BAB III ANALISA DATA
III.3 Tinjauan Khusus Stasiun Televisi Politeknik Negeri Batam
Politeknik Negeri Batam terletak di Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia, dengan alamat Parkway Street. Batam Center, Batam. Stasiun televisi Politeknik Negeri Batam
itu sendiri terletak di lantai 4 Gedung Teaching Factory yang bersebelahan dengan gedung utama Politeknik Negeri Batam.
III.3.2 Ruang Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Ruangan ini sudah dilengkapi meja dan kursi serta beberapa alat penyiaran seperti mixer audio, switcher atau mixer video, beberapa kamera, dan lighting. Namun belum semua alat yang dibutuhkan dalam penyiaran ada dalam ruangan studio ini. Ruangan ini di desain kedap suara namun belum tertata rapi, mulai dari pembagian ruang, penyusunan layout alat-alat siaran yang berpengaruh pada proses penyiaran.
Gambar 3.36 Ruangan Studio Siaran Politeknik Negeri Batam III.3.3 Peralatan Ruang Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Stasiun TV Politeknik Negeri Batam memiliki peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses pembelajaran siaran pada studio. Tabel 3.1 adalah daftar alat-alat yang ada pada studio :
Tabel 3.1. Daftar Alat-alat Studio Siaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
No Jenis Tipe Merk Qty Gambar
1 Kamera AK-HG 3800 Panasonic 1
2 Kamera MD-10000 Panasonic 3
3 Sound Kit Mic
4 Sound Kit Yamaha CL1 Yamaha 1 5 Sound Kit AVID C24, AVID HDX,WFM 7200, Komputer MAC AVID 1 6 Editing Kit Textronix MTX 100B Textronik 1 7 Editing Kit Remote Operation Panel AK-HRP200 Panasonic 1 8 Editing Kit Panasonic Live Switcher AV-HS410 Panasonic 1
9 Editing Kit Textronix WFM 5200 Textronix 1 10 Editing Kit HD/SD Recorder (HDR-60) Datavideo 1 11 Lighting Lighting Tronic (Lead Eco) Tronic (Orange) 3
12 Lighting S800 (White) Prolite 6
14 Support Tools Dedolight + Softbox Dedolight 2 15 Support Tools Adtec Router + media HUB & Panasonic Camera Control Unit Adtec, Panasonic 3
16 Kamera Canon 7D Canon 2
Sumber : Politeknik Negeri Batam
III.3.4 Denah Luas Ruangan Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
III.3.5 Layout Ruangan Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Gambar 3.38 adalah Layout Ruangan Studio TV Politeknik Negeri Batam:
Gambar 3.39 Layout Ruangan Studio - Tampak Samping
Ruangan studio stasiun TV Politeknik Negeri Batam masih memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
1. Panggung dan background yang kecil
2. Lighting yang minim, masih memerlukan lighting tambahan
3. Tidak terdapat panggung pada bagian alat control, sehingga mengganggu penglihatan ketika syuting berlangsung (tertutup kameramen)
4. Area alat -alat control kecil, menyulitkan mahasiswa dengan kuantitas ramai untuk mengaksesnya.
III.4 Tinjauan Khusus Komisi Penyiaran Indonesia Daerah– Kepri III.4.1 Daftar Perusahaan Pemancar TV di Daerah Kepulauan Riau
Tabel 3.2 adalah data daftar-daftar stasiun televisi yang ada di daerah Kepulauan Riau:
Tabel 3.2 Daftar Perusahaan Pemancar Televisi di Daerah Kepulauan Riau
No Nama Stasiun TV Nomor Kanal
Lokasi Pemancar
Keterangan Alamat Lengkap
Jalan/ Desa/ Kel. Kec. Kota / Kab.
