Mengacu pada dasar pemikiran teoritis dan studi empiris yang telah dilakukan dalam berbagai penelitian sebelumnya, maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut:
1. Terdapat pengaruh signifikan variabel Penanaman Modal Asing Foreign Direct Investment secara parsial terhadap PDB perkapita di beberapa negara ASEAN pada tahun 2008-2017
2. Terdapat pengaruh signifikan pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara parsial terhadap PDB per kapita di beberapa negara ASEAN pada tahun 2008-2017
3. Terdapat pengaruh signifikan antara Foreign Direct Investement dan pembangunan teknologi informasi komunikasi (TIK) dan terhadap PDB per kapita secara simultan di beberapa negara ASEAN pada tahun 2008-2017
32 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahun 2008 – 2017 dengan menggunakan metode data panel. Data yang digunakan penilitian ini adalah data tahunan. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini adalah PDB perkapita dan variabel independennya yaitu Foreign Direct Investment dan Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang diukur dengan Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK). Sedangkan, jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekunder, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang telah ada. Pada penelitian ini hanya menggunakan 6 negara ASEAN yaitu (1) Indonesia, (2) Myanmar, (3) Filipina, (4) Vietnam, (5) Kamboja, dan (6) Laos.
B. Metode Penentuan Sampel
Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling (kriteria yang dikehendaki), yaitu pengambilan data sampel berdasarkan penilaian yang dipastikan memenuhi persyaratan untuk dijadikan sampel penelitian. Alasan penggunaan metode ini karena berdasarkan kriteria yang dimiliki agar dapat dijadikan sampel benar-benar sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Terdapat 6 negara ASEAN yang terpilih untuk menjadi sampel dalam penelitian ini, yaitu (1) Indonesia, (2) Myanmar, (3) Filipina, (4) Vietnam, (5) Kamboja, dan (6) Laos. Enam negara ini dipilih sebagai penelitian karna menjadi negara ASEAN yang termasuk dalam kategori negara lower middle income versi World Bank
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan data yang digunakan dalam penilitian ini adalah data sekunder.
1. Data sekunder
Data sekunder merupakan data yang diperoleh tidak melalui tangan pertama, malainkan melalui tangan kedua, ketiga dan seterusnya. Dengan kata lain, sumber data penelitian yang diperoleh dengan secara tidak langsung. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data beberapa negara ASEAN tahun 2008-2017 untuk Foreign Direct Investment dan PDB per kapita yang datanya diperoleh dari World Bank sedangkan Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (IP-TIK) yang didapat dari International Telecommunication Union (ITU).
2. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mencari informasi atau data melalui berbagai literatur, jurnal dan lain – lain yang yang dipublikasikan yang berhubungan erat dengan obyek penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian ini dengan cara membaca, memahami, menganalisa dan mengutip berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian ini.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan penulis dalam mengumpulkan data. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumen-dokumen yang berisi data-data yang dibutuhkan dari lembaga terkait.
Keberhasilan suatu penelitian salah satunya ditentukan oleh pemilihan instrumen penelitian yang tepat dan sesuai. Berikut ini adalah operasional variabel yang akan digunakan pada penelitian ini:
Tabel 3. 1 Definisi Operasional Variabel
Variabel Definisi Satuan Sumber
Variabel Dependen (Y) PDB perkapita
Ukuran dari total output dari sebuah negara yang mengambil produk domestik
bruto (PDB) dan
membaginya dengan jumlah penduduk di suatu negara.
US$ World Bank
Variabel (X1) Foreign Direct Investment
Arus modal internasional yang berasal dari perusahaan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah.
Persen
International Telecommunication
Union (ITU)
E. Teknik Analisis Data
Penilitian ini menggunakan Program Eviews 11 sebagai alat pengolahan data.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenia data panel.
Data panel merupakan gabungan anatara data runtut waktu (time series) dan data silang (cross-section). Menurut Gujarati (2012) penggunaan data panel memiliki banyak keunggulan. Pertama, data panel dapat meminimalkan bias yang kemungkinan besar muncul dalam hasil analisis, memberi lebih banyak informasi, variasi, dan degree of freedom. Kedua, data panel dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variabel (omitted-variable).
