• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Khusus Perancangan

Dalam dokumen COTTAGE WISATA KAWAH IJEN DI BONDOWOSO. (Halaman 32-40)

BAB II TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN

2.2. Tinjauan Khusus Perancangan

Dalam tinjauan khusus rancangan ini meliputi tentang lingkup pelayanan,

kebutuhan ruang, luasan ruang dan program ruang dengan penekanan sirkulasi

massa dalam menyelesaikan rancangan.

2.2.1.

Penekanan Perancangan

Perancangan proyek cottage ini merupakan sebagian dari pemanfaatan

potensi wisata yang ada di dalam kota Bondowoso dengan menyediakan tempat

peristirahatan yang nyaman, tenang dan bersifat rekreatif. Dan merupakan proyek

cottage yang menitik beratkan pada tatanan massa.

2.2.2.

Lingkup Pelayanan

Bondowoso merupakan Kabupaten yang berada di kawasan Provinsi

Jawa Timur. Adapun lingkup pelayanan proyek Cottage Wisata Kawah Ijen ini

adalah :

-

Khusus

: Seluruh masyarakat yang berada di kawasan Jawa Timur.

-

Umum

: Seluruh warga Indonesia hingga mancanegara.

2.2.3.

Aktifitas Dan Kebutuhan Ruang

Aktifitas yang terjadi di dalam cottage adalah :

a.

Aktivitas Tamu

Tamu yang datang ke Cottage Wisata Kawah Ijen ini dapat dibagi

menjadi :

1)

Sebagai pengunjung, dengan aktivitas :

-

Aktivitas seminar, rapat, pertemuan, dan makan.

-

Aktivitas olahraga dan rekreasi.

2)

Sebagai penginap, dengan aktivitas :

-

Aktivitas istirahat, tidur, mandi, makan, minum.

-

Menikmati berbagai fasilitas cottage.

Disini wisata merupakan fasilitas penunjang yang akan ditonjolkan

didalam perancangan cottage. Sehingga tamu yang akan datang ke cottage ini

dapat menggunakan fasilitas-fasilitas sesuai dengan minat pengunjung, yaitu

seperti :

1)

Fasilitas rekreasi dan olahraga:

-

Fitness center.

-

Golf area.

-

Boutique dan Gallery shop.

-

Tennis court.

2)

Aktifitas Pengelola.

Untuk aktivitas pengelola dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1.

Pengelola Administrasi, terdiri dari :

a.

Bagian depan (Front of House), merupakan kegiatan yang

langsung berhubungan dengan para tamu

cottage, yaitu

meliputi :

-

Aktivitas penerima tamu.

-

Aktivitas akomodasi kamar.

-

Aktivitas akomodasi wisata.

b.

Bagian belakang (Back of House), merupakan kegiatan yang

tidak langsung berhubungan dengan para tamu cottage, yaitu

meliputi :

-

Aktivitas pengelolaan.

-

Aktivitas administrasi dan keuangan.

-

Aktivitas pemasaran dan publikasi.

-

Aktivitas tata graha.

-

Aktivitas karyawan.

2.

Pengelola Teknis, terdiri dari :

Bagian maintenance dan enginering, dengan aktivitas-aktivitas

pemeliharaan, perawatan, perbaikan peralatan mekanikal dan

elektrikal serta bangunan cottage.

Dilihat dari pengelompokan kelompok aktivitas di atas dapat

diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok aktivitas, yaitu :

1.

Aktivitas utama

Aktivitas utama yang ada di Cottage Wisata Kawah Ijen ini adalah

beristirahat dan menikmati fasilitas yang telah disediakan.

2.

Aktivitas penunjang

Sedangkan aktivitas yang menunjang didalam cottage ini adalah:

a.

Pelaksanaan pelayanan terhadap pengunjung cottage.

b.

Penyediaan sarana yang menunjang cottage.

Setelah pengelompokkan klasifikasi pemakai dan kegiatan umum, maka

kita dapat menentukan aktivitas dan kebutuhan ruang apa saja yang dibutuhkan.

Hasil evaluasi pada studi kasus dapat digunakan sebagai acuan atau perbandingan

terhadap Proyek Cottage Wisata Kawah Ijen Di Bondowoso.

