• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.1Karakteristik Wilayah

5.2 Karakteristik Responden .1Umur Responden

5.2.2 Tingkat Pendidikan Responden

Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 20-30 1 3,33 2 6,67 31-40 8 26,67 10 33,33 41-50 13 43,33 10 33,33 51-60 6 20,00 7 23,33 >60 2 6,67 1 3,33 Total 30 100 30 100

Hasil di lapangan menunjukkan umur petani wortel dan petani bawang daun di kawasan agopolitan Cianjur didominasi oleh usia 31-50 tahun yang merupakan usia relatif tua. Petani yang lebih tua umumnya lebih sulit menerima inovasi baru dibandingkan petani yang lebih muda usianya. Maka dari itu, petani wortel dan petani bawang daun di Agropolitan Cianjur relatif lebih enggan menanggung risiko.

Hasil penelitian di lapangan juga diperkuat oleh penelitian Widodo (1988) dalam Soekartawi (1993), petani yang lebih tua biasanya mempunyai kemampuan berusahatani yang lebih baik karena lebih berpengalaman dan keterampilannya lebih baik, tetapi biasanya lebih konservatif dan mudah lelah. Sedangkan petani muda mungkin lebih sedikit pengalaman, tetapi biasanya memiliki sikap yang lebih progresif terhadap inovasi baru dan relatif lebih kuat tenaganya. Faktor sikap yang lebih progresif terhadap inovasi baru inilah yang cenderung membentuk perilaku petani muda usia untuk lebih berani menanggung risiko usaha. Pernyataan di atas juga konsiten dengan Soekartawi (1993) yang menyatakan, petani yang relatif muda usianya relatif lebih berani menerima risiko.

5.2.2 Tingkat Pendidikan Responden

Sebagian besar petani wortel dan petani bawang daun yang menjadi responden dalam penelitian ini memiliki tingkat pendidikan yang cukup rendah. Sebagian besar petani wortel mengenyam pendidikan tidak tamat sekolah dasar

39 yaitu 36,67 persen. Sementara tingkat pendidikan yang hanya sampai sekolah dasar juga sebesar 36,67 persen dari total petani wortel yang menjadi responden.

Sementara itu, sebagian besar petani bawang daun yang menjadi responden dalam penelitian ini juga memiliki tingkat pendidikan yang cukup rendah. Sebesar 23,33 persen responden tidak tamat sekolah dasar dan 43,33 persen responden tamat sekolah dasar dari total petani bawang daun yang menjadi responden. Secara umum bisa dikatakan bahwa tingkat pendidikan petani wortel dan petani bawang daun di kawasan agropolitan Cianjur masih cukup rendah.

Meskipun demikian, menurut Soekartawi (1993), pendidikan merupakan salah satu faktor sosial ekonomi yang tidak terlalu mempengaruhi keputusan petani dalam mengambil risiko. Pendidikan formal tidak banyak mempengaruhi keputusan berusahatani petani, karena dalam pendidikan formal tidak diajarkan pengetahuan khusus berusahatani. Dalam prakteknya, pengetahuan dan keterampilan berusahatani diperoleh petani dari pengalaman turun-temurun yang diajarkan orang tua dan pengamatan yang diperoleh dari penyuluhan-penyuluhan yang pernah diikuti serta pengamatan dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, tingkat pendidikan petani wortel dan bawang daun yang umumnya masih rendah tidak terlalu mempengaruhi keputusan petani dalam mengambil risiko.

Tabel 10. Persentase Tingkat Pendidikan Petani Wortel dan Petani Bawang Daun di Kawasan Agropolitan Cianjur Tahun 2010

Tingkat Pendidikan

Petani Wortel Petani Bawang Daun Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) Tidak sekolah 1 3,33 1 3,33 Tidak tamat SD 11 36,67 7 23,33 SD 11 36,67 13 43,33 SMP 3 10,00 5 16,67 SMA 4 13,33 4 13,33 S1 0 0 0 0 Total 30 100 30 100

40 5.2.3 Jumlah Tanggungan Keluarga

Dilihat dari jumlah tanggungan keluarga, rata-rata responden petani wortel memiliki tanggungan keluarga dua hingga lima anggota keluarga. Sebagian besar responden memiliki tanggungan keluarga sebanyak empat anggota keluarga. Sementara jumlah tanggungan keluarga terbesar mencapai tujuh anggota keluarga. Disisi lain, rata-rata jumlah tanggungan keluarga pada petani bawang daun berkisar antara dua sampai empat anggota keluarga. Sementara jumlah tanggungan keluarga terbesar mencapai sembilan anggota keluarga. Besarnya jumlah tanggungan keluarga petani responden ini menunjukkan beban ekonomi yang harus ditanggung oleh petani responden.

