• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Efisiensi adalah selisih dari pendapatan bersih/ laba di bagi modal di kali 100 %

Batasan Operasional

1. Lokasi penelitian adalah kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan-Belawan Kotamadya Medan .

2. Waktu Penelitian adalah tahun 2007.

3. Populasi adalah Nelayan yang melakukan tangkapan ikan .

4. Nelayan (responden) adalah nelayan yang menghasilkan produksi ikan sebagai mata pencaharian utamanya

Deskripsi Daerah Penelitian

Letak Geografis, Batas dan Luas Wilayah

Pelabuhan perikanan merupakan salah satu pelabuhan yang terdapat di Indonesia yang berada di bawah naungan Direktorat Jendral Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. prasarana pelabuhan perikanan ini terdapat juga Tempat Pelelangan Ikan dimana TPI berada di Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Tempat Pelelangan Ikan Seluas 64,70 Ha dan Letaknya dekat Pinggiran Pantai.

Dalam upaya peningkatan pendapatan, taraf hidup, dan kesejahteraan nelayan, serta untuk menciptakan Produksi yang layak bagi konsumen sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), semua hasil penangkapan Ikan di laut perlu dijual secara lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), ataupun di jual ke konsumen langsung yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Kelurahan Bagan Deli mempunyai topografi pantai, dengan ketinggian 1 m diatas permukaan laut (dpl). Batas-batas kelurahan Bagan Deli adalah sebagai berikut:

 Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Belawan 1  Sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Deli

 Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Belawan II dan Belawan Bahari

Kelurahan Bagan Deli berjarak 3 km dari ibukota Kecamatan dan berjarak 26 km dari pusat kota Medan. TPI Berlamat di jalan Gabion Belawan Medan dan letak geografisnya TPI di 3046-22,5 LU dan 98041-59,33 BT.

Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur :

Jumlah penduduk Kelurahan Bagan Deli tahun 2007 adalah 1.355 jiwa, dapat diketahui bahwa penduduk Kelurahan Bagan Deli paling banyak pada umur /usia produktif 15-58 yaitu 678 jiwa.

Tabel 3. Komposisi Penduduk Kelurahan Bagan Deli Menurut Kelompok Umur

No Umur Jumlah (Jiwa)

1 0-14 560

2 15-58 678

3 >59 117

Jumlah 1.355

Sumber : Profil Kelurahan Bagan Deli 2007

Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Sebagian besar penduduk Kelurahan Bagan Deli telah berpendidikan, hal ini dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4. Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

No Jenjang Pendidikan Jumlah (Jiwa) Persentase (%)

1 Belum Sekolah 150 11,07 2 Tidak Sekolah 115 8,04 3 Tidak Tamat SD 150 11,07 4 SD 210 15,49 5 SLTP 365 26,93 6 SLTA 285 19,04 7 Diploma I-II 40 2,95 8 Diploma III 56 4,13 9 Sarjana (SI) 11 8,11 Jumlah 1.355 100

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penduduk Kelurahan Bagan Deli paling banyak berpendidikan setarap SLTP dengan jumlah persentase 26,93 % dengan banyak jumlah orangnya 365 jiwa.

Sarana

Fasilitas yang terdapat di pelabuhan kelurahan Bagan Deli terdiri dari :

 Fasilitas pokok, yaitu fasilitas yang utama di Tempat Pelelangan Ikan yang menjadikan lokasi sebagai pelabuhan perikanan.

 Fasilitas Fungsional, yaitu fasilitas yang berfungsi untuk mejalankan kegiatan operasional di pelabuhan perikanan, tanpa adanya fasilitas fungsional kegiatan operasional pelabuhan perikanan seperti bongkar muat, operasi kapal-kapal nelayan,penaganan hasil tangkapan tidak akan berjalan.

 Fasilitas penunjang, Fasilitas yang mendukung kegiatan operasional tempat pelabuhan ikan

Prasarana terdiri dari :

 Layanan bahan bakar yang mampu melayani permintaan solar hingga 5000 liter per harinya.

 TPI (Tempat Pelelangan ikan )seluas 800 m2 dengan jenis kontruksi baja.

 Layanan listrik di lengkapi dengan mesin genset dengan daya listrik total 30 KVA .

 Navigasi pelayaran dan komunikasi, yaitu rambu pelayaran sebanyak 2 unit, lampu suar 2 unit, 4 line telepon serta pemancar radio.

Bagian dari fasilitas penunjang adalah balai pertemuan Nelayan 200 m2 dengan konstruksi batu bata dan pagar kawat pembatas sepanjang 400 m dengan tinggi 2 m.

