• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Hasil Penelitian

2. Tindakan yang Dilakukan

a) MelaksanakanPre Test

b) Penyampaian konsep “ Bank, dan Kebijakan Moneter “ melalui demonstrasi di depan kelas sebagai pendahuluan.

48

c) Pelaksanaan model kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dimana siswa memecahkan masalah melalui wacana yang berisi kalimat panjang dan gambar secara berkelompok, masing-masing anggota dalam setiap kelompok saling bekerja sama satu sama lain untuk dapat memecahkan permasalahan, dengan membaca secara bergantian, kemudian menulis kata-kata yang penting, lalu menganalisis dan membuat laporan, setelah itu dipresentasikan didepan kelas.

d) Mendokumentasikan kegiatan penelitian di dalam kelas

3. Observasi

Pencatatan aktifitas siswa pada siklus II melalui lembar observasi dan catatan lapangan, serta pemberian tes evaluasi belajar siklus II.

4. Refleksi

Refleksi pada siklus II, merupakan pengevaluasian hasil belajar siklus II berupaPost Test untuk mendapatkan kesimpulan guna tercapainya pembelajaran yang baik dan efektif.

F. Hasil Intervensi Tindakan Yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari penelitian tindakan kelas dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa sehingga hasil belajar Ekonomi siswa kelas X-5 SMAN 86 Jakarta meningkat. Adapun ketuntasan belajar yang di harapkan adalah sesuai dengan nilai KKM yaitu 66.

Dalam proses penelitian yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siklus I siswa telihat belum terbiasa dengan model pembelajaran CIRC, ini nampak dari sering bertanyanya siswa bagaimana prosedur CIRC kepada guru peneliti, dan masih banyak siswa yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model CIRC, serta berdasarkan Pre Test, nilai yang diperoleh siswa dengan rentang terkecil 3,00, dan terbesar 8,00, dengan rata-rata 46,67 dan padaPost Testmeningkat menjadi nilai terbesar 9,00, dan nilai terkecil 5, 00 dengan nilai rata-rata 70,51. Dan pada siklus II, siswa sudah terlihat aktif dalam pembelajaran menggunakan model CIRC, serta hidupnya suasana di kelas, serta berdasarkan Pre Test, nilai yang diperoleh siswa dengan rentang terkecil 4,00, dan terbesar 8,00, dengan rata-rata 63,59 dan pada Post Test meningkat menjadi nilai terbesar 100, dan nilai terkecil 7,00 dengan nilai rata-rata 82,82. Dengan meningkatkan nilai siswa terbukti bahwa penerapan model CIRC ini dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa.

G. Data dan Sumber Data

Data dan sumber data penelitian ini ada dua macam, yaitu :

1. Data kualitatif : hasil observasi guru dalam proses belajar mengajar, hasil wawancara responden siswa, hasil wawancara guru mata pelajaran ekonomi, hasil observasi aktivitas siswa, dan catatan lapangan.

2. Data Kuantitatif : nilai tes siswa (pre test danpost test)

Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah siswa, guru mata pelajaran dan peneliti.

H. Instrumen Penelitian

1. Instrumen Tes (Lampiran 15 dan Lampiran 16)

Tes tertulis ini berupa test awal (Pre Test) dan Tes Akhir (Post Test). Tes awal adalah tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberikan

50

kepada siswa, karena itu butir-butir soalnya dibuat yang mudah. Sedangkan tes akhir (Post test) adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting, yang telah diajarkan kepada siswa, dan biasanya naskah post test ini dibuat sama dengan tes awal. Soal terdiri dari beberapa kognitif yang terdiri dari :

“Pengetahuan (C1), jenjang hafalan meliputi kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang lebih dipelajarinya. Pemahaman (C2), meliputi kemampuan menangkap arti dari informasi yang diterima. Aplikasi atau penerapan (C3). Adalah kemampuan menggunakan prinsip, aturan, metode yang dipelajarinya pada situasi baru atau konkret. Analisis (C4), meliputi kemampuan menguraikan suatu informasi yang dihadapi menjadi komponen-komponenya sehingga struktur informasi serta hubungan antara komponen onformasi tersebut, sehingga menjadi jelas. Sintesis (C5), kemampuan untuk mengintegrasikan bagian-bagian yang terpisah-pisah menjadi satu padu. Evaluasi (C6), adalah kemampuan untuk mempertimbangkan nilai suatu persyaratan, uraian, pekerjaan, berdasarkan criteria tertentu yang ditetapkan”.6