1 TVRI 6 UHF JL.Palapa VIII. Bukit Dangas Sekupang Batam ISR 2 TVRI BINTAN 9 UHF Jl. Lumba-lumba Kijang Kijang ISR 3 METRO TV 25 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam RK KPID–Non ISR 4 TV ONE 27 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam ISR 5 TV TPI 33 UHF Hotel Furia Tj. Pinang
Kota Tj. Pinang RK KPID–Non ISR 6 SEMENANJUNG TV 39 UHF Taman Sade Tiban II Sekupang Batam ISR 7 TV DIGITAL 40 UHF JL.Palapa VIII. Bukit Dangas Sekupang Batam ISR 8 MNC TV 41 UHF Jl. Ir. Sutami. B. Dangas Sekupang Batam ISR 9 RCTI 43 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam ISR 10 TRANS TV 45 UHF JL.Palapa VIII. Bukit Dangas Sekupang Batam ISR 11 SCTV 47 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam ISR 12 INDOSIAR 49 UHF JL.Palapa VIII. Bukit Dangas Sekupang Batam ISR 13 BATAM TV 51 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam ISR 14 ANTV 53 UHF B Girang. Tj. Sengkuang Batu Ampar Batam RK KPID–Non ISR 15 BARELANG TV 55 UHF Ruko Lakota Blok B No.12
Bukit Senyum Batu Ampar Batam RK KPID–Non ISR 16 GLOBAL TV 57 UHF Jl. Ir. Sutami. B. Dangas Sekupang Batam RK KPID–Non ISR 17 TRANS 7 59 UHF JL.Palapa VIII. Bukit Dangas Sekupang Batam RK KPID–Non ISR 18 URBAN TV 61 UHF Jl. Ir. Sutami. B. Dangas Sekupang Batam RK KPID–Non ISR
Sumber : Komisi Penyiaran Indonesia Daerah – Kepulauan Riau
Dan untuk beberapa daerah di Indonesia, khususnya Kepulauan Riau sudah mulai beralih ke sistem penyiaran digital. Dikarenakan pada sistem digital, sistematis proses siarannya akan lebih mudah.
III.4.2 Model Bisnis Sistem Siaran TV Digital Teresterial
Berdasarkan hasil survei dan wawancara di Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepulauan Riau serta referensi dari beberapa jurnal, dapat saya simpulkan model bisnis sistem siaran televisi digital terseterial di Indonesia kan jadi seperti pada Gambar 3.40 :
Gambar 3.40 Model Bisnis Sistem Siaran TV Digital Teresterial di Indonesia Dari diagram blok pada Gambar 4.13 di atas, dapat dijelaskan tentang siapa penyelenggara penyiaran televisi digital terestrial dan apa fungsinya di dalam rantai nilai (value chain) penyelenggaraan penyiaran televisi digital terestrial di Indonesia sebagai berikut:
1. Penyedia Konten, berfungsi sebagai content provider atau content
creator yang memproduksi konten-konten siaran.
2. Penyelenggara Program Siaran, berfungsi sebagai content aggregator yang menggabungkan konten-konten siaran dari Penyedia Konten dan menyusunnya dengan jadwal tertentu dan berkesinambungan sehingga menjadi suatu program siaran untuk dipancarluaskankan melalui Penyelenggara Multipleksing menggunakan infrastruktur yang disediakan oleh Penyedia Jaringan/ Transmisi.
3. Penyelenggara Multipleksing berfungsi untuk menggabungkan beberapa program siaran dari beberapa Penyelenggara Program Siaran untuk kemudian dipancarluaskan kepada masyarakat melalui inftastruktur jaringan dan perangkat transmisi yang disediakan oleh Penyedia Jaringan/ Transmisi.
4. Penyedia Jaringan/ Transmisi/ Fasilitas berfungsi untuk menyediakan infrastruktur jaringan, perangkat transmisi, dan/ atau menara.
