BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Penelitian Relevan
Penelitian relevan penting digunakan sebagai sarana dalam rangka penyusunan penelitian ini, selain untuk mengetahui hasil yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, peneliti-peneliti mengutip hasil peneltian dari peneliti-peneliti sebelumnya yang terkait dengan penerapan PSAK 14 pada Puskesmas Maiwa yaitu sebagai berikut :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Chaliza Zushani (2016) “Penerapan Akuntansi Persediaan Obat-Obatan Berdasarkan PSAK No. 14 Pada Rumah Sakit Umum Daerah R.M.Djoelham Kota Binjai”. Penelitian ini bersifat komparatif dengan membandingkan penerapan PSAK 1 pada penerapan akuntansi persediaan obat-obatan pada Rumah Sakit Umum Daerah R.M Djoelham Kota Binjai . data diperoleh dari teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Akuntansi Persediaan Obat-obatan pada Rumah Sakit Umum Daerah R.M Djoelham Kota Binjai telah diterapkan kurang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuanga (PSAK) No. 14.5
Persamaan penelitain relevan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah terdapat pada subjek yaitu membahas tentang Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) N0.14, sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian terdahulu oleh Chaliza Zushani membahas mengenai akuntansi persediaan sedangkan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah persediaan berdasarkan analisis akuntansi syariah. Perbedaan lainnya dilihat dari hasil
5 Chaliza Zuhasni, Penerapan Akuntansi Persediaan Obat-obatan Berdasarkan PSAK No. 14 Pada Rumash Sakit Umum Dareah R.M Djoelham Kota Binjai (skripsi sarjana: Jurusan Ekonomi Islam,2016) h.i
lainnya yaitu pada penelitian terdahulu hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Rumah Sakit Umum Daerah R.M Djoelham Kota Binjai telah diterapkan kurang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14.
sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa pencatatan persediaan yang dibuat oleh Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang telah sesuai dalam prinsip pertanggungjawaban dan prinsip keadilan akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kebenaran hal ini dikarenakan adanya indikator pada pencatatan persediaan yang belum sesuai dengan PSAK No. 14.
2. Penelitian kedua yaitu penelitian yang dilakukan oleh Natasya Manengkey ( 2014) “Analisis Sistem Pengendalian Intern Persediaan Barang Dagang dan Penerapan Akuntansi pada PT. Cahaya Mitra ALKES”. Dalam penelitian ini bersifat komparatif. Data yang didapatkan melalui teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian dikatakan bahwa pada PT. Cahaya Mitra ALKES memunjukkan keseluruhan sistem pengendalian intern persediaan barang dagang berjalan cukup efektif. Manajemen perusahaan sudah menerapkan konsep dan prinsip-prinsip pengendalian ontern, namun disisi lain terdapat beberapa prosedur yang belum mencerminkan konsep pengendalian intern. 6
Persamaan penelitian relevan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah terletak pada subjek penelitian yakni laporan persediaan, sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu berfokus pada sistem pengendalian intern persediaan barang, sedangkan yang akan dilakuka oleh
6 Natasya Manengkey, Analisis Pengendalian Intern Persediaan Barang Dagang dan Penerapan Akuntansi Pada PT. Cahaya Mitra ALKES (Skripsi Sarjana,Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi,Manado,2014)h.013
peneliti adalah implementasi PSAK No.14 pada Puskesmas Maiwa berdasarkan analisis akuntansi syariah.
Perbedaan lainnya terdapat pada hasil penelitian, pada penelitian terdahulu hasil penelitian menunjukkan dikatakan bahwa pada PT. Cahaya Mitra ALKES menunjukkan keseluruhan sistem pengendalian intern persediaan barang dagang berjalan cukup efektif. Manajemen perusahaan sudah menerapkan konsep dan prinsip-prinsip pengendalian ontern, namun disisi lain terdapat beberapa prosedur yang belum mencerminkan konsep pengendalian intern. Sedangkan pada penelitian terdahulu diperoleh hasil bahwa prosedur obat pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang dimulai dari laporan sisa stok yang dikirim oleh dinas kesehatan sesuai dengan pelaporan yang dilakukan oleh Puskesmas Maiwa yang direkap dari laporan bidang pelayanan, pustu yang ada di kecamatan Maiwa, implementasi PSAK No. 14 belum sepenuhnya diterapkan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang, hal ini karena adanya PERMENKES No. 74 tahun 2016 yang menjadi acuan dalam pencatatan persediaan dan pelaporan persediaan. Pencatatan persediaan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang telah sesuai dengan prinsip pertanggungjawaban dan prinsip keadilan akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kebenaran, hal ini karena adanya beberapa indikator yang belum sesuai dengan PSAK No. 14.
3. Penelitian ketiga yaitu penelitian yang dilakukan oleh Azizah Suraida “Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat-obatan pada RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya”(2014). Didalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian non hipotesis, sehingga dalam penelitian
tidak perlu merumuskan hipotesa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa : pertama, struktur organisasi pada RSUD dr. M. Soewanhie Surabaya sudah baik karen adanya pemisahan fungsi dan bagian, serta wewenang maupun tanggung jawab berdasarkan job description. Kedua prosedur persediaan obat RSUD Dr.