Daerah operasi kapal yang dilayani adalah wilayah laut teritoal, Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) dan perairan internasional.dan Volume Ikan tangkapan yang didaratkan dusini rata-rata 60 ton perhari dan terdapat fasilitas pembinaan mutu hasil perikanan.

Karakteristik Nelayan Sampel

Karakteristik seseorang sangat mempengaruhi tindakan, serta wawasan yang dimilikinya. Berikut karakteristik nelayan yang menjadi sampel pada daerah penelitian yang meliputi Tingkat pendidikan, umur, jumlah tanggungan , pengalaman melaut. Karakteristik Nelayan sampel dapat dilihat pada Tabel berikut.

Tabel 5. Karakteristik Nelayan Sampel

No. Uraian Range Rataan

1 Tingkat Pendidikan (Tahun) 6-12 7.8 2 Umur (Tahun) 35-50 41.70 3 Jumlah Tanggungan (Jiwa) 2-6 3.53 4 Pengalaman Melaut (Tahun) 1-11 4.57

Sumber : Analisis Data Primer, tahun 2007 Lampiran 1

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nelayan sampel di Kelurahan Bagan Deli pada Tingkat pendidikan nelayan sampel berkisar antara 6

12 tahun dengan rata-rata 7.8 tahun, hal ini menunjukkan bahwa nelayan sampel di daerah penelitian masih memiliki rata-rata tingkat pendidikan yang rendah yaitu setingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Umur nelayan sampel berkisar antara 35-50 tahun dengan rata-rata 41.70 tahun, hal ini menunjukkan bahwa Nelayan sampel masih tergolong dalam kategori umur produktif sehingga dapat dikatakan bahwa Nelayan masih potensial untuk mengelola hasil produksinya.

Jumlah tanggungan nelayan sampel berkisar antara 2-6 jiwa dengan rata-rata 3.53 jiwa, dan pengalaman sebagai nelayan sampel berkisar antara 1-11 tahun dengan rata-rata 4.57 tahun. dimana pengalaman nelayan akan berpengaruh terhadap tingkat keterampilan nelayan dalam mengelola hasil produksi ikanya. Semakin lama nelayan mengusahakan perikanan lautnya maka semakin tinggi pula pengetahuan dan wawasannya sehubungan dengan produksi yang dikelola.

Besar Kapal dengan Jumlah Trip Menangkap Ikan di Laut di Daerah Penelitian.

Untuk mengetahui besar kapal dan jumlah trip menangkap ikan dalam menghasilkan produksi ikan tergantung dalam jumlah trip nelayan untuk pergi menangkap ikan ke laut dan tergantung dengan besar kapal yang digunakan oleh nelayan untuk mendapatkan produksi tangkapan yang banyak. trip menangkap ikan bagi nelayan beragam mulai dari 2 trip perbulan hingga 10 trip perbulan, untuk mengetahui bagaimana besar kapal yang digunakan dan jumlah trip di daerah peenlitian dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 6. Jumlah Range Besar Kapal dan Jumlah Trip Pertahun untuk Menangkap Ikan di Laut di Daerah Penelitian.

No. Uraian Range Rataan

1. Besar Kapal 5-94 27.20

2. Jumlah trip (Tahun) 60-120 114.80

Sumber : Analisis Data Primer Lampiran 1.

Trip melaut Nelayan di daerah Penelitian juga bervariasi antara 2 hari sampai 10 hari untuk 1 trip. Pada waktu kapal tidak berangkat kelaut, waktu ini di maanfaatkan untuk membersihkan kapal dan memeriksa kondisi kapal.

Berdasarkan tabel 6, diatas dapat dilihat bahwa secara keseluruhan rataan untuk besar kapal yan sering di gunakan oleh Nelayan untuk menghasilkan Produksi dengan besar kapal sebesar 5-94 Gt, dengan Jumlah rataan sebesar 27.20, sedangkan untuk jumlah trip menangkap Ikan yang di lakukan oleh Nelayan berkisar sebesar 60-120 trip per tahunnya dengan jumlah rataan sebesar 114.80

menangkap Ikan yang dilakukan oleh Nelayan sangat penting dalam menghasilkan produksi Ikan tangkap.

Biaya Produksi Ikan

Biaya produksi adalah seluruh total biaya variabel dan biaya tetap, selama proses produksi berlansung biaya variabel meliputi (minyak tanah, solar, bensin, garam, oli, bekal). Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan peralatan (kapal, mesin, alat tangkap) Biaya pemeliharaan peralatan, Biaya produksi ini sebagaian besar dilokasikan untuk pembelian BBM. dipengaruhi oleh komponen input produksi tersebut. Rata-rata biaya produksi ikan terhadap nelayan dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 7. Rata-rata biaya Porduksi Ikan /Tahun.