Status stasiun TV analog yang saat ini ada adalah sebagai Penyelenggara Program Siaran. Sehingga stasiun televisi yang saat ini memiliki infrastruktur sendiri dan Izin Stasiun Radio (ISR) tidak perlu memiliki keduanya pada saat penerapan sistem penyiaran televisi digital. [14]
Dengan model bisnis tersebut di atas perlu diatur hubungan kerja antar entitas badan usaha yang menjalankan masing-masing fungsinya untuk menjamin
pemancarluasan konten atau program siaran yang bebas masalah dan menjamin kompetisi yang sehat antar penyelenggara. Hubungan Kerja yang perlu diatur antara lain:
1. Penyedia Jaringan/ Transmisi harus menyediakan jangkauan wilayah siaran (coverage area) yang diminta oleh Penyelenggara Program Siaran atau Penyelenggara Multipleksing.
2. Penyedia Jaringan/ Transmisi/ Fasilitas diharuskan menyediakan kualitas penghantaran aplikasi penyiaran sesuai kesepakatan yang tertuang di dalam kontrak antara Penyelenggara Jaringan/ Transmisi dan Penyelenggara Multipleksing.
3. Penyedia Jaringan/ Transmisi dan Penyelenggara Multipleksing harus berlaku adil dengan mengenakan biaya sewa jaringan yang sama kepada para Penyelenggara Program Siaran dalam penghantaran aplikasi penyiaran kepada masyarakat. Pemerintah perlu mengatur penerapan harga tertinggi (ceiling price) untuk sewa kapasitas saluran, jaringan, dan perangkat transmisi.[14]
BAB IV
PERANCANGAN SISTEM
Setelah dilakukan tahap analisa data maka tahap selanjutnya adalah perancangan pada studio stasiun televisi Politeknik Negeri Batam. Perancangan akan menampilkan layout dari studio serta diagram sistem penyiaran stasiun televisi Politeknik Negeri Batam.
IV.1 Rancangan Sistem Penyiaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
IV.1.1 Perancangan Sistem Pengolahan Konten di Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Gambar 4.1 merupakan rancangan sistem pengolahan konten di studio stasiun televisi Politeknik Negeri Batam :
Gambar 4.1 Rancangan Sistem Pengolahan Konten di Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Dan berikut ini merupakan cara kerja dari perancangan sistem pengolahan konten di stasiu televisi Politeknik Negeri Batam :
1. Alur Kerja Video
Di dalam studio terdapat tiga komponen utama, yaitu: Kamera, Monitor dan Video Switcher. Kamera berfungsi untuk mengambil gambar, lalu
hasilnya bisa dilihat di layar monitor, sedangkan Switcher berfungsi untuk men-switch (mengganti-ganti) gambar yang berasal dari Kamera 1, Kamera 2, Kamera 3 dan seterusnya. Outputnya lalu dikirim ke Pemancar atau bisa juga direkam ke sebuah alat perekam video atau video server. Dalam sebuah program, gambar yang bersumber dari Kamera saja dirasa tidak cukup, karena informasi yang ditayangkan tidak akan lengkap tanpa tambahan data pendukung yang memadai. Data pendukung ini bisa berupa tulisan atau gambar-gambar grafis. Itulah sebabnya dibutuhkan komputer graphic dan CG (Character Generator) untuk memperkaya sebuah program agar menjadi lebih informatif dan menarik.
