BAB IV : DESKRIPSI DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Hasil Penelitian
3. Tingkat Kecendrungan Bertindak (aspek psikomotorik)
Tabel 4.24
Sebagai seorang muslim, dalam beraktivitas saya akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 1 2.0 2.0 2.0
Tidak Tahu 6 12.0 12.0 14.0
Cukup Tahu 8 16.0 16.0 30.0
Tahu 26 52.0 52.0 82.0
Sangat Tahu 9 18.0 18.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Tabel di atas menggambarkan bahwa dari 50 responden mayoritas tahu (setuju) dalam beraktivitas saya akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Hal ini terlihat dari tabel di atas, sebanyak 26 responden dengan presentase 52,0% tahu (setuju) dalam beraktivitas saya akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah. Sedangkan, 6 responden dengan presentase 12,0% tidak tahu (tidak setuju) dalam beraktivitas saya akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah.
Tabel 4.25
Jika memerlukan jasa investasi saya lebih memilih investasi yang syariah
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 5 10.0 10.0 10.0
Cukup Tahu 11 22.0 22.0 32.0
Tahu 19 38.0 38.0 70.0
Sangat Tahu 15 30.0 30.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Tabel di atas menggambarkan bahwa dari 50 responden mayoritas tahu (setuju) jika memerlukan jasa investasi saya lebih memilih investasi yang syariah. Hal ini terlihat dari tabel di atas, sebanyak 19 responden dengan presentase 38,0% tahu (setuju) jika memerlukan jasa investasi saya lebih memilih investasi yang syariah. Dan 15 responden dengan presentase 30,0% sangat tahu (sangat setuju) jika memerlukan jasa investasi saya lebih memilih investasi yang syariah.
Tabel 4.26
Setelah mengetahui sukuk (obligasi syariah), saya akan jadi investor sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 12 24.0 24.0 24.0
Cukup Tahu 16 32.0 32.0 56.0
Tahu 22 44.0 44.0 100.0
Tabel di atas menunjukan bahwa 22 responden dengan presentase 44,0% respon tahu (setuju) setelah mengetahui sukuk (obligasi syariah) akan jadi investor sukuk. Sedangkan, sebanyak 12 responden dengan presentase 24,0% respon tidak tahu (tidak setuju) setelah mengetahui sukuk (obligasi syariah) akan jadi investor sukuk.
Tabel 4.27
Saya akan merefensikan teman/ kerabat saya untuk turut menjadi investor sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 14 28.0 28.0 32.0
Cukup Tahu 13 26.0 26.0 58.0
Tahu 19 38.0 38.0 96.0
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukan bahwa 19 responden dengan presentase 38,0% respon tahu (setuju) akan merefensikan teman/ kerabat saya untuk turut menjadi investor sukuk. Sedangkan, sebanyak 14 responden dengan presentase 28,0% respon tidak tahu (tidak setuju) akan merefensikan teman/ kerabat saya untuk turut menjadi investor sukuk.
Tabel 4.28
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sukuk (obligasi syariah) saya membuat artikel/tulisan tentang sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 22 44.0 44.0 52.0
Cukup Tahu 15 30.0 30.0 82.0
Tahu 8 16.0 16.0 98.0
Sangat Tahu 1 2.0 2.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Tabel di atas menunjukan bahwa 22 responden dengan presentase 44,0% respon tidak tahu (tidak setuju) membuat artikel/tulisan tentang sukuk sebagai bentuk apresiasi terhadap sukuk (obligasi syariah). Sedangkan, sebanyak 15 responden dengan presentase 30,0% respon cukup tahu (cukup setuju) membuat artikel/tulisan tentang sukuk sebagai bentuk apresiasi terhadap sukuk (obligasi syariah).
