Sidang Kabinet merupakan salah satu agenda kegiatan kenegaraan yang dipimpin oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden guna membicarakan
hal-IKU 2 : Tingkat Kepuasan Peserta Sidang Kabinet Terhadap Risalah Sidang Kabinet
21
hal penting yang bersifat nasional dan membutuhkan keputusan Presiden. Salah satu hasil sidang kabinet adalah risalah yang didistribusikan kepada para Menteri dan para peserta sidang lainnya.
Risalah sidang kabinet memuat ringkasan hal-hal penting yang menjadi pokok pembicaraan dan petunjuk/arahan Presiden dan/atau Wakil Presiden dan sebagai rujukan bagi para Menteri dan peserta sidang lainnya dalam mengambil kebijakan di Kementerian/Lembaga masing-masing. Ukuran kinerja yang terkait dengan risalah sidang kabinet yaitu tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet.
Dengan mengukur persentase tingkat kepuasan ini akan dapat diketahui berbagai kekurangan dan kelemahannya sehingga hasilnya dapat menjadi acuan bagi penyusunan risalah diwaktu yang akan datang yang lebih baik lagi.
Penyelenggaraan survei tentang tingkat kepuasan terhadap Risalah Sidang Kabinet baru pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014. Hasil rata-rata jawaban puas (ya) atas pertanyaan yang disampaikan kepada responden pada survei I dan survei II dapat dilhat pada tabel berikut ini:
Tabel 9
Rekapitulasi Hasil Jawaban
Survei Tingkat Kepuasan Risalah Sidang Kabinet Tahun 2014
No Pertanyaan
Survei I Survei II Rata-2
Ya (%) Tidak (%) Ya (%) Tidak (%) Ya (%) Tidak (%)
- Isi risalah sidang kabinet mudah dipahami dan membantu upaya perumusan kebijakan pemerintah 46 (92%) 4 (8%) 31 (96,88%) 1 (3,13%) 77 (94,44%) 5 (5,56%) Catatan:
- Jumlah responden survei I sebanyak 50 orang
- Jumlah responden survei II sebanyak 35 orang (3 orang tidak memberikan jawaban)
Berdasarkan data tabel di atas dapat dijelaskan bahwa rata-rata persentase jawaban puas (ya) terhadap pertanyaan terkait dengan tingkat
22
kepuasan risalah sidang kabinet berdasarkan survei I sebesar 92% dan survei II sebesar 96,88%, maka realisasi rata-rata persentase tingkat kepuasan terhadap risalah sidang kabinet sebesar 94,44%. Rata-rata persentase realisasi ini melebihi dari target yang diharapkan yaitu sebesar 85%, sehingga capaian yang diperoleh sebesar 109,78%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet masuk dalam kategori “sangat baik” atau mencapai nilai target yaitu nilai “A”. Berdasarkan hasil survei terhadap risalah sidang kabinet ini dapat disampaikan pula bahwa risalah sidang kabinet yang telah disusun selama tahun 2014 telah memenuhi keinginan para peserta sidang kabinet.
Adapun tingkat perbandingan antara target dan realisasi tingkat kepuasan risalah sidang kabinet tahun 2014 sebagaimana tabel berikut ini:
Tabel 10
Target dan Realisasi Tingkat Kepuasan Risalah Sidang Kabinet Tahun 2014
No. Uraian IKU Target (%) Realisasi (%)
- Tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet
85% 94,44%
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa target tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap penyelenggaraan sidang kabinet adalah 85% dan realisasinya sebesar 94,44%.
Guna mengetahui perbandingan antara realisasi dan capaian kinerja tahun 2014 terkait dengan pengukuran tingkat kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 11
Perbandingan Realisasi dan Capaian Tingkat Kepuasan atas Risalah Sidang Kabinet Tahun 2014
No. Uraian
Tahun 2014
Realisasi (%) Capaian
- Kepuasan peserta sidang kabinet terhadap risalah sidang kabinet
23
Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa target yang ingin dicapai terhadap kepuasan dari IKU II ini sebesar 85%. Realisasi yang diperoleh sebesar 94,44 sehingga capaiannya sebesar 109,78%, sehinggan capaian adalah “sangat baik” atau nilai “A”.
Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja Sekretariat Kabinet dalam penyelenggaraan sidang kabinet dan risalah sidang kabinet, maka capaian IKU sasaran 3 Sekretariat Kabinet tersebut merupakan sinyal yang baik. Adanya berbagai tanggapan dan masukan dari para peserta sidang kabinet menjadi bagian penting untuk menjadi perhatian terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan persidangan kabinet.
Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis terhadap keseluruhan jawaban atas survei penyelenggaraan sidang kabinet dan survei risalah sidang kabinet pada tahun 2014, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. “Informasi Penyelenggaraan Sidang Kabinet mudah dipahami”
Pada survei I diperoleh jawaban puas (ya) sebesar 100% dan pada survei II diperoleh jawab puas (ya) sebesar 100%. Rata-rata persentase tingkat kepuasan dari survei tersebut sebesar 100%. Dari hasil jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta sidang kabinet telah memahami dengan mudah tentang informasi yang disampaikan ketika akan diselenggarakannya sidang kabinet. Mengingat tingkat kecepatan dan keakuratan informasi sidang yang harus disampaikan kepada para peserta sidang kabinet memiliki urgensi yang sangat tinggi, maka diwaktu yang akan datang diperlukan lagi tambahan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan pra sarana yang lebih baik lagi.
2. “Jamuan yang disajikan dalam penyelenggaraan sidang kabinet beragam” Pada survei I diperoleh jawaban puas (ya) sebesar 94% dan pada survei II diperoleh jawab puas (ya) sebesar 94,12%, sehingga dari dua survei tersebut diperoleh pesentase rata-rata kepuasan sebesar 94,06%. Dari hasil jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta sidang kabinet merasa puas atas jamuan yang disajikan. Hal yang menjadi
24
perhatian dimasa yang akan datang dan sesuai dengan saran-saran yang disampaikan oleh peserta sidang kabinet yaitu perlunya jamuan yang bervariasi sehingga tidak membosankan.
3. “Materi paparan yang disajikan dalam sidang kabinet diterima sesuai dengan agenda sidang”
Pada survei I diperoleh jawaban puas (ya) sebesar 91,67% dan pada survei II diperoleh jawab puas (ya) sebesar 80%, sehingga dari dua survei tersebut diperoleh pesentase rata-rata kepuasan sebesar 85,84%. Dari hasil jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta sidang kabinet merasa puas atas materi paparan yang disajikan dan telah sesuai dengan materi sidang. Hal yang menjadi perhatian dimasa yang akan datang dan sesuai dengan saran-saran yang disampaikan oleh peserta sidang kabinet yaitu agar informasi materi sidang disampaikan lebih awal dan dibagikan merata kepada seluruh peserta sidang. Selain itu materi yang dipaparkan oleh Menteri terlalu panjang dan sebaiknya singkat saja. Untuk itu diperlukan koordinasi dengan para Kementerian terkait dengan persiapan-persiapan baik dari segi kuantitas materi yang harus disampaikan maupun kualitas materi sidang kabinet yang akan dipaparkan.
4. “Penyebarluasan informasi hasil sidang kabinet melalui website.setklab.go.id disajikan dengan cepat”
Pada survei I diperoleh jawaban puas (ya) sebesar 89,58% dan pada survei II diperoleh jawab puas (ya) sebesar 96,67%, sehinga dari dua survei tersebut diperoleh pesentase rata-rata kepuasan sebesar 93,13%. Dari hasil jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta sidang kabinet merasa puas atas kecepatan penyebarluasan informasi hasil sidang kabinet melalui website. Hal yang menjadi perhatian dimasa yang akan datang adalah ada sebagian peserta sidang kabinet yang belum mengetahui penyebarluasan hasil sidang melalui Website setkab.go id., sehingga diperlukan sosialisasi website setkab.go.id lebih sering lagi.
25
5. “Isi risalah sidang kabinet mudah dipahami dan membantu upaya perumusan kebijakan”
Pada survei I diperoleh jawaban puas (ya) sebesar 92% dan pada survei II diperoleh jawab puas (ya) sebesar 96,88% sehingga dari dua survei tersebut diperoleh pesentase rata-rata kepuasan sebesar 94,44%. Dari hasil jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar peserta sidang kabinet merasa puas atas isi risalah sidang kabinet dan membantu upaya perumusan kebijakan. Hal yang menjadi perhatian dimasa yang akan datang dan sesuai dengan saran-saran yang disampaikan oleh peserta sidang kabinet yaitu agar risalah sidang kabinet sebaiknya disampaikan lebih cepat melalui e-mail kepada seluruh peserta sidang. Terkait dengan hal tersebut diperlukan kebijakan pimpinan untuk mewujudkannya.
