• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Tindakan yang Dilakukan

Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Mei 2011 tentang materi permintaan dan penawaran. Pada pertemuan pertama yaitu pada tanggal 11 Mei 2011 membahas tentang materi permintaan yaitu tentang pengertian permintaan, bunyi hukum permintaan, faktor-faktor permintaan dan kurva permintaan. Sedangkan pada pertemuan kedua yaitu pada tanggal 12 Mei 2011 membahas tentang penawaran yaitu tentang pengertian penawaran, bunyi hukum penawaran, faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan kurva penawaran.

1) Tahap Perencanaan

Berdasarkan seluruh informasi yang telah diperoleh, peneliti melakukan beberapa kegiatan dalam proses perencanaan penelitian. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), menentukan konsep pembahasan, membuat kartu pertanyaan, menyusun Lembar Kegiatan Siswa (LKS), membuat format observasi pembelajaran serta meningkatkan pemahaman siswa sebesar 75%.

2) Tahap Pelaksanaan Tindakan

Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 11 dan 12 Mei 2011 dan tindakan selanjutnya adalah melaksanakan prosedur yang telah disusun sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Tindakan Siklus I

No. Tahapan Tindakan Siswa

1. Preview Meminta siswa untuk memperhatikan judul dan topik utama, membaca tinjauan umum rangkuman dan bacaan tersebut akan membahas tentang apa. Setelah itu penjelasan secara singkattentang materi permintaan yang bertujuan untuk memotivasi siswa untuk bertanya.

a.Siswa memperhatikan topik utama materi yang dipelajari. b.Siswa memotivasi dengan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. c.Siswa mendengarkan, mencatat dan menyimak penjelasan dari guru. 2. Question Membagikan kartu pertanyaan kepada

siswa dan mengisinya dengan pertanyaan yang mereka ajukan.

Siswa membuat pertanyaan.

3. Read Guru meminta siswa untuk membaca wacana yang berisikan materi pembelajaran

Siswa membaca.

4. Reflect Guru meminta siswa untuk merefleksikan wacana yang sudah mereka baca dengan mengerjakan pertanyaan yang tersedia pada lembar kegiatan pembelajaran.

Siswa mengerjakan dan berdiskusi dengan teman.

5. Recite Guru melakukan tanya jawab keseluruh siswa.

Siswa melakukan tanya jawab dengan guru dan teman sebangku.

6. Review Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang sudah

Siswa bersama dengan guru bersama-sama

diberikan dengan Tanya jawab interaktif.

menyimpulkan materi.

Berdasarkan tabel 4. 1 tindakan yang dilakukan pada siklus I adalah optimalisasi tindakan metode PQ4R yang akan dilakukan pada siklus I. Agar siswa dapat terbiasa menerapkan metode PQ4R (Preview, Queston, Read, Reflect, Recite, Review) hendaknya guru mengarahkan langsung metode PQ4R tersebut dengan baik dan benar.

3) Tahap Pengamatan (Observasi) a. Tahap Proses

Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh dari lembar observasi dan catatan lapangan dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPS dengan menggunakan metode pembelajaran PQ4R pada siklus I masih kurang kondusif dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan tahapan-tahapan pada metode PQ4R kurang dapat diikuti oleh sebagian besar siswa. Banyak siswa yang nampak masih bingung dan kurang memahami tahapan-tahapan pada metode PQ4R. Hal tersebut berakibat pada aktivitas siswa yang lebih banyak mengobrol, bercanda dan tidak focus pada pelajaran. (Lampiran 5 dan 6).

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan secara rendom kepada sepuluh siswa diperoleh data bahwa sebagian besar siswa merasa kebingungan melakukan tahapan-tahapan pada metode PQ4R pada siklus I.Hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dan merasa asing dengan tahapan-tahapan pada metode PQ4R yang meliputi tahap preview (membaca sekilas), question (membuat pertanyaan),

read (membaca), reflect (menjawab pertanyaan), recite (meringkas) dan review

(menyimpulkan). Meskipun demikian sebagian besar siswa merasa senang karena mendapatkan metode belajar baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. (Lampiran 7).

b. Hasil Belajar Siswa

Tabel 4. 2 Perolehan Nilai Pretes Siklus I

Nilai Frekuensi Presentase

20 - 26 6 15, 8% 27 - 33 6 15, 8% 34 - 40 7 18, 4 41 - 47 3 7, 9% 48 - 54 2 5, 3% 55 – 61 4 10, 5% 62 – 68 10 26, 3% 69 – 75 0 0 Jumlah 38 100 ΣX 1698 Rata-rata 44, 7

Berdasarkan tabel 4. 4 dapat diketahui bahwa rata-rata hasil pretes siklus I terhadap 38 siswa adalah 44, 7 dengan nilai tertinggi 67 dan nilai terendah 20. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 10 siswa.yaitu sekitar 26, 3% ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada tahap awal masih sangat rendah.

