72
Kurang 24 34,8 20 36,4 44
Total 69 100,0 55 100,0 124
4.1.4 Distribusi Responden Berdasarkan Sikap
Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa dari 124 orang responden, terdapat 17 orang (13,7%) yang mempuyai sikap yang baik, 24 orang (19,4%) bersikap cukup dan 83 orang (66,9%) responden mempunyai sikap yang kurang.
Tabel 4.5 Distribusi responden berdasarkan sikap.
Sikap Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 17 13,7
Cukup 24 19,4
Kurang 83 66,9
Total 124 100,0
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa sikap perempuan pada kategori baik sebanyak 13 orang (20,3%) dan laki-laki sebanyak 4 orang (6,7%). Pada kategori cukup laki-laki dan perempuan mempunyai jumlah yang sama yaitu sebanyak 12 orang dengan persentase masing-masing 20,0% dan 18,8%.
Tabel 4.6 Distribusi sikap reponden berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki dan perempuan.
Sikap Jenis Kelamin Total
Laki-laki Perempuan kurang pada kedua SDN sebanyak 44 orang (63,8%) di SDN 064024 dan 39 orang (70,9%) di SDN 066656.
Tabel 4.7 Distribusi sikap reponden berdasarkan sekolah.
Sikap Sekolah Total
SDN 064024 SDN 066656
n (%) N (%)
Baik 13 18,8 4 7,3 17
Cukup 12 17,4 12 21,8 24
Kurang 44 63,8 39 70,9 83
Total 69 100,0 55 100,0 124
4.1.5 Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan
Penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi 15 soal untuk mengukur tindakan konsumsi makanan sehat responden. Tindakan responden terhadap konsumsi makanan sehat dapat dilihat pada tabel dibawah. Dapat terlihat pada tabel 4.8 sebanyak 122 orang responden (98.4%) dari 124 orang menunjukkan tindakan yang baik dan cukup, hanya 2 orang responden (1,6%) menunjukkan tindakan yang kurang.
Tabel 4.8 Distribusi responden berdasarkan tindakan.
Tindakan Frekuensi (n) Persentase (%)
Baik 89 71,8
Cukup 33 26,6
Kurang 2 1,6
Total 124 100,0
Pada tabel 4.9 dapat diketahui tindakan konsumsi makanan sehat pada siswa laki-laki dan perempuan. Laki-laki sebanyak 43 orang (71,3%) dan perempuan sebanyak 46 orang (71,9%) yang mempunyai tindakan yang baik. Pada kategori cukup sebanyak 17 orang (28,3%) laki-laki dan 16 orang (25,0%) perempuan.
Tabel 4.9 Distribusi tindakan reponden berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki dan perempuan.
Tindakan Kelamin Total
Laki-laki Perempuan
n (%) n (%)
Baik 43 71,3 46 71,9 89
Cukup 17 28,3 16 25,0 33
Kurang 0 0,0 2 3,1 2
Total 60 100,0 64 100,0 124
Pada tabel 4.10 dapat dilihat 53 orang (76,8%) mendapat tindakan yang baik di SDN 064024 dan sebanyak 36 orang (65,5%) yang mendapat tindakan baik di SDN 066656. Sejumlah 14 orang (20,3%) siswa di SDN 064024 dan 19 orang (34,5%) di SDN 066656 yang mendapat tindakan yang cukup. Hanya 2 orang siswa SDN 064024 yang memiliki tindakan yang kurang.
Tabel 4.10 Distribusi tindakan reponden berdasarkan sekolah.
Tindakan Sekolah Total
SDN 064024 SDN 066656
n (%) n (%)
Perilaku merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkunganya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan (Notoatmodjo, 2010).