Adapun kendala-kendala atau permasalahan yang ada saat ini, disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor intern maupun ekstern, seperti masalah koordinasi penyelenggaraan Sidang Kabinet maupun Rapat atau Pertemuan, terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM), dan terbatasnya sarana dan prasarana dan sebagainya. Faktor eksternal lainnya yang menjadi kendala diantaranya adalah dalam memperkirakan jumlah kegiatan penyelenggaraan sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena penyelenggaraan sidang kabinet, rapat dan pertemuan sangat tergantung pada arahan dan petunjuk Presiden yaitu berdasarkan atas pertimbangan urgensi dari setiap permasalahan yang akan dibahas.
Dalam menghadapi permasalahan yang ada saat ini, diharapkan adanya solusi-solusi nyata diantaranya adalah dengan lebih mengintensifkan lagi koordinasi dengan Sekretariat Presiden. Disamping itu, penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan sarana dan prasarana yang memadai diwaktu yang akan datang akan juga terus diupayakan dengan berkoordinasi dengan unit ketja terkait.
26
B. Realisasi Anggaran Deputi Bidang Persidangan Kabinet Tahun 2014
Total pagu anggaran yang ditetapkan untuk penyelenggaran program di Kedeputian Persidangan Kabinet Tahun 2014 setelah revisi sebesar Rp.9.845.980.000,- dan telah terserap sebesar Rp.6.137.707.162,- atau sebesar 62,33%.
Tidak maksimalnya penyerapan anggaran tahun 2014 ini disebabkan karena penyelenggaraan Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dan Retreat yang telah direncanakan tidak terselenggara sesuai rencana. Sebagaimana diketahui bahwa Rapat Kerja Pemerintah (RKP) dan Retreat yang penyelenggaraannya membutuhkan anggaran yang cukup besar sangat tergantung kepada petunjuk dan arahan Presiden.
27
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan Umum
Laporan Kinerja (LKj) Deputi Bidang Persidangan Kabinet Tahun 2014 merupakan evaluasi awal pencapaian kinerja rencana tahunan sebagai tindak lanjut dari rencana strategis tahun 2010-2014. LKj memberikan gambaran yang mendetail mengenai evaluasi serta pencapaian dari sasaran dan strategi pencapaiannya, juga program-program dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Deputi Bidang Persidangan Kabinet selama satu tahun.
Meningkatnya pelayanan penyelenggaraan sidang-sidang kabinet, pembuatan materi sidang, pelayanan hubungan kemasyarakatan dan kelembagaan merupakan tujuan strategis Deputi Bidang Persidangan Kabinet pada tahun 2014 yang dicapai melalui 1 (satu) sasaran strategis, yang dilaksanakan melalui 1 (satu) program kerja, yang terdiri dari 3 (tiga) kegiatan dan 2 (dua) indikator sasaran.
Keberhasilan pencapaian sasaran strategis tersebut merupakan kontribusi seluruh jajaran pimpinan dan staf di lingkungan Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Persidangan Kabinet yang telah menunjukan komitmen penuh dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. walaupun pada pelaksanaannya dihadapi permasalahan seputar keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendukung kegiatan.
B. Langkah-langkah/rekomendasi perbaikan untuk Peningkatan Kinerja
Dalam rangka peningkatan kinerja di masa yang akan datang, maka perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin terjadi pada tahun mendatang, yaitu:
1. Menyusun jadwal penyelenggaraan sidang kabinet, rapat atau pertemuan yang baku dan tetap yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam rangka
28
melakukan persiapan-persiapan penyelenggaraan sidang kabinet, rapat atau pertemuan;
2. Meningkat koordinasi dan komunikasi antar Asisten Deputi yang berada di lingkungan kedeputian Persidangan Kabinet dan dengan Kementerian/Lembaga terutama dalam persiapan dan penyelenggaraan sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan;
3. Tetap terus mengajukan tambahan pegawai khususnya pegawai yang handal dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada para peserta sidang kabinet maupun rapat atau pertemuan.