No Komponen Biaya Produksi

(Rp/ Thn) Total Rataan 1 Biaya Variabel (Rp) 10,018,280.000 333,942.667 2 Biaya Penyusutan (Rp) 83,690,815.02 2,789,693.83 3 Biaya Pemeliharaan (Rp) 6,535,000.00 217,833.33 4 Biaya Perizinan (Rp) 90,225,815,02 4,511,290,75 5 Total Biaya Produksi (Rp) 9,837,828,369,96 327,927,612,33

Sumber : Anlisis Data Primer Lampiran 7.

Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan bahwa biaya variabel rata-rata pertahun adalah sebesar 333,942.667, dan biaya penyusutan rata-rata pertahun sebesar 2,789,693.83, biaya pemeliharaan rata-rata pertahun sebesar 217,833.33, dan biaya perizinan rata-rata 4,511,290,75 dan total biaya produksi rata-rata pertahunnya sebesar 327,927,612,33. Berdasarkan tabel diatas maka biaya

Dari hasil tersebut dapat dibuat kesimpulan dalam menghasilkan produksi ikan banyak mengeluarkan biaya produksi. banyaknya biaya produksi yang dikeluarkan oleh nelayan untuk menghasilkan produksi ikan tangkap membuat para nelayan tidak berhenti untuk menangkap ikan dilaut, walaupun harga ikan dibawah normal apalagi keadaan cuaca buruk sehingga harga ikan akan semakin naik karena disebabkan kurangnya nelayan pergi melaut pada musim cuaca buruk, tetapi apabila keadaan cuaca baik nelayan pergi melaut juga banyak untuk menangkap Ikan dan harga ikan juga akan normal.

Penerimaan dan Pendapatan Bersih Produksi Ikan Penerimaan dan Pendapatan Bersih Produksi Ikan .

Penerimaan dalam produksi ikan adalah hasil kali antara total jumlah pertrip pertahun yang dilakukan oleh nelayan dan harga penerimaan per trip, yang diukur jumlah trip dalam satuan rupiah dan Pendapatan bersih produksi merupakan jumlah penerimaan dikurangi dengan seluruh biaya produksi. Rata-rata penerimaan dan pendapatan bersih pertahun pada produksi ikan dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 8. Penerimaan dan Pendapatan Bersih Rata-rata Produksi Ikan pertahun.

No Uraian Total Rataan

1 Jumlah Trip pertahun (kali) 2,296.00 114,80 2 Harga Penerimaan per trip (Rp) 214,069,000.00 7,135,633.33 3 Penerimaan ( Rp) 16,373,264,000.00 545,775,466.67 4 Biaya Produksi (Rp) 9,837,828,369,96 327,927,612,33 5 Pendapatan Bersih (Rp) 10,541,120,486,89 351,370,682,90

Sumber : Anlisis Data Primer Lampiran 8.

Berdasarkan dari tabel 8 diatas hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerimaan pertahunya sebesar Rp 16,373,264,00.00 dengan

rata- rata perbulanya sebesar Rp 1,543,655.36 dan pendapatan bersihnya sebesar Rp 10,541,120,486,89 dengan rata-rata sebesar Rp 351,370,682,90 dengan pendapatan bersih perbulanya sebesar Rp 1,108,258.05 adalah lebih besar dari (upah minimum provinsi ) yaitu sebesar Rp 820.000 / bulanya. adanya Hipotesis yang menyatakan bahwa penerimaan dan pendapatan bersih produksi ikan tangkap di daerah penelitian adalah tinggi ,di terima.

Analisis Regresi Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Pengalaman Melaut, Jumlah Tenaga Kerja, Modal Terhadap Produksi Ikan Tangkap di daerah Penelitian.

Hasil analisis Uji Regresi Linier Berganda Pengaruh Pengalaman melaut, jumlah tenag kerja, modal terhadap produksi ikan tangkap an dapat dilihat pada Tabel 9 :

Tabel 9 : Analisis Regresi Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Pengalaman Melaut, Jumlah Tenaga Kerja, Modal Terhadap Produksi Ikan Tangkap di daerah Penelitian.

Variabel Koefisien

Regresi Standar Error t-hitung Signifikansi

X1 0.654 0.841 1.754 * X3 0.260 0.704 0.711 Tn X4 0.409 0.000 -1.765 * Intercept = 4.518 Multiple R = 0.103 R = 0.321 t- tabel (;0.05) = 1.701 F- hitung = 6.977 F tabel ( 1-) ; ( n-k-1) = 4.65

Sumber : Analisis Data Primer Lampiran 9.

Keterangan : Tn = Tidak Nyata * = Nyata

Interpretasi terhadap hasil analisis adalah

Dokumen terkait