Tabel 4.29
Untuk menambah referensi saya mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 1 2.0 2.0 2.0
Tidak Tahu 13 26.0 26.0 28.0
Cukup Tahu 22 44.0 44.0 72.0
Tahu 12 24.0 24.0 96.0
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
Tabel di atas menunjukan bahwa 22 responden dengan presentase 44,0% cukup tahu (cukup setuju) untuk menambah referensi maka akan mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk. Sedangkan, sebanyak 13 responden dengan presentase 26,0% tidak tahu (tidak setuju) untuk menambah referensi maka akan mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk.
C. Analisis
Pada hasil penelitian ini, kuesioner dibagi menjadi tiga bagian yaitu tentang pengetahuan (aspek kognitif), keyakinan sikap (aspek afektif), dan kecendrungan bertindak (aspek psikomotorik). Dalam bagian tingkat pengetahuan (aspek kognitif) anggota majelis taklim pertanyaan yang diberikan seputar tentang sukuk (obligasi syariah), obligasi konvensional, produk-produk yang ada pada sukuk, fatwa MUI yang mengharamkan bunga bank, pengetahuan tentang riba serta jenis-jenis riba, dan seputar pemahaman konsep ijarah, mudharabah, musyarakah, salam, istishna, dan murabahah yang ada pada sukuk.
Dalam bagian keyakinan sikap (aspek afektif) anggota majelis taklim, pertanyaan yang diberikan seputar pendapat mengenai klaim sukuk yang berbeda dengan obligasi konvensional, respon mengenai bunga obligasi konvensional haram, pendapat mengenai dana sukuk ketempat yang halal, dan pendapat mengenai sukuk lebih memenuhi unsur keadilan karena menerapkan sistem kemitraan.
Kemudian dalam bagian kecendrungan bertindak (aspek psikomotorik) anggota majelis taklim, pertanyaan yang diberikan seputar kecendrungan beraktivitas akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah, setelah mengetahui sukuk akan menjadi investor sukuk juga akan mereferensikan teman/ kerabat untuk turut menjadi investor sukuk, Sebagai bentuk apresiasi terhadap sukuk (obligasi syariah) membuat artikel/tulisan tentang sukuk, dan kecendrungan untuk menambah referensi akan mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk. Dari hasil output SPSS-nya terlihat hasil uji chi-square dari data yang telah diolah. Berikut adalah hasil dari output SPSSchi-square:
Dari tabel di atas kolom kedua tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim pada arti sukuk (obligasi syariah), bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari
ɑ = 0,05, 0,000<0,05, maka hipotesis nol di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap arti sukuk (obligasi syariah).
Dari tabel di atas kolom ketiga tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim pada arti obligasi konvensional, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,006. Karena nilainya jauh lebih kecil dariɑ =
0,05. 0,006<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap arti obligasi konvensional.
Dari tabel di atas kolom keempat tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim terhadap perpedaan antara sukuk dengan obligasi, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para
anggota Majelis Taklim tahu terhadap perbedaan antara sukuk dengan obligasi. Dari tabel di atas kolom kelima tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim terhadap produk-produk yang ada pada sukuk, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh
lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para
Dari tabel di atas kolom keenam tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim terhadap fatwa MUI yang mengharamkan bunga bank, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,015. Karena
nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,015<0,05, maka hipotesis di tolak dan
artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap fatwa MUI yang mengharamkan bungan bank.
Dari tabel di atas kolom ketujuh tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim terhadap konsep riba, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,010. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,010<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap konsep riba.
Dari tabel di atas kolom kedelapan tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim terhadap riba yang dapat diartikan pengambilan tambahan atas harga pokok atau modal secara bathil, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan
asimtosis menunjukan 0,002. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,002<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap riba yang dapat diartikan pengambilan tambahan atas harga pokok atau modal secara bathil.
Dari tabel di atas kolom sembilan tentang aspek kognitif (pengetahuan) anggota majelis taklim pada konsep ijarah, mudharabah, musyarakah, salam, istishna, dan murabahah, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis
menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,000<0,05,
maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim tahu terhadap konsep ijarah, mudharabah, musyarakah, salam, istishna, dan murabahah.
