BAB II TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN
2.2. Tinjauan Khusus Perancangan
Dalam tinjauan khusus rancangan ini meliputi tentang lingkup pelayanan,
kebutuhan ruang, luasan ruang dan program ruang dengan penekanan sirkulasi
massa dalam menyelesaikan rancangan.
2.2.1.
Penekanan Perancangan
Perancangan proyek cottage ini merupakan sebagian dari pemanfaatan
potensi wisata yang ada di dalam kota Bondowoso dengan menyediakan tempat
peristirahatan yang nyaman, tenang dan bersifat rekreatif. Dan merupakan proyek
cottage yang menitik beratkan pada tatanan massa.
2.2.2.
Lingkup Pelayanan
Bondowoso merupakan Kabupaten yang berada di kawasan Provinsi
Jawa Timur. Adapun lingkup pelayanan proyek Cottage Wisata Kawah Ijen ini
adalah :
-
Khusus
: Seluruh masyarakat yang berada di kawasan Jawa Timur.
-
Umum
: Seluruh warga Indonesia hingga mancanegara.
2.2.3.
Aktifitas Dan Kebutuhan Ruang
Aktifitas yang terjadi di dalam cottage adalah :
a.
Aktivitas Tamu
Tamu yang datang ke Cottage Wisata Kawah Ijen ini dapat dibagi
menjadi :
1)
Sebagai pengunjung, dengan aktivitas :
-
Aktivitas seminar, rapat, pertemuan, dan makan.
-
Aktivitas olahraga dan rekreasi.
2)
Sebagai penginap, dengan aktivitas :
-
Aktivitas istirahat, tidur, mandi, makan, minum.
-
Menikmati berbagai fasilitas cottage.
Disini wisata merupakan fasilitas penunjang yang akan ditonjolkan
didalam perancangan cottage. Sehingga tamu yang akan datang ke cottage ini
dapat menggunakan fasilitas-fasilitas sesuai dengan minat pengunjung, yaitu
seperti :
1)
Fasilitas rekreasi dan olahraga:
-
Fitness center.
-
Golf area.
-
Boutique dan Gallery shop.
-
Tennis court.
2)
Aktifitas Pengelola.
Untuk aktivitas pengelola dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :
1.
Pengelola Administrasi, terdiri dari :
a.
Bagian depan (Front of House), merupakan kegiatan yang
langsung berhubungan dengan para tamu
cottage, yaitu
meliputi :
-
Aktivitas penerima tamu.
-
Aktivitas akomodasi kamar.
-
Aktivitas akomodasi wisata.
b.
Bagian belakang (Back of House), merupakan kegiatan yang
tidak langsung berhubungan dengan para tamu cottage, yaitu
meliputi :
-
Aktivitas pengelolaan.
-
Aktivitas administrasi dan keuangan.
-
Aktivitas pemasaran dan publikasi.
-
Aktivitas tata graha.
-
Aktivitas karyawan.
2.
Pengelola Teknis, terdiri dari :
Bagian maintenance dan enginering, dengan aktivitas-aktivitas
pemeliharaan, perawatan, perbaikan peralatan mekanikal dan
elektrikal serta bangunan cottage.
Dilihat dari pengelompokan kelompok aktivitas di atas dapat
diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok aktivitas, yaitu :
1.
Aktivitas utama
Aktivitas utama yang ada di Cottage Wisata Kawah Ijen ini adalah
beristirahat dan menikmati fasilitas yang telah disediakan.
2.
Aktivitas penunjang
Sedangkan aktivitas yang menunjang didalam cottage ini adalah:
a.
Pelaksanaan pelayanan terhadap pengunjung cottage.
b.
Penyediaan sarana yang menunjang cottage.
Setelah pengelompokkan klasifikasi pemakai dan kegiatan umum, maka
kita dapat menentukan aktivitas dan kebutuhan ruang apa saja yang dibutuhkan.
Hasil evaluasi pada studi kasus dapat digunakan sebagai acuan atau perbandingan
terhadap Proyek Cottage Wisata Kawah Ijen Di Bondowoso.