Berdasarkan pada tabel 4.3 mayoritas siswa laki-laki dan perempuan memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dengan sebanyak 32 orang (53,3%) siswa laki-laki dan 40 orang (62,5%) siswa perempuan. Menurut Aini (2009), pengetahuan siswa dapat dipengaruhi oleh pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, umur, ekonomi, dan sosial budaya. Teori ini sejalan dengan hasil penelitian dimana mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup memiliki orang tua berpendidikan, menengah dan tinggi yakni masing-masing 58,9% dan 9,7%.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kurangnya pengetahuan mengenai makanan sehat antara lain, kurangnya informasi yang diperoleh oleh seseorang dan dapat pula berupa kurangnya pemahaman seseorang terhadap informasi yang didapat. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya perilaku seseorang, perilaku yang didasari pengetahuan akan lebih baik dari perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Aini, 2009).
Pengetahuan yang baik belum tentu diwujudkan dalam perilaku yang baik.
Terbentuknya suatu perilaku baru dimulai pada domain kognitif. Dalam arti, subjek tahu terlebih dahulu terhadap stimulus yang berupa materi atau objek di
luarnya sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada subjek tersebut dan selanjutnya menimbulkan respons batin dalam bentuk sikap terhadap objek yang diketahui tersebut (N. Fitriani, 2015).
Berdasarkan tabel 4.5 mayoritas siswa mendapat sikap yang kurang sebanyak 83 orang (66,9%). Meskipun mayoritas responden mendapat sikap yang kurang, namun responden tersebut menunjukkan tindakan yang baik pula.
Sikap siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, terutamanya sikap siswa dalam pemilihan makanan. Pada hasil penelitian ini responden lebih menggemari makanan siap saji dan sering makan malam sebanyak 2 porsi untuk menghindari rasa lapar. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan factor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas (Notoatmodjo, 2011).
Tindakan adalah respon seseorang terhadap suatu rangsangan (stimulus) setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek, kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui, proses selanjutnya diharapkan ia dapat menerapkan pengetahuan baru yang dinilai baik tersebut.
Pada tabel 4.8 sebanyak 89 orang (71,8%) yang mempunyai tindakan yang baik dan sebanyak 33 orang (26,6%) tindakannya cukup dan hanya 2 orang (1,6%) responden mempunyai tindakan yang kurang. Pada penelitian Maulana (2012) dapat diketahui bahwa tindakan siswa mengenai gizi yang baik sebanyak 32 siswa (39%), dan sebanyak 50 siswa (61%) mempunyai tindakan yang kurang. Hasil penelitian menunjukkan sikap siswa yang positif lebih banyak yang berperilaku tidak baik
Pada penelitian Adhi Dwi Saputra pada tahun 2012 menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Apa yang ada dalam perasaan dan pandangan itu dinyatakan dalam bentuk tindakan makan dan memilih makanan. Jika tindakan itu terus menerus berulang maka tindakan tersebut akan menjadi kebiasaan makan (Eliska, 2016). Hal ini sesuai dengan teori, tindakan yang baik akan menunjukkan sikap yang baik.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
1. Mayoritas siswa SDN di Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang konsumsi makanan sehat (72 orang, 58,1%).
2. Sejumlah 83 orang siswa SDN di Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang memiliki sikap yang kurang tentang konsumsi makanan sehat (66,9%).
3. Hampir semua siswa SDN di Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang memiliki tindakan yang baik tentang konsumsi makanan sehat (122 orang, 98,4%).
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini mayoritas siswa mempunyai sikap yang kurang, sehingga perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku siswa tentang konsumsi makanan sehat.
DAFTAR PUSTAKA
Agustina, F., Pambayun, R., Febry, F. 2009. Higiene Dan Sanitasi Pada Pedagang Makanan Jajanan Tradisional Di Lingkungan Sekolah Dasar Di Kelurahan Demang Lebar Daun Palembang Tahun 2009. Jurnal Publikasi Ilmiah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya.
Aini, L. 2009. Tingkat Pengetahuan Mengenai Makanan Sehat Pada Siswa-Siswi Kelas IV SD Kelurahan Cirendeu.
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Anzarkusuma, I. S., Mulyani, E. Y., Jus’at, I., Angkasa, D. 2014. Indonesian Journal of Human Nutrition. Status Gizi Berdasarkan Pola Makan Anak Sekolah Dasar Di Kecamatan Rajegt Tangerang, 1(2), 135–148.