Siklus I dan siklus II terdiri dari 40 butir soal pilihan ganda. Alasan peneliti memilih soal pilihan ganda (PG) sebagai acuan dalam penilaian tertulis, karena waktu jam pelajaran yang terbatas, sedangkan tes awal (pre test) dan tes akhir (post test) harus dilaksanakan pada setiap siklus, selain itu dipilihnya alternatife tes pilihan ganda (PG) untuk mempermudah siswa dalam menemukan jawaban, karena terdiri dari beberapa alternatif jawaban.

Tes tertulis ini berupa tes awal (pre test) dan tes akhir (post test). Tes awal (pre tets) adalah tes yang dilaksanakan sebelum bahan pelajaran diberkan kepada peserta didik, karena itu butir-butir soalnya dibuat yang mudah-mudah. Sedangkan tes akhir (post test) adalah bahan-bahan pelajaran yang tergolong penting yang telah diajarkan kepada para peserta

6

Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, ( Jakarta : Gaung Persada Press, 2009 ), hal.28

didik dan biasanya naskah tes akhir ini dibuat sama dengan naskah tes awal.

Tes tersebut dalam bentuk tes obyektif berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 soal setiap siklusnya. Jika benar mendapatkan poin 1 , dan jika salah mendapatkan poin 0.

2. Instrumen Non test

Dalam instrument non test yang digunakan adalah sebagai berikut : a. Lembar observasi

“Observasi adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif, dan rasional mengenai bebagai fenomena baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu”.7

Lembar observasi yang digunakan terdiri dari tes perbuatan berupa penilaian. Observasi dilakukan untuk mengadakan pencatatan mengenai aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas.

b. Catatan lapangan

Catatan lapangan diperlukan untuk mengamati seluruh kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung. Berbagai hasil pengamatan tentang aspek pembelajaran dikelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, interaksi guru dengan siswa, dan aspek lainnya yang pelu dicatat.

c. Lembar wawancara

“Wawancara adalah salah satu bentuk evaluasi jenis non tes yang dilakukan melalui percakapan dan Tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung”.8

Wawancara pada saat observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa serta untuk mengetahui gambaran umum mengenai 7

Zainal Arifin,Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur), ( Bandung : Remaja rosdakarya, 2009 ), hal. 153

8

52

pelaksanaan pembelajaran dan masalah-masalah yang dihadapi di kelas. Wawancara setelah tindakan dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar ekonomi siswa. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran dan siswa sebelum dan sesudah penelitian.

I. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: a) Tes

Tes yang dilakukan pada setiap siklus yaitu sebelum pembelajaran (pre test) dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi yang akan disampaikan sebelum dilakukan pembelajaran. Tes yang dilakukan sesudah pembelajaran (Post Test) pada akhir siklus untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Pre Test dan Post Test dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC).

b) Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas ketika menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Lembar observasi ini berupa penilaian aktivitas siswa di kelas ketika diterapkannya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). (Lampiran 12 dan Lampiran 13)

c) Catatan Lapangan

Catatan lapangan digunakan untuk mengetahui keadaan siswa dan guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Catatan lapangan berisi tentang pembelajaran dikelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, interaksi guru dengan siswa, dan aspek lainnya yang peru dicatat. (Lampiran 3 dan Lampiran 4)

d) Wawancara

Wawancara pada saat observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi siswa serta untuk mengetahui gambaran umum mengenai pelaksanaan pembelajaran dan masalah-masalah yang dihadapi di kelas. Wawancara setelah tindakan dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar siswa. Wawancara dilakukan kepada guru mata pelajaran dan siswa.(Lampiran 9, Lampiran 10, Lampiran 11)

J. Teknik Pemeriksaan Keterpecayaan (Trusworthiness) Studi

Sebelum tes tersebut dijadikan sebagai instrumen penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji coba kepada responden, yaitu orang-orang diluar sampel (subjek) yang telah ditetapkan, dalam hal ini diluar subjek yang sudah ditetapkan yakni kelas XI IPS. Tes uji coba tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah instrumen tersebut dapat memenuhi syarat validitas dan reliabilitasnya atau tidak.