Pengelola dapat menggunakan fasilitas sebagai berikut : Kantor pengelola
bagi karyawan atau pegawai yang beraktivitas mengatur segala sesuatu yang
berhubungan dengan area rekreasi agar lebih teratur dan sebagai tempat bagi
pengunjung apabila ingin mendapatkan informasi yang diinginkan.
2.2.3.1 Pengelompokkan Ruang
Berdasarkan aktivitas yang terjadi, ruang-ruang dikelompokkan dalam
beberapa kelompok, dan dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut.
Tabel 2.2. Pengelompokkan Ruang
NO
KELOMPOK
RUANG YANG DIBUTUHKAN
SIFAT
1.
Pengunjung
a
Private Area
-
Familly Room
a.
2 Bed Room
b.
KM / WC+Bath up
c.
Living Room
d.
Pantry
e.
Dressing Room
-
Standart Room
a.
Bed Room
b.
KM/WC
c.
Mini Bar
PRIVATE
b
Public Area
a.
Lobby
b.
Front Desk
c.
Toilet Umum
d.
Cafe
PUBLIC
c
Fasilitas Penunjang
a.
Tennis Court
b.
Fitness Center
c.
Gallery Shop+ Boutique
d.
Golf Area
PUBLIC
2.
Pengelola
Administrasi
a.
Dep. Office
b.
General Manager
c.
Staff Room
d.
Meeting Room
e.
Toilet Staff
SEMI
PRIVAT
3.
Service
Service
a.
Gudang basah+kering
b.
Gudang barang
c.
Parkir
d.
R. Ganti karyawan
e.
Laundry
f.
M.E
g.
Genset
h.
Tandon
i.
Main Kitchen
SERVICE
2.2.4. Perhitungan Luasan Ruang
Berdasarkan aktivitas yang terjadi luas ruang dibagi menjadi beberapa
kelompok yang akan disusun berupa tabel :
Dasar pambuatan program ruang dan studi luasan ruang menggunakan
rujukan sebagai berikut :
1. KKH adalah Kriteria Klasifikasi Hotel (Departemen Pariwisata)
2. TSS adalah Time Sarver Standart for Building Types, by Joseph de Chicra &
Jhon H. C.
3. NMH adalah New Metric Handbook, by Adler Efall
4. AND adalah Architec Data, by Ernest Neufert
5. HMC adalah Hotel Motel & Condominium, by Fred Lawson
6. PHD adalah Principles of Hotel Design, Architec Journal, The Architectural,
London.
Tabel 2.3. Private Area
NO
RUANG
KAPASITAS
PERHITUNGAN
SUMBER
LUASAN
(m²)
1
a. Familly Room
- 2 Bedroom
-
Living Room
-
Pantry
-
KM/WC+
Bath
Tub+Dressing
Room
-
Teras
b. Standart
Room
-
Double Bed
-
KM/WC
-
Mini Bar
-
Teras
8 unit/5 orang
12 unit/2
orang
60 m²
32 m²
SRV
AND
480 m²
384 m²
TOTAL
864 m²
Tabel 2.4. Public Area
NO
RUANG
KAPASITAS
PERHITUNGAN
SUMBER
LUASAN
(m²)
1
Lobby
1 unit/20
orang
75 m²
SRV
1500 m²
3
Gasebo
11 unit/4
orang
6,25 m²
SRV
68,8 m²
TOTAL
1628,8 m²
Tabel 2.5. Fasilitas Pengelola
NO
RUANG
KAPASITAS
PERHITUNGAN
SUMBER
LUAS
(m²)
1
R. Kepala
1
15 m²
ASM
15 m²
2
R. Wakil
1
9 m²
ASM
9 m²
3
R. Staff
1 unit/15 orang
24 m²
ASM
360 m²
4
R. Rapat
1 unit/20 orang
34 m²
ASM
680 m²
TOTAL
1064 m²
Tabel 2.6. Fasilitas Penunjang
NO
RUANG
KAPASITAS
PERHITUNGAN
SUMBER
LUAS
(m²)
1
Fitness Centre
1 unit/15 orang
100 m²
SRV
100 m²
2
Tennis Court
2 unit/8 orang
416 m²
AND
832 m²
3
Golf Area
1/10 orang
450 m²
SRV
450 m²
4
Cafe
1 unit/40 orang
250 m²
SRV
250 m²
5
Gallery
Shop+Boutique
1 unit/10 orang
60 m²
SRV
60 m²
6
Mushola
1 unit/10 orang
16 m²
SRV
16 m²
TOTAL
1708 m²
Tabel 2.7. Service Area
NO
RUANG
KAPASITAS
PERHITUNGAN
SUMBER
LUASAN
(m²)
1
Main kitchen
1 unit
