BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Tinjauan Empiris
Penelitian Aan Zainul Anwar, Rudi Joko Laksono, dan Darwanto (2018) dengan judul Analisa Manajemen Pembiayaan Macet (Studi pada BMT Mitra Muamalah Jepara). Penelitian ini menganalisis dan menggambarkan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance-GCG) dalam pengelolaan pembiayaan dan menggambarkan strategi kebijakan dalam mengatasi pembiayaan macet yang ada di BMT Mitra Muamalah Jepara pada tahun 2015-2016, dengan metode kualitatif (wawancara, observasi dan dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tata kelola perusahaan (GCG) pengelolaan pembiayaan buruk cukup baik dan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah kredit macet yang terjadi di BMT Mitra Muamalah.
Penelitian selanjutnya dari Zulkifli Rusby, Zulfadli Hamzah dan Hamzah (2016) dengan judul Analisa Permasalahan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) melalui Pendekatan Analytical Network Process (ANP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytical Network Process (ANP).
Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pakar akademisi, praktisi dan undang-undang yang mana memiliki pemahaman khusus tentang kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya SDM merupakan faktor internal utama sehingga perlu adanya pelatihan dan pendidikan tambahan.
20
Selanjutnya dalam penelitian Fitriani Prastiawati dan Emile Satia Darma (2016) dengan judul Peran Pembiayaan Baitul Maal Wat Tamwil Terhadap Perkembangan Usaha dan Peningkatan Kesejahteraan Anggotanya dari Sektor Mikro Pedagang Pasar Tradisional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling serta metode analisis data menggunakan Struktural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan BMT pada pedagang pasar tradisional yang menjadi anggota BMT di Bantul, tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi pedagang tersebut tentang perkembangan usahanya dan peningkatan kesejahteraannya (walaupun arahnya sudah benar positif).
Sejalan dengan penelitian Solikhul Hidayat (2018) dengan judul Persepsi Masyarakat Terhadap Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif yang dilakukan pada BMT yang ada di kota Jepara untuk mengetahui sejauhmana persepsi masyarakat terhadap keberadaan BMT yang telah berkembang secara pesat dan upayanya untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Hasil penelitian merekomendasikan agar BMT mampu meningkatkan kinerja maupun kualitas Sumber Daya Insani (SDI) secara kelembagaan dan mampu memberikan persepsi yang positif bagi masyarakat.
Penelitian selanjutnya dari Moh Solachuddin Zulfa (2014) dengan judul Analisis Tentang Manajemen Risiko dalam Operasional Pembiayaan Murabahah di BMT Amanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui operasional pembiayaan murabahah, untuk mentahui risiko yang terkait
dengan pembiayaan murabahah dan untuk mengetahui bagaimana manajemen risiko BMT Amanah Kudus dalam mengatasi risiko yang terkait dengan pembiayaan murabahah. Hasil dari penelitian ini adalah operasional pembiayaan yang berbasis jual beli dengan menggunakan akad murabahah yang ada di BMT Amanah Kudus sering mengalami risiko yang terkait dengan sistem pembayaran, yaitu pembayaran macet dari anggota karena terjadi risiko murni yang dialami oleh anggota.
Dalam penelitian Siti Nur Afrika dan Dr. Maesyaroh, M.A (2018) dengan judul Analisis pembiayaan Bermasalah dan Upaya Penanganannya pada PT. BPRS Margarizki Bahagia Yogyakarta (Studi Pendekatan Sosiologi Interaksi Simbolik). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui apa saja penyebab pembiayaan bermasalah di PT. BPRS Margarizki Bahagia dan untuk mengetahui upaya yang dikerahkan oleh PT. BPRS Margarizki Bahagia untuk mengatasi pembiayaan yang bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab munculnya pembiayaan bermasalah pada PT. BPRS Margarizki Bahagia ialah penurunan usaha nasabah, manajemen keuangan nasabah yang kurang baik serta bencana alam atau force majeur.