Ari Istiany dan Rusilanti. 2013. Gizi Terapan. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
BPOM RI. 2010. Laporan Tahunan 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Jakarta: Badan POM RI.
Dewanti, R. H., & Hariyadi, P. 2012. Antisipasi Terhadap Isu-Isu Baru Keamanan Pangan. Pangan Media Komunikasi Dan Informasi, 21(1), 85–
100.
Djafar, M. 2014. Dampak Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Tindakan Kader Posyandu Tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang (Pugs) Di Pondok Betung Pondok Aren. Jurnal Ilmiah Widya, 1(1). http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/article/view/176.
Eliska. 2016. Pengaruh Pola Makan Masyarakat Suku Alas Terhadap Status Gizi Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskemas Perawatan Kutambaru Kabupaten Aceh Tenggara, 1(1), 25–41.
Fatmah. 2015. Gerakan Sarapan Sehat Anak Sekolah (sarasehan) untuk Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Sarapan Sehat Anak Sekolah. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 12(1), 12–19. https://doi.org/10.22146/ijcn.22832 Fitriani, N. L. 2015. Hubungan Antara Pengetahuan dengan Sikap Anak Usia
Sekolah Akhir (10-12 Tahun) Tentang Makanan Jajanan di SD Negeri II Tagog Apu Padalarang Kabupaten Bandung Barat Tahun 2015.
Hadiwiyoto, S. 2014. Keracunan, Alergi, dan Intoleran Makanan. Gadjah Mada University Press.
Hidayat, R. 2014. Hubungan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di SD 005 dan SD 006 dengan Kejadian Diare Wilayah Kerja PUSKESMAS Bangkinang KotaTahun 2014, 5, 28–34.
Kemenkes. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Riskesdas, 99.
Mokoginta, F. S., Manampiring, A. E., & Budiarso, F. 2016. Gambaran pola Asupan Makanan pada Remaja di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, 4.
Notoatmodjo, S. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta;
Notoatmodjo, S. 2010. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Nurchayati D., Ratna Wahyu Pusari. 2015. Upaya Meningkatkan Pengetahuan Makanan Sehat Melalui Penerapan Sentra Cooking pada Kelompok Bermain B di Paud Baitus Shibyaan Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2014/2015.
Puspitasari, R. L. 2014. Kualitas Jajanan Siswa di Sekolah Dasar. Seri Sains Dan Teknologi, 2(1), 52–56.
Ramadhani, S. 2017. Hubungan Perilaku Konsumsi Makanan Sehat Dengan Status Gizi Mahasiswi Pondok Pesantren Wahid Hasyim, 81–88.
Republik Indonesia, Undang – Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan pasal 1 ayat (1), (4) dan (5), Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 227, Sekretariat Negara, Jakarta.
Saidah, M., Ismawati, R., & Pd, S. (2014). Pengembangan Buku Panduan Memilih Makanan Jajanan Sehat untuk Anak Usia 10-11 Tahun. E-Journal Boga.
Saptiningsih., M., Wijaya, N. Y. M., & Lili, M. M. M. (2014). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Mencuci Tangan Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 03 Kertajaya Padalarang.
Sugiyanto, N. A. 2017. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Lemak dan Aktivitas Fisik terhadap Status Gizi pada Pegawai di Kantor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (fmipa) Universitas Negeri Yogyakarta.
Sujiono, Yuliani, Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Jakarta: PT. Indeks.
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta:
Pedagogia.
Lampiran A. Riwayat Biodata Penulis
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Muhammad Yusra Aqil bin Mohd Razi
Nim : 150100210
Tempat/Tanggal Lahir : Selangor, Malaysia / 27 Juli 1997
Agama : Islam
Nama Ayah : Mohd Razi bin Anip
Nama Ibu : Yusniha binti Jamaludin
Alamat : 18 Jalan Merah Pelangi U9/19, Monterez Golf Resort, Seksyen U9, 40150 Shah Alam, Selangor Darul Ehsan, Malaysia.