1. Uji Validitas

a. Uji Validitas Untuk Hasil Belajar

Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Dalam Bahasa Indonesia “valid disebut dengan istilah sahih”. “Sebuah item tes dikatakan valid apabila mempunyai

54

dukungan yang besar terhadap skor total. skor pada item menyebabkan skor total menjadi tinggi atau rendah”.9

Dengan kata lain, dapat dikemukakan bahwa sebuah item memiliki validitas yang tinggi jika skor pada item mempunyai kesejajaran dengan skor total. Kesejajaran ini dapat diartikan dengan korelasi, sehingga untuk mengetahui validitas item digunakan rumus korelasi. Dalam menghitung validitas instrumen tes hasil belajar siswa , peneliti menggunakan rumus korelasi bisentral :

=

Keterangan :

= koefisen kolerasi biserial antara sekor butir soal no I dengan sekor total

= rata-rata sekor total semua responden = rata-rata sekor total semua responden = standar deviasi sekor todal semua responden

= proporsi jawaban benar untuk semua butir nomor i = proporsi jawaban salah untuk semua butir nomor i

Berdasarkan uji validitas menggunakan program ANNATES untuk soal kemampuan pemahaman siswa pada pembelajaran Ekonomi pada materi Uang, Bank, dan Kebijakan Moneter di peroleh butir soal yang valid adalah 1, 2, 3, 7, 10 , 13, 14, 15, 16, 19, 21, 22, 23, 24, 28, 29, 30, 32, 36, 37, 38, 39, 40.

9

Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006 ), hal.65

Tabel 3.1 Hasil Uji Validitas Soal

No Jenis Tes Jumlah Butir

Soal Jumlah Soal yang Valid 1 Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus I 20 10 2 Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus II 20 13 Jumlah 40 23

b. Uji Validitas untuk Catatan Lapangan, Wawancara, dan Lembar Observasi

Uji validitas untuk catatan lapangan, wawancara, dan observasi masuk ke dalam validitas logis. “Validitas logis digunakan untuk sebuah instrumen evaluasi menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran”.10 Kondisi tersebut terpenuhi karena instrumen untuk catatan lapangan, wawancara, dan lembar observasi sudah dirancang dengan baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada.

Untuk validitas wawancara, berikut langkah-langkah dalam uji validitas wawancara yang dikutip dari buku karangan Prof.Husaini Usman, M.Pd, M.T, dan Purnomo Setiady Akbar, M.Pd berjudul Metodologi Penelitian Sosial :

1) “Studi Pendahuluan”11

Studi pendahuluan untuk validitas wawancara ini di lakukan berguna untuk menjajaki keadaan di lapangan. Baik kondisi 10

Suharsimi Arikunto,Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan ( Edisi Revisi ), ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006 ), hal. 65

11

Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar,Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta : Bumi Aksara, 2006), hal. 81

56

belajar di kelas, maupun siswa yang dilakukan dengan wawancara langsung terhadap responden siswa dan guru. Wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur. 2) “Pembuatan Pra desain Penelitian”12

Berikut secara garis besar proses penelitian untuk uji validitas wawancara :

Bagan 3.3 Proses Penelitian Validitas Wawancara13

Data :

Data diperoleh dari hasil wawancara yang telah dilakukan baik pra penelitian dan setelah tindakan. Data hasil waawancara dari responden siswa pra penelitian sebanyak 15 orang, dan data wawancara dari responden siswa setelah tindakan sebanyak 8 siswa, diambilnya 8 orang siswa (1 kelompok) untuk di jadikan sampel wawancara adalah mewakili dari semua kelompok. Wawancara yang di gunakan adalah wawancara terstruktur.

