• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

4.2. Sejarah Singkat PT.BPR”X”

5.2.2. Tingkat Aksesibilitas

Tingkatan ini menggambarkan tentang seberapa jauh tempat tinggal responden dengan PT. BPR”X”. Jarak tempat tinggal responden dengan PT. BPR”X” sangat beragam mulai dari yang terdekat sampai yang terjauh. Kebanyakan jarak tempat tingal responden nasabah dengan PT. BPR”X” kurang dari 5 Km yaitu sebanyak 34,5 persen. Secara umum, Jarak minimum tempat

tinggal total responden nasabah dengan PT. BPR”X” adalah 1 Km, jarak maksimumnya 90 Km dan rataannya 19,43 Km.

Indikator lain yang digunakan untuk melihat kemudahan aksesibilitas calon nasabah adalah terkait dengan keberadaan PT. BPR”X”. Sumber informasi mengenai keberadaan PT. BPR”X” cukup beragam. Faktor yang mendominasi tentang keberadaan PT. BPR”X” ini adalah teman sebanyak 57,4 persen. Informasi mengenai keberadaan PT. BPR”X” selengkapnya dapat dilihat pada Gambar 5.8.

Gambar 5.11 Informasi Akses Nasabah Tentang keberadaan PT. BPR”X”

Sumber informasi ini beragam mulai dari keluarga hingga media cetak. Hal menarik yang patut untuk dicermati adalah responden nasabah memperoleh informasi dari teman, sementara itu yang bersumber dari PT. BPR”X” sendiri hanya 3,3 persen. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa media promosi person to person relatif lebih efektif. Dihubungkan dengan hasil sebelumnya hal ini setidaknya menunjukan adanya korelasi positif.

Nasabah 0.0 % 10.0 % 20.0 % 30.0 % 40.0 % 50.0 % 60.0 % 70.0 % keluarga media cetak pihak bank teman lainnya Nasabah

63

Pada tingkat aksesibilitas dapat dilihat bahwa tempat tinggal nasabah dengan PT. BPR”X” cukup beragam. Mayoritas tempat tinggal nasabah tidak begitu jauh dengan PT. BPR”X”, akan tetapi ada juga nasabah yang tempat tinggalnya sangat jauh dengan PT.BPR”X” sampai puluhan kilo meter. Informasi yang di akses oleh nasabah terhadap keberadaan PT.BPR”X” merupakan hal yang sangat penting. Informasi keberadaan PT.BPR”X” tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai pihak seperti pihak keluarga, teman, tetangga dan yang lainnya. Pihak yang mempengaruhi nasabah dalam memilih PT. BPR”X” dapat dilihat pada Gambar 5.9 berikut ini:

Gambar 5.12 Pihak yang Mempengaruhi Nasabah Memilih PT. BPR”X” Dalam gambar 5.9 menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi nasabah dalam memilih PT. BPR”X” didominasi oleh pihak keluarga yaitu sebesar 49,2 persen. Selain pihak keluarga, faktor teman sangat besar juga pengaruhnya terhadap nasabah dalam memilih PT. BPR”X” yaitu sebanyak 31,2 persen, sedangkan faktor lainnya seperti tetangga, pihak bank, kantor pos dan pengetahuan sendiri sangat sedikit mempengaruhi nasabah PT. BPR”X”.