Riwayat Pendidikan:
1. Sekolah Kebangsaan Bukit Kemuning (2). : 2004-2009 2. Sekolah Menengah Kebangsaan La Salle Klang. : 2009-2011 3. Sekolah Menengah Kebangsaan Kota Kemuning : 2011-2012 4. Sekolah Menengah Sains Banting : 2012-2014
5. Trinity Medical College : 2014-2015
6. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. : 2015-Sekarang Riwayat Organisasi:
1. Ahli Persatuan Kebangsaan Pelajar : 2015-Sekarang Malaysia Indonesia (Cawangan Medan).
2. Peserta Konvensyen Perubatan PKPMI : 2016
3. Anggota Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) : 2016 FK USU 2016
4. Anggota Peralatan & Tempat, PEMA Debating : 2016 Championship 2016 FK USU.
5. Panitia, Mesyuarat Agung Tahunan (MAT) : 2016 PKPMI-CM kali ke-33
6. Peserta 1st International Conference Of : 2018 Nasopharyngeal Carcinoma USU.
Lampiran B. Surat Pernyataan Validitas Isi
Lampiran C. Ethical Clearance
Lampiran D. Lembar Pernyataan Orisinalitas
PERNYATAAN
Gambaran Perilaku Konsumsi Makanan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar Negeri di Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang.
Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh Sarjana Kedokteran pada Program Studi Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara adalah benar merupakan hasil karya penulis sendiri.
Adapun pengutipan yang penulis lakukan pada bagian tertentu dari hasil karya orang lain dalam penulisan skripsi ini, telah penulis cantumkan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penelitian ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian skripsi ini bukan hasil karya penulis sendiri atau adanya plagiat dalam bagian tertentu, penulis bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang penulis sandang dan sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Medan, 10 Desember 2018 Penulis,
Muhammad Yusra Aqil NIM. 150100210
Lampiran E. Lembar Penjelasan
LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN
Bapak/Ibu/Sdr/I Yth,
Saya Muhammad Yusra Aqil mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Sumatera Utara ingin melakukan suatu penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku konsumsi makanan sehat pada anak-anak SD laki-laki dan perempuan kelas VI di SDN 064024 dan SDN 066656 Kecamatan Medan Selayang. Untuk melakukan penelitian ini, kuisioner akan diberikan kepada responden. Beberapa pertanyaan seperti identitas, data peribadi responden dan perilaku anak tentang makanan sehat yang terdiri daripada pengetahuan, sikap dan tindakan, setiap bagian mempunyai 15 soal yang akan ditanyakan. Segala data akan dirahasiakan dan data penelitian hanya digunakan untuk keperluan penelitian serta tidak akan dipublikasi dalam bentuk apapun. Partisipasi responden dalam penelitian ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan maupun tekanan dari siapapun.
Seandainya Bapak/Ibu/Sdr/I menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, maka tidak akan terdapat sanksi apapun. Bapak/Ibu/Sdr/I juga boleh berhenti menjadi subjek penelitian bila sewaktu-waktu ingin menolak untuk ikut dalam penelitian. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan Bapak/Ibu/Sdr/I yang terpilih menjadi sukarelawan pada penelitian ini, dapat mengisi lembar persetujuan ikut dalam penelitian yang telah dipersiapkan.
Jika masih terdapat hal-hal yang kurang jelas sehubungan dengan penelitian ini, Bapak/Ibu/Sdr/I dapat menghubungi saya yang bernama Muhammad Yusra Aqil bin Mohd Razi telepon genggam 082248141234. Terima kasih.
Medan, ………. 2018 Hormat saya,
Muhammad Yusra Aqil NIM 150100210
Lampiran F. Informed Consent
SURAT PERSETUJUAN IKUT DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
Pekerjaan :
Alamat :
Orang Tua Kepada :
Setelah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas mengenai penelitian, maka dengan ini saya mengizinkan anak saya untuk mengikuti penelitian ini secara sukarela, dan tanpa paksaan menyatakan bersedia mengikuti dalam penelitian tersebut.
Medan, ………2018 Yang menyatakan,
(………..)