Dari tabel di atas kolom sepuluh tentang aspek afektif (keyakinan sikap) anggota majelis taklim tehadap pendapat mengenai klaim sukuk yang khas dan berbeda dengan obligasi konvensional, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,020. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,050.
0,020<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim setuju terhadap pendapat mengenai klaim sukuk yang khas dan berbeda dengan obligasi konvensional.
Dari tabel di atas kolom sebelas tentang aspek afektif (keyakinan sikap) tehadap pendapat mengenai klaim sukuk sebagai obligasi yang mendatangkan keuntungan dunia sekaligus akhirat, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,017. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,017<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim setuju terhadap pendapat mengenai klaim sukuk sebagai obligasi yang mendatangkan keuntungan dunia sekaligus akhirat.
Dari tabel di atas kolom dua belas tentang aspek afektif (keyakinan sikap) terhadap respon pandangan yang menyatakan bahwa bunga obligasi konvensional haram, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,009. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,009<0,05, maka hipotesis di tolak dan
artinya para anggota Majelis Taklim setuju terhadap respon pandangan yang menyatakan bahwa bunga obligasi konvensional haram.
Dari tabel di atas kolom tiga belas tentang aspek afektif (keyakinan sikap) pendapat mengenai dana investor sukuk ketempat yang halal, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dariɑ = 0,05. 0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota
Majelis Taklim setuju terhadap pendapat mengenai dana investor sukuk ketempat yang halal.
Dari tabel di atas kolom empat belas tentang aspek afektif (keyakinan sikap) pendapat mengenai mengikuti sukuk lebih memenuhi unsur keadilan karena menerapkan sistem kemitraan, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim setuju terhadap pendapat mengenai mengikuti sukuk lebih memenuhi unsur keadilan karena menerapkan sistem kemitraan.
Dari tabel di atas kolom lima belas tentang aspek afektif (keyakinan sikap) terhadap persetujuan pendapat mengenai sukuk lebih menerapkan kesimbol keislaman, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,001. Karena nilainya jauh lebih kecil dariɑ= 0,05. 0,001<0,05, maka hipotesis di tolak
dan artinya para anggota Majelis Taklim setuju terhadap pendapat mengenai sukuk lebih menerapkan kesimbol keislaman.
Dari tabel di atas kolom enam belas tentang aspek psikomotorik (kecendrungan bertindak) anggota majelis taklim terhadap beraktivitas akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan
asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim cenderung bertindak terhadap beraktivitas akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah.
Dari tabel di atas kolom tujuh belas tentang aspek psikomotorik (kecendrungan bertindak) terhadap pendapat mengenai jasa investasi memilih investasi yang syariah, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis
menunjukan 0,036. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,036<0,05,
maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim cenderung bertindak terhadap jasa investasi memilih investasi yang syariah.
Dari tabel di atas kolom delapan belas tentang aspek psikomotorik (kecendrungan bertindak) anggota majelis taklim setelah mengetahui sukuk maka akan menjadi investor sukuk, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,219. Karena nilainya jauh lebih besar dari ɑ = 0,05. 0,219>0,05,
maka hipotesis di terima dan artinya para anggota Majelis Taklim setelah mengetahui tentang sukuk cenderung tidak bertindak untuk menjadi investor sukuk.
Dari tabel di atas kolom sembilan belas tentang aspek psikomotorik (kecendrungan bertindak) anggota majelis taklim terhadap mereferensikan teman/ kerabat untuk turut menjadi investor sukuk, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan
asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05.
0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim cendrungan bertindak terhadap mereferensikan teman/ kerabat untuk turut menjadi investor sukuk.