Nasabah 0.0 % 10.0 % 20.0 % 30.0 % 40.0 % 50.0 % 60.0 %

keluarga teman tetangga info pihak bank kantor pos sendiri Nasabah

PT. BPR”X” dapat memberikan kredit atau pinjaman kepada nasabah dengan jumlah tertentu sesuai keperluan nasabah dan tentunya dengan jumlah bunga yang sudah ditentukan. Kredit yang dibutuhkan responden baik nasabah maupun Non nasabah sangat beraneka ragam. jumlah minimum kredit seluruh responden adalah Rp.100.000, jumlah maksimum kreditnya Rp.30.000.000 dan rata-rata pinjamannya Rp.9.907.692. Sedangkan jumlah minimum kredit yang diberikan PT. BPR”X” adalah Rp.500.000 dan maksimum kreditnya Rp.100.000.000. Kredit ini dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kredit Makro dan kredit Mikro. Kredit Makro adalah kredit yang penjaminan kreditnya dengan seluruh surat keterangan (SK) asli pegawai atau pensiun, sedangkan kredit Mikro adalah kredit dengan jaminan salah satu SK asli pegawai atau pensiun atau dengan fotokopiannya saja. Jika dilihat dari sampel nasabah, jumlah minimum kredit yang diajukan oleh nasabah adalah Rp.1.000.000, jumlah maksimum kreditnya Rp.30.000.000 dan rata-rata pinjamannya adalah Rp.12.195.238. Dilihat dari kelompok responden non nasabah, jumlah minimum pinjaman Rp.100.000, jumlah maksimum Rp. 5.000.000 dan rata-rata pinjamannya Rp. 1.388.889. dapat dikatakan bahwa jumlah pinjaman yang diajukan nasabah PT. BPR”X” relatif lebih besar bila dibandingkan dengan pinjaman yang diajukan responden Non nasabah.

Untuk memperoleh suatu kredit, perlu melihat syarat-syarat yang diajukan PT.BPR”X” mengenai permohonan kredit, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Foto copy KTP pemohon yang berlaku.

65

3. Foto copy kartu keluarga pemohon yang berlaku. 4. Struk gaji terakhir asli.

5. Foto copy struk gaji terakhir. 6. Foto copy karip atau buku asabri. 7. Foto copy SK pensiun.

8. Surat kuasa pengambilan gaji yang sudah ditandatangani oleh serendah-rendahnya kepala desa atau lurah (asli).

9. SK pensiun asli sebagai jaminan kredit.

10.Mengisi buku profesi yang telah disediakan PT.BPR”X” secara lengkap dan ditandatangani oleh juru bayar gaji.

Sesuai hasil wawancara dengan petugas PT.BPR”X”, jika persyatan yang diterima sudah lengkap, maka permohonan kredit bisa langsung cair. Untuk calon debitur dalam pengajuan kredit ini tidak dapat diwakilkan dan jika debitur meninggal dunia, maka otomatis pinjaman atau kreditnya lunas.

Dalam perolehan kredit, total responden rata-rata meminjam hanya satu kali pada lembaga keuangan maupun individu yaitu sebanyak 93 persen. Akan tetapi ada juga responden nasabah PT. BPR”X” yang meminjam kredit dua kali bahkan sampai tiga kali meminjam kredit pada PT. BPR”X”. Untuk responden nasabah yang meminjam dua kali sebanyak 6 persen sedangkan responden yang meminjam tiga kali 1 persen. Responden Non nasabah memperoleh kredit dari lembaga kredit (formal atau informal kredit) maupun individu cukup bervariasi. Hal ini dapat diuaraikan berdasarkan hasil wawancara langsung bahwa responden Non nasabah memperoleh kredit dari beberapa lembaga kredit formal seperti BRI

(Bank Rakyat Indonesia) dan BCA (Bank Central Asia). Untuk lembaga informalnya, responden memperoleh kredit dari Bank Keliling, sedangkan untuk individunya, responden memperoleh kredit dari saudara dan tetangga responden.

Dalam mengajukan kredit, baik PT. BPR”X” maupun lembaga keuangan lainnya akan meninjau secara detail calon nasabahnya seperti kepastian penjaminannya, pekerjaannya, usianya dan lain sebagainya agar mekanisme pengembalian kreditnya berjalan lancar sesuai yang diharapkan sehingga tidak terjadi pengembalian kredit yang kurang baik.

