• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA TEORETIS, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS

SEMANTIC MEMORY

2.1.6.5 Tinjauan Neuro-sensorik Melempar Fresbee

Menurut Giriwijoyo, (2013:289) hierarki pengendalian gerak pada manusia pada umumnya dan cabang olahraga pada khususnya adalah sebagai berikut:

Gambar 2.6 Hierarki Pengendalian Gerak

Pembelajaran gerak keterampilan dan perencanaan pengendalian gerak volunter melempar fresbee dengan tangan kiri secara backhand adalah sebagai berikut: Pertama adalah niat untuk bergerak yang akan dibangkitkan dipusat pengendali gerak tertinggi. Tetapi belum diketahui dimana pusat niat? Ada teori yang memprediksi bahwa pusat niat ada di corpus striatum dan tersebar di berbagai bagian otak lainnya.

Niat Tingkat tertinggi

Sensorimotor cortex

1. Nuclei subcortical termasuk basal 2. Nuclei batang otak

Tingkat lokal

Serabut otot Reseptor otot, tendon, sendi, dan

kulit

Cerebellum

Jalur desendens

Dengan adanya niat yang baik dan benar pada sampel untuk melempar fresbee dengan tangan kiri secara backhand maka fungsi otak kanan di aktifkan dan pusat emosi, pusat memori dan pusat yang lainnya akan bangkit seperti reaksi berantai untuk mengambil inisiatif dan membentuk jejaringan neuron komando sebagai hierarki pengendali gerak tertinggi, kemudian di relay ke pengendali gerak tingkat menengah dan akhirnya ke pengendali gerak tingkat terendah untuk menentukan dan membentuk pola gerak dan memori gerak pada otot sehingga terjadi kerjasama antara muscle memory dan brain memory.

Pusat niat terletak pada kuat tidaknya ikatan otot dan otak. Bila tubuhmu tidak bergerak maka otakmu tidak beranjak. Apalah artinya otak bila tidak ada otot dan artinya otot bila tidak ada otak. Otak diciptakan-Nya hanya untuk makhluk yang bergerak saja dan semua prilaku adalah pergerakan (Kalat JW, 2015).

Struktur hierarki tingkat menengah menerima impuls dari neuron komando, bersamaan menerima impuls aferen yang berasal dari reseptor dalam otot, tendo, sendi, kulit, alat vestibular dan mata, yang memberitakan infomasi tentang posisi awal tubuh atau bagian tubuh yang akan dilatih. Informasi aferen ini diintegrasikan oleh neuron hieraki tingkat menengah dengan sinyal dari neuron komando lalu disusun menjadi program gerak yaitu menjadi pola kegiatan saraf otot yang diperlukan untuk mewujudkan gerak yang dikehendaki.

Informasi yang disusun dalam program gerak ini disalurkan melalui jalur descendens ke hierarki pengendali gerak tingkat lokal yaitu batang otak dan medulla spinalis, selanjutnya keluar ke neuron motoris. Hierarki tingkat ini adalah

penentu akhir mengenai neuron-neuron motoris mana saja yang akan diaktifkan selama latihan melempar fresbee yang dilempar dengan tangan kiri secara backhand.

Program gerak ini terus menerus disesuaikan dengan gerakan-gerakan ketepatan melempar fresbee dengan metode latihan yang sedang berlangsung, oleh adanya perubahan informasi sensoris yang sedang terjadi selama latihan, agar selalu terjadi keserasihan antara sinyal komando dan sinyal sensoris (aferen), maka diadakan penyesuaian pada sinyal komando, artinya terjadi perubahan pada program gerak yang salah dan menyimpang dari target menuju ke gerak yang berpusat ke target sasaran fresbee.

