• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

2) Tingkat kepuasan peserta KB suntik DMPA

Gambar 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pemakaian DMPA di BPM. Ny. Lilik Rukiyanah, Desa Lembeyan Wetan, Kec. Lembeyan, Kabupaten Magetan.

Berdasarkan Gambar 4.5 di atas diketahui bahwa sebagian besar responden yaitu 25 Responden (50 %) menyatakan tidak puas terhadap pemakaian DMPA.

4.3 Pembahasan

a. Karakteristik responden berdasarkan umur peserta KB suntik DMPA Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan umur didapat sebagian kecil berumur <20 tahun yaitu sebanyak 4 responden (8 %) dan sebagian besar berumur >35 tahun yaitu sebanyak 35 responden (70 %). Usia menurut Elisabet (1995) dalam Nursalam (2001) yaitu umur adalah usia individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Pendapat lain mengemukakan bahwa semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang

Tidak puas 50% Puas 24% Sangat puas 14% Sangat tidak puas 12%

48

akan lebih matang dalam berfikir dan berkerja dari segi kepercayaan masyarakat. Seseorang yang dewasa akan lebih percaya diri dari orang yang belum cukup kedewasaanya. Menurut Long (1996) dalam Nursalam (2001), yaitu semakin tua umur seseorang semakin konstruksi dalam menggunakan koping terhadap masalah yang dihadapi. Semakin muda umur seseorang dalam menghadapi masalah maka akan sangat mempengaruhi konsep dirinya. Umur dipandang sebagai suatu keadaan yang menjadi dasar kematangan dan perkembangan seseorang. Kematangan individu dapat dilihat langsung secara objektif dengan umur, sehingga berbagai proses pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, kemandirian terkait sejalan dengan bertambahnya umur individu.

Sedangkan menurut Setionegoro (1979) dalam Nursalam (2001) mengatakan bahwa umur <20 tahun adalah umur belum dewasa, 20-35 tahun dewasa muda, sedangkan umur >35 tahun adalah dewasa penuh. Pada umumnya umur akan mempengaruhi seseorang dalam menentukan pemilihan alat kontrasepsi karena biasanya ibu dengan usia muda (baru pertama kali menggunakan alat kontrasepsi) akan cenderung memilih alat kontrasepsi yang kebanyakan orangt pakai.

b. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan peserta KB suntik DMPA

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan didapat sebagian kecil berpendidikan akhir perguruan tinggi yaitu sebanyak 14 responden (28%) dan sebagian besar responden berpendidikan akhir SMA yaitu sebanyak 19 responden

49

(38%). Menurut Nursalam dalam Dewi.M (2011), pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung lebih mudah untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa.

Menurut Suryadi (2000), dalam Notoatmodjo (2003), kaitan proses pendidikan dengan pembangunan khususnya pembangunan manusia, dijelaskan bahwa pendidikan dapat diperoleh melalui jenjang pendidikan yaitu pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi, lebih lanjut, jenjang (tingkat) pendidikan terdiri atas pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Tingkat pendidikan adalah lamanya pendidikan seseorang yang didasarkan atas kemampuan dan kesempatan seseorang mengikuti satuan pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Satuan pendidikan merupakan bagian dari pendidikan yang berjenjang dan berkesinambungan. Jenjang pendidikan adalah tingkat pendidikan prasekolahan yang berkesinambungan antara satu jenjang dengan jenjang yang lainnya.

c. Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan peserta KB suntik DMPA

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan pekerjaan didapat sebagian kecil responden sebagai

50

PNS sebanyak 4 responden (8%) dan sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak yaitu 20 responden (40%). Menurut Thomas yang dikutip oleh Nursalam (2003), pekerjaan adalah keburukan yang harus dilakukian terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga. Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan, tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan,berulang dan banyak tantangan. Sedangkan bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu. Bekerja bagi ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga.

