• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tindakan Mitigasi Bencana

Dalam dokumen 01 Kunci Geografi 11b K-13 2017 (Halaman 36-39)

1) Berlindung di bawah meja atau tempat tidur. 2) Jauhi rak buku, lemari, dan jendela kaca. 3) Waspada terhadap langit-langit yang mungkin

runtuh dan benda yang tergantung di dinding. Saat berada di luar ruangan atau bangunan tindakannya sebagai berikut.

1) Jauhi bangunan tinggi.

2) Berusaha mencapai daerah terbuka yang cukup luas.

3) Jauhi rak-rak dan jendela kaca. 4.  Jawaban: d

Kesiapsiagaan adalah sikap yang ditunjukkan masyarakat dalam menghadapi bencana untuk meminimalisasi risiko akibat bencana. Kesiap-siagaan masyarakat dapat ditingkatkan melalui kegiatan simulasi bencana yaitu kegiatan yang memperagakan kejadian sesuai dengan kejadian sebenarnya. Saat bencana datang masyarakat dapat mempraktikkan pelatihan yang diperoleh ketika simulasi seperti evakuasi penduduk saat terjadi bencana serta pemulihan sarana dan prasarana dilakukan setelah terjadi bencana.

A. Pilihlah Ganda 

1.  Jawaban: c

Jika Anda berada di dalam ruangan saat ter- jadi gempa, langkah penyelamatan paling tepat adalah memutuskan arus listrik untuk mencegah kebakaran dan berlindung di bawah benda yang kuat. Langkah tersebut bertujuan mengurangi  jumlah korban luka-luka dan korban meninggal

akibat bencana. 2.  Jawaban: c

Secara klimatologis Indonesia memiliki iklim tropis. Unsur iklim seperti suhu dan tekanan udara dapat memengaruhi terjadinya angin puting beliung. Angin puting beliung terjadi akibat tekanan udara yang terlalu besar sehingga membentuk awancumulonimbus . Awan ini dapat menyebab-kan angin puting beliung dengan kecepatan 60–90 km/jam.

3.  Jawaban: b

Tindakan mitigasi gempa dapat dilakukan ketika berada dalam ruangan rumah atau gedung dan luar ruangan. Saat berada dalam ruangan, tindakan  3.  Jawaban:

Tsunami berawal dari gelombang laut yang timbul dari pusat gempa, kemudian merambat ke segala arah. Gelombang laut yang mendekat pantai akan semakin besar dan membentuk gelombang tsunami. Tsunami menghempas daerah pantai ke arah daratan. Kecepatan gelombang di tengah laut mencapai 500–1.000 km/jam dengan ketinggian hanya sekira 1 meter. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang menurun hingga sekira 30 km/jam. Akan tetapi, penurunan kecepatan gelombang menjadikan ketinggian gelombang bertambah hingga mencapai 30 meter. Tsunami dengan ketinggian puluhan meter menyapu dan merusak daerah pantai.

 4.  Jawaban:

Tanah longsor terjadi di daerah berlereng terjal dan berbatuan tidak stabil serta lingkungan yang rusak seperti lahan gundul akibat penebangan hutan. Peristiwa tanah longsor dipengaruhi curah hujan yang tinggi. Air hujan meresap ke dalam tanah dan membentuk bidang luncur sehingga lapisan tanah bagian atas mudah tergelincir atau longsor.

Faktor gravitasi membantu terjadinya tanah longsor di daerah yang berbatuan tidak stabil. Ketika terjadi tanah longsor, material batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran bergerak dan berpindah ke bawah lereng.

5.   Jawaban:

Perbedaan jenis-jenis kekeringan sebagai berikut. a. Kekeringan meteorologis disebabkan oleh tingkat curah hujan di bawah normal. Sebagai contoh, curah hujan di daerah A di atas 3.600 mm per tahun dan pada tahun ini hanya 1.240 mm setahun.

b. Kekeringan hidrologis disebabkan oleh pasokan air tanah rendah. Pasokan yang rendah dapat terjadi karena curah hujan di daerah tangkapan hujan berkurang atau air hujan tidak banyak terserap ke dalam tanah akibat perubahan lahan.

c. Kekeringan hidrotopografi disebabkan oleh perubahan muka air sungai dan topografi lahan. Muka air sungai yang menurun ber-pengaruh pada penurunan muka air tanah di sekitar sungai.

musibah, membentuk pusat pengendalian longsor, dan mencegah bencana sekunder seperti terjangkitnya wabah penyakit. Mitigasi pasca-bencana dapat dilakukan dengan mengupayakan pengembalian kawasan hutan lindung, relokasi penduduk, dan relokasi aliran sungai.