M. Soewandhie surabaya yang terdiri atas perencanaan obat, pengadaan obat, pencatatan dan pelaporan obat, penyimpanan obat, dan pemusanahan obat sudah berjalan dengan baik karena sudah diatur dalam standar operasional produks (SOP). Ketiga, sistem pencatatan persediaan obat RSUD dr.Mohammad Soewandhie Surabaya yang terdiri dari perencanaan obat, pengadaan obat, pencatatan dan pelaporan obat,penyimpanan obat, dan pemusnahan obat sudah berjalan dengan baik karena sudah didukung oleh dokumen-dokumen yang menandai serta dokumen-dokumen tersebut sesuai dengan sistem pencatata persediaan obat. Keempat, sistem pelaporan obat RSUD dr.M. Soewandhie Surabaya sudah berjalan dengan baik, karena meggunakan aplikasi E-Invertory juga menggunakan persediaan kartu gudang, sehingga pelaporan obat yang disajikan tidak terdapat permasalahan.7
Adapun persamaan penelitian relevan dengan penelitian yang akan dilakukan adalah subjek penelitian yaitu persediaan obat-obatan sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian tidak berfokus pada penerapan Akuntansi Persediaan berdasarkan PSAK 14 sedangkan penelitian yang akan dilakukan berfokus untuk mengetahui penerapan Akuntansi Persediaan berdasarkan PSAK 14 Puskesmas Maiwa berdasarkan analisis akuntansi syariah.
7 Azizah Suraida, Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat-obatan pada RSUD dr.M.Soewandhie Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya)h. 1
Perbedaan lainnya adalah hassil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu bahwa pertama, struktur organisasi pada RSUD dr. M.
Soewanhie Surabaya sudah baik karen adanya pemisahan fungsi dan bagian, serta wewenang maupun tanggung jawab berdasarkan job description. Kedua prosedur persediaan obat RSUD Dr. M. Soewandhie surabaya yang terdiri atas perencanaan obat, pengadaan obat, pencatatan dan pelaporan obat, penyimpanan obat, dan pemusanahan obat sudah berjalan dengan baik karena sudah diatur dalam standar operasional produks (SOP). Ketiga, sistem pencatatan persediaan obat RSUD dr.Mohammad Soewandhie Surabaya yang terdiri dari perencanaan obat, pengadaan obat, pencatatan dan pelaporan obat,penyimpanan obat, dan pemusnahan obat sudah berjalan dengan baik karena sudah didukung oleh dokumen yang menandai serta dokumen-dokumen tersebut sesuai dengan sistem pencatata persediaan obat. Keempat, sistem pelaporan obat RSUD dr.M. Soewandhie Surabaya sudah berjalan dengan baik, karena meggunakan aplikasi E-Invertory juga menggunakan persediaan kartu gudang, sehingga pelaporan obat yang disajikan tidak terdapat permasalahan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti diperoleh hasil bahwa prosedur obat pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang dimulai dari laporan sisa stok yang dikirim oleh dinas kesehatan sesuai dengan pelaporan yang dilakukan oleh Puskesmas Maiwa yang direkap dari laporan bidang pelayanan, pustu yang ada di kecamatan Maiwa, implementasi PSAK No. 14 belum sepenuhnya diterapkan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang, hal ini karena adanya PERMENKES No. 74 tahun 2016 yang menjadi acuan dalam pencatatan persediaan dan pelaporan
persediaan. Pencatatan persediaan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang telah sesuai dengan prinsip pertanggungjawaban dan prinsip keadilan akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kebenaran, hal ini karena adanya beberapa indikator yang belum sesuai dengan PSAK No. 14.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Rivaldo Barchelino (2016) “ Analisis Penerapan PSAK No.14 Terhadap Metode Pencatatan dan Penilaian Persediaan Barang Dagang pada PT. Surya Wenang Indah Manado”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini meyimpulkan bahwa metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang yang diterapkan oleh PT. Surya Wenang Indah Manado sebagian besar telah sesuai dengan PSAK No.14 tentang persediaan. Diharapkan manajemen perusahaan mencatat biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain-lain yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. 8
Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah pada objek penelitian yaitu penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.14 sedangkan perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu yang bertujuan untuk mrngetahui kebijakan perusahaan dalam metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang, sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang, faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi PSAK No. 14 serta analisis persediaan berdasarkan akuntansi syariah.
8 Barchelino Rivald, Analisis Penerapan PSAK No.14 terhadap Metode Pencatatan dan Penilaian Persediaan Barang Dagang pada PT.Surya Wenang Indah Manado (Skripsi Sarjana :Fakultas Ekonomi dan Bisnis , Jurusan Akuntansi, 2016) h.847.
Perbedaan lainnya terdapat pada hasil penelitian bahwa pada penelitian terdaulu Penelitian ini meyimpulkan bahwa metode pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang yang diterapkan oleh PT. Surya Wenang Indah Manado sebagian besar telah sesuai dengan PSAK No.14 tentang persediaan.
Diharapkan manajemen perusahaan mencatat biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain-lain yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Sedangkan hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti bahwa prosedur obat pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang dimulai dari laporan sisa stok yang dikirim oleh dinas kesehatan sesuai dengan pelaporan yang dilakukan oleh Puskesmas Maiwa yang direkap dari laporan bidang pelayanan, pustu yang ada di kecamatan Maiwa, implementasi PSAK No. 14 belum sepenuhnya diterapkan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang, hal ini karena adanya PERMENKES No. 74 tahun 2016 yang menjadi acuan dalam pencatatan persediaan dan pelaporan persediaan. Pencatatan persediaan pada Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang telah sesuai dengan prinsip pertanggungjawaban dan prinsip keadilan akan tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip kebenaran, hal ini karena adanya beberapa indikator yang belum sesuai dengan PSAK No. 14.
B. Tinjauan Teori