Pengelola dapat menggunakan fasilitas sebagai berikut : Kantor pengelola

bagi karyawan atau pegawai yang beraktivitas mengatur segala sesuatu yang

berhubungan dengan area rekreasi agar lebih teratur dan sebagai tempat bagi

pengunjung apabila ingin mendapatkan informasi yang diinginkan.

2.2.3.1 Pengelompokkan Ruang

Berdasarkan aktivitas yang terjadi, ruang-ruang dikelompokkan dalam

beberapa kelompok, dan dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut.

Tabel 2.2. Pengelompokkan Ruang

NO

KELOMPOK

RUANG YANG DIBUTUHKAN

SIFAT

1.

Pengunjung

a

Private Area

-

Familly Room

a.

2 Bed Room

b.

KM / WC+Bath up

c.

Living Room

d.

Pantry

e.

Dressing Room

-

Standart Room

a.

Bed Room

b.

KM/WC

c.

Mini Bar

PRIVATE

b

Public Area

a.

Lobby

b.

Front Desk

c.

Toilet Umum

d.

Cafe

PUBLIC

c

Fasilitas Penunjang

a.

Tennis Court

b.

Fitness Center

c.

Gallery Shop+ Boutique

d.

Golf Area

PUBLIC

2.

Pengelola

Administrasi

a.

Dep. Office

b.

General Manager

c.

Staff Room

d.

Meeting Room

e.

Toilet Staff

SEMI

PRIVAT

3.

Service

Service

a.

Gudang basah+kering

b.

Gudang barang

c.

Parkir

d.

R. Ganti karyawan

e.

Laundry

f.

M.E

g.

Genset

h.

Tandon

i.

Main Kitchen

SERVICE

2.2.4. Perhitungan Luasan Ruang

Berdasarkan aktivitas yang terjadi luas ruang dibagi menjadi beberapa

kelompok yang akan disusun berupa tabel :

Dasar pambuatan program ruang dan studi luasan ruang menggunakan

rujukan sebagai berikut :

1. KKH adalah Kriteria Klasifikasi Hotel (Departemen Pariwisata)

2. TSS adalah Time Sarver Standart for Building Types, by Joseph de Chicra &

Jhon H. C.

3. NMH adalah New Metric Handbook, by Adler Efall

4. AND adalah Architec Data, by Ernest Neufert

5. HMC adalah Hotel Motel & Condominium, by Fred Lawson

6. PHD adalah Principles of Hotel Design, Architec Journal, The Architectural,

London.

Tabel 2.3. Private Area

NO

RUANG

KAPASITAS

PERHITUNGAN

SUMBER

LUASAN

(m²)

1

a. Familly Room

- 2 Bedroom

-

Living Room

-

Pantry

-

KM/WC+

Bath

Tub+Dressing

Room

-

Teras

b. Standart

Room

-

Double Bed

-

KM/WC

-

Mini Bar

-

Teras

8 unit/5 orang

12 unit/2

orang

60 m²

32 m²

SRV

AND

480 m²

384 m²

TOTAL

864 m²

Tabel 2.4. Public Area

NO

RUANG

KAPASITAS

PERHITUNGAN

SUMBER

LUASAN

(m²)

1

Lobby

1 unit/20

orang

75 m²

SRV

1500 m²

3

Gasebo

11 unit/4

orang

6,25 m²

SRV

68,8 m²

TOTAL

1628,8 m²

Tabel 2.5. Fasilitas Pengelola

NO

RUANG

KAPASITAS

PERHITUNGAN

SUMBER

LUAS

(m²)

1

R. Kepala

1

15 m²

ASM

15 m²

2

R. Wakil

1

9 m²

ASM

9 m²

3

R. Staff

1 unit/15 orang

24 m²

ASM

360 m²

4

R. Rapat

1 unit/20 orang

34 m²

ASM

680 m²

TOTAL

1064 m²

Tabel 2.6. Fasilitas Penunjang

NO

RUANG

KAPASITAS

PERHITUNGAN

SUMBER

LUAS

(m²)

