• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT PROPINSI

Dalam dokumen REDDI Strategy draft August09(indonesia) (Halaman 52-69)

Table 4. Perkiraan dan potensi dana untuk kegiatan persiapan Tingkat dan

TINGKAT PROPINSI

1. Metodologi 1.1. Penetapan REL di tingkat provinsi (harus konsisten dengan REL Nasional)

1. Kerja analisa : Pendekatan utk menetapkan REL utk REDD sub nasional atau Provinsi (Tren berdasarkan sejarah atau proyeksi yang akan datang) :

a. Tren berdasarkan sejarah 1) Pengumpulan dan

analisa dari data deforestasi dan degradasi:

Lembaga riset, Pemerintah provinsi.

(Komite REDD Provinsi)

1.500 : (Expert 500, Processing data 1.000) ? ? ? UN-REDD FCPF GOI

 Analisa data lahan berdasarkan sejarah, meliputi trennya

 Penyusunan data dasar peta penutupan lahan

 Pengumpulan data inventarisasi hutan (perubahan area, biomas) 2) Pengembangan skenario referensi, perubahan penutupan lahan, mis. sejak 1990

3) Pengembangan skenario referensi stok karbon dan perubahannya

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber referensi dari karbon hutan

yg terdegradasi

(perubahan karbon stok) dan perubahannya b. Proyeksi yang akan datang

1). Analisa rencana pengembangan :

 Analisa tren ekonomi & perkiraan (pertumbuhan penduduk, penyebab deforestasi dan degradasi hutan, kebijakan dan tidakan)

Lembaga riset, Pemerintah provinsi (Komite REDD Provinsi), CSOs

 Tren ekonomi (jenis usaha pertanian, konsumsi kayu, pro-yeksi bahan bakar dari tanaman)

2) Referensi proyeksi skenario waktu yang akan datang:

 Deforestasi: perubahan areal hutan

 Degradasi: biomas dan perubahan kerapatan karbon.

 Pengembangan metode ekstrapolasi tren historis

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber  Melaksanakan modeling untuk REDD 2. Peningkatan kesadaran,

meningkatkan kapasitas, transfer teknologi dan

pengetahuan, belajar bersama, mendapatkan data/informasi

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi), CSOs

87 UN-REDD

FCPF GOI

3. Kebijakan dialog dan komunikasi para pemangku kepentingan, untuk mencapai konsensus/persamaan pendapat tentang REL/RL yang akan dikembangkan

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi), CSOs 65 UN-REDD FCPF GOI 4. Mobilisasi sumberdaya: sumberdaya manusia, infrastruktur untuk REL/RL dan pembiayannya.

Pemerintah provinsi.

(Komite REDD Provinsi) 75 UN-REDDFCPF

GOI 1.2. Pengembangan sistem MRV (monitoring, pelaporan dan verifikasi) di tingkat provinsi

1a. Pengembangan sistem (sub sistem dari INCAS, sinergitas IPCC guideline dengan peraturan REDD), 1b. Pengumpulan data

Dirjen Planologi, institusi penelitian, pemerintah daerah 750 750 FCPF UN-REDD Others GOI 2a. Peningkatan kesadaran, dialog

ilmiah, peningkatan kapasitas Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi), CSOs

261 FCPF

UN-REDD Others GOI 2b. Partisipasi penduduk asli dan

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber CSOs Others GOI 3. Mobilisasi sumberdaya: sumberdaya manusia, infrastruktur untuk monitoring dan pendanaan.

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi), CSOs 50 FCPF UN-REDD Others GOI 2. Institusi 2.1. Komunitas pemangku kepentingan/koordin asi/ konsultasi

Peningkatan kesadaran tentang REDD :

1.

Pengumpulan informasi ttg REDD dan menyiapkan bahan untuk konsultasi tentang REDD

Pemerintah provinsi.

(Komite REDD Provinsi) 33

2.

Diseminasi/komunikasi isu kunci yg berhubungan dengan infrastuktur REDD

3.

Pilih bahan yang relevan untuk tujuan konsultasi yang khusus.

4.

Ciptakan peningkatan kesadaran tentang REDD melalui workshop, konsultasi publik, FDG, pelatihan, dengan fasilitasi dari pemerintah pusat. Peningkatan mendapatkan informasi dan partisipasi dalam menyusun rencana dan pelaksanaan aktivitas REDD :

1. Menjamin komunikasi dari tingkat nasional kepada peserta kegiatan secara sempurna dan secepatnya

Pemerintah provinsi.

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber 2. Diseminasi informasi

Merencanakan kebijakan REDD dan aktivitas yang diterima para pemangku kepentingan yang terlibat

1. Diseminasi REDD tentang kebijakan untuk mendapatkan umpan balik dari para pemangku kepentingan, 2. Fasilitasi konsultasi publik

Pemerintah provinsi.

