HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Tinggi Tanaman Kedelai
Data pengamatan parameter tinggi tanaman kedelai generasi M1 pada tanah non-salin dan tanah salin 2 dS/m tertera pada Tabel 6 dan Lampiran 5 dan 6.
Berdasarkan data pengamatan tinggi tanaman pada tanah non-salin memiliki tinggi yang berbeda-beda antar dosis mutagen. Tinggi tanaman pada dosis mutagen 0,05; 0,2; dan 0,8 mM memiliki hasil rerata yang lebih tinggi yaitu 43,65; 40,85; dan 43,15 cm dibanding dosis 0 mM yaitu 40,32 cm (Tabel 6). Tinggi tanaman pada dosis 6,4 mM lebih rendah dibanding dosis mutagen lain yaitu 32,50 cm (Ilustrasi 5).
Tabel 6. Data Tinggi Tanaman Kedelai 8 Minggu Setelah Tanam (MST) Dosis mutagen (mM) Tanah Non-Salin Tanah Salin 2 dS/m
----cm---- 0 40,32 ± 10,870 (n=13) 44,0 ± 6,868 (n= 6) 0,05 43,65 ± 11,246 (n=15) 36,4 ± 3,206 (n= 8) 0,1 33,63 ± 9,222 (n= 4) 31,8 ± 13,418 (n= 3) 0,2 40,85 ± 11,773 (n=10) 37,4 ± 5,350 (n= 6) 0,4 32,14 ± 2,735 (n= 7) 33,8 ± 5,591 (n= 5) 0,8 43,15 ± 14,782 (n=17) 51,5 ± 5,085 (n= 9) 1,6 33,33 ± 10,174 (n=12) 31,1 ± 3,105 (n= 5) 3,2 37,94 ± 13,714 (n= 9) 22,3 ± 5,019 (n= 4) 6,4 32,50 ± 1,780 (n= 3) 0
Keterangan : ± = nilai standar deviasi, n = banyaknya tanaman
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat keragaman atau variasi dari setiap dosis mutagen yang berbeda-beda. Menurut Al-Qurainy (2009) perlakuan sodium azida pada konsentrasi 1, 2, 3, 4, dan 5 mM terhadap tanaman Eruca sativa memiliki tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Alka dan Khan (2011) menyatakan bahwa perlakuan sodium azida menyebabkan terjadinya peningkatan tinggi tanaman dikarenakan peningkatan status metabolisme bibit dan peningkatan aktivitas promotor pertumbuhan. Menurut hasil penelitian Adamu dan Aliyu (2007) bahwa pada tanaman tomat yang diberi perlakuan perendaman biji dengan sodium azida menyebabkan turunnya tinggi tanaman dan jumlah cabang serta memperpanjang waktu yang diperlukan untuk mencapai 50% tanaman berbunga.
(a) (b) (c) (d)
(e) (f) (g) (h) (i)
Ilustrasi 5. Gambar Tinggi Tanaman Kedelai di Tanah Non-salin. (a). Dosis 0mM. (b). Dosis 0,05 mM. (c). Dosis 0,1 mM. (d). Dosis 0,2 mM. (e). Dosis 0,4 mM. (f). Dosis 0,8 mM. (g). Dosis 1,6 mM. (h). Dosis 3,2 mM. (i). Dosis 6,4 mM.
Berdasarkan pengamatan tinggi tanaman pada tanah salin 2 dS/m, diperoleh data yang berbeda-beda antar dosis mutagen (Lampiran 6). Tinggi tanaman pada dosis mutagen 0,8 mM memiliki hasil rerata yang lebih tinggi yaitu 51,5 cm dibandingkan dengan dosis 0 mM yaitu 44 cm (Tabel 6). Hal ini menunjukkan bahwa dosis 0,8 mM di tanah salin 2 dS/m dapat meningkatkan tinggi tanaman dibanding dengan dosis 0 mM. Tinggi tanaman dosis 3,2 mM lebih rendah yaitu
22,3 cm dibanding dosis 0 mM (Ilustrasi 6). Kristiono dkk. (2013) menyatakan bahwa peningkatan salinitas pada tanaman kedelai menurunkan tinggi tanaman, total biomasa dan hasil, daun cepat mengalami kerontokan dini (senescence).