1

Fitness Centre

1 unit/15 orang

100 m²

SRV

100 m²

2

Tennis Court

2 unit/8 orang

416 m²

AND

832 m²

3

Golf Area

1/10 orang

450 m²

SRV

450 m²

4

Cafe

1 unit/40 orang

250 m²

SRV

250 m²

5

Gallery

Shop+Boutique

1 unit/10 orang

60 m²

SRV

60 m²

6

Mushola

1 unit/10 orang

16 m²

SRV

16 m²

TOTAL

1708 m²

Tabel 2.7. Service Area

NO

RUANG

KAPASITAS

PERHITUNGAN

SUMBER

LUASAN

(m²)

1

Main kitchen

1 unit

27,5 m²

ASM

27,5 m²

2

R. Ganti

karyawan

1 unit

24 m²

ASM

24 m²

3

Gudang barang

1 unit

15 m²

ASM

15 m²

4

Gudang basah

1 unit

12,25 m²

ASM

12,25 m²

5

Gudang kering

1 unit

112 m²

ASM

112 m²

6

Laundry

1 unit

21 m²

ASM

21 m²

7

Mechanical

electrical

1 unit

15 m²

ASM

15 m²

8

Toilet Umum

6 unit

15 m²

ASM

90 m²

9

Toilet Staff

4 unit

25 m²

ASM

100 m²

10

Toilet Servis

4 unit

9 m²

ASM

36 m²

Tabel 2.8. Rekapitulasi Total Luasan

Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa total luas lahan

yang diperlukan dalam proyek Cottage Wisata Kawah Ijen di Bondowoso ini

seluas 14.519,6 M².

NO

FASILITAS

LUASAN

(m²)

1

Pengunjung

a)

Private Area

b)

Public Area

864 M²

1.628,8 M²

2

Pengelola

1.064 M²

3

Penunjang

1.708 M²

4

Service Area

254,75 M²

Luas Total

5.519,6 M²

Sirkulasi

9.000 M²

Total Keseluruhan

14.519,6 M²

BAB III

TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN

3.1.

Latar Belakang Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi di Kecamatan Sempol yang dekat dengan kawasan wisata

kawah Ijen, yang termasuk kawasan pengembangan wisata Kabupaten

Bondowoso. Selain menjadi pengembangan wisata di kawasan tersebut, juga

memiliki potensi lingkungan bernilai jual tinggi. Dari analisa studi kasus, serta

literatur maka kriteria lokasi yang sesuai untuk Cottage Wisata Kawah Ijen Di

Bondowoso adalah sebagai berikut :

Faktor kesesuaian dengan lahan

Tapak yang digunakan harus merupakan tanah yang diperuntukkan

sebagai daerah pariwisata dan agronomi. Luas tapak yang dipilih harus

memenuhi kebutuhan luas bangunan yang merupakan standart dari cottage

itu sendiri, kemudian ditambah dengan Building Coverage (BC) yang

sudah ditentukan untuk lahan tersebut berdasarkan peraturan daerah yang

berlaku. Dan untuk harga lahan di lokasi tersebut mencapai 55.000

permeternya.

Faktor infrastruktur

Faktor pendukung proyek berupa sarana dan prasarana yang mendukung

pelaksanaan operasional sebuah

cottage dengan standart internasional

seperti jaringan air, telpon, listrik dan jalur pembuangan air kotor yang

memadai. Faktor terpenting dalam pemilihan lokasi yaitu kemudahan

pencapaian ke tapak dari dalam maupun luar kota. Lebar jalan, yaitu 8

meter dengan pertimbangan kemudahan untuk kendaraan-kendaraan besar

seperti mobil dan truck.

Faktor pendukung lingkungan

Faktor yang mempertimbangkan daerah jangkauan pelayanan yang dapat

mencakup wilayah yang cukup luas atas dasar perkembangan daerah itu

sendiri yang menjadi perhatian daerah-daerah sekitarnya. Letak lokasi site

yang berdekatan dengan lokasi wisata lainnya.

Tidak adanya fasilitas penginapan atau pengelolaan yang baik untuk

membuat berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso, misal

dengan keberadaan potensi pegunungan di Kecamatan Sempol, Desa Sempol.

Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk

mendorong dan mengelola potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bondowoso

dengan baik.

Dalam dokumen COTTAGE WISATA KAWAH IJEN DI BONDOWOSO. (Halaman 32-40)

Dokumen terkait