Dari tabel di atas kolom dua puluh tentang aspek psikomotorik (kecendrungan bertindak) anggota majelis taklim terhadap apresiasi terhadap sukuk akan membuat artikel/ tulisan tentang sukuk, bisa kita lihat bahwa nilai
signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dariɑ =
0,05. 0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan artinya para anggota Majelis Taklim cendrungan bertindak terhadap apresiasi terhadap sukuk akan membuat artikel/ tulisan tentang sukuk.
Dari tabel di atas kolom dua puluh satu tentang kecendrungan bertindak untuk menambah referensi akan mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk, bisa kita lihat bahwa nilai signifikan asimtosis menunjukan 0,000. Karena nilainya jauh lebih kecil dari ɑ = 0,05. 0,000<0,05, maka hipotesis di tolak dan
artinya para anggota Majelis Taklim cendrungan bertindak untuk menambah referensi akan mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk.
Sehingga pada hipotesis akhir bisa disimpulkan pada tingkat pengetahuan (aspek kognitif) anggota majelis taklim Ho ditolak yang artinya anggota majelis taklim tahu tentang sukuk di Indonesia. Pada tingkat keyakinan sikap (aspek afektif) Ho di tolak yang artinya anggota majelis taklim yakin terhadap sikap sukuk di Indonesia. Tetapi dalam tingkat kecendrungan bertindak (aspek psikomotorik), pada kolom delapan belas di baris pertama tingkat signifikan asimtosisnya berada di atasɑ = 0,05. Jadi Ho diterima yang artinya para anggota Majelis Taklim setelah mengetahui sukuk maka cenderung tidak bertindak untuk menjadi investor sukuk.
Berdasarkan analisis tersebut di atas, hasil pada penelitian ini adalah para anggota majelis taklim paham dan setuju pada konsep sukuk, namun pada bagian tingkat kecendrungan bertindak (aspek psikomotorik) para anggota Majelis Taklim cenderung tidak bertindak untuk menjadi investor sukuk.
Sesuai dengan apa yang Bloom26 jelaskan bahwa tingkat pemahaman seseorang itu mencakup tiga aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Maka tingkat pemahaman anggota Majelis Taklim ini terletak pada: aspek kognitif yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir; aspek afektif berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri; dan aspek psikomotorik
26
berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin.
83
A. Kesimpulan
Berdasarkan pengolahan data yang bersifat deskripsi analitis, dan juga dari pengolahan data statistik yang telah diukur dan diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka hasil pengujian hipotesis dan pemetaan telah berhasil menggungkapkan apa yang peneliti harapkan. Dari penelitian ini, peneliti memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat pemahaman anggota Majelis Taklim Masjid Raya Pondok Indah Jakarta terhadap sukuk di Indonesia adalah rendah. Hal ini dimungkinkan karena belum banyaknya sosialisasi mengenai sukuk di media, baik media cetak ataupun elektronik yang merupakan alat informasi utama saat ini. Menurut hasil penelitian, dari 50 responden sebagian besar tidak tahu tentang sukuk (obligasi syariah), sebanyak 27 responden atau 54% tidak tahu tentang sukuk (obligasi syariah). Sedangkan, sebanyak 7 responden atau 14% tahu tentang sukuk (obligasi syariah).
2. Dari anggota Majelis Taklim Masjid Raya Pondok Indah Jakarta didapatkan bahwa 22 responden dengan presentase 44,0% menyatakan ingin menjadi investor sukuk. Selebihnya menyatakan tidak bersedia. Ini membuktikan bahwa pengetahuan mereka tentang sukuk cukup memotivasi mereka untuk menjadi investor didalamnya.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran diharapkan dapat bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan bagi pembaca.
1. Berdasarkan hasil penelitian, anggota Majelis Taklim Masjid Raya Pondok Indah Jakarta masih belum mengenal dan paham benar terhadap investasi syariah yaitu sukuk (obligasi syariah). Diperlukannya publikasi atau sosialisasi lagi mengenai sukuk (obligasi syariah).