Sedangkan data yang diperoleh dari wawancara dengan guru. Sebelum tindakan adalah untuk mengetahui proses pembelajaran di kelas yang berlangsung selama ini. Selain wawancara sebelum tindakan, diadakan pula wawancara setelah tindakan gunanya untuk mengetahui tanggapan guru tehadap model pembelajaran baru yang digunakan oleh peneliti dalam proses pembelajaran. Wawancara yang di gunakan wawancara tersruktur.

12

Husaini Usman, dan Purnomo Setiady Akbar,Metodologi Penelitian…, hal. 81 13

Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar ,Metodologi Penelitian...., hal. 81 Data

Uraian Berdasarkan Data Analisis menjadi konsep dan hipotesis berdasarkan data

Teori yang menerangkan data

Uraian Berdasarkan data :

Setelah data hasil wawancara di peroleh, kemudian di analisis untuk mengetahui proses pembelajaran (Sebelum Tindakan), dan untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran setelah tindakan.

Teori yang menerangkan data :

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara terhadap responden siswa dan guru, hasil wawancara yang diperoleh dijelaskan dengan analisis deskriptif oleh peneliti. Teori mana yang dijadikan pegangan tidaklah dapat dipastikan. Akan tetapi, tidak berarti bahwa penelitian kualitatif tidak memerlukan teori sama sekali, karena dalam menafsirkan makna, peneliti memerlukan teori yang mendukung.

3) “Memasuki Lapangan”14

Langkah awal dalam usaha memasuki lapangan ialah memilih lokasi situasi sosial. Setiap situasi sosial mengandung unsur tempat, pelaku, dan kegiatan.

Tempat, dipilihnya SMAN 86 Jakarta sebagai lokasi penelitian, karena SMAN 86 sedang berada pada transisi perkembangan, dan merupakan salah satu SMAN unggulan di Jakarta Selatan.

Pelaku, dipilihnya kelas X-5 sebagai kelas penelitian, karena berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan melalui pertimbangan dari nilai ekonomi yang di peroleh siswa lebih rendah di banding kelas lainnya, selain itu menurut wawancara dengan guru Ekonomi dan observasi langsung di kelas X-5, penulis sedikit tertantang karena sebagian besar siswa sedikit nakal, walaupun sebenarnya mereka pintar, dengan memilih kelas ini diharapkan pengaruh 14

58

penerapan model pembelajaran CIRC terhadap hasil belajar Ekonomi siswa dapat signifikan terlihat dibandingkan dengan siswa-siswa kelas lain yang memiliki kemampuan akademis yang tinggi.

Dan kegiatan, Kegiatan yang berlangsung dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran CIRC terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X-5. Kegiatan yang berlangsung dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, karena dalam Penelitian Tindakan Kelas berlangsung berdasarkan tahapan atau siklus. Dimana masing-masing siklus diadakanpre testdanpost test.

4) Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam validitas wawancara adalah transkip hasil wawancara langsung terhadap responden siswa pra penelitian, dan setelah tindakan, serta hasil wawancara terhadap guru pra penelitian. ( Lampiran 9, Lampiran 10, dan Lampiran 11).

5) Analisis Data

Menurut Bogdan dan Biklen (1992), analisis data adalah proses pencarian dan penyusunan data yang sistematis melalui transkip wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi yang secara akumulasi menambah pemahaman peneliti terhadap yang ditemukan.

Berdasarkan wawancara responden siswa yang telah peneliti lakukan pra penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ekonomi di kelas dirasa membosankan, dan sulit dalam hal perhitungannya, serta terlalu sering mencatat. Kemudian sebagian besar siswa masih memperoleh nilai di bawah KKM sebesar 66, selain itu metode pembelajaran yang digunakan masih konvensional, yaitu ceramah, dan diskusi serta tanya jawab. Sedangkan hasil wawancara setelah

tindakan responden siswa, atau dapat dikatakan setelah diterapkan model pembelajaran CIRC, dapat disimpulkan bahwa siswa yang pada awalnya belum terbiasa dengan model pembelajaran CIRC pada siklus I merasa kebingungan, namun mereka senang karena mereka mendapatkan meode pembelajaran lain yang menyenangkan yang dapat membangkitkan minat siswa terhadap pembelajaran ekonomi, dan pada Siklus II siswa sudah memahami model pembelajaran CIRC sehingga siswa dapat menganalisis artikel dengan model pembelajaran CIRC dengan baik, ini terlihat dari kekompakkan yang ditunjukkan oleh masing-masing kelompok, selain itu dilihat dari Pre Test danPost Testyang peneliti lakukan pada tiap siklus selalu megalami peningkatan.