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

tidak ada barang/surat

berharga

SK

Nasabah Non Nasabah

Gambar 5.13 Penjaminan Terhadap Pinjaman Nasabah dan Non Nasabah PT. BPR”X”

Gambar 5.13 menyajikan perbandingan penjaminan yang diterima oleh nasabah dan Non nasabah. Jaminan pinjaman yang dikeluarkan oleh PT. BPR”X” berdasarkan hasil, mayoritas nasabah memperoleh kredit dengan jaminan SK sebanyak 82 persen diantaranya SK.pegawai dan SK.pensiun. sedangkan dengan jaminan surat berharga hanya 18 persen. Jika dibandingkan dengan responden Non nasabah, sebanyak 71,8 persen responden memperoleh pinjaman tanpa dengan jaminan, seperti pada Bank Keliling yang hanya dengan memberikan

67

fotokopi KTP (kartu tanda pengenal) saja akan tetapi setiap minggu Bank Keliling tersebut meminta angsuran kepada Non nasabah bahkan ada yang setiap hari. Berbeda halnya dengan PT. BPR”X” yang jaminannya seperti dengan SK pensiun, karena nasabah tidak perlu repot-repot datang ke PT. BPR”X” untuk memberikan angsuran, akan tetapi PT. BPR”X” sendiri akan mengambil sebagian gaji atau pensiunan nasabah di kantor pos sesuai dengan jumlah angsuran yang telah disepakati antara PT. BPR”X” dengan nasabahnya.

Dalam prosedur permohonan kredit PT. BPR”X” harus melalui beberapa tahap seperti yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Dalam proses pengajuan kredit sampai pada pencairan memerlukan biaya administrasi. Secara rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh nasabah PT. BPR”X” yaitu sebesar Rp.20.442. Adapun biaya yang dikeluarkan nasabah tersebut adalah untuk pembelian materai dan untuk biaya fotokopi saja. Pada tahapan proses pencairan kredit membutuhkan waktu yang relatif lama. Waktu untuk proses pencairan kredit ini, responden harus menunggu beberapa saat lamanya. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, waktu tunggu pencairan kredit ini ada yang relatif singkat seperti pada responden Non nasabah yang mengajukan pinjaman pada bank keliling atau individu yakni responden hanya menunggu pencairan dana selama 5 sampai 10 menit saja dengan besar pinjaman yang relatif kecil yaitu berkisar antara Rp.50.000 sampai Rp.500.000. Akan tetapi ada juga waktu tunggu pencairan kredit yang relatif lama karena syarat-syarat permohonan kredit dari lembaga keuangan cukup detail seperti pada BCA, BRI dan PT. BPR”X” sehingga syarat-syarat permohonan kredit bagi responden harus lengkap terlebih

dahulu. Waktu tunggu pencairan kredit pada PT. BPR”X” cukup beragam mulai dari 15 menit sampai 7 hari lamanya. Rata-rata waktu tunggu pencairan kredit pada PT. BPR”X” yaitu antara 30 menit sampai 1 jam lamanya. Sedangkan nasabah yang menunggu proses mulai dari pengajuan sampai pencairan kredit selama 7 hari ini dikarenakan syarat-syarat yang diajukan PT. BPR”X” belum lengkap atau belum memenuhi syarat

Selain dari variabel waktu tunggu pencairan kredit ini, variabel yang perlu dicermati adalah variabel jangka waktu pengembalian pinjaman atau kredit. Jangka waktu pengembalian pinjaman ini cukup bervariasi. Hal ini dijabarkan sesuai hasil wawancara dengan responden, secara rata-rata untuk sampel nasabah PT. BPR”X” jangka waktu pengembalian pinjamannya adalah 6 tahun. Jangka waktu pengembalian minimum untuk nasabah PT. BPR”X” adalah 6 bulan dan maksimumnya 7 tahun. Hal ini berbeda untuk sampel Non nasabah dengan jangka waktu pengembalian minimum 5 hari dan maksimumnya 1 tahun.

Setelah mendapatkan kredit, ada satu variabel yang perlu ditelaah yaitu variabel yang bertanggung jawab dalam mengembalikan pinjaman. Variabel ini dapat dilihat pada gambar 5.14. secara umum total responden mayoritas yang bertanggung jawab mengembalikan pinjaman adalah suami sebesar 52 persen. Hal ini membuktikan bahwa suami sebagai kepala keluarga berpengaruh besar dalam pengembalian kredit yang dipinjam.

