• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINDAKAN SEBELUM BENCANA TERJADI

DAN BADAI

BAB 1 TINDAKAN SEBELUM BENCANA TERJADI

{ Secara umum, tingkat risiko/dampak kerusakan yang akan ditimbulkan oleh bencana hujan dan badai dapat diperkirakan sebelumnya dengan menganalisa data-data meteorologi & hidrologi. Oleh karena itu, tindakan menghadapinya sebelum bencana itu terjadi, termasuk penyampaian informasi, pemanduan evakuasi yang benar, dan tindakan pencegahan kerusakan, sangatlah penting untuk dilakukan.

1.1 Menyebarkan Informasi Peringatan Bencana Hujan dan Badai

Organisasi

yang bertanggung jawab:

DEPDAGRI, Dept. PU, POLRI, BMG, Prop. , Kab. & Kota

Organisasi terkait

DEPKOMINFO, BNPB, TNI, BPPT, RRI & TVRI, KKoran Harian HARIAN, Organisasi Masyarakat Setempat

{ BMG bekerjasama dengan media massa & lembaga terkait lainnya akan menyebarkan informasi kepada para penduduk mengenai kondisi meteorologi seperti angin dan curah hujan, peringatan bencana, dan berbagai informasi tambahan lainnya, seandainya ada kemungkinan akan terjadi bencana.

{ BMG berupaya menyediakan informasi prakiraan curah hujan seperti prakiraan curah hujan untuk periode singkat, guna membantu tindakan pertama melawan banjir.

{ BMG berupaya menyediakan informasi mengenai kemungkinan terjadinya angin kencang dan topan, agar dampak kerusakan yang diakibatkannya dapat di minimalisir.

{ Pemerintah pusat (BMG, Dep. PU, TNI AL) dan pemerintah daerah mengumpulkan data-data tentang kondisi kemungkinan terjadinya banjir dan laut pasang, yang bisa mengakibatkan kerusakan. Jika hal ini diperkirakan akan terjadi, mereka dengan segera menyampaikan informasi ini kepada penduduk melalui lembaga-lembaga terkait, media massa dan lain-lain. Mereka juga akan berupaya menjangkau semua orang, dan menyebarkan informasi yang mudah dipahami semua orang termasuk kelompok rentan bencana seperti kaum manula, ibu hamil, orang cacat dan sebagainya.

{ Dep. PU dan pemerintah tingkat propinsi mengirim peringatan banjir ke badan-badan pengendali banjir, jika diperlukan, untuk melaksanakan kegiatan penanganan banjir (jika kemungkinan akan terjadi banjir). Berdasarkan peringatan ini, organisasi masyarakat untuk penanggulangan bencana, TNI, dan organisasi lainnya akan memulai mobilisasi untuk persiapan menghadapi banjir.

{ Untuk sungai yang memiliki DAS (Daerah Aliran Sungai) yang sangat besar (melebihi 2 propinsi) dan yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada ekonomi nasional apabila terjadi banjir, BMG bersama Dep. PU akan memberitahu gubernur daerah yang bersangkutan mengenai situasi/peringatan yang berisi 1) ketinggian/debit air, saat banjir akan segera terjadi, 2) ketinggian/debit air atau area yang akan terkena banjir serta ketingginya, setelah banjir terjadi. Mereka juga akan mengabarkan kepada warga, bekerja sama dengan media massa, jika dibutuhkan. Setelah itu, jika gubernur sudah menerima informasi/peringatan tersebut, mereka akan segera memberikan instruksi kepada badan penanggulangan banjir dan badan pengendali tingkat ketinggian air, disesuaikan dengan rencana penanggulangan banjir yang sudah ada.

{ BMG bersama pemerintah propinsi akan segera mengabarkan badan penanggulangan banjir dan badan pengendali tingkat ketinggian air mengenai situasi/peringatan mengenai ketinggian air, saat banjir akan terjadi di sungai dengan DAS yang lebar, yang dapat menyebabkan kerusakan parah. Mereka juga akan mengabarkan warga dengan bekerja sama dengan media massa, jika dibutuhkan.

