• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ULAMA DAN PARTISIPASI POLITIK

B. Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat Kraksaan

Setelah mengetahui data-data yang berkenaan dengan intensitas pemilih dan mendapatkan informasi dari proses Pilkada Kabupaten Probolinggo, berikut penulis sajikan data-data yang berkaitan dengan Partisipasi Politik dalam bentuk tabel-tabel. Berikut data-data tersebut:

a. Jumlah Pemilih Terdaftar Di KPUD Kecamatan Kraksaan. Table 4.6 JUMLAH PEMILIH NO DESA L P TOTAL 1 Kregenan 1470 1458 2928 2 Rondokuning 691 761 1452 3 Semampir 1255 1380 2635 58

4 Bulu 1780 1923 3703 5 Sidomukti 1469 1565 3034 6 Kraksaan Wetan 2009 2112 4121 7 Rangkang 707 986 1693 8 Kandangjati Kulon 731 813 1544 9 Kandangjati Wetan 584 588 1172 10 Sidopekso 1338 1404 2742 11 Alassumur Kulon 1943 2064 4007 12 Sumber Lele 437 518 955 13 Tamansari 425 491 916 14 Asembakor 815 944 1759 15 Kebonagung 1071 1103 2174 16 Patokan 2390 2550 4940 17 Asembagus 1048 1151 2199 18 Kalibuntu 2712 2976 5688

Berdasarkan data dari KPU di atas setelah diurutkan mulai dari daerah yang tingkat partisipasinya tinggi sampai pada daerah yang tingkat partisipasanya rendah yaitu dapat disimpulkan jumlah pemilih yang terdaftar di desa Kalibuntu sekitar 5.688 jiwa, desa Patokan sekitar 4.940 jiwa, desa Kraksaan Wetan sekitar 4.121 jiwa, desa Alassumur Kulon sekitar 4.007 jiwa, desa Bulu sekitar 3.703 jiwa, desa Sidomukti sekitar 3.034 jiwa, desa Kregenan sekitar 2.928jiwa, desa Sidopekso sekitar 2.742 jiwa, desa Semampir sekitar 2.635 jiwa, desa Asembagus sekitar 2.199 jiwa, desa Kebonagung sekitar 2.174 jiwa, desa asembakor sekitar 1.759 jiwa, desa Rangkang sekitar 1.693 jiwa, desa Kandangjati Kulon sekitar 1.544 jiwa, desa Rondokuning sekitar 1.452 jiwa, desa Kandangjati Wetan sekitar 1.172 jiwa, desa Sumber Lele sekitar 955 jiwa, desa Tamansari sekitar 916 jiwa.

b. Jumlah Pemilih Pada Saat Pilkada. Table 4.7

NO DESA NO. 1 NO. 2 NO. 3 Jumlah

Pemilih 1 Kregenan 292 1673 180 2145 2 Rondokuning 121 979 57 1157 3 Semampir 264 1607 184 2055 4 Bulu 501 2030 156 2687 5 Sidomukti 203 1998 72 2273 6 Kraksaan Wetan 344 2675 131 3150 7 Rangkang 112 1331 34 1477 8 Kandangjati Kulon 208 976 74 1258 9 Kandangjati Wetan 215 733 86 1034 10 Sidopekso 259 1608 147 2014 11 Alassumur Kulon 1183 2060 190 3433 12 Sumber Lele 215 434 150 799 13 Tamansari 92 464 82 638 14 Asembakor 383 1042 63 1488 15 Kebonagung 374 1148 133 1655 16 Patokan 546 2711 200 3457 17 Asembagus 203 1535 106 1844 18 Kalibuntu 332 3259 525 4116 19 TPS Khusus 124 336 12 472 JUMLAH 5971 28599 2582 37152

Tabel di atas menjelaskan data dari KPUD Kecamatan Kraksaan setelah Pilkada berlangsung yaitu desa Kalibuntu yang jumlah masyarakatnya lebih banyak jika dibandingkan dengan desa yang lain yaitu hampir 11.93% dari jumlah peduduk kecamatan Kraksaan yaitu 47.662 jiwa, hal ini disebabkan karena

jumlah penduduk di desa Kalibuntu yang mencapai sekitar 5.688 jiwa lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduk desa lainnya. Desa Patokan sekitar 10.36% atau dengan jumlah penduduk sekitar 4.940 jiwa. Desa Alassumur sekitar 8.40% atau dengan jumlah penduduk sekitar 4.007 jiwa. Desa Bulu sekitar 7.76% atau dengan jumlah penduduk sekitar 3.703 jiwa. Desa Sidomukti sekitar 6.36% atau dengan jumlah penduduk sekitar 3.034 jiwa. Desa Semampir sekitar 5.52% atau dengan jumlah penduduk sekitar 2.635 jiwa. Desa Sidopekso sekitar 5.75% atau dengan jumlah penduduk sekitar 2742 jiwa. Desa Asembagus sekitar 4.61% atau dengan jumlah penduduk sekitar 2.199 jiwa. Desa Kebonagung sekitar 4.56% atau dengan jumlah penduduk sekitar 2.174 jiwa. Sehingga jumlah penduduk yang ada tersebut sangat berpengaruh terhadap jumlah atau tingkat partisipasi yang ada di dalam masyarakat khususnya di masyarakat Kecamatan Kraksaan.