11.  Jawaban: a

Mitigasi bencana merupakan upaya pencegahan dampak yang ditimbulkan akibat becana. Mitigasi bencana terdiri atas tahapan atau siklus yaitu prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Setiap tahapan dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana. Oleh karena itu, pendidikan mitigasi bencana sangat diperlukan setiap lapisan masyarakat yang rentan dan berpotensi terkena dampak bencana.

12.  Jawaban: e

Penyelamatan dan evakuasi merupakan tindakan yang dilakukan setelah terjadi bencana. Upaya penyelamatan bencana dilakukan mulai dari diri sendiri. Selanjutnya, menyelamatkan korban lain setelah merasa aman dari bahaya bencana. Cara yang tepat melakukan penyelamatan kepada orang lain yaitu mengevakuasi masyarakat yang rentan terhadap bencana yaitu wanita hamil, anak-anak, dan orang tua.

13.  Jawaban: d

Prabencana merupakan tahap mitigasi yang dilakukan sebelum terjadi bencana. Pada tahap ini dilakukan upaya pencegahan sehingga bencana dapat diatasi. Sebagai contoh tindakan pra-bencana dalam menghadapi pra-bencana banjir. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir adalah mencegah pendangkalan sungai. Pendangkalan sungai berpotensi mengurangi kapasitas sungai dalam menampung kelebihan debit air saat musim hujan.

14.  Jawaban: d

Dampak yang ditimbulkan bencana meliputi dampak fisik dan psikologis. Dampak fisik ber-hubungan dengan kerusakan infrastruktur, kehilangan harta benda, dan korban jiwa. Sementara itu, dampak psikologis berhubungan dengan mental korban yang terkena dampak bencana. Bencana datang secara tiba-tiba sehingga membuat masyarakat panik dan trauma. Oleh karena itu, relawan dapat memberikan

trauma healing   kepada anak-anak dan korban lanjut usia. Aktivitas ini dapat dilakukan dengan cara membuat kelompok bermain, kelompok belajar, dan kegiatan kesenian. Upaya ini diharap-kan dapat meningkatdiharap-kan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana yang akan datang. 5.  Jawaban: d

Saat menghadapi gempa di dalam ruangan adalah bersikap tenang dan tanggap serta segera menyelamatkan diri. Tindakan yang paling tepat  jika menghadapi gempa yang terjadi di dekat pantai adalah segera keluar ruangan dan menuju daerah yang lebih tinggi untuk mengantisipasi jika terjadi gempa susulan dan tsunami.

6.  Jawaban: b

Tindakan yang dilakukan saat terjadi gempa sebagai berikut.

1) Jika berada di dalam gedung segera menuju luar ruangan dan mencari tempat yang lapang.

2) Jika berada di dekat pantai segera berlari menuju ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari datangnya tsunami.

3) Menghindari bangunan yang mudah roboh. 4) Membawa obat dan makanan yang telah

dipersiapkan guna mengantisipasi luka-luka dan kelaparan akibat keterlambatan pe-ngiriman logistik di barak pengungsian. 7.  Jawaban: e

Tindakan mitigasi yang dilakukan saat terjadi bencana ketika di luar ruangan yaitu tidak ber-lindung di bawah jembatan, menghindari benda yang mudah roboh atau beterbangan, dan bertiarap di tempat yang rendah.

8.  Jawaban: a

Gejala alam penyebab tanah longsor sebagai berikut.

1) Erosi oleh limpasan, aliran sungai, dan gelombang laut.

2) Lereng bebatuan dan tanah jenuh.

3) Getaran gempa meruntuhkan partikel batuan. 4) Getaran mesin atau bahan peledak.