(Komite REDD Provinsi) 33

Jamin kesetaraan luaran kebijakan dan aktivitas REDD, dan

peningkatan kesempatan para penjarah hutan untuk mendapatkan keuntungan dari hasil REDD 2. Asesmen cepat untuk

mendapatkan informasi dari tangan pertama ttg keinginan dari penjarah hutan termasuk penduduk asli

Pemerintah provinsi.

(Komite REDD Provinsi) 23

Peningkatan dukungan di pengelolaan hutan

1. Jamin bahwa setiap kebijakan proses formulasi harus dikonsultasikan kepada publik secara transparan dan dapat dinilai.

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi)

38

Peningkatan kualitas proses

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber cara pengikut sertaan masyarakat

sivil sejak awal proses.

1. Peningkatan kapasitas CS dalam kemampuan negosiasi dan pengetahuan lain yang berhubungan dengan REDD.

CSOs

Asesmen pendukung dari pengaruh program dan kemungkinan resiko dalam kegiatan mitigasi.

Komite REDD , Kelompok Kerja FCC, asesor Independen. 24 2.2. Peningkatan kapasitas dan penguatan institusi 1. Pembentukan dan

pengembangan dari system monitoring dan verifikasidi tingkat lokal: sumberdaya manusia, aturan dan, organisasi..

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi) dan komite nasional REDD

250

2. Pasar REDD dan Pembiayaan,

 Identifikasi dari pemasaran karbon, kesempatan, pembeli dan penjual

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi) dan komite nasional REDD

125

3. Negosiasi dan pengetesan mekanisme distribusi pembayaran

 Pengembangan

pembayaran yang adil dan mekanisme distribusi dengan catatan khusus memberikan keuntungan

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi) dan komite nasional REDD

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber kepada keluarga yang

berpenghasilan rendah.

Penciptaan pendanaan

dan insentive ekonomi. 4. Penguatan perencanaan

penggunaan lahan secara spasial.

Pemerintah Provinsi, UPT Ditjen Plan di Provinsi, Dephut

100 5. Penguatan dukungan

pemerintah daerah, pemahaman dan kesadaran akan urgensi dari KPH sebagai kondisi yang memungkinkan pengelolaan hutan secara lestari melalui pengikut sertaan partisipasi universitas dalam

pengembangan KPH

Dirjen Planologi, Pemerintah Provinsi dan Universitas.

3. Kegiatan

Percontohan (DA) 3.1. Untuk menambah AD yg dapat mewakili berbagai kondisi bio-socio-geografi yang berbeda di 28 provinsi (terdapat di 4 provinsi : Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Jawa Timur)

Membuat AD dan mengusahakan panduan indikatif AD (Annex to the Dec. 2/CP13) dan menilai luarannya

Pemerintah provinsi. (Komite REDD Provinsi) dan komite nasional REDD

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber 2.3. Meningkatkan kapasitas komunitas local, termasuk comunitas adapt untuk mengelola hutan melalui aktivitas REDD

1. Peningkatan kualitas hidup

dari keluarga yang

berpenghasilan rendah, hidup yang dekat dengan hutan alam, melindungi hak hutan adapt dan komunitas lokal, melalui pengetahuan dan kemampuan

mengembangkannya.

Pemerintah Daerah., CSOs 500.000 500.000 Dephut

Ministry of Home Affairs others

2. Pengurangan penebangan illegal, melalui al.: suatu model penyuluhan yang berhasil seperti skema pengembangan kecamatan dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Pemerintah Daerah., CSOs, Sektor Swasta

TINGKAT KABUPATEN

1. Metodologi 1.1. Pengembangan REL

pada tingkat kabupaten (konsisten dengan REDD provinsi dan nasional)

1. Pekerjaaan analisis: pendekatan untuk menentukan REL di tingkat kabupaten REDD (Pola Sejarah atau proyeksi yang akan datang)

a. Pola sejarah

1) Pengumpulan dan analisis data deforestasi dan degradasi:

Ditjen Planologi, Lembaga Penelitian, Pemerintah Kabupaten

(Komisi REDD Kabupaten)

1.000 (Expert 250, processing data 750) UN-REDD FCPF GOI

 Analisis data sejarah pola penutupan lahan

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber dasar peta penutupan

hutan  Pengumpulan data inventarisasi hutan (perubahan luas, biomas) 2) Pengembangan skenario referensi perubahan penutupan hutan sejak tahun 1990

3) Pengembangan skenario referensi perubahan dan stok karbon hutan 4) Pengembangan skenario

referensi degradasi karbon hutan (perubahan stok karbon)

b. Proyeksi yang akan datang 1) Analisis rencana pengembangan:  Analisis & pendugaan tren ekonomi (pertumbuhan populasi, penyebab deforestasi dan degradasi hutan, kebijakan dan cara)

 Tren Ekonomi (komoditi pertanian, konsumsi kayu,

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber proyeksi biofuel) 2) Skenario referensi proyeksi untuk masa yang akan datang:  Deforestasi: perubahan areal hutan  Degradasi: perubahan biomas dan potensi karbon.