Tabel 4. 3 Perolehan Nilai Postes Siklus I

Nilai Frekuensi Presentase

60 – 66 5 13, 2% 67 – 73 8 21, 0% 74 – 80 13 34, 2% 81 – 87 6 15, 8% 88 – 94 6 15, 8% Jumlah 38 100 ΣX 2986 Rata-rata 78, 6

Berdasarkan tabel 4. 5 dapat diketahui bahwa rata-rata hasil postes siklus I terhadap 38 siswa adalah 78,6 dengan nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 60. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 33 siswa.yaitu sekitar 86, 8% ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa sudah mengalami peningkatan. Jika dihitung menggunakan rumusan N- Gain kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 0, 6 atau masuk ke dalam kategori sedang. Yang semula nilai rata-rata pretes 44, 7 menjadi 78, 6.

4) Tahap Refleksi

Berdasarkan pengamatan selama penelitian siklus I diperoleh keterangan bahwa pembelajaran IPS di kelas VIII.1 masih belum efektif. Hal tersebut dapat terlihat dari masih adanya siswa yang masih bingung dan belum terbiasa menggunakan metode PQ4R dan proses pembelajaran di kelas masih pasif sehingga pembelajaran masih berpusat pada guru. Kurangnya kesiapan siswa menerima pembelajaran juga menjadi kendala untuk menciptakan pembelajaran yang efektif.

Soal yang digunakan pada pretest dan posttest siklus I dan siklus II dibuat sama yaitu 15 soal pretest dan 15 soal posttest. Soal yang digunakan pada siklus I meliputi soal permintaan dan soal penawaran sedangkan soal yang digunakan pada siklus II meliputi soal harga pasar dalam permintaan dan penawaran.

Nilai rata-rata untuk pretes pada siklus I adalah 44, 7. nilai rata-rata tersebut masih di bawah KKM, hanya 10 siswa yang mencapai nilai di atas KKM atau sekitar 26, 3% dari jumlah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada tahap awal masih rendah. Setelah dilakukan postest pada akhir siklus data yang diperoleh adalah nilai rata-rata hasil postes siklus I adalah 78,6 dengan nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 60. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 33 siswa.yaitu sekitar 86, 8% ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa sudah mengalami peningkatan. Jika dihitung menggunakan rumusan N- Gain kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 0, 6 atau masuk ke dalam kategori sedang. Yang semula nilai

rata-rata pretes 44, 7 menjadi 78, 6. Tetapi nilai postes pada siklus I belum mencapai 100%. Berarti siklus harus dilanjutkan kembali karena belum mencapai indikator ketuntasan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan tindakan sebagai berikut:

Tabel 4. 4 Tindakan Perbaikan Siklus 1

No. Tahapan Perbaikan

1. Preview

Guru akan lebih mengkondisikan siswa dan mengoptimalkan waktu agar tidak terbuang sia-sia hanya untuk menegur siswa yang mengobrol.

2. Question Guru akan lebih mengontrol dan mengkondsikan tiap

siswa agar lebih efektif dalam membuat pertanyaan.

3. Read Guru akan mengontrol dan mengkondisikan tiap siswa

agar lebih aktif lagi dan focus dalam membaca wacana.

4. Reflect

Guru menyeleksi kembali soal-soal yang perlu dan tidak perlu dipergunakan agar siswa dapat mengoptimalkan waktu seefektif mungkin.

5. Recite Guru lebih tegas dalam mengkondisikan siswa agar

proses tanya jawab lebih teratur.

6. Review

Guru harus menggunakan waktu seefektif mugkin untuk memberikan kesimpulan.