2. Anggota Majelis Taklim Masjid Raya Pondok Indah Jakarta masih belum begitu menguasai untuk investasi dananya secara tepat. Dibutuhkannya pelatihan untuk merencanakan investasi yang sesuai syariah.
3. Untuk peneliti berikutnya, diharapkan dapat meneliti tentang sukuk di Indonesia dengan lebih mendalam.
87
Arifin, Z.Teori Keuangan dan Pasar Modal. Yogyakarta: Ekonosia, 2005. Firdaus, dkk.Konsep Dasar Obligasi Syaria.Jakarta : PT. Renaisan, 2005.
Hakim, Abdul. Statistik Induktif untuk Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Ekonisia, 2002.
Hamid, Abdul.Pasar Modal syariah. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009. Hejazziey, Djawahir. Pedoman Penulisan Skripsi, ed. Jakarta: Fakultas Syariah dan
Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.
Hosen, M. Nadratuzzaman dkk. Materi Dakwah Ekonomi Syaria. Jakarta: PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah), 2008.
Huda, Nurul dan Nasution, Mustafa Edwin. Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana, 2008.
Majah, Ibnu,Sunan Ibnu Majah Juz 2, (Bairut: Dar Al Kutb Al Banani, T. Th). Mannan, Abdul. Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal
Syariah Indonesia. Jakarta: Kencana, 2009.
Musari, Khairunnisa. Sukuk Untuk Fiskal. Majalah Saring, edisi 35 Thn IV November, 2009.
Nafik HR, Muhamad. Bursa Efek dan Investasi Syariah. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2009.
Nazir, Moh.Metodologi Penelitian.Bogor: Ghalia Indonesia, 2005.
Rochaety, Ety D.K.K. Metode Penelitian Bisnis: dengan Aplikasi SPSS. Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009.
Rodoni, Ahmad.Investasi Syariah.Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009. Sutrisno.manajemen keuangan, teori dan aplikasi.Yogyakarta: Ekonosia, 2007. Wahid, Nazaruddin Abdul. Sukuk: Memahami dan Membedah Obligasi pada
Wawancara Pribadi dengan Syamsul Marlin. Jakarta, 25 April 2011. Artikel diakses pada 11 januari 2011 dari http://www.erdhika.com Artikel diakses pada 28 Februari 2011 dari
http://www.bapepam.go.id/syariah/statistik/sukuk.html Artikel di akses pada 13 Mei 2011 dari
Apakah saudara mengetahui arti dari sukuk (obligasi syariah)
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 27 54.0 54.0 62.0
Cukup Tahu 12 24.0 24.0 86.0
Tahu 7 14.0 14.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara mengetahui arti dari obligasi konvensional
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 21 42.0 42.0 50.0
Cukup Tahu 15 30.0 30.0 80.0
Tahu 10 20.0 20.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara mengetahui perbedaan antara sukuk (obligasi syariah) dengan obligasi konvensional
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 3 6.0 6.0 6.0
Tidak Tahu 28 56.0 56.0 62.0
Cukup Tahu 10 20.0 20.0 82.0
Tahu 7 14.0 14.0 96.0
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 3 6.0 6.0 6.0
Tidak Tahu 28 56.0 56.0 62.0
Cukup Tahu 10 20.0 20.0 82.0
Tahu 7 14.0 14.0 96.0
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara tahu tentang produk2 yang ada pada sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 36 72.0 72.0 76.0
Cukup Tahu 9 18.0 18.0 94.0
Tahu 3 6.0 6.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara tahu fatwa MUI yang mengharamkan bunga bank
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 5 10.0 10.0 10.0
Cukup Tahu 13 26.0 26.0 36.0
Tahu 21 42.0 42.0 78.0
Sangat Tahu 11 22.0 22.0 100.0
Valid Tidak Tahu 6 12.0 12.0 12.0
Cukup Tahu 15 30.0 30.0 42.0
Tahu 21 42.0 42.0 84.0
