• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.3 Gambaran Umum Responden

4.3.7 Tindakan Responden

Distribusi berdasarkan tindakan responden dalam pemberian PASI/susu formula dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.

Tabel 4.20 Distribusi Tindakan Responden dalam Pemberian PASI/susu

formula di Desa Bukit Jengkol Tahun 2007.

No Tindakan Jumlah %

1. Baik 6* 17,6

2. Tidak baik 28 82,4

Jumlah 34 100,0

* Dari 6 responden, 1 responden/ibu menyusui ASI tidak ada.

46

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

Dari tabel 4.20 dapat dilihat bahwa tindakan ibu menyusui di Desa Bukit Jengkol adalah sebagian besar tidak baik sebanyak 28 orang (82,4%) dan hanya 6 orang yang baik (17,6%) dimana 5 orang memberikan ASI dan 1 orang memberikan PASI dengan alasan ASI tidak ada.

47

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

BAB V PEMBAHASAN 4.1 Jenis, Bentuk dan Sumber Promosi PASI

Promosi sebagai sebuah istilah pemasaran yang merupakan upaya-upaya suatu perusahaan untuk mempengaruhi para calon pembeli supaya mereka mau membeli (Winardi, 1992). Sedangkan PASI adalah setiap bahan makanan yang di pasarkan atau dengan cara lain dipandang sebagai pengganti untuk sebagian atau seluruhnya dari ASI (Dinkes, 2006). Sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi PASI adalah upaya-upaya suatu perusahaan untuk mempengaruhi calon pembeli supaya mereka mau membeli bahan makanan yang di pasarkan sebagai pengganti untuk sebagian atau seluruhnya dari ASI.

Jenis promosi terdiri dari pengiklanan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), publisitas, dan promosi penjualan (sales promotion). Namun jenis promosi yang ada dalam masyarakat dan lebih banyak dijumpai adalah jenis promosi pengiklanan (advertising) dan penjualan tatap muka (personal selling).

Pengiklanan merupakan sebuah bentuk komunikasi non personal yang harus diberikan imbalan (pembayaran) tentang sebuah organisasi atau produk-produknya yang ditransmisi kepada sebuah audiensi sasaran dengan bantuan sebuah media massa. Pengiklanan (advertising) merupakan metode promosi yang teramat efisien dipandang dari sudut biaya, karena ia dapat menjangkau sejumlah besar orang, memungkinkan pihak yang mengiklankan mengulangi pesan yang bersangkutan

48

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

berulang kali, pengiklanan dapat menimbulkan pengaruh baik atas citra umum perusahaan yang bersangkutan (Winardi, 1992).

Penjualan tatap muka merupakan sebuah proses, dimana para pelanggan diberi informasi dan kemudian mereka dipersuasi untuk membeli produk-produk melalui komunikasi secara personal dalam suatu situasi pertukaran. Pengiklanan merupakan komunikasi non personal, yang mengharuskan adanya pembayaran tertentu, yang ditujukan kepada audiensi yang relatif besar dibandingkan dengan cara pengiklanan, tetapi penjualan tatap muka mempunyai dampak lebih besar atas para pelanggan. Di samping itu, penjualan tatap muka, juga menghasilkan feedback segera, yang memungkinkan para pemasar menyesuaikan pesan mereka guna memperbaiki komunikasi (Winardi, 1992).

Menurut Siswono (2001), sumber informasi promosi PASI adalah petugas kesehatan yang meliputi dokter, dan bidan/perawat. Sedangkan sumber informasi promosi PASI yang berasal dari non petugas kesehatan adalah media massa yang juga berperan dalam memperkenalkan susu formula kepada ibu menyusui.

Bentuk promosi PASI biasanya berbentuk sampel susu gratis yang diberikan kepada ibu menyusui, KMS bayi yang mencantumkan merk produk susu tertentu serta poster/kalender yang berisi pesan produk susu yang sengaja dipasang di dinding yang dapat dilihat (Siswono, 2001).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis promosi PASI yang ada di Desa Bukit Jengkol adalah penjualan tatap muka oleh petugas kesehatan.

49

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

Dimana petugas kesehatan mempromosikan susu formula kepada ibu pada saat kunjungan pemeriksaan kehamilan sebanyak 14.7%, pada saat posyandu sebanyak 38.2%, pada saat pemeriksaan kesehatan (anak sakit) sebanyak 5.9%, dan pada saat ibu melahirkan sebanyak 41.2%. Hal ini disebabkan sebagian petugas kesehatan (bidan) ada yang memang menjual susu formula kepada ibu melahirkan dan sebagian petugas yang lain tidak (hanya sebagai media promosi). Petugas kesehatan yang lain hanya bertugas untuk mempromosikan susu formula/PASI kepada ibu menyusui pada saat posyandu/saat ibu memeriksakan anaknya dan pada saat pemeriksaan kehamilan.