(a) (b) (c) (d)
(e) (f) (g) (h)
Ilustrasi 6. Gambar Tinggi Tanaman Kedelai di Tanah Salin 2 dS/m. (a). Dosis 0mM. (b). Dosis 0,05 mM. (c). Dosis 0,1 mM. (d). Dosis 0,2 mM. (e). Dosis 0,4 mM. (f). Dosis 0,8 mM. (g). Dosis 1,6 mM. (h). Dosis 3,2 mM.
Penurunan tinggi tanaman dapat disebabkan karena adanya kerusakan selular pada meristem. Menurut Widiastuti dkk. (2010) penyebab menurunnya jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman dan jumlah cabang yaitu terjadi kerusakan seluler pada meristem tanaman yang merupakan lokasi sintesis auksin.
Hasil penelitian Yumiati (2016) bahwa tanaman padi hitam pada dosis sodium azida 2,5 mM dapat menurunkan pertumbuhan vegetatif seperti penurunan tinggi tanaman, jumlah daun perumpun, dan jumlah anakan perumpun.
Berdasarkan hasil penelitian, tanaman kedelai pada dosis mutagen sodium azida 6,4 mM dengan kondisi salinitas 2 dS/m terdapat 3 tanaman, dan semua tanaman itu tidak mampu hidup hingga panen tetapi mampu tumbuh hingga 14 hari setelah pindah tanam. Tanaman mampu hidup pada kondisi non-salin, namun setelah pindah pada kondisi salinitas 2 dS/m tanaman hanya mampu bertahan 14 hari. Hal ini menunjukkan bahwa pada dosis mutagen 6,4 mM pada tanaman kedelai tidak mampu tumbuh pada kondisi salin. Sari dkk. (2012) menyatakan bahwa perlakuan sodium azida cenderung menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman. Menurut Krisnawati dan Adie (2009) bahwa salinitas pada kedelai dapat meningkatkan tingkat kematian tanaman, nekrosis pada daun, dan akumulasi klorida dalam daun dan batang, serta berkurangnya warna hijau pada daun.
Berdasarkan hasil skoring pada Tabel 7, dapat diketahui bahwa terdapat 40 tanaman yang diberi perlakuan mutagen pada tanah salin 2 dS/m. Hasil skoring tersebut terdiri dari 2 tanaman dengan kriteria sangat rentan, 3 tanaman dengan kriteria rentan, 9 tanaman dengan kriteria moderat, 8 tanaman dengan kriteria agak tahan, 4 tanaman dengan kriteria tahan, dan 14 tanaman dengan kriteria sangat tahan. Data skoring berdasarkan parameter tinggi tanaman pada generasi M1 menunjukkan bahwa dosis sodium azida 0,8 mM memberikan hasil yang sangat tahan terbanyak yaitu 9 tanaman dibanding dosis 0 mM.
Tabel 7. Jumlah Tanaman Hasil Skoring Berdasarkan Parameter Tinggi Tanaman pada Tanah Salin 2 dS/m
Dosis mutagen (mM) Skor 0 1 2 4 5 6 0,05 0 0 1 5 1 2 0,1 1 0 1 0 0 1 0,2 0 0 0 2 1 2 0,4 0 1 2 0 2 0 0,8 0 0 0 0 0 9 1,6 0 0 4 1 0 0 3,2 1 2 1 0 0 0 Jumlah 2 3 9 8 4 14
Keterangan : 0= sangat rentan 4= agak tahan 1= rentan 5= sangat tahan 2= moderat 6= sangat tahan 4.3. Jumlah Daun Tanaman Kedelai
Data pengamatan parameter jumlah daun tanaman kedelai generasi M1 pada tanah non-salin dan tanah salin 2 dS/m tertera pada Tabel 8 dan Lampiran 5 dan 6.