Jumlah pemilih yang terdaftar di KPUD Kecamatan Kraksaan berbeda dengan jumlah pemilih yang ada pada saat Pilkada dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena ada beberapa Golongan Putih (Golput) di masyarakat Dari kesembilan tabel diatas yang merupakan desa-desa yang dipilih oleh penulis sebagai tempat penelitian yang telah dipilih seraca acak (Random) untuk melihat tingkat partisipasi khususnya di kecamatan Kraksaan.

Table 4.34

Intensitas Pemilih: Siapakah Calon Bupati yang Bapak/Ibu Pilih pada Pilkada

No Jawaban Frekuensi Persentase

1 Tidak Tahu/Tidak Jawab 4 4%

2 H. Hapur Abdul Ghofur, S.Sos dan

H. Sudirman Ra’is, SH H. 1 1%

3 Cholili Mugi, SH. M.Hum dan

H. Sulaiman Dada, SH 9 9%

4 Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan

Salim Qurays, S.Ag 86 86%

Jumlah 100 100%

Sumber : Kuesioner Penelitian 2008

Hasil penelitian yang berupa kuesioner yang dilakukan di Kabupaten Probolinggo Kecamatan Kraksaan yaitu sebagian pemilih atas pertanyaan siapakah calon bupati yang bapak/ibu pilih pada Pilkada adalah 4% pemilih yang tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan itu. Bisa saja mereka itu golput atau masih bingung untuk menentukan calon bupati Probolinggo. Namun dari hasil penelitian ini kebanyakan mereka sudah tidak mau tahu menau tentang politik. Kekesalan dan kekecewaan sebelumnya sudah cukup dijadikan pengalaman bagi mereka untuk tidak mengulanginya lagi. Menurut pengakuan sebagian pemilih memilih atau tidak memilih keadaannya tetap begitu-begitu saja, tidak pernah merasa ada perubahan yang signifikan.

Sedangkan pemilih yang memilih pasangan H. Hapur Abdul Ghofur, S.Sos dan H. Sudirman Ra’is, SH sebagai calon bupati pada Pilkada hanya ada 1%. Hasil ini bisa dikatakan hasil terkecil jika dibandingkan dengan yang lainnya. Akan tetapi alasan pemilih yang memilihnya karena dia memiliki visi untuk

menciptakan masyarakat yang aman, damai dan mensejahterakan masyarakat. Selain itu juga dia sudah pernah menjabat sebagai wakil bupati Probolinggo periode 2003-2008. jadi menurut mereka dia sudah cukup berpengalaman dalam kepemerintahan daerah Probolinggo.

Adapun pasangan calon bupati Cholili Mugi SH. M.Hum memperoleh angka lebih tinggi dari H. Hapur Abdul Ghofur SH. Ada sekitar 9% pemilih yang memilih pasangan tersebut. hal ini dikarenakan pasangan tersebut diusung oleh Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) yang notabene banyak dari kalangan pimpinan pesantren.

Begitu juga dengan pasangan calon bupati Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si dan Salim Qurays, S.Ag. pasangan ini memperoleh prosentase terbanyak dari pada pasangan calon bupati yang lain. Ada sekitar 86% pemilih yang memilih pasangan tersebut. Hal ini dikarenakan Hasan Aminuddin pernah menjabat sebagai bupati sebelumnya dan mendapat respon baik dari masyarakat, dan juga mendapat dukungan dari para ulama karena pasangannya Salim Quraisy termasuk dari golongan habaib. begitu juga dengan Hasan Aminuddin yang hubungannya sangat dekat dengan tokoh agama (ulama) yang kebijakannya sangat berpengaruh terhadap masyarakat Kraksaan.

c. Daerah Mana Saja Yang Tingkat Partisipasinya Rendah & Tingkat Partisipasinya Tinggi Apa Penyebabnya.

Kelurahan Kalibuntu merupakan daerah yang tingkat partisipasi paling tinggi dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo Tahun 2008 hal ini disebabkan Kelurahan Kalibuntu mempunyai jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan dengan kelurahan yang lain. Sedangkan Kelurahan Taman Sari

merupakan daerah yang tingkat partisipasi paling rendah, hal ini disebabkan karena jumlah penduduk di Kelurahan Taman Sari paling rendah dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Adapun TPU Khusus diatas merupakan TPU yang sengaja disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk masyarakat antara lain di Rumah Sakit, dan di Lembaga Pemasyarakatan atau di penjara-penjara.

C. Pengaruh Ulama Terhadap Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat

Dokumen terkait