1. Model Regresi Data Panel
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis regresi liner berganda. Adapun model persamaan yang akan diestimasi dalam model regresi penelitian ini adalah:
Y= β0 + β1 X1it + β2 X2it + εit
Dimana:
Y = PDB perkapita (variabel dependen)
X1it = Foreign Direct Investment di negara i pada tahun t
X2it = Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) di negara i pada tahun t β0 = Konstanta/ intercept
β1, β2 = Koefisien regresi pada masing-masing variabel bebas εit = error term di negara i pada tahun t
2. Estimasi Model Data Panel
Dalam mengestimasi data panel dapat dilakukan dengan tiga macam pendekatan yaitu:
a. Pendekatan Pooled Least Square (PLS)
Pendekatan yang paling sederhana dalam pengolahan data panel adalah dengan menggunakan metode kuadrat terkecil biasa yang diterpakan dalam data berbentuk pool. Kelemahan pada pendekatan Pooled Least Square ini adalah ketidaksesuaian model dengan keadaan yang sesungguhnya. Hal ini dikarenakan pada model PLS tidak diperhatikan dimensi waktu maupun individu padahal kondisi tiap objek dan setiap waktu akan sangat berbeda. (Wing Wahyu Winarno, 2007)
b. Pendekatan Fixed Effect Model (FEM)
Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang menjelaskan bahwa setiap individu/ subjek (cross-section) memiliki intersepnya masing-masing tetapi slope setiap individu/subjek tidak berubah seiring waktu. Pada setiap intersep yang dihasilkan akan memberi pengaruh yang berbeda dari setiap individu/subjek. Model ini juga sering disebut sebagai model Least Squares Dummy Variable (LSDV). Untuk membedakan masing-masing individu/subjek digunakan variable dummy (Gujarati, 2012).
c. Pendekatan Random Effect Model (REM)
Random Effect Model (REM) merupakan model regresi yang mengestimasi data panel dengan menghitung error dari model regresi yang dianalisis dengan metode Generalized Least Square (GLS).
Perbedaan model ini dengan Fixed Effect Model (FEM) terletak pada error-nya. Apabila pada model FEM perbedaan antar individu atau
waktu digambarkan melalui intersep, sedangkan pada model REM perbedaan tersebut diakomodir melalui error yang dihasilkan.
Keunggulan dalam menggunakan model REM yakni dapat menghilangkan heterokedastisitas. Model REM memperhitungkan bahwa error dapat berkorelasi dengan time series dan cross section (Suliyanto, 2011).
3. Pemilihan Model Data Panel
Dalam memilih data panel yang tepat diperlukan untuk melakukan pengujian terlebih dahulu. Pengujian dapat dilakukan dengan tiga macam uji, antara lain : Uji Chow, Uji Hausman dan Uji Lagrange Multiplier.
a. Uji Chow
Uji ini dilakukan untuk menentukan model yang akan diestimasi dalam penelitian ini apakah model bersifat Fixed Effect Model atau Pooled Least Square.
Hipotesis:
H0 : Model Pooled least square H1 : Model Fixed Effect Model
Jika nilai probabilitas Cross-section F lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 5% (tingkat kepercayaan 95%), maka model data panel yang digunakan adalah Fixed Effect Model dan apabila probabilitas lebih besar dari tingkat tingkat signifikansi α = 5%, maka model data panel yang digunakan adalah Pooled Least Square.
b. Uji Hausman
Uji ini dilakukan untuk menentukan model yang akan diestimasi dalam penelitian ini apakah model bersifat Random Effect Model atau Fixed Effect Model.
Hipotesis:
H0 : Model Random Effect Model H1 : Model Fixed Effect Model
Jika nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi α = 5%, maka model data panel yang digunakan adalah Fixed Effect Model dan apabila probabilitas lebih besar dari tingkat tingkat signifikansi α
= 5%, maka model data panel yang digunakan adalah Random Effect Model.
c. Uji Lagrange Multiplier
Uji ini dilakukan untuk menentukan model yang akan diestimasi dalam penelitian ini apakah model bersifat Random Effect Model atau Pooled Least Square.
Hipotesis:
H0 : Model Pooled least square H1 : Model Random Effect Model
Jika nilai probabilitas cross-section Breusch-pagan lebih besar dari tingkat signifikasi α = 5%, maka model data panel yang digunakan adalah Pooled Least Square dan apabila nilai probabilitas cross-section Breusch-pagan lebih kecil dari tingkat signifikasi α = 5%, maka model data panel yang digunakan adalah Random Effect Model.