27,5 m²
ASM
27,5 m²
2
R. Ganti
karyawan
1 unit
24 m²
ASM
24 m²
3
Gudang barang
1 unit
15 m²
ASM
15 m²
4
Gudang basah
1 unit
12,25 m²
ASM
12,25 m²
5
Gudang kering
1 unit
112 m²
ASM
112 m²
6
Laundry
1 unit
21 m²
ASM
21 m²
7
Mechanical
electrical
1 unit
15 m²
ASM
15 m²
8
Toilet Umum
6 unit
15 m²
ASM
90 m²
9
Toilet Staff
4 unit
25 m²
ASM
100 m²
10
Toilet Servis
4 unit
9 m²
ASM
36 m²
Tabel 2.8. Rekapitulasi Total Luasan
Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa total luas lahan
yang diperlukan dalam proyek Cottage Wisata Kawah Ijen di Bondowoso ini
seluas 14.519,6 M².
NO
FASILITAS
LUASAN
(m²)
1
Pengunjung
a)
Private Area
b)
Public Area
864 M²
1.628,8 M²
2
Pengelola
1.064 M²
3
Penunjang
1.708 M²
4
Service Area
254,75 M²
Luas Total
5.519,6 M²
Sirkulasi
9.000 M²
Total Keseluruhan
14.519,6 M²
BAB III
TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN
3.1.
Latar Belakang Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi di Kecamatan Sempol yang dekat dengan kawasan wisata
kawah Ijen, yang termasuk kawasan pengembangan wisata Kabupaten
Bondowoso. Selain menjadi pengembangan wisata di kawasan tersebut, juga
memiliki potensi lingkungan bernilai jual tinggi. Dari analisa studi kasus, serta
literatur maka kriteria lokasi yang sesuai untuk Cottage Wisata Kawah Ijen Di
Bondowoso adalah sebagai berikut :
•
Faktor kesesuaian dengan lahan
Tapak yang digunakan harus merupakan tanah yang diperuntukkan
sebagai daerah pariwisata dan agronomi. Luas tapak yang dipilih harus
memenuhi kebutuhan luas bangunan yang merupakan standart dari cottage
itu sendiri, kemudian ditambah dengan Building Coverage (BC) yang
sudah ditentukan untuk lahan tersebut berdasarkan peraturan daerah yang
berlaku. Dan untuk harga lahan di lokasi tersebut mencapai 55.000
permeternya.
•
Faktor infrastruktur
Faktor pendukung proyek berupa sarana dan prasarana yang mendukung
pelaksanaan operasional sebuah
cottage dengan standart internasional
seperti jaringan air, telpon, listrik dan jalur pembuangan air kotor yang
memadai. Faktor terpenting dalam pemilihan lokasi yaitu kemudahan
pencapaian ke tapak dari dalam maupun luar kota. Lebar jalan, yaitu 8
meter dengan pertimbangan kemudahan untuk kendaraan-kendaraan besar
seperti mobil dan truck.
•
Faktor pendukung lingkungan
Faktor yang mempertimbangkan daerah jangkauan pelayanan yang dapat
mencakup wilayah yang cukup luas atas dasar perkembangan daerah itu
sendiri yang menjadi perhatian daerah-daerah sekitarnya. Letak lokasi site
yang berdekatan dengan lokasi wisata lainnya.
Tidak adanya fasilitas penginapan atau pengelolaan yang baik untuk
membuat berbagai obyek wisata yang ada di Kabupaten Bondowoso, misal
dengan keberadaan potensi pegunungan di Kecamatan Sempol, Desa Sempol.
Oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk
mendorong dan mengelola potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bondowoso
dengan baik.
Dalam dokumen
COTTAGE WISATA KAWAH IJEN DI BONDOWOSO.
(Halaman 32-40)