Lampiran G. Kuesioner Penelitian
A. Data Peribadi
1. Nama :
2. Jenis Kelamin : 3. Tgl. Lahir/ umur :
4. Anak Ke: ……dari ……bersaudara.
5. Identitas orang tua
Ayah Ibu
Nama Umur Pendidikan terakhir
Pekerjaan Pendapatan per bulan
(Rp)
6. Uang jajan per hari: (Rp) ………
7. Alasan membeli makanan jajanan:
☐ Rasa
☐ Warna
☐ Bentuk
☐ Hadiah
☐ Ditraktir
☐ Belum sarapan/ pengganti makan utama
☐ Lainnya, sebutkan ………
B. Pengetahuan
Buat lingkaran pada salah satu jawaban yang tepat.
1. Apakah yang dimaksud dengan gizi seimbang?
a. Konsumsi makanan dengan jumlah yang banyak
b. Komsumsi makanan pokok sahaja dengan jumlah yang tidak berlebihan c. Konsumsi makanan yang beraneka ragam dengan jumlah yang tidak
berlebihan.
d. Konsumsi makanan yang cepat saji.
2. Manakah yang termasuk dalam sumber energi?
a. Protein b. Vitamin c. Mineral d. Lemak
3. Manakah di bawah ini yang termasuk bahan pangan sumber karbohidrat?
a. Nasi, roti, gandum, dan mi b. Nasi, tempe, tahu, daging c. Nasi, wortel, tomat, daging d. Nasi, ikan, daging, tempe
4. Makanan apakah yang termasuk sumber protein?
a. Kacang-kacangan, bayam, kentang b. Kacang-kacangan, daging ayam, telur c. Kacang-kacangan, telur, kentang d. Kacang-kacangan, roti, jagung
5. Bahan makanan apakah yang tinggi protein dan tinggi kolestrol?
a. Kacang-kacangan b. Tempe
c. Ikan d. Daging sapi
6. Manakah minuman yang sehat?
a. Teh b. Kopi c. Jus d. Air putih
7. Apakah keuntungan dari konsumsi serat?
a. Melancarkan buang air besar b. Membuat kita merasa lapar
c. Menyebabkan sering buang air kecil d. Meningkantkan berat badan
8. Berapa konsumsi air putih yang paling baik?
a. 20-25 gelas sehari b. 8-10 gelas sehari c. 2-5 gelas sehari d. Jika haus sahaja
9. Manakah makanan yang mengandung gizi seimbang?
a. Nasi, lauk pauk, sayur, dan buah b. Nasi, lauk, sayur, dan buah
c. Nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu d. Nasi, lauk pauk, sayur, dan susu
10. Manakah sumber tinggi kalsium pada makanan?
a. Tempe b. Roti c. Es-krim d. Susu
11. Apakah yang dimaksud dengan makanan sehat?
a. Makanan yang dicuci dengan sabun sebelum masak.
b. Makanan yang bergizi, beragam dan tidak menimbulkan penyakit.
c. Makanan yang tidak menimbulkan penyakit.
d. Makanan yang mencakup semua kebutuhan nutrisi.
12. Manakah cemilan yang sehat?
a. Roti b. Buah c. Gorengan d. Kue
13. Apakah gizi yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan?
a. Vitamin, protein dan lemak
b. Karbohidrat, vitamin dan serat c. Mineral, serat, dan protein d. Serat, vitamin dan mineral
14. Apakah guna mencuci tangan dengan sabun?
a. Mencegah penyakit b. Menyebabkan kematian c. Membersihkan makanan d. Meningkatkan mutu makanan
15. Manakah penyakit yang terjadi jika tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan?
a. Mati b. Pening c. Diare
d. Scabies (kudis)
C. Sikap
Berilah tanda centang (√) pada jawaban yang anda mahukan.
Keterangan:
Sangat setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Tahu (TT).