9.  Jawaban: e

Tindakan yang dilakukan sebelum terjadi erupsi gunungapi yaitu mengetahui tanda-tanda terjadinya erupsi, merencanakan evakuasi korban bencana, membentuk kelompok atau komunitas bahaya bencana gunungapi, berkumpul di tempat yang aman, menyiapkan perlengkapan darurat seperti P3K, dan menghubungi pihak berwenang untuk penanggulangan bencana.

10.  Jawaban: d

Mitigasi bencana meliputi sebelum bencana, saat bencana, dan pascabencana. Sebelum bencana dapat dilakukan mitigasi seperti melakukan pemetaan kawasan daerah longsor, melakukan penyuluhan pencegahan longsor, dan melakukan perencanaan pengembangan sistem peringatan dini. Mitigasi yang dilakukan saat terjadi bencana

15.  Jawaban: a

Pembuatan jalur evakuasi bencana dilakukan sebelum terjadi bencana. Penentuan jalur evakuasi bertujuan memberikan keterangan jalur penyelamatan saat terjadi bencana. Jalur evakuasi mengarahkan masyarakat di sekitar kejadian bencana menuju titik kumpul atau lokasi evakuasi yang telah disepakati. Jalur evakuasi harus melewati jalur terpendek dan rute tercepat menuju titik kumpul sementara.

B. Uraian 

1.   Jawaban:

Tindakan yang harus dilakukan dalam menghadapi gempa saat berada di luar rumah sebagai berikut. a. Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, serta pohon tinggi yang mungkin bisa roboh. b. Berusaha mencapai daerah terbuka yang

cukup luas.

c. Jauhi rak-rak dan jendela kaca. 2.   Jawaban:

Tiga langkah tanggap tsunami yang perlu di-lakukan sebagai berikut.

 a. Tanggap gempa

1) Waspadai gempa yang kuat atau ber-langsung lama yang dapat memicu tsunami dalam waktu singkat.

2) Jauhi pantai dan tepi muara sungai serta cari informasi peristiwa yang terjadi. b. Tanggap peringatan dini tsunami

1) Dapatkan informasi peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui radio, televisi, internet, atau pengumuman dari pemerintah.

2) Apabila terdengar bunyi sirine, kentungan, atau peralatan lain yang sudah disepakati, segera evakuasi. c. Tanggap evakuasi

1) Setelah merasakan guncangan gempa atau menerima peringatan tsunami, segera lakukan evakuasi ke lokasi yang aman.

2) Ikuti jalur dan rambu-rambu evakuasi. 3) Apabila lokasi aman tidak diketahui,

larilah menjauhi pantai dan menuju tempat yang tinggi.

3.   Jawaban:

Mitigasi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi dampak banjir sebagai berikut.

a. Membersihkan sedimen dan saluran air. b. Mengetahui daerah rawan banjir melalui peta

daerah rawan bencana.

c. Menghindari pembangunan rumah di daerah kawasan bencana.

d. Tidak merusak sistem penyangga seperti hutan di daerah hulu.

e. Mempersiapkan alat evakuasi banjir. 4.   Jawaban:

Tindakan untuk meminimalisasi kerugian akibat bencana tanah longsor sebagai berikut.

a. Mengidentifikasi dan memetakan daerah rawan longsor.

b. Melakukan penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bencana akibat gerakan tanah.

c. Memantau daerah rawan longsor untuk mengetahui gerakan tanah dan mengamati gejala tanah longsor.

d. Mengembangkan manajemen mitigasi gerakan tanah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan mengajak partisipasi masyarakat.

e. Merencanakan pengembangan sistem peringatan dini di daerah rawan bencana. f. Mengelola lahan untuk budi daya tanaman

pertanian dan perkebunan yang sesuai dengan pelestarian lingkungan dan kestabilan lereng.

g. Menghindari pendirian bangunan di tepi lembah sungai terjal.

h. Menghindari penggalian di daerah bawah lereng terjal.

i. Menghindari pembuatan sawah baru atau kolam di daerah berlereng terjal.

 j. Menyebarluaskan informasi bencana gerakan tanah kepada masyarakat melalui berbagai media.