Hasil dilapangan menunjukkan jumlah tanggungan keluarga petani wortel dan jumlah tanggungan keluarga petani bawang daun di kawasan agopolitan Cianjur didominasi oleh dua hingga empat orang. Semakin banyak beban tanggungan keluarga, semakin besar pula kebutuhan untuk bekerja keras, berkorban lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Oleh karena itu, semakin banyak beban tanggungan keluarga petani wortel dan petani bawang daun akan membuat petani tersebut berperilaku dan lebih berani untuk menanggung risiko. Pernyataan ini konsisten dengan hasil penelitian Soekartawi (1993) yang menyatakan semakin banyak tanggungan keluarga yang dimiliki akan membuat petani lebih berani menanggung risiko.

Tabel 11. Persentase Jumlah Tanggungan Keluarga Petani Wortel dan Petani Bawang Daun di Kawasan Agropolitan Cianjur Tahun 2010

Jumlah Tanggungan

Petani Wortel Petani Bawang Daun

Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) 0 1 3,33 0 0 1 1 3,33 3 10,00 2 5 16,67 6 20,00 3 5 16,67 6 20,00 4 11 36,67 6 20,00 5 5 16,67 4 13,33 6 1 3,33 4 13,33 7 1 3,33 0 0 Total 30 100 0 0

41 5.2.4 Pengalaman Bertani

Sebagian besar petani wortel dan bawang daun yang menjadi responden dalam penelitian ini memiliki pengalaman bertani wortel dan bawang daun dalam rentang waktu yang cukup lama. Hampir seluruh petani responden telah bertani wortel dan bawang daun tidak kurang dari 10 tahun. Bahkan ada petani responden telah bertani selama lebih dari tiga puluh tahun yaitu 6,67 persen petani wortel dan 3,33 persen petani bawang daun. Persentase terbesar petani responden dengan pengalaman bertani wortel adalah dalam rentang waktu 21 hingga 30 tahun. Sedangkan persentase terbesar petani responden dengan pengan pengalaman bertani bawang daun adalah dalam rentang waktu 21 hingga 40 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum petani wortel dan bawang daun di kawasan agropolitan Cianjur sudah cukup berpengalaman. Adapun lama pengalaman bertani wortel dan bawang daun petani responden dijelaskan pada Tabel 11.

Tabel 12. Persentase Pengalaman Bertani Petani Wortel dan Petani Bawang Daun di Kawasan Agropolitan Cianjur Tahun 2010

Pengalaman Bertani (Tahun)

Petani Wortel Petani Bawang Daun Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) Jumlah Responden (Orang) Persentase (%) <10 7 23,33 7 23,33 11 – 20 5 16,67 6 20,00 21 – 30 9 30,00 8 26,67 31 – 40 7 23,33 8 26,67 >40 2 6,67 1 3,33 Total 30 100 30 100

Berusahatani wortel dan bawang daun merupakan kegiatan usahatani yang berlangsung turun-temurun bagi petani di kawasan agropolitan Cianjur. Dengan semakin lamanya pengalaman petani berarti mereka lebih trampil dan mempunyai pengetahuan tentang kemungkinan yang terjadi sebagai konsekuensi atas keputusan yang diambilnya. Persentase terbesar pengalaman petani wortel dan petani bawang daun yang lebih dari 21 tahun menunjukkan sikap petani yang lebih berani dalam menanggung risiko. Pernyataan tersebut konsisten dengan penelitian yang dilakukan Soekartawi (1993) yang menyatakan makin

42 bertambahnya pengalaman petani akan membuat petani semakin berani menanggung risiko.