Selain itu dibutuhkan pula potongan-potongan program (video clip) untuk di-insert ke dalam program utama, dimana video-video clip ini telah sengaja dibuat sedemikian rupa memang untuk melengkapi program utama. Untuk itu dibutuhkan mesin pemutar video clip (playout system) misalnya adalah Video Server. Umumnya Video Server ini berjumlah 2 buah agar bisa digunakan secara bergantian (A-B Roll), atau Video Server yang satu menjadi back up dari Video Server yang lain. Video Server umumnya juga dilengkapi dengan port input dan software perekamanan sehingga bisa difungsikan sebagai alat perekam. Dulu alat perekam video yang paling populer adalah VTR (Video Tape Recorder), dimana sinyal video disimpan di dalam pita magnetik. Tapi sekarang alat penyimpan video yang lebih populer adalah hardisk, solid state disk (SSD) atau
memory card, sehingga komputer atau server menjadi alat perekam atau
pemutar video yang dominan saat ini. 2. Alur Kerja Audio
Di dalam Studio pengambilan sinyal audio sama sekali terpisah dari sinyal video. Sinyal video diambil menggunakan kamera sedangkan sinyal audio diambil menggunakan microphone. Microphone adalah transducer yang mengubah tekanan udara yang menimpa membran di dalamnya menjadi sinyal audio. Sinyal audio yang dihasilkan selanjutnya diperkuat, diatur dan dikendalikan melalui Audio Mixer. Output utama dari Mixer
selanjutnya di-distribusi-kan ke beberapa tujuan. Salah satu outputnya dikirim bersama-sama dengan sinyal video ke Pemancar untuk dipancarkan, sedangkan output lainnya dihubungkan ke Video Server A dan B untuk direkam bersama-sama dengan sinyal video pada saat taping, atau direkam untuk diputar ulang sesaat sesudah direkam.
Ada dua jenis hubungan dari Microphone ke Audio Mixer, yaitu wired dan
wireless. Wired (pakai kabel) umumnya digunakan untuk menghubungkan Microphone yang posisinya relatif diam atau jarang berpindah-pindah,
sedangkan wireless (tanpa kabel) sangat cocok untuk Microphone yang posisinya sering berpindah-pindah. Ada dua tipe Wireless Microphone, yaitu tipe yang dipegang (handheld) dan tipe Clip-On (dijepit di dekat kerah baju). Wireless Clip-On harus dihubungkan ke pemancar, baru kemudian pancaran sinyalnya itu ditangkap oleh Receiver (Rx) untuk kemudian dihubungkan ke input Audio Mixer.
3. Perangkat Lunak (Software) Siaran
Perangkat Lunak (Software) ini berfungsi untuk mengatur lalu lintas materi siaran. Maksudnya, kapan materi-materi siaran yang berisi : program, iklan dan promo itu harus ditayangkan. Termasuk juga
secondary event. Yang dimaksud Promo adalah materi siaran yang berisi
promosi tentang program-program stasiun TV itu sendiri, sedangkan
secondary event adalah iklan (atau promo) dalam bentuk: running text, graphic atau animasi yang muncul pada saat program sedang ditayangkan.
Salah satu software yang bisa digunakan adalan EDIUS V3.5.
Rancangan diatas dibuat berdasarkan hasil tinjauan khusus di Politeknik Negeri Batam. Alat-alat yang ada pada diagram diatas merupakan alat-alat yang sudah ada di studio stasiun televisi Politeknik Negeri Batam. Dan selanjutnya akan dijelaskan tentang perancangan sistem penyiaran (Transmitt System) untuk stasiun televisi Politeknik Negeri Batam.
IV.1.2 Perancangan Sistem Penyiaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam pada Sistem Analog
Gambar 4.2 merupakan rancangan sistem penyiaran stasiun televisi Politeknik Negeri Batam pada sistem analog :
Gambar 4.2 Rancangan Sistem Penyiaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam – Sistem Analog
Berikut ini adalah penjelasan cara kerja dalam rancangan sistem penyiaran analog pada stasiun televisi Politeknik Negeri Batam :
1. Proses siaran akan dimulai dari studio. Semua materi siaran yang telah siap akan disusun dalam program siaran. Maka setelah itu, secara otomatis semua data suara dan gambar yang sudah di convert menjadi gelombang siar yang akan dikirim oleh Microwave. Lalu diteruskan oleh antenna pemancar yang kemudian dikirim ke antenna penerima.
2. Proses selanjutnya akan berlanjut ke Microwave Receiver. Microwave ini berfungsi menerima gelombang siar yang ditangkap oleh antenna penerima yang kemudian akan diteruskan ke exciter yang akan mengolah data suara dan gambar.