4. Uji Hipotesis Model
a. Uji t-statistik (signifikansi parsial)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, apakah terdapat pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Penentuan pengaruh ini dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas tiap variabel dengan tingkat signifikansi α = 5% (0,05). Uji t-statistik dapat juga membuktikan hipotesis yang telah dibuat. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
H0: Tidak terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen
H1: Terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen
Jika probabilitas nilai t-statistik > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen, sebaliknya jika probabilitas nilai t-statistik
< 0,05 maka H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.
b. Uji F-statistik (signifikansi simultan)
Uji F digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, apakah terdapat pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Penentuan pengaruh ini dapat dilihat dengan membandingkan nilai probabilitas tiap variabel dengan tingkat signifikansi α = 5% (0,05). Uji F-statistik dapat juga membuktikan hipotesis yang telah dibuat. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
H0: Tidak terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen
H1: Terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen
Jika probabilitas nilai F-statistik > 0,05 maka H0 diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen, sebaliknya jika probabilitas nilai t-hitung < 0,05 maka H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen.
c. Uji koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berkisar antara nol sampai 1 (0 < R2 < 1) yang dapat dilihat dari nilai R-square (jika variabel independen hanya satu) atau Adjusted R-square (jika variabel independen lebih dari satu). Jika nilai R2 mendekati nol maka kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen sangat terbatas.
Sebaliknya, Jika nilai R2 semakin besar (mendekati 1) maka model semakin tepat karena variansi dari variabel dependen (Y) dapat dijelaskan oleh variabel independen (X).
39 BAB IV
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Indonesia terletak pada koordinat antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT yang dilintasi garis khatulistiwa dan terletak diantara Samudra Pasifik dan Hindia dan dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia. Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke dengan luas wilayah 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Jumlah populasi di Indonesia mencapai 270.054.853 jiwa pada tahun 2018.
PDB per kapita Indonesia setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa Indonesia masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Indonesia berada di angka US$3.893 yang artinya Indonesia berada di peringkat 5 dari 10 negara ASEAN.
Grafik 4. 1 PDB Per Kapita Indonesia Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
2166 2261
3122
3643 3694 3623 3491 3331 3562 3836 3893
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Indonesia Tahun 2008-2018
Grafik 4. 2 Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia Tahun 2008-2018 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment mengalami fluktuasi selama 10 tahun terakhir, bahkan mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2016. Hal ini terjadi karena pada tahun 2016 rupiah melemah dan mengakibatkan FDI turun dan pada tahun 2018 menjadi 20,171 Juta US$.
Grafik 4. 3 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia Tahun 2008-2017
Sumber: International Telecommunication Union (ITU), 2019
9318
Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia Tahun 2008-2018
2.39 2.83 3.01 3.14 3.7 3.83 3.94 3.63 3.86 4.33
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia Tahun
2008-2017
Berdasarkan grafik 4.3 diatas, diketahui bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia dari tahun 2008-2017 cenderung mengalami peningkatan, yang artinya kualitas pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus mengalami peningkatan. Menurut data yang diperoleh dari International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2017, Indonesia berada pada peringkat 111 yang sebelumnya berada di peringkat 114.
2. Myanmar
Myanmar merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN yang terletak pada koordinat antara 6º LU – 11º LS dan 95º BT - 141º BT. Laos terletak di paling utara negara Aia Tenggara lainnya yang mana berbatasan langsung dengan Republik Rakyat China di bagian utara dan Timur, Laut Andaman disebelah selatan, Teluk Benggala disebelah Barat. Myanmar memiliki luas wilayah 676.575 km2 dan luas perairan 3.06% dari luas wilayah. Jumlah populasi di Myanmar mencapai 52.89 juta jiwa pada tahun 2018.
PDB per kapita Myanmar setiap tahunnya cenderung mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa Myanmar masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Myanmar berada di angka US$1.325
Grafik 4. 4 PDB Per Kapita Myanmar Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
638 734
979
1176 1165 1162 1251
1133 1192 1249 1325
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Myanmar Tahun 2008-2018
Grafik 4. 5 Foreign Direct Investment (FDI) Myanmar Tahun 2008-2017 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment mengalami fluktuasi selama 10 tahun terakhir, Namun pada tahun 2017 kembali naik hingga ke angka 4,002 Juta USD.