{ BMG bersama pemerintah propinsi akan berupaya menyiapkan dan mengumumkan informasi peringatan bencana sedimen, dan mengabarkan hal tersebut kepada kepala pemerintah kabupaten dan kota. Ini agar mereka dapat memikirkan tindakan penanggulangan bencana dan/atau memberikan perintah evakuasi ke penduduk, saat risiko akibat bencana meningkat karena hujan lebat. Selain itu, Dep. PU dan BMG mendukung pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem peringatan dan sistem evakuasi, berdasarkan informasi mengenai kemungkingan adanya bencana sedimen.

1.2 Memandu Pelaksanaan Evakuasi Penduduk

Organisasi

yang bertanggung jawab: TNI, POLRI, BASARNAS, Prop. , Kab. & Kota

Organisasi terkait BNPB, BASARNAS, Organisasi Masyarakat

Setempat

{ Jika bencana hujan dan badai akan segera terjadi, pemerintah daerah akan memperhatikan dengan serius data-data meteorologi dan informasi terkait lainnya, bekerja sama dengan pihak pengelola sungai, organisasi masyarakat untuk penanggulangan bancana, dan organisasi lainnya, untuk memberikan peringatan di area rentan banjir dan bencana sedimen. Jika ada tanda-tanda bahaya, maka pemerintah daerah akan menyediakan informasi untuk

persiapan evakuasi, pengarahan evakuasi, dan perintah evakuasi kepada penduduk, serta memandu mereka dalam proses evakuasi.

{ Jika bencana akan segara terjadi, pemerintah daerah akan membuat lokasi pengungsian dan mengabarkan penduduk mengenai hal ini. Dan jika dibutuhkan tambahan tempat, dengan persetujuan pengelola, fasilitas dan bangunan lain akan dirubah menjadi lokasi pengungsian sementara.

{ Untuk penyampaian perintah evakuasi dan informasi lainnya kepada penduduk, pemerintah daerah akan berupaya menyampaikannya dengan cepat dan tepat di wilayah yang bersangkutan, dengan menggunakan berbagai alat komunikasi yang dapat diandalkan seperti radio komunikasi untuk penanggulangan bencana bagi pemerintah kabupaten dan kota. { Untuk panduan evakuasi, pemerintah daerah akan berupaya menyediakan informasi

termasuk untuk lokasi pengungsian, jalur evakuasi, wilayah banjir, area berisiko bencana sedimen, penjelasan tentang bencana secara umum, dan lainnya.

{ Evakuasi dengan helikopter dan kapal akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

{ Pemerintah daerah akan mempertimbankan kepentingan kelompok rentan bencana pada saat menyampaikan informasi, memandu evakuasi, dan memastikan keamanan penduduk. { Untuk pembatalan perintah evakuasi dan lainnya, pemerintah daerah harus berupaya

memastikan adanya kepastian jaminan keamanan terlebih dahulu.

1.3 Tindakan Pencegahan Kerusakan Akibat Bencana

Organisasi

yang bertanggung jawab: Dept. PU, Kab. & Kota

Organisasi terkait DEPHUT, TNI, POLRI. Prop. , Organisasi

Masyarakat Setempat

{ Badan penanggulangan banjir akan mengamati tanggul-tanggul sungai dan fasilitas sungai lainnya berdasarkan rencana penanggulangan banjir, dan melakukan kegiatan penanggulangan sebagai bagian dari tindakan tanggap darurat, di tempat-tempat yang dianggap berbahaya dan banjirnya sulit dikendalikan.

{ Pengelola sungai, pengelola pantai, dan pengelola fasilitas irigasi pertanian akan mengoperasikan waduk, bendungan, pintu air, dan lainnya, jika banjir atau gelombang pasang akan segera melanda. Mereka akan menyampaikan informasi yang relevan kepada pemerintah kabupaten/kota dan polisi, serta terus mengabarkan para penduduk, jika

informasi tersebut dianggap diperlukan untuk menghindari kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas mereka.

{ Agar dapat melaksanakan kegiatan penanggulangan banjir secara cepat, organisasi masyarakat untuk penanggulangan bencana dan TNI, bekerja sama dengan badan pengelola sungai dan pemerintah daerah, akan menentukan lokasi yang paling membutuhkan penanganan banjir, jika dibutuhkan. Setelah itu, mereka akan melarang akses ke wilayah itu dan memerintahkan agar wilayah itu dikosongkan, kecuali bagi mereka yang terlibat dalam kegiatan penanganan banjir.

BAB 2 MENGAMANKAN SISTEM PENGUMPULAN DAN