Selain wawancara pada siswa, peneliti melakukan wawancara pada guru mata pelajaran ekonomi pra penelitian, tujuan dilakukan wawancara pra penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran yang berlangsung, dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa hambatan yang ditemui saat pembelajaran berlangsung adalah latar belakang siswa yang berbeda-beda sehingga menyulitkan guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang cocok yang di sukai siswa, selain itu ketakutan siswa dalam bertanya kepada guru saat pembelajaran sulit, menjadikan siswa jarang bertanya saat tidak mengerti pembelajaran. ( Transkip wawancara tersedia dalam Lampiran 9, Lampiran 10, dan Lampiran 11 ).

60

2. Uji Reliabilitas15

Reliabilitas berhubungan dengan masalah kepercayaan hasil tes. suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika tes tersebut memberikan hasil yang tetap. untuk menghitung besarnya reliabilitas instrumen hasil belajar peneliti menggunakan rumus kuder Richardson( K–R 20 ) sebagai berikut :

r

11 = k S²

Σ

pq k-1 S² Keterangan :

r

11 :Reliabilitas tes secara keseluruhan

p : Proporsi subjek yang menjawab item yang benar q : Proporsi subjek yang menjawab item yang salah

( q= 1- p)

Σ

pq : Jumlah hasil perkalian antara p dan q

: Varians tes

Adapun criteria pengujian :

r

ii : 0,91–1,00 = Sangat Tinggi

r

ii : 0,71-0,90 = Tinggi

r

ii : 0,41-0,70 = Cukup

r

ii : 0,21-0,41 = Rendah

r

ii : < 0,21 = Sangat Rendah 15

Zaenal Arifin,Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur), (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009 ), hal. 262

Berdasarkan uji reliabilitas menggunakan program ANNATES untuk soal kemampuan pemahaman siswa pada pembelajaran Ekonomi materi Uang, Bank, dan Kebijakan Moneter diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 3.2 Hasil Uji Reliabilitas Soal

No Jenis Tes Reliabilitas Kategori

1 2

Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus I Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus II

0,82 Tinggi

3. Taraf Kesukaran16

Untuk mengetahui apakah soal tes yang diberikan tergolong mudah, sedang, atau sukar digunakan rumus sebagai berikut :

P = B JS Keterangan :

P : Tingkat kesukaran untuk setiap butir soal B : Jumlah siswa yang menjawab benar

JS : Jumlah siswa dari masing-masing kelompok yang menjawab soal

Adapun Kriteria tingkat kesukaran soal : 0,00-0,30 : Sukar

0,30-0,70 : Sedang 0,70-1,00 : Mudah

16

Suharsimi Arikunto,Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan ( Edisi Revisi ), ( Jakarta : Bumi Aksara, 2006 ), hal. 208

62

Berdasarkan uji tingkat kesukaran menggunakan program ANNATES untuk soal kemampuan pemahaman siswa pada pembelajaran Ekonomi materi Uang, Bank, dan Kebijakan Moneter diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 3.3 Uji Tingkat Kesukaran

No Jenis Tes

Jumlah Butir Soal

Sukar Sedang Mudah

1 Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus I

15 5 0

2 Tes Kemampuan Pemahaman Siswa Siklus II

16 4 0

Jumlah 31 9 0

4. Daya Pembeda17

Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Untuk mengetahui indeks diskriminasi digunakan rumus :

D = = P − P Keterangan :

D : Daya Pembeda

B : Banyak peserta kelompok atas yang menjawabenar B : Banyak peserta kelompok bawah yang menjawab benar J : Banyak peserta kelompok atas

J : Banyak peserta kelompok bawah

P : Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar

17

Zaenal Arifin,Evaluasi Pembelajaran (Prinsip, Teknik, Prosedur), (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2009 ), hal. 263

P

:

Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

Adapun criteria nya sebagai berikut : 0,00-0,20 = Buruk

0,21-0,40 = Cukup 0,41-0,70 = Baik 0,71-1,00 = Baik Sekali

5. Skor N-Gain

Gain adalah selisih antara nilai post test dan pre test, gain menunjukkan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep siswa setelah pembelajaran dilakukan oleh guru.