5.   Jawaban:

Tanda-tanda bahaya angin puting beliung antara lain:

a. langit gelap;

b. awan rendah, hitam, besar, dan sering ber-gerak berputar;

c. hujan es dengan butiran besar; serta d. terdengar suara gemuruh.

A. Pilihlah Ganda 

1.  Jawaban: d

Lempeng Indo-Australia menumbuk lempeng Eurasia di lepas pantai selatan Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Lempeng Pasifik menumbuk lempeng Eurasia di utara Papua dan Maluku Utara. Tumbukan antarlempeng memicu terjadil gempa di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung di Sumatra. Tumbukan lempeng Eurasia dan Indo-Australia menyebabkan gempa di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, tumbukan lempeng Pasifik dengan lempeng Eurasia menyebabkan gempa di wilayah utara Papua, Sulawesi, dan Maluku. 2.  Jawaban: c

Berdasarkan Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG), sebanyak 28 wilayah di Indonesia rawan tsunami. Wilayah yang dimaksud antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta bagian selatan, Jawa Timur bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen dan Fak-Fak di Papua, serta Balikpapan di Kalimantan Timur. Wilayah rawan tsunami biasanya berdekatan dengan jalur gempa.

3.  Jawaban: e

Dinamika litosfer seperti pergerakan lempeng tektonik dapat menyebabkan gempa di daerah subduksi atau daerah pertemuan lempeng. Arus konveksi merupakan dinamika litosfer yang memengaruhi aktivitas magmatis yang me-nyebabkan letusan gunungapi.

4.  Jawaban: e

Jawa adalah pulau yang paling rawan terkena semua jenis bencana alam yang umum terjadi di Indonesia yaitu tsunami, gempa, banjir, angin puting beliung, kekeringan, tanah longsor, erupsi gunungapi, serta kebakaran hutan. Sekira 42 juta  jiwa di Jawa Barat (tertinggi di Indonesia), 37 juta  jiwa di Jawa Tengah, dan 32 juta jiwa terpapar risiko gempa. Padatnya penduduk di Jawa menyebabkan risiko dampak bencana di Jawa

paling tinggi. Lebih dari separuh (58%) dari total 237,6 juta penduduk Indonesia bermukim di Pulau Jawa.

5.  Jawaban: d

Indonesia terletak di antara tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Letak geologi ini mengakibatkan Indonesia memiliki kondisi geologi yang labil karena pergerakan lempeng-lempeng tektonik tersebut yang memungkinkan terjadinya tumbukan maupun pergeseran satu dengan yang lain. Itulah yang menyebabkan wilayah Indonesia rawan gempa. 6.  Jawaban: e

Lempeng-lempeng tektonik penyusun kulit Bumi secara perlahan saling mendorong, bertumbukan, dan menjauh. Wilayah Indonesia berdekatan dengan lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Eurasia. Gerakan saling menumbuk dari ketiga lempeng memicu gempa dan tsunami. Wilayah Indonesia dikelilingi jalur tumbukan lempeng tektonik sehingga rawan bencana gempa dan tsunami.

7.  Jawaban: c

Wilayah pantai lebih rentan terkena gelombang tsunami daripada wilayah tengah laut. Perbedaan tingkat kerentanan ini disebabkan karakteristik gelombang tsunami. Semakin dangkal dasar lauat ke arah pantai, gelombang tsunami semakin lambat, tetapi ketinggiannya semakin meningkat hingga puluhan meter. Gelombang tsunami yang besar akan merusak wilayah pantai. Banyak bangunan rusak dan korban jiwa di wilayah pantai akibat terjangan tsunami.

8.  Jawaban: b

Kondisi vulkanis, topografis, dan klimatologis Indonesia menyebabkan wilayah Indonesia ber-potensi atau rawan bencana alam. Terbentuknya  jalur vulkanik menyebabkan wilayah Indonesia rawan erupsi gunungapi. Topografi perbukitan atau pegunungan yang curam berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Curah hujan yang tinggi menyebabkan wilayah Indonesia rawan bencana banjir.

9.  Jawaban: e

Indonesia terletak di perbatasan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo–Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Lempeng Indo– Australia bergerak ke utara menumbuk lempeng

Dalam dokumen 01 Kunci Geografi 11b K-13 2017 (Halaman 36-39)

Dokumen terkait