3. Sebelum dipancarkan, semua data suara dan gambar akan di proses dan digabungkan terlebih dahulu oleh modulator dan driver (up-converter). Kemudian akan disalurkan ke power amplifier yang merupakan penambah daya kirim signal yang memungkinkan pancaran dari tower utama lebih luas.
4. Proses terakhir sebelum data suara dan gambar dipancarkan akan terjadi pada channel filter yang berfungsi untuk mempertahankan frekuensi yang sudah diatur agar tidak bertabrakan dengan frekuensi signal TV lainnya. Baru kemudian akan disebarluaskan melalui tower pemancar utama yang akan mengirim signal siaran ke antenna penerima milik masyarakat yang ingin menikmati siaran.
Rancangan sistem penyiaran diatas dibuat berdasarkan hasil survei ke stasiun televisi lokal di Kota Batam. Dalam sistem analog, pada dasarnya semua stasiun televisi lokal akan menggunakan sistem seperti gambar diatas. Dikarenakan tidak membutuhkan jangkauan yang terlalu luas untuk mendistribusikan siaran ke penduduk lokal. Berbeda halnya dengan stasiun televisi nasional yang menggunakan teknologi satellite untuk mendistribusikan siarannya ke seluruh pelosok negeri. Dan juga, dalam sistem analog terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sistem analog dapat dilihat dari segi penerima siaran. Semua penerima siaran yang menggunakan antenna penangkap sinyal UHF/VHF yang menjadi standar dalam sistem analog dapat menerima siaran. Namun masih banyak juga kekurangan dalam sistem penyiaran analog, antara lain adalah gangguan terhadap sinyal siaran yang dapat mempengaruhi kualitas gambar atau suara yang diterima oleh penerima siaran. Selain itu untuk slot frekuensi dalam sistem analog di Daerah Kota Batam sudah penuh.
IV.1.3 Perancangan Sistem Penyiaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam pada Sistem Digital
Gambar 4.3 merupakan rancangan sistem penyiaran stasiun televisi Politeknik Negeri Batam pada sistem digital :
Gambar 4.3 Rancangan Sistem Penyiaran Stasiun TV Politeknik Negeri Batam – Sistem Digital
Berikut ini adalah penjelasan cara kerja dalam rancangan sistem penyiaran digital pada stasiun televisi Politeknik Negeri Batam :
1. Proses siaran akan dimulai dari studio. Semua materi siaran yang telah siap akan disusun dalam program siaran. Maka setelah itu, semua data suara dan gambar akan di convert oleh encoder. Encoder merupakan sistem kompresi pada teknologi penyiaran televisi digital terestrial. Kompresi adalah suatu konversi data ke suatu format yang membutuhkan bit yang lebih sedikit. Kompresi dilakukan supaya data dapat disimpan atau ditransmisikan secara lebih efesien. Standarisasi encoder di Indonesia adalah menggunakan MPEG-2.
Tabel 4.1 merupakan rekomendasi Encoder yang telah tersertifikasi oleh Kemenkominfo :
Tabel 4.1 Rekomendasi Encoder yang telah Tersertifikasi Kemenkominfo
Nomor PLG
ID Customer Perangkat Merk & Model Expired
30075/SDPPI/2013 2406 DATACOMM DIANGRAHA, PT. Encoder Antik Technology - Juice Encoder EN 4900 2016.07.19
Sumber: Kemenkominfo – Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi
Gambar 4.4Antik Technology - Juice Encoder EN 4900
Dan berikut ini merupakan fitur dan spesifikasi dari Antik Technology -Juice Encoder EN 4900 :
Fitur Utama
Dukungan 8AV,1 ASI Input
Mendukung format MPEG2 encoding Mendukung format PAL, NTSC
Dukungan maksimal 108Mbps ASI input 0.8Mbps~20Mbps setiap saluran
Dukungan resolusi D1, HD1, 2/3D1, 3/4D1 Mendukung fungsi multiplexer
Dukungan ASI and IP output
Dukungan Keyboard and LCD operation Memperbaharui perangkat melalui port NMS
Spesifikasi
Tabel 4.2 SpesifikasiAntik Technology - Juice Encoder EN 4900
Video
Resolution PAL: 720×576_50i, 704×576_50i, 640×576_50i, 320×288_50i, 176×288_50i, 176×144_50i
Resolution NTSC: 720×480_60i,
544×480_60i, 352×480_60i, 320x240_60i, 176x240_60i, 176x120_60i
Encoding: MPEG-2 MP@ML
Bit-rate: 0.125Mbps~19Mbps each channel Rate Control: CBR/VBR
GOP Structure: IPPPP, IBPBP, IBBPB, IBBBP.