Grafik 4. 6 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Myanmar Tahun 2008-2017
Sumber: International Telecommunication Union (ITU), 2019
Berdasarkan grafik 4.6 diatas, diketahui bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Myanmar dari tahun 2008-2017 cenderung mengalami peningkatan, yang artinya kualitas
863.88
Foreign Direct Investment (FDI) Myanmar Tahun 2008-2017
1.43 1.55 1.65 1.7 1.75 1.82 2.27 1.95
2.59 3
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Myanmar Tahun
2008-2017
pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus mengalami peningkatan. Menurut data yang diperoleh dari International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2017, Myanmar berada pada peringkat 135 yang sebelumnya berada di peringkat 140
3. Filipina
Filipina merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN. Filipina terletak pada koordinat antara 5˚LU – 21˚LU dan 117˚BT – 126˚BT yang mana berada di sebelah utara Indonesia dan Malaysia, sebelah timur Filipina berbatasan dengan laut Filipina, sebelah barat dengan Laut Tiongkok selatan, dan sebelah selatan dengan Laut Sulawesi. Indonesia menjadi negara kepulauan dengan 7.107 pulau dengan luas wilayah mencapai 343.448 km2 dan garis pantai sepanjang 36.289 km2. Jumlah populasi di Filipina mencapai 108.646.200 jiwa pada tahun 2018 dan berada pada urutan ke-12 di dunia.
PDB per kapita Filipina setiap tahunnya mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa Filipina masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Vietnam berada di angka US$3.102.
Grafik 4. 7 PDB Per Kapita Filipina Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
1916 1821 2124 2345 2572 2749 2831 2867 2941 2981 3102
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Filipina Tahun 2008-2018
Grafik 4. 8 Foreign Direct Investment (FDI) Filipina Tahun 2008-2018 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment di Filipina cenderung mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dan pada tahun 2018 mencapai angka 9.802 Juta USD. Hal ini tentu menjadi prestasi yang baik bagi Filipina karena dengan adanya peningkatan FDI akan menambah modal untuk melakukan produksi pada barang-barang dan jasa dalam perekonomian negara.
Grafik 4. 9 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Filipina Tahun 2008-2017
Sumber: International Telecommunication Union (ITU), 2019
1340
Foreign Direct Investment (FDI) Filipina Tahun 2008-2018
2.69 3.22 3.04 3.14
3.91 4.02 4.57
3.97 4.52 4.67
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Filipina Tahun
2008-2017
Berdasarkan grafik 4.9 diatas, diketahui bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Filipina dari tahun 2008-2017 cenderung mengalami peningkatan, yang artinya kualitas pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus mengalami peningkatan. Menurut data yang diperoleh dari International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2017, Filipina berada pada peringkat 101
4. Vietnam
Vietnam merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN dan memiliki nama resmi Republik Sosialis Vietnam. Vietnam terletak pada koordinat antara 8˚LU – 23˚LU dan 102˚BT – 109˚BT yang berada di paling timur semenanjung Indo-china Asian Tenggara dan berbatasan dengan Republik Rakyat Tiogkok di sebelah utara, Kamboja di sebelah barat daya, Laos di sebelah barat laut dan di sebelah timur berhadapan dengan Laut China Selatan. Vietnam memiliki luas wilayah kurang lebih mencapai 332.698 km2 dengan panjang pantai 3.444 km dengan jumlah populasi mencapai sekitar 96 juta jiwa pada tahun 2018.
PDB per kapita Vietnam setiap tahunnya mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa vietnam masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Vietnam berada di angka US$2.563.
Grafik 4. 10 PDB Per Kapita Vietnam Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
1149 1217 1317 1525 1735 1886 2030 2085 2192 2365 2563
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Vietnam Tahun 2008-2018
Grafik 4. 11 Foreign Direct Investment (FDI) Vietnam Tahun 2008-2017 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment di Vietnam cenderung mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dan pada tahun 2017 mencapai angka 10.256 Juta US$. Hal ini tentu menjadi prestasi yang baik bagi Vietnam karena dengan adanya peningkatan FDI akan menambah modal untuk melakukan produksi pada barang-barang dan jasa dalam perekonomian negara.
Grafik 4. 12 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Vietnam Tahun 2008-2017
Sumber: International Telecommunication Union (ITU) (2019)
9579
Foreign Direct Investment (FDI) Vietnam Tahun 2008-2017
2.76
3.53 3.41 3.65 3.94 4.09 4.28 4.02 4.18 4.43
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Vietnam Tahun
2008-2017
Berdasarkan grafik 4.12 diatas, diketahui bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Vietnam dari tahun 2008-2017 cenderung mengalami peningkatan, yang artinya kualitas pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus mengalami peningkatan. Menurut data yang diperoleh dari International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2017, Vietnam berada pada peringkat 108.