Bila telah diperoleh pengalaman dari berbagai informasi sensoris beserta pengalaman geraknya, maka perkiraan besar sinyal komando menjadi lebih akurat dan sedikit koreksi yang perlu dilakukan. Jadi diperlukan perencanaan yang sempurna dan dengan latihan, latihan untuk memperoleh pengalaman (muscle memory) atau lapisan mielin semakin tebal, untuk menaksir perencanaan gerak secara lebih akurat. Seperti semboyan pasukan para komando (kopassus) kami bukan yang terhebat tetapi kami yang terlatih suatu semboyan yang ilmiah, mungkin inilah salah satu cara untuk merevitalisasi tangan kiri yang idle.

Hierarkhi pengendali gerak volunter ketepatan melempar fresbee ke target. 1. Tingkat tertinggi

a. Fungsi (fisiologi) tingkat tertinggi di corpus striatum dan tersebar di berbagai bagian otak lainnya adalah menyusun rencana kompleks sesuai dengan niat dan memori yang tersedia (pengalaman gerak), serta kondisi emosional saat

itu, kemudian dengan melalui jaringan neuron komando mengomunikasikan dengan pengendali gerak tingkat menengah.

b. Adapun struktur (anatomi) : daerah daerah yang terkait dengan memori dan emosi; area motor suplementer; cortex asosiasi. Semua struktur ini menerima dan mengkorelasikan masukkan dengan banyak struktur otak yang lainnya. 2. Tingkat menengah

a. Fungsi: mengubah rencana-rencana kompleks yang diterima dari pengendali gerak tingkat tertinggi menjadi sejumlah program-program motoris yang lebih kecil, yang akan menentukan pola aktivasi saraf yang diperlukan untuk melaksanakan gerak

Struktur pengendali gerak tingkat menengah ini menata orientasi dan posisi tubuh sampel dan gerakan-gerakan yang sesuai dan diperlukan untuk mewujudkan gerakan yang sesuai dengan yang direncanakan misalnya melempar fresbee dengan tangan kiri agar supaya tepat masuk sasaran.

Pusat pengendali struktur hierarki tingkat menengah pada cortek cerebri/kortek sensori motor, cerebellum, basal ganglia, beberapa nuclEI subcoertical batang otak.

3. Pengendali gerak tingkat terendah (tingkat lokal)

a. Fungsi: Menyepesifikasi ketegangan pada otot-otot tertentu dan besar sudut pada sendi-sendi tertentu yang diperlukan untuk melaksanakan program dan sub-program yang diterima dari pengendali gerak tingkat tengah.

b. Struktur: Neuron-neuron motoris pada segmen-segmen batang otak dan medulla spinalis yang terkait dengan program pelatihan melempar fresbee (Luciano.2014:213)

Gerak volunter dan involunter

Ciri gerak volunter: 1) Adalah gerak yang disertai kesadaran dan kewaspadaan penuh mengenai apa yang sedang dikerjakan dan mengapa hal itu dikerjakan, 2) Perhatian dicurahkan ke gerak yang dilakukan atau tujuan gerak.

Gerakan involunter adalah gerakan yang tidak sama dengan gerakan volunter. Gerak involunter disebut gerakan tidak sadar, otomatis dan refleks. Proses pergerakan misalnya tangan kiri maka perlu dibahas mekanismenya adalah sebagai berikut adapun mekanisme adaptasi tangan kiri sebelum dan sesudah metode daya tahan dilakukan adalah sebagai berikut:

Gambar 2.7 Latihan Fresbee dengan reflek bersyarat

Sesunguhnya gerakan volunter dan involunter ini selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua prilaku melibatkan ke dua gerakan ini.

Gerak Rangsang Penyandaran Pusat kesadaran Pusat motorik Pusat koordinasi

Makin sering sesuatu gerak dilakukan (dilatih), maka gerak atau pekerjaan itu menjadi semakin sedikit melibatkan gerak volunter, artinya gerakan menjadi semakin seperti refleks, dan gerakan seperti ini disebut sebagai gerakn reflek bersyarat (conditioning refleks) atau gerakan otomatis, syaratnya hanya satu yaitu latihan dan ulangan.

Dokumen terkait