 Pengembangan pola sejarah dengan metode extrapolasi  Adaptasi alat modeling untuk REDD 2. Peningkatan kesadaran, pengembangan kapasitas, transfer teknologi dan pengetahuan, pembelajaran, akses ke data/informasi.

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten), LSM

112 UN-REDD

FCPF GOI 3. Dialog kebijakan dan

komunikasi para pihaks untuk mencapai

konsensus/pemahaman bersama tentang REL yang akan dibangun.

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten), LSM

35 UN-REDD

FCPF GOI

4. Mobilisasi sumberdaya : SDM, infrastruktur untuk REL dan pendanaan

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten), LSM

40 UN-REDD

FCPF GOI

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber 1.2. Pengembangan system Monitoring, Pelaporan dan Verifikasi di tingkat kabupaten

1a. Pengembangan sistem (sub sistem INCAS, sinergitas IPCC guideline dengan aturan REDD), 1b. Pengumpulan data

Ditjen Planologi, lembaga

Penelitian, Pemda 500 FCPFUN-REDD

Others GOI 2a. Peningkatan kesadaran,

diskusi ilmiah, peningkatan kapasitas

Ditjen Planologi, lembaga

Penelitian, Pemda, LSM 200 FCPFUN-REDD

Others GOI 2b. Partisipasi penduduk asli dan

masyarakat lokal Pemda, LSM 100 FCPFUN-REDD

Others GOI 3. Mobilisasi sumberdaya: SDM,

infrastruktur untuk monitoring dan pendanaan. Pemda, LSM 25 FCPF UN-REDD Others GOI 2. Institusi 2.1. Komunikasi/ koordinasi/ konsultasi para pihak

1.

Pengumpulan informasi tentang REDD dan persiapan bahan untuk konsultasi REDD

2.

Diseminasi/komunikasi isu penting terkait infrastruktur REDD

3.

Pemilihan bahan yang relevan untuk tujuan khusus

konsultasi

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten), Lembaga Penelitian, LSM Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten), LSM

Ditjen Planologi, Pem. Kabupaten

Komisi REDD, WG-FCC, Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten)

33

4.

Pelaksanaan peningkatan pemahaman tentang REDD

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber melalui workshop, konsultasi

publik, FGD, pelatihan, dengan fasilitasi dari Pemprov dan Pusat.

5.

Pelaksanaan peningkatan pemahaman tentang Unit Pengelolaan Hutan (FMU) melalui workshop dan konsultasi publik, untuk mendukung pembentukan FMU, khususnya FMU Model dengan fasilitasi dari pemprov dan pusat.

Pengembangan akses informasi dan partisipasi dalam perencaaan dan pelaksanaan kegiatan REDD: 1. Menjamin komunikasi dari

nasional sampai ke target audiens secara lengkap dan segera.

2. Diseminasi informasi.

Komisi REDD, WG-FCC, Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten)

28

Membuat desain agar kebijakan dan kegiatan REDD responsif terhadap kepentingan para pihaks

1. Diseminasi kebijakan terkait REDD untuk mendapat masukan dari para pihak.

Pemerintah Kabupaten

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber 2. Fasilitasi Konsultasi Publik

Menjamin kesetaraan manfaat dari kebijakan dan kegiatan REDD dan peningkatan peluang masyarakat sekitar hutan untuk mendapatkan manfaat dari pendapatan REDD

1.

Kajian cepat untuk

mendapatkan informasi

tentang minat atau

kepentingan masyarakat lokal termasuk masyarakat asli.

Pemerintah Kabupaten

(Komisi REDD Kabupaten) 23

Dukungan untuk perbaikan pengaturan hutan

1. Menjamin bahwa setiap proses formulasi kebijakan akan dikon-sultasikan ke publik melalui cara yang transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kabupaten

(Komisi REDD Kabupaten) 38

Peningkatan kualitas proses pengambilan keputusan dengan melibatkan masyarakat luas sejak dari tahapan awal proses.

1.

Peningkatan kapasitas masyarakat (CS?) dalam kemampuan negosiasi dan pemahaman terkait REDD

Pemerintah Kabupaten

(Komisi REDD Kabupaten) 22

Dukungan terhadap kajian dampak program dan kemungkinan resiko mitigasi.