5. Kamboja
Kamboja merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN dimana negara Kamboja berbentuk monarki konstitusional.
Kamboja terletak pada koordinat antara 10˚LU – 14˚LU dan 102˚BT – 108˚BT yang mana disebelah barat dan utara berbatasan dengan Thailand, Laos disebelah timur laut, dan Vietnam di sbelah utara dan tenggara.
Kamboja memilki luas wilayah kurang lebih mencapai 181.035 km2 dengan jumlah populasi di Kamboja mencapai sekitasr 16 juta jiwa pada tahun 2018.
PDB per kapita Kamboja setiap tahunnya mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa kamboja masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Kamboja berada di angka US$1.512.
Grafik 4. 13 PDB Per Kapita Kamboja Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
745 738 785 882 950 1013 1093 1162 1269 1385 1512
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Kamboja Tahun 2008-2018
Grafik 4. 14 Foreign Direct Investment (FDI) Kamboja Tahun 2008-2018 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment di Kamboja cenderung mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dan pada tahun 2018 mencapai angka 3.103 Juta US$. Hal ini tentu menjadi prestasi yang baik bagi Kamboja karena dengan adanya peningkatan FDI akan menambah modal untuk melakukan produksi pada barang-barang dan jasa dalam perekonomian negara.
Grafik 4. 15 Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Kamboja Tahun 2008-2017
Sumber: International Telecommunication Union (ITU) (2019)
Berdasarkan grafik 4.15 diatas, diketahui bahwa nilai indeks pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Kamboja dari
815
Foreign Direct Investment (FDI) Kamboja Tahun 2008-2018
1.63 1.99 1.88 2.05 2.54 2.61 2.74 2.78 3.04 3.28 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Kamboja Tahun
2008-2017
tahun 2008-2017 cenderung mengalami peningkatan, yang artinya kualitas pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus mengalami peningkatan. Menurut data yang diperoleh dari International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 2017, Kamboja berada pada peringkat 128.
6. Laos
Laos merupakan salah satu negara yang tergabung dalam ASEAN yang dikenal dengan nama Republik Demokratik Rakyat Lao PDR.
Filipina terletak pada koordinat antara 14˚LU – 22˚ LU dan 100˚BT – 107˚BT yang terapit daratan di Asia Tenggara dan berbatasan langsung dengan Vietnam di sebelah Timur, Myanmar dan Republik Rakyat Tiongkok disebelah barat laut, Kamboja disebelah selatan dan Thailand di sebelah barat. Laos memilki luas wilayah sekitar 236.800 km2, bersaama dengan Thailand, Vietnam, Myanmar dan Kamboja merupakan negara yang berada di semenanjung Indo-China dan dialiri oleh salah satu sungai terpanjang di dunia yaitu sungai Mekong. Jumlah populasi di Laos mencapai 7.23 juta jiwa pada tahun 2018.
PDB per kapita Laos setiap tahunnya mengalami kenaikan selama kurun waktu sepuluh tahun, namun jika dilihat dari grafik PDB per kapita di bawah, di ketahui bahwa kamboja masih termasuk dalam kategori negara lower middle income karena PDB per kapita yang masih dibawah US$3.896. Hingga tahun 2018, PDB per kapita Laos berada di angka US$2.567.
Grafik 4. 16 PDB Per Kapita Laos Tahun 2008-2018 (dalam US$)
Sumber: World Bank (2019)
900 948 1140 1378 1581 1825 1998 2134 2308 2423 2567
2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
PDB Per Kapita Laos Tahun 2008-2018
Grafik 4. 17 Foreign Direct Investment (FDI) Laos Tahun 2008-2017 (dalam Juta US$)
Sumber: World Bank (2019)
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment di Laos cenderung mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dan pada tahun 2017 mencapai angka 1.599 Juta US$. Hal ini tentu menjadi prestasi yang baik bagi Laos karena dengan adanya peningkatan FDI akan
Berdasarkan grafik di atas, jumlah foreign direct investment di Laos cenderung mengalami peningkatan selama 10 tahun terakhir dan pada tahun 2017 mencapai angka 1.599 Juta US$. Hal ini tentu menjadi prestasi yang baik bagi Laos karena dengan adanya peningkatan FDI akan