Advanced Pretreatment: De-interlacing, noise reduction, sharpening
System Function
LCD/keyboard operating, NMS supporting English control interface
Ethernet software upgrade
Input
8 CVBS inputs , BNC interface
8 pairs unbalanced stereo audio input, BNC interface
1 ASI input, BNC interface
Stream Output
2*ASI output, BNC interface
MPTS over UDP, 10/100Base-T Ethernet interface (UDP uni-cast /multicast), 8 SPTS (optional)
Audio
Encoding: MPEG1 Audio Layer 2 LC-AAC,HE-AAC
Sampling rate: 32 KHz, 44.1 KHz, 48KHz Bit-rate: 32Kb/s¬—384Kb/s each channel
Multiplexing 1 ASI input multiplexed with local 8 channels of TS
Interfaces on rear panel
Dimension (W× L× H): 482mm×455mm×44mm Approx weight: 4kg Power: AC 100V-220V±10%, 50/60Hz Consumption: 17.6W Sumber:http://www.antiktech.com/
2. Setelah di convert, maka encoder akan mentransmisikan data tersebut ke
multiplexer atau penyelenggara multipleksing. Penyelenggara Multipleksing berfungsi untuk menggabungkan beberapa program siaran dari beberapa Penyelenggara Program Siaran untuk kemudian dipancarluaskan kepada masyarakat melalui inftastruktur jaringan dan perangkat transmisi yang disediakan oleh Penyedia Jaringan/ Transmisi. Gambar 4.5 merupakan sistem transmisi dari studio ke multiplexer:
Gambar 4.5Sistem Tranmisi dari Studio ke Multiplexer
Masing-masing alternatif transmisi memiliki keunggulan dan kelemahan. Secara singkat dapat dilihat perbandingannya pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Keunggulan dan Kelemahan Alternatif Transmisi
No ALTERNATIF
TRANSMISI KEUNGGULAN KELEMAHAN
1 Studio Transmission Link (STL) Memudahkan pemilihan lokasi studio sepanjang tidak ada hambatan (obstacle).
Dapat melayani lokasi manapun sepanjang tersedia kanal frekuensi.
Ketersediaan kanal frekuensi terbatas.
Perizinan memakan waktu dan relative kompleks. Selalu terbuka kemungkinan
terjadinya distorsi kualitas audio dan video yang dipancarkan akibat berbagai gangguan seperti cuaca, obstacle dan lain sebagainya.
Biaya perizinan dan pengoperasian relative mahal.
2 Fiber Optic (FO) Kualitas audio dan video yang dikirim stabil dan bagus. Biaya lebih efisien. Jaringan di kota-kota
besar sudah tersedia.
Tidak semua lokasi stasiun yang dipilih telah memiliki jaringan FO.