REDD Komisi, WG-FCC, Kabupaten REDD, Komisi Penilai Independen, 24 2.2 Peningkatan kapasitas dan penguatan institusi 1. Pengembangan dan Establishment of Monitoring dan Verification Sistem at local

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten) dan Komisi Nasional REDD

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber level : SDM, regulation and,

organization.

2. Pasar dan Pembiayaan REDD,

 Identifikasi peluang pasar karbon, pembeli dan penjual)

Pemkab

(Komisi REDD Kabupaten) dan Komisi Nasional REDD

75

3. Negosiasi dan testing mekanisme distribusi pembayaran

 Pengembangan

mekanisme kesetaraan pembayaran dan distribusi dengan acuan khusus terhadap keluarga dengan pendapatan rendah.

 Menciptakan insetif keuangan dan ekonomi

Pemerintah Kabupaten (Komisi REDD Kabupaten) dan Komisi Nasional REDD

50

4. Penguatan perencanaan tata

ruang Pemkab dan UPT Ditjen Planologi, Dephut 50

5. Penguatan dukungan Pemda , pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya KPH sebagai kondisi mutlak untuk pengelolaan hutan lestari melalui peningkatan partisipasi universitas dalam

pembangunan KPH.

Ditjen Planologi, Pem. Kabupaten, Universitas

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber Percontohan (DA) tingkat kabupaten

atau unit manajemen (yang apabila mungkin terikat dalam tingkat kabupaten)

penerapan petunjuk indikasi untuk DA (Lampiran Kep.2/CP13) dan pengujian hasilnya

(Komisi REDD Kabupaten) dan Provinsi serta Komisi REDD Nasional

3.2.

Penguatan kapasitas masyarakat termasuk masyarakat adat untuk terlibat dalam pengelolaan hutan melalui kegiatan REDD

1. Peningkatan kualitas hidup keluarga dengan penghasilan rendah yang tinggal di dalam dan di sekitar hutan, melindungi hak masyarakat dan penduduk asli yang tergantung dari hutan melalui peningkatan pengetahuan serta keterampilan

Pemda, LSM 250.000 FCPF and

others

2. Mengurangi illegal logging, melalui misalnya penyuluhan terhadap model yang berhasil seperti pada Skema

Pengembangan Kecamatan dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Pemda, LSM, sektor swasta FCPF

Others

ANALISIS TERKAIT Analisa biaya dan alternatif penggunaan lahan

1.

Analisis biaya peluang (opportunity costs) berdasarkan mayarakat miskin yang menjarah hutan

FORDA dan Lembaga

Penelitian lain 50 FCPF

2. Analisa biaya institusi / swasta

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber lestari pada hutan produksi

3.

Analisa biaya pembuatan tanaman untuk pulp dan kertas yang dikembangkan pada hutan rawa gambut dan bukan rawa gambut

FORDA dan Lembaga Penelitian lain

Balitbang Pertanian dan lembaga penelitian lain

50 FCPF

4.

Analisa biaya pembuatan kebun sawit yang dilakukan di lahan gambut dan dibandingkan dengan di lahan mineral.

50 FCPF

Analisa dampak lingkungan dan sosial -ekonomi REDD

1. Kajian pustaka terkini dan usulan untuk kebijakan REDD.

FORDA dan Lembaga

Penelitian lain 50 FCPF

2. Mendapatkan data spasial sosial ekonomi (populasi, pendapatan dll)

FORDA dan Lembaga

Penelitian lain 50 FCPF

3. Kajian kerentanan (VA) untuk menentukan laju deforestasi berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan lingkungan areal.

FORDA dan Lembaga

Penelitian lain 50 FCPF

Evaluasi potensi

keuntungan lain REDD Identifikasi dan evaluasi keuntungan lain dari REDD FORDA dan Lembaga Penelitian lain 50 FCPF

Kajian kerugian dan resiko REDD terhadap pembangunan berkelanjutan

Menentukan kemungkinan biaya transaksi yang berhubungan dengan kebijakan alternatif pencegahan deforestasi

FORDA dan Lembaga

Tingkat dan

Kategori Strategi Komponen StrategiKunci Kegiatan Lembaga PenanggungJawab

Anggaran Dibutuhkan (US $ 000) Tersedia (US $ 000) Sumber Defisit (US$ 000) Kemungkinan Sumber Kajian resiko strategi

REDDI Kajian bentuk institusi yang akan berkontribusi terhadap penerapan efisien beberapa kebijakan

FORDA dan Lembaga

Dalam dokumen REDDI Strategy draft August09(indonesia) (Halaman 52-69)

Dokumen terkait