Tabel 8. Data Jumlah Daun Tanaman Kedelai 8 MST
Dosis mutagen (mM) Tanah Non-Salin Tanah Salin 2 dS/m ----helai---- 0 6,3 ± 2,890 (n=13) 7,0 ± 4,679 (n= 6) 0,05 6,3 ± 2,797 (n=15) 3,4 ± 1,111 (n= 8) 0,1 4,8 ± 1,090 (n= 4) 9,7 ± 0,471 (n= 3) 0,2 7,7 ± 3,848 (n=10) 4,8 ± 2,000 (n= 6) 0,4 6,7 ± 0,881 (n= 7) 5,6 ± 2,332 (n= 5) 0,8 5,9 ± 2,928 (n=17) 4,3 ± 0,943 (n= 9) 1,6 7,1 ± 1,706 (n=12) 4,4 ± 1,497 (n= 5) 3,2 5,7 ± 3,162 (n= 9) 3,8 ± 1,299 (n= 4) 6,4 5,5 ± 0,943 (n= 3) 0
Keterangan : ± = nilai standar deviasi, n = banyaknya tanaman
Berdasarkan data pengamatan jumlah daun pada tanah non-salin, menunjukkan bahwa pengaruh dosis mutagen sodium azida terhadap jumlah daun memberikan hasil yang berbeda-beda. Jumlah daun terbanyak terdapat pada dosis
0,2; 0,4; dan 1,6 mM yaitu 7,7; 6,7; dan 7,1 helai dibanding dosis 0 mM yaitu 6,3 helai, sedangkan jumlah daun terendah pada dosis 0,1 mM yaitu 4,8 helai (Tabel 8). Hal ini menunjukkan bahwa pada dosis 0,2; 0,4; dan 1,6 mM dapat meningkatkan jumlah daun tanaman kedelai. Hasil penelitian Saraswati dkk. (2012) menunjukkan bahwa perlakuan sodium azida pada konsentrasi 2 mM dan 5 mM menghasilkan tanaman cabai rawit dengan jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan kontrol dan konsentrasi lainnya. Widiastuti dkk. (2010) menyatakan bahwa penyebab menurunnya tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, dan jumlah cabang yaitu terjadi kerusakan seluler pada meristem tanaman yang merupakan lokasi sintesis auksin.
Berdasarkan data pengamatan jumlah daun pada tanah salin 2 dS/m menghasilkan jumlah yang rendah dibanding tanah non-salin. Jumlah daun terbanyak pada tanah salin 2 dS/m terdapat pada dosis 0,1 mM yaitu 9,7 helai dibanding dosis 0 mM yaitu 7,0 helai (Tabel 8). Jumlah daun pada perlakuan mutagen di tanah salin 2 dS/m mengalami kerontokan. Hal ini disebabkan karena unsur garam yang terdapat dalam tanah salin, sehingga mengakibatkan daun rontok. Hal ini sesuai dengan Kristono dkk. (2013) bahwa peningkatan salinitas pada tanaman kedelai menurunkan tinggi tanaman, total biomasa dan hasil, daun cepat mengalami kerontokan dini (senescence). Dogar (2012) menyatakan bahwa natrium (Na) merupakan unsur non esensial tetapi sangat dibutuhkan, sedangkan khlor (Cl) adalah hara mikro penting, kedua ion tersebut akan terakumulasi terutama pada daun yang bersifat toksik pada konsentrasi berlebih. Jumlah daun semakin menurun juga disebabkan karena seiring dengan peningkatan dosis sodium azida yang
digunakan. Sari dkk. (2012) menyatakan bahwa perlakuan sodium azida cenderung menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman seperti penurunan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang dan lebar daun pada beberapa konsentrasi sodium azida.
Berdasarkan hasil skoring pada Tabel 9, dapat diketahui bahwa terdapat 40 tanaman yang diberi perlakuan mutagen pada tanah salin 2 dS/m. Hasil skoring tersebut terdiri dari 12 tanaman dengan kriteria sangat rentan, 7 tanaman dengan kriteria rentan, 10 tanaman dengan kriteria moderat, 3 tanaman dengan kriteria tahan, dan 8 tanaman dengan kriteria sangat tahan. Tidak adanya kriteria agak tahan terhadap data skoring berdasarkan parameter jumlah daun pada generasi M1. Tanaman pada dosis 0,05 mM memiliki kriteria sangat rentan terbanyak yaitu 4 tanaman dibanding dosis mutagen lain.
Tabel 9. Jumlah Tanaman Hasil Skoring Berdasarkan Parameter Jumlah Daun pada Tanah Salin 2 dS/m
Dosis mutagen (mM) Skor 0 1 2 4 5 6 0,05 4 3 1 0 0 0 0,1 0 0 0 0 0 3 0,2 1 0 3 0 1 1 0,4 1 0 0 0 1 3 0,8 2 3 3 0 1 0 1,6 2 1 1 0 0 1 3,2 2 0 2 0 0 0 Jumlah 12 7 10 0 3 8
Keterangan : 0= sangat rentan 4= agak tahan 1= rentan 5= tahan 2= moderat 6= sangat tahan