Lokasi studio harus berada di wilayah yang memiliki jaringan FO agar dapat transmisi ke multiplexer. Sumber: Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam
3. Pada sistem digital, setiap stasiun televisi hanya akan berfungsi sebagai penyedia konten siaran. Sistem transmisi akan dipegang oleh penyelenggara jaringan/transmisi. Atau multiplexer bisa bertindak sebagai
penyedia jaringan/transmisi. Pada sistem digital, exciter atau alat transmisi yang digunakan adalah model Digital Exciter. Digital Exciter berfungsi mengolah data suara dan gambar dan kemudian disalurkan ke power
amplifier sebelum langsung dikirimkan ke tower utama. Pada exciter
sendiri terdapat 2 alat, yaitu modulator dan driver (up-converter).
Modulator merupakan alat yang memproses data suara dan gambar yang
masuk. Di Negara Indonesia , standard penyiaran Digital yang diterapkan pemerintah mulai tahun 2012 tersebut mengadopsi standard penyiaran digital terestrial DVB-T2. Penyiaran digital terrestrial tersebut sama dengan penyiaran TV analog yang masih ada hingga sekarang ini, yaitu menggunakan frekuensi radio VHF/UHF, namun bedanya hanya pada format kontent yang dikemas secara digital. Driver (up-converter) berfungsi untuk menggabungkan data suara dan gambar tersebut dan kemudian menyalurkannya ke power amplifier.
Untuk exciter, salah satu merk yang sudah tersertifikasi oleh
Kemenkominfo adalah merk DB Electronica Telecomunicazioni SpA – Italy.[19] Dan produk DB yang sudah mendukung DVB-T2 adalah DM/04
- Analog & Digital, Dual Mode Multistandard TV Modulator. [20] Selain
itu, rekomendasi exciter lainnya dapat menggunakan NEC DM-4200
Series Analog/DVB-T/T2 Exciter.
Dan untuk pemancar, salah satu merk yang banyak digunakan tv nasional adalah merk Rohde & Schwarz. Produk dari Rohde & Schwarz sudah ada yang mendukung format digital DVB-T. contohnya adalah R&S NH/NV/8600 Series. Spesifikasi dari produk tersebut akan dipaparkan
dalam Lampiran 2.
Berdasarkan roadmap Kominfo mengenai digitalisasi penyiaran, siaran televisi di Indonesia direncanakan seluruhnya beroperasi dengan sistem digital pada tahun 2018. Dalam praktiknya, digitalisasi menjadi alternatif solusi untuk mengatasi keterbatasan dan inefisiensi pada penyiaran analog, baik radio maupun televisi. Efisiensi dan optimalisasi yang paling nyata dalam penyiaran di antaranya adalah kanal siaran dengan jumlah yang lebih banyak dan infrastruktur penyiaran,
seperti menara pemancar, antena, dan saluran transmisi yang masing-masing cukup menggunakan satu alat untuk banyak siaran. Di sisi lain, karena format digital kaya akan transformasi data dalam waktu bersamaan, maka digitalisasi televisi dapat meningkatkan resolusi gambar dan suara yang lebih stabil, sehingga kualitas penerimaan oleh penonton akan lebih baik. Tabel 4.4 merupakan daftar frekuensi yang bisa digunakan oleh stasiun televisi Politeknik Negeri Batam pada sistem penyiaran digital.
Tabel 4.4 Frekuensi Sistem Digital untuk Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
No Multiplexer Nomor Kanal Frekuensi (MHz) Frekuensi Carrier Video (MHz) Frekuensi Carrier Audio (MHz) 1 TVRI 48 690.0 687.25 692.75 2 SCTV 50 706.0 703.25 708.75 3 RCTI 52 722.0 719.25 724.75 4 Trans TV 46 674.0 671.25 676.75
Sumber:Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam Kebutuhan tambahan untuk melengkapi studio siaran Politeknik Negeri Batam, baik dari sisi produksi konten maupun sisi sistem penyiarannya disajikan pada Tabel 4.5.
Tabel 4.5 Kebutuhan Tambahan Studio Stasiun TV Politeknik Negeri Batam
Jenis Barang Spesifikasi Gambar
Handy Talky
Uniden GMR3040-2CKHS, Weather-resist, up to
48Km