Untuk bentuk promosi susu formula/PASI oleh petugas kesehatan sendiri adalah sampel susu gratis sebanyak 44.1% dan susu formula yang diberikan petugas kesehatan kepada ibu yang melahirkan sebanyak 55.9%. Sedangkan bentuk promosi yang lain adalah iklan di televise. Dimana ibu menyusui sebanyak 85.3% mengatakan sumber informasi susu formula juga mereka dapatkan dari media televise, dan ada 14.7% hanya dari petugas kesehatan dan kerabat/keluarga karena tidak memiliki televisi dirumahnya. Namun, baik bentuk maupun sumber informasi yang ada di televisi tidak sepenuhnya mendorong ibu menyusui untuk menggunakan PASI karena ada ibu yang mengatakan tidak tertarik dengan iklan susu formula sebanyak 62.1% dan yang tertarik iklan susu formula hanya 37.9%. Ketertarikan tersebut terhadap susu formula/PASI karena alasan pesan iklan sebanyak 37.9%. Sedangkan yang tidak tertarik sebanyak 18 orang 62.1% karena alasan susu formula yang ditayangkan

50

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

ditelevisi harganya sangat mahal untuk mereka beli. Mereka mendapatkan sumber informasi susu formula/PASI yang murah dan terjangkau dari petugas kesehatan.

Sumber informasi promosi susu formula yang paling berpengaruh adalah petugas kesehatan kerena seluruh ibu menyusui mengatakan setuju bahwa promosi susu formula dilakukan disarana kesehatan seperti puskesmas karena alasan pemberian sampel susu gratis yang mereka dapatkan setiap dilakukan posyandu.

4.2 Pengetahuan

Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Hal ini terjadi melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan manusia sebahagian besar diperoleh melalui mata dan telinga (No toatmodjo, 1993). Apabila penerimaan perilaku baru di dasari oleh pengetahuan, kesadaran dan sikap positif maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng (long lasting). Sebaliknya perilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka tidak akan berlangsung lama (Notoatmodjo, 1993).

Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan ibu menyusui tentang PASI di Desa Bukit Jengkol bervariasi. Pengetahuan baik sebanyak 20.6%, pengetahuan cukup 32.4% dan pengetahuan kurang sebanyak 47.1%. Perbedaan tingkat pengetahuan ini dilatar belakangi oleh tingkat pendidikan responden, dimana sebagian besar tingkat SMP ke bawah. Tingkat pengetahuan cenderung berhubungan dengan tingkat

51

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik tingkat pengetahuan karena responden akan mudah menerima dan mengerti informasi yang diberikan. Menurut Notoatmodjo (1993) pengetahuan seseorang sangat ditentukan oleh informasi yang di dapat oleh orang tersebut.

4.3 Sikap

Sikap adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu sistem, ras atau objek. Newcom, salah seorang ahli psikologi social, menyatakan bahwa sikap itu merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan pelaksana motif tertentu. Sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktivitas, akan tetapi adalah merupakan pre-disposisi suatu perilaku. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung bagaimana pendapat atau pernyataan responden terhadap suatu objek (sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju) (Soekidjo, 1993).

Berdasarkan hasil penelitian sikap ibu menyusui terhadap PASI di Desa Bukit Jengkol sebagian besar tergolong kurang sehingga banyak ibu yang memberikan susu formula kepada bayi baik sejak lahir atau pada umur 1 bulan. Sikap baik hanya 23.5%, sikap cukup 29.4% dan sikap kurang sebanyak 47.1%. Pemberian PASI/Susu Formula tersebut dilatar belakangi oleh pekerjaan ibu yang dalam hal ini banyak bekerja sebagai wiraswasta dan sebagian kecil bekerja sebagai PNS dan juga karena

52

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

produksi ASI kurang sehingga para ibu menggunakan susu formula sebagai pengganti atau pelengkap ASI.

4.4Tindakan

Suatu sikap belum tentu secara otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behavior). Untuk mewujudkan sikap agar menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain adanya fasilitas, faktor dukungan (support) dari pihak lain. Pengukuran perilaku dapat dilakukan secara tidak langsung dengan cara wawancara terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Pengukuran juga dapat dilakukan secara langsung, yakni dengan mengobservasi tindakan responden (Notoatmodjo, 1993).

Berdasarkan beberapa aturan-aturan promosi pemasaran PASI yang ada antara lain menyatakan bahwa beriklan PASI (produk yang dipasarkan atau dinyatakan untuk pengganti ASI), memberi sample atau pasokan gratis atau harga diskon, promosi produk PASI di atau melalui sarana kesehatan, dan kontak antara petugas promosi PASI dengan ibu atau petugas kesehatan yang digaji perusahaan untuk menghubungi dan memberikan nasehat pada ibu dilarang untuk dilakukan. Aturan-aturan promosi ini terdapat dalam Kode Internasional yang bertujuan untuk menghambat pemasaran yang cerdik/terselubung dan pemberian informasi yang keliru pada petugas kesehatan, ibu dan keluarga (Dinkes, 2006).

53

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan ibu menyusui dalam menggunakan PASI di Desa Bukit Jengkol sebagian besar tidak baik 82.4% dan hanya 17.6% tindakan ibu menyusui baik.

Pemberian PASI/Susu Formula oleh ibu menyusui kepada bayi umur 0-6 bulan juga tidak terlepas dari promosi PASI/Susu Formula yang dilakukan petugas kesehatan (bidan), dimana petugas kesehatan menganjurkan PASI kepada ibu pada saat melahirkan, dan juga pada saat posyandu sehingga dengan adanya anjuran bidan (petugas kesehatan) ini turut mendukung ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan. Hasil ini sesuai dengan penelitian di Bogor tahun 2001 dimana 18.7% dari ibu yang dianjurkan oleh petugas kesehatan memberi susu formula pada bayi minggu pertama setelah kelahiran (Depkes, 2005).

54

Santi Marlina Togatorop : Tinjauan Promosi Dan Perilaku Penggunaan Pasi Pada Ibu Menyusui Di Desa…, 2007 USU e-Repository © 2008

BAB VI

Dokumen terkait