5) Keputusan

Berdasarkan hasil refleksi siklus I diperoleh data bahwa pemahaman dan kemampuan psikomotorik siswa dalam memahami materi permintaan dan penawaran belum mencapai kriteria yang diharapkan. Oleh karena itu dilaksanakan perbaikan tindakan pembelajaran yang telah dilakukan pada siklus I sehingga perlu dilanjutkan ke tindakan pembelajaran pada siklus II. Perbaikan yang dilakukan meliputi:

1. Tahap perencanaan: membuat hand out wacana yang lebih bervariatif lagi dengan memberikan penjelasan-penjelasan yang mudah dimengerti, contoh- contoh yang muudah dipahami serta mencantumkan gambar-gambar yang terkait dengan materi.

2. Tahap tindakan: melakukan tahapan-tahapan PQ4R yang dimodifikasi dengan strategi pembelajaran yang mengaktifkan siswa, seperti game dan kuis.

2. Siklus 2

Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 19 dan 26 Mei 2011 tentang materi Harga Pasar atau Harga Kesimbangan. Pada pertemuan pertama yaitu pada tanggal 18 Mei 2011 yaitu membahas tentang pengertian harga dan proses terbentuknya harga pasar. Sedangkan pada pertemuan kedua yaitu pada tanggal 19 Mei 2011 yaitu membahas tentang macam-macam harga serta hubungan antara permintaan dan penawaran dengan terbentuknya harga keseimbangan.

1) Tahap Perencanaan

Perencanaan yang akan dilaksanakan pada siklus II berdasarkan refleksi pada siklus I.

2) Tahap Pelaksanaan Tindakan

Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 19 dan 26 Mei 2011 dan tindakan selanjutnya adalah melaksanakan prosedur yang telah disusun sebagai berikut:

Tabel 4. 5 Tindakan Siklus II

No. Tahapan Tindakan Siswa

1. Preview Meminta siswa untuk memperhatikan judul dan topik utama, membaca tinjauan umum rangkuman dan bacaan tersebut akan membahas tentang apa. Setelah itu penjelasan secara singkattentang materi permintaan yang bertujuan untuk memotivasi siswa untuk bertanya.

a. Siswa memperhatikan topik utama materi yang dipelajari. b.Siswa memotivasi dengan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari. c. Siswa mendengarkan, mencatat dan

menyimak penjelasan dari guru.

2. Question Membagikan kartu pertanyaan kepada siswa dan mengisinya dengan pertanyaan yang mereka ajukan.

Siswa membuat pertanyaan.

3. Read Guru meminta siswa untuk membaca wacana yang berisikan materi pembelajaran

Siswa membaca.

4. Reflect Guru meminta siswa untuk merefleksikan wacana yang sudah mereka baca dengan mengerjakan pertanyaan yang tersedia pada lembar kegiatan pembelajaran.

Siswa mengerjakan dan berdiskusi dengan teman.

5. Recite Guru melakukan tanya jawab keseluruh siswa.

Siswa melakukan tanya jawab dengan guru dan teman sebangku.

6. Review Bersama-sama dengan siswa menyimpulkan materi yang sudah diberikan dengan tanya jawab interaktif.

Siswa bersama dengan guru bersama-sama menyimpulkan materi.

Berdasarkan tabel 4. 6 tindakan yang dilakukan pada siklus II diharapkan mendapatkan hasil yang optimal. Siswa akan mulai terbiasa menerapkan PQ4R

(Preview, Queston, Read, Reflect, Recite, Review).

3) Tahap Pengamatan (Observasi) a. Tahap Proses

Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh dari lembar observasi dan catatan lapangan dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran IPS dengan

menggunakan metode pembelajaran PQ4R pada siklus II sudah mulai kondusif dan efisien dibandingkan pada siklus I. Hal ini terlihat dari lebih dari 50 % siswa mengikuti tahapan-tahapan dalam metode PQ4R dan suasana pembelajaran dengan menerapkan metode PQ4R sudah optimal. Siswa nampak fokus pada pelajaran dan sudah tidak ada lagi siswa yang mengbrol dan bercanda. Semuanya nampak fokus mengikuti tahapan-tahapan pada metode PQ4R. (Lampiran 5 dan 6).