No. PERTANYAAN SS S TS STS TT
1. Menurut saya, semakin saya tambah umur kebutuhan energi saya semakin meningkat.
2. Menurut saya, memperhatikan pola makan penting untuk menjaga kesehatan.
3. Menurut saya, sayur harus dikonsumsi lebih dari satu kali sehari.
4. Menurut saya, makan harus aman dan bersih dari kotoran.
5. Menurut saya, konsumsi buah-buahan dapat membantu untuk menurunkan berat badan.
6. Saya lebih menyukai makanan siap saji.
7. Menurut saya, makanan sumber karbohidrat adalah daging sapi.
8. Menurut saya, pedagang harus berpakaian rapi dan bersih, serta menggunakan sepatu saat berjualan.
9. Menurut saya, sarapan itu penting.
10. Menurut saya, makanan pokok seperti nasi tidak penting.
11. Menurut saya, sarapan dapat memberikan energi untuk beraktivitas di sekolah.
12. Menurut saya pedagang tidak perlu memakai celemek saat menjajakan makanan.
13. Menurut saya, makan malam sebaiknya dua
porsi untuk menghindari rasa lapar.
14. Menurut saya, tidak perlu cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan setelah makan.
15. Menurut saya, makanan bergizi sudah pasti sehat.
C. Tindakan Gizi
Berilah tanda (√) yang anda mahukan.
No. Pertanyaan Ya Tidak
1. Saya makan sumber karbohidrat setiap hari.
2. Saya suka membeli makanan siap saji
3. Saya selalu membaca tanggal kadaluarsa pada makanan.
4. Saya makan sumber protein setiap hari.
5. Saya membeli bakso bakar karena bernilai gizi tinggi.
6. Saya membeli makanan jajanan karena tertarik pada hadiahnya.
7. Setiap hari saya makan buah-buahan.
8. Saya makan sayur setiap kali makan.
9. Saya minum susu dalam setiap hari.
10. Saya minum air putih delapan gelas setiap hari.
11. Setiap hari saya sarapan.
12. Saya mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah makan.
13. Saya mengetahui cara-cara mencuci tangan menggunakan sabun.
14. Saya membeli makanan yang dijual pedagang yang mempunyai kuku yang panjang.
15. Saya tidak membeli makanan yang dijual oleh pedagang di tempat yang kotor.
Lampiran H. Master Data
1 066656 A 11 Laki-laki Kurang Kurang Baik Menengah
2 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Dasar
3 066656 A 11 Perempuan Kurang Kurang Cukup Menengah
4 066656 A 12 Laki-laki Cukup Kurang Cukup Menengah
5 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Dasar
6 066656 A 11 Laki-laki Kurang Cukup Baik Menengah
7 066656 A 11 Perempuan Cukup Cukup Baik Dasar
8 066656 A 11 Laki-laki Cukup Kurang Baik Menengah
9 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Menengah
10 066656 A 11 Perempuan Cukup Baik Baik Tinggi
11 066656 A 11 Laki-laki Cukup Kurang Baik Menengah
12 066656 A 11 Perempuan Baik Kurang Baik Menengah
13 066656 A 10 Laki-laki Cukup Kurang Cukup Menengah
14 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Cukup Dasar
15 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Tinggi
16 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Menengah
17 066656 A 11 Perempuan Kurang Kurang Baik Dasar
18 066656 A 12 Laki-laki Cukup Baik Baik Menengah
19 066656 A 12 Perempuan Kurang Kurang Baik Menengah
20 066656 A 11 Laki-laki Kurang Kurang Cukup Menengah
21 066656 A 11 Laki-laki Kurang Kurang Cukup Menengah
22 066656 A 11 Perempuan Cukup Baik Baik Dasar
23 066656 A 12 Laki-laki Kurang Kurang Cukup Menengah
24 066656 A 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Tinggi
25 066656 A 12 Laki-laki Cukup Kurang Cukup Menengah
26 066656 A 11 Laki-laki Cukup Kurang Baik Menengah
27 066656 B 11 Laki-laki Cukup Cukup Baik Dasar
28 066656 B 12 Laki-laki Kurang Cukup Baik Dasar
29 066656 B 11 Perempuan Cukup Kurang Baik Dasar
30 066656 B 11 Laki-laki Kurang Kurang Cukup Menengah
31 066656 B 11 Laki-laki Kurang Kurang Baik Tinggi
32 066656 B 11 Laki-laki Kurang Cukup Cukup Dasar
33 066656 B 11 Laki-laki Cukup Kurang Cukup Dasar
33 066656 B 11 Laki-laki Cukup Kurang Cukup Dasar