69 total responden 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% suami isteri sama-sama

suami isteri lainnya

total responden

Gambar 5.14. Sebaran responden Berdasarkan Pihak Yang Bertanggung Jawab Mengembalikan Pinjaman

Untuk melihat perbandingan antara nasabah dan non nasabah PT.BPR”X” mengenai pihak yang bertanggung jawab dalam mengembalikan pinjaman, dapat dijelaskan pada Gambar 5.15. Untuk sampel nasabah, pihak yang bertanggung jawab dalam mengembalikan pinjaman didominasi oleh suami sebesar 57,3 persen, sedangkan untuk sampel non nasabah adalah suami isteri sama-sama sebesar 46,1 persen.

Gambar 5.15. Sebaran Nasabah dan Non Nasabah PT.BPR”X” Berdasarkan Pihak yang Bertanggung Jawab Mengembalikan Pinjaman

0.0 % 10.0 % 20.0 % 30.0 % 40.0 % 50.0 % 60.0 % 70.0 % suami isteri sama-sama

suami isteri lainnya

nasabah non nasabah

5.3. Perkembangan Jumlah Nasabah PT. BPR”X”

Perkembangan jumlah nasabah PT. BPR”X” dapat dilihat dari laporan pencairan kredit PT. BPR”X” yang dapat dijabarkan sesuai hasil wawancara langsung penulis dengan kepala bidang (Kabid) kredit PT. BPR”X”, Gun-gun Gunadi. Sehubungan dengan pendirian PT. BPR”X” ini yaitu pada tahun 2003, secara operasional perusahaan ini berjalan aktif pada tahun 2004, sehingga secara keseluruhan perkembangan jumlah nasabah ini dapat ditinjau dari bulan Januari tahun 2004 sampai bulan Oktober tahun 2006. Selama tiga tahun terakhir, PT. BPR”X” mengalami perkembangan nasabah yang cukup baik. Perkembangan nasabah ini ditandai dengan bertambahnya golongan nasabah dari tahun ketahun. Pada awal berjalannya mekanisme operasional, pada tahun 2004 nasabah PT. BPR”X” ini hanya terdapat dua golongan nasabah saja yaitu golongan pensiunan dan golongan pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemudian pada tahun 2005 golongan nasabah bertambah menjadi tiga golongan yaitu, dengan bertambahnya golongan PNS (Pegawai Negeri Sipil). Setahun kemudian yaitu pada tahun 2006 golongan nasabah PT. BPR”X” bertambah kembali menjadi empat golongan yaitu, dengan bertambahnya golongan GBS (Guru Bantu Sementara).

Jumlah nasabah PT. BPR”X” dari tahun 2004 sampai akhir tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 19,8 persen dimana jumlah nasabah tahun 2004 sebanyak 869 nasabah yang diantaranya 853 nasabah merupakan golongan pensiunan dan 16 nasabah golongan BUMN. Pada tahun 2005 jumlah nasabah PT. BPR”X” sebanyak 1305 nasabah. Pada tahun ini jumlah nasabah bertambah

71

dengan golongan yang baru yaitu PNS sebanyak 895 nasabah. Untuk golongan pensiunan mengalami penurunan menjadi 407 nasabah, demikian juga dengan golongan BUMN menjadi 3 nasabah.. Kemudian pada tahun 2006 jumlah nasabah PT. BPR”X” mengalami penurunan sebesar 4,3 persen dari tahun 2005 yakni menjadi 1196 nasabah dengan bertambahnya golongan GBS yaitu berjumlah 277 nasabah. Untuk golongan pensiunan pada tahun ini meningkat menjadi 645 nasabah, sedangkan golongan BUMN menurun kembali menjadi 2 nasabah demikian juga dengan PNS menjadi 272 nasabah.

Dokumen terkait