Berdasarkan hasil wawancara dengan sepuluh siswa pada siklus II diperoleh data bahwa siswa merasa senang dengan penerapan metode PQ4R. Pada siklus II ini siswa mulai terbiasa dengan tahapan-tahapan pada metode PQ4R sehingga penerapan metode PQ4R pada siklus II lebih optimal. Dapat diketahui juga bahwa sebagian besar siswa mulai terbiasa dan menyukai metode PQ4R (Preview, Queston, Read, Reflect, Recite, Review). Dengan pembelajaran PQ4R siswa termotivasi untuk memperhatikan penjelasan dari guru dan terbiasa untuk membaca wacana sehingga siswa fokus dalam mengerjakan pertanyaan yang diberikan dan berusa secara individu tidak tergantung pada orang lain. (Lampiran 7).

b. Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil pretes pada siklus II diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4. 6 Perolehan Nilai Pretes Siklus II

Nilai Frekuensi Presentase

20 – 26 4 10, 5% 27 – 33 2 5, 3% 34 – 40 0 0 41 - 47 3 7, 9% 48 – 54 3 7, 9% 55 – 61 4 10, 5% 62 – 68 5 13, 2% 69 – 75 17 44, 7% Jumlah 38 100 ΣX 2262 Rata-rata 59, 5

Berdasarkan tabel 4. 10 dapat diketahui bahwa rata-rata hasil pretes siklus II terhadap 38 siswa adalah 59, 5 dengan nilai tertinggi 73 dan nilai terendah 20. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 22 siswa.yaitu sekitar 57, 9% ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada pretes siklus II lebih baik dari pretes siklus I yang hanya sekitar 44, 7.

Tabel 4. 7 Perolehan Nilai Postes Siklus II

Nilai Frekuensi Presentase

60 - 66 0 0% 67 - 73 5 13, 2% 74 - 80 10 26, 3% 81 - 87 18 47, 4% 88 - 94 5 13, 2% Jumlah 38 100 ΣX 3172 Rata-rata 83, 5

Berdasarkan tabel 4. 11 dapat diketahui bahwa rata-rata hasil postes siklus II terhadap 38 siswa adalah 83, 5 dengan nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 60. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 38 siswa.yaitu telah mencapai 100%, ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya. Jika dihitung menggunakan rumusan N- Gain kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 0, 3 atau masuk ke dalam kategori sedang. Yang semula nilai rata-rata postes 78, 6 menjadi 83, 5.

4) Tahap Refleksi

Berdasarkan pengamatan selama penelitian siklus II diperoleh keterangan bahwa pembelajaran IPS di kelas VIII.1 sudah mulai efektif. Siswa mulai terbiasa menggunakan metode PQ4R dan proses pembelajaran, siswa nampak lebih aktif

dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan keadaan pembelajaran yang lebih efektif dibandingkan siklus I.

Nilai rata-rata untuk pretes pada siklus II adalah 59, 5 nilai rata-rata tersebut masih di bawah KKM, hanya 22 siswa yang mencapai nilai di atas KKM atau sekitar 26, 3% dari jumlah siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa pada tahap awal masih rendah dan belum maksimal. Setelah dilakukan postest pada akhir siklus data yang diperoleh adalah nilai rata-rata hasil postes siklus II adalah 83, 5 dengan nilai tertinggi 93 dan nilai terendah 67. Sedangkan yang memenuhi nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditentukan 65 yaitu 38 siswa.yaitu sudah mencapai 100% ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa sudah mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Jika dihitung menggunakan rumusan N-Gain kemampuan siswa mengalami peningkatan sebesar 0, 3 atau masuk ke dalam kategori sedang. Yang semula nilai rata-rata pretes 59, 5 menjadi 83, 5 pada nilai postes. Hasil dari siklus II sudah mencapai 100% berarti tindakan sudah dapat dihentikan dan tidak perlu melanjutkan pada siklus selanjutnya.

5) Keputusan

Berdasarkan hasil refkelsi siklus II diperoleh data bahwa hasil belajar IPS siswa meningkat dibandingkan pada siklus I. Begitu juga aktivitas belajar siswa yang lebih aktif dan respons siswa yang positif tentang metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode PQ4R, hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kemampuan psikomotorik siswa dalam memahami materi permintaan dan penawaran sudah mencapai kriteria yang diharapkan. Oleh karena itu tidak perlu dilanjutkan lagi ke tindakan pembelajaran siklus III.

Sebagai bahan perbandingan, berikut disajikan tabel perbandingan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II.

Tabel 4. 8 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Nilai Rata-rata

Siklus I Siklus II

Pretes Postes Pretes Postes

44, 7 78, 6 59, 5 83, 5

Dokumen terkait