Sangat Tahu 8 16.0 16.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Secara singkat riba dapat diartikan pengambilan tambahan atas harta pokok atau modal secara bathil
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 3 6.0 6.0 6.0
Cukup Tahu 20 40.0 40.0 46.0
Tahu 18 36.0 36.0 82.0
Sangat Tahu 9 18.0 18.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara paham pada konsep ijarah, mudharabah, musyarakah, salam, istisna, dan murabahah yang ada pada sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 28 56.0 56.0 60.0
Cukup Tahu 12 24.0 24.0 84.0
Tahu 7 14.0 14.0 98.0
Sangat Tahu 1 2.0 2.0 100.0
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 19 38.0 38.0 46.0
Cukup Tahu 12 24.0 24.0 70.0
Tahu 12 24.0 24.0 94.0
Sangat Tahu 3 6.0 6.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara setuju terhadap klaim sukuk (obligasi syariah) sebagai obligasi yang mendatangkan keuntungan dunia sekaligus akhirat
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 17 34.0 34.0 42.0
Cukup Tahu 11 22.0 22.0 64.0
Tahu 13 26.0 26.0 90.0
Sangat Tahu 5 10.0 10.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Bagaimana respon saudara terhadap pandangan yang mengatakan bahwa bunga obligasi konvensional haram
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 16 32.0 32.0 36.0
Cukup Tahu 15 30.0 30.0 66.0
Bagaimana pendapat saudara mengenai dana investor sukuk ketempat yang halal
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 3 6.0 6.0 6.0
Tidak Tahu 20 40.0 40.0 46.0
Cukup Tahu 12 24.0 24.0 70.0
Tahu 13 26.0 26.0 96.0
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Bagaimana pendapat saudara mengenai mengikuti sukuk lebih memenuhi unsur keadilan karena menerapkan sistem kemitraan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 18 36.0 36.0 40.0
Cukup Tahu 18 36.0 36.0 76.0
Tahu 9 18.0 18.0 94.0
Sangat Tahu 3 6.0 6.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Apakah saudara setuju sukuk lebih menerapkan kesimbol keislaman
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 1 2.0 2.0 2.0
Tidak Tahu 11 22.0 22.0 24.0
Sebagai seorang muslim, dalam beraktivitas saya akan memperhatikan prinsip-prinsip syariah
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 1 2.0 2.0 2.0
Tidak Tahu 6 12.0 12.0 14.0
Cukup Tahu 8 16.0 16.0 30.0
Tahu 26 52.0 52.0 82.0
Sangat Tahu 9 18.0 18.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Jika memerlukan jasa investasi saya lebih memilih investasi yang syariah
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 5 10.0 10.0 10.0
Cukup Tahu 11 22.0 22.0 32.0
Tahu 19 38.0 38.0 70.0
Sangat Tahu 15 30.0 30.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Setelah mengetahui sukuk (obligasi syariah), saya akan jadi investor sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Tidak Tahu 12 24.0 24.0 24.0
Saya akan merefensikan teman/ kerabat saya untuk turut menjadi investor sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 2 4.0 4.0 4.0
Tidak Tahu 14 28.0 28.0 32.0
Cukup Tahu 13 26.0 26.0 58.0
Tahu 19 38.0 38.0 96.0
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sukuk (obligasi syariah) saya membuat artikel/tulisan tentang sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Sangat Tidak Tahu 4 8.0 8.0 8.0
Tidak Tahu 22 44.0 44.0 52.0
Cukup Tahu 15 30.0 30.0 82.0
Tahu 8 16.0 16.0 98.0
Sangat Tahu 1 2.0 2.0 100.0
Total 50 100.0 100.0
Untuk menambah referensi saya mengumpulkan artikel dan berita seputar sukuk
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Sangat Tahu 2 4.0 4.0 100.0
ANGGOTA MAJELIS TAKLIM MASJID RAYA PONDOK INDAH