Untuk mengetahui selisih nilai tersebut, menggunakan rumus Meltzer. Dengan kategori : g tinggi : nilai ( g ) > 0.70 g sedang : 0.70 > ( g ) > 0.3 g rendah : nilai ( g ) < 0.3

K. Analisis Data dan Interpretasi Hasil Analisis

Analisis data dari kualitas proses pembelajaran dilakukan secara deskriptif, dengan menentukan frekuensi munculnya interaksi dari masing-masing komponen dengan kriteria keberhasilan muncul pada masing-masing-masing-masing komponen minimal pada kategori cukup. Menganalisis data merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk menguraikan data yang diperoleh agar

64

dapat dipahami bukan hanya oleh peneliti tetapi juga orang lain yang ingin mengetahui hasil penelitian. Data yang didapat berupa hasil belajar siswa pada ranah kognitif, lembar observasi kegiatan siswa pada proses pembelajaran dan catatan lapangan. Dalam penelitian tindakan kelas ini analisis data yang dilakukan berupa analisis kuantitatif.

1. Analisis Kuantitatif

Analisis kuantitatif dilakukan terhadap hasil belajar dengan tes kemampuan kognitif siswa berupapre testdanpost test.

a. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik dilakukan terhadap hasil belajar dengan tes kemampuan kognitif siswa berupa pretest dan postest.

I. Distribusi frekuensi18 1) Menentukan rentang

R = H-L

2) Menentukan banyaknya kelas interval K= 1 + 3, 3 Log n

3) Menentukan panjang kelas interval: = R

K

4) Menentukan mean = ∑ X N

5) Frekuensi relatif dihitung jumlah nilai yang terletak pada kelas interval tersebut

=

x 100 %

18

II. Ketuntasan Belajar

Untuk ketuntasan belajar, siswa dinyatakan tuntas jika tidak ada lagi siswa yang mendapatkan nilai di bawah 66.

L. Tindak Lanjut/Pengembangan Perencanaan Tindakan

Seperti yang telah dikemukakan, bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang memiliki tahapan-tahapan dalam setiap siklusnya. Tahapan tersebut meliputi perencanaan, tindakan, pengamatan/pengumpulan data dan refleksi. Sedangkan prosedur pelaksanaan perbaikan apabila setelah tindakan siklus I selesai dilakukan dan belum terjadi peningkatan hasil belajar siswa, maka akan ditindak lanjuti untuk melakukan tindakan selanjutnya pada siklus II sebagai perbaikan pembelajaran.

66

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A.TEMUAN HASIL PENELITIAN

1. Penelitian Pendahuluan

Penelitian tindakan kelas ini di mulai dengan melakukan observasi awal di SMAN 86 Jakarta. Sebelum diadakan penelitian, penulis melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu. Dari analisis kebutuhan diperoleh gambaran mengenai situasi dan kondisi belajar tempat penelitian diadakan. Analisis kebutuhan kegiatan ini meliputi wawancara dengan guru mata pelajaran ekonomi, dan siswa kelas X-5, serta melakukan observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran ekonomi di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, serta hasil belajar yang diperoleh selama proses pembelajaran ekonomi di SMAN 86 Jakarta kelas X-5.

Peneliti melakukan wawancara dengan guru Ekonomi, Ibu Lilis Nurmaryati, S.E pada tanggal 13 Mei 2011. Pukul 10.45, bertempat di ruang

guru. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran ekonomi di kelas X-5, dan mengetahui hasil belajar ekonomi siswa. Berdasarkan wawancara tersebut diperoleh informasi bahwa metode

Dokumen terkait