d. Karakteristik responden terhadap efek samping DMPA

Berdasarkan Gambar 4.4 dapat diketahui bahwa karakteristik responden terhadap efek samping DMPA sebagian besar responden menyatakan mengalami efek samping yaitu 23 responden (46%) mengalami penambahan berat badan. 18 Responden (36%) mengalami gangguan haid, 9 responden (18%) mengalami sakit kepala. Menurut Handayani, 2010 efek samping DMPA diantaranya Gangguan Haid seperti amenorhoe yaitu tidak datang haid setiap bulan selama menggunakan, kontrasepsi kecuali pemakaian cyclofem, menoragia yaitu perdarahan yang berlebihan jumlahnya, spooting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang terjadi selama menggunakan kontrasepsi suntikan, leukorea yaitu adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari jalan lahir dan terasa mengganggu. Perubahan Berat Badan yaitu berat badan bertambah beberapa kg dalam beberapa bulan setelah menggunakan kontrasepsi suntikan. Pusing dan sakit kepala rasa berputar atau sakit

51

kepala yang terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau keseluruhan dan bagian kepala.

Penanganan efek smping seperti Gangguan Haid dapat memberikan suatu konseling kepada calon akseptor bahwa pada pemakaian kontrasepsi suntikan dapat memberikan gejala perdarahan tidak berlangsung lama. Bila terjadi Perubahan Berat Badan menurut (Saifudin,2006) dapat memberi penjelaskan pada calon akseptor bahwa kenaikan berat badan sebanyak 1-2 kg dapat saja terjadi. Bila berat badan berlebihan, hentikan dan anjurkan metode kontrasepsi lain. Hipotesa para ahli : DMPA merangsang pusat pengendalian nafsu makan dihipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak daripada biasanya. Sedangkan Pusing dan Sakit Kepala terjadi bisa diberikan suatu penjelasan kepada akseptor bahwa efek samping, tersebut mungkin ada tetapi jarang terjadi dan biasanya bersifat sementara.

e. Karakteristik responden berdasarkan tingkat kepuasan pemakaian KB suntik DMPA

Berdasarkan Gambar 4.5 dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan tingkat kepuasannya bahwa sebagian kecil responden mengatakan Sangat tidak puas yaitu 6 responden ( 12% ), dan sebagian besar responden mengatakan Tidak puas yaitu 25 responden ( 50% ). Ketidak puasan PUS dipengaruhi oleh kurangnya konseling yang diberikan oleh tenaga kesehatan sehingga kurang tepatnya seseorang dalam menentukan kontrasepsi yang cocok dengan dirinya sehingga dapat

52

memicu tingginya ketidak puasan seseorang terhadap alat kontrasepsi yang digunakan..

Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu produk dengan harapan-harapannya (Kotler, 2003).Kepuasan sebagai tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya. Tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. (Suprapto, 2001) Sebenarnya untuk memberikan layanan yang memuaskan pelanggan yakni dengan memberikan kenyataan (perception) sesuai harapan (expectation) pelanggan. Sebaliknya, jika kenyataan lebih kecil dibandingkan dengan harapan, maka pelanggan akan menjadi kecewa, minimal kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan melebihi apa yang diharapkan oleh pelanggan.

53 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Sebagian besar Karakteristik umur peserta KB suntik 3 bulan adalah berumur > 35 tahun sebanyak 35 responden.

2. Sebagian besar Tingkat pendidikan peserta KB suntik 3 bulan adalah berpendidikan SMA sebanyak 19 responden.

3. Sebagian besar Efek samping pada peserta KB Suntik 3 Bulan adalah kenaikan berat nadam sebanyak 23 responden

4. Sebagian besar Tingkat kepuasaan peserta KB suntik 3 bulan terhadap penggunaan KB suntik 3 bulan mengatakan tidak puas.

5.2 Saran

1. Bagi akseptor KB suntik

Mencari informasi tentang macam – macam KB kepetugas kesehatan . 2. Bagi Tempat Penelitian

memberikan p penyuluhan dan konseling tentang macam – macam KB kepada calon peserta KB

3. Bagi Pelayanan Kesehatan

Lebih memberikan konseling tentang metode kontrasepsi ke masyarakat luas.

54

Dokumen terkait