Penelitian Mohamad Turmudi (2016) dengan judul Manajemen Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah pada Lembaga perbankan Syariah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah manajemen penyelesaian pembiayaan bermasalah dapat dilakukan dengan: pertama, menetapkan standar pengendalian risiko, pencegahan risiko pembiayaan juda dilakukan melalui penganalisaan terhadap character yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima
22
pembiayaan dengan tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima pembiayaan dapat memenuhi kewajibannya, capacity yaitu penilaian kemampuan penerima pembiayaan untuk melakukan pembayaran.
Kedua, dapat dilakukan dengan penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), penataan kembali (restructuring), penyelesaian melalui jaminan, dan write off (hapus buku dan hapus tagih).
Selanjutnya dalam penelitian Sri Wulan Aryani (2015) dengan judul Studi Analisis Pembiayaan Bermasalah pada BMT Al-Fattah Pati. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis data secara derkriptif yang menggunakan sumber data primer yang berasal dari pihak BMT Al-Fattah Pati, dan data sekunder yang berasal dari bahan kepustakaan seperti buku-buku, dokumen, literatur-literatus dan internet.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah pada BMT Al-Fattah Pati yaitu: (1) dari pihak BMT Al-Fattah Pati, pembiayaan bermasalah terjadi karena bagian pemasaran melakukan analisa pembiayaan yang kurang tepat, pengawasan Account Officer yang kurang teliti, kelemahan dalam bidang agungan, dan kelemahan kebijakan pembiayaan, (2) dilihat dari pihak nasabah yaitu kurang adanya kejujuran dari nasabah, kecerobohan nasabah dan karakter nasabah.
Kemudian dalam penelitian Nory Azizah (2017) dengan judul Strategi Penanganan Pembiayaan Murabahah Bermasalah di BMT Thayibah Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasilnya menjelaskan bahwa prosedur pembiayaan yang diterapkan di BMT At-Thayibah kota Palangkaraya terhadap praktek pembiayaan murabahah
dapat dapat dikatakan sudah baik, karena dalam pelaksanaannya setiap orang yang ingin menjadi nasabah pembiayaan murabahah di BMT At-Thayibah kota Palangkaraya harus memenuhi syarat dan prosedur yang berlaku.
Penelitian selanjutnya dari Badikhatus Solikhah (2017) dengan judul Analisis Kinerja Devisi Pembiayaan Bermasalah di BMT Ramadana Salatiga.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis apa yang digunakan untuk mengatasi pembiayaan bermasalah, faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pembiayaan bermasalah dan bagaimana cara mengatasi pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor yang menyebabkan pembiayaan bermasalah adalah kurang telitinya pihak manajemen dalam menganalisis, adanya unsur kesengajaan dan tidak kesengajaan nasabah yang tidak mau membayar hutangnya.
Kemudian dalam penelitian Agusdiwana Suarni dan Sulastri (2018) dengan judul Analisis Pengakuan Pendapatan dan Beban Berdasarkan PSAK No.27 Pada KSP Syariah Al-Ikhlas Kabupaten Takalar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara pengakuan pendapatan dan Beban yang diterapkan KSP Syari’ah Al-Ikhlas dengan ketentuan dalam PSAK No.27. Data yang diolah adalah pengakuan pendapatan dan beban yang didapatkan dari laporan keuangan KSP Syari’ah AL-Ikhlas. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa data sekunder yaitu data yang sudah diolah lebih lanjut yaitu laporan laba sisa hasil usaha dan sejarah singkat berdirinya KSP Syari’ah Al-Ikhlas. Hasil dari penelitian ini adalah
24
Dimana dalam pengakuan pendapatan KSP Syari’ah Al-Ikhlas menerapkan metode cash basis, tidak sesuai dengan PSAK No, 27 karena menurut PSAK No.27 metode yang diterapkan adalah pada saat perhitungan hasil usaha (accrual basis) yang diharapkan keuntungan dan beban yang ditetapkan pada saat transaksi dilakukaan. Dalam pengakuan beban pada KSP Syari’ah ALIkhlas menerapkan metode accrual basis yang telah sesuai dengan PSAK No.27. Namun dalam penyajiannya laporan hasil usaha KSP Syari’ah AL—Ikhlas belum memisahkan antara beban usaha dan beban perkoperasian dengan PSAK No. 27.