LANDASAN TEORI 1.Tinjauan Kurikulum
9. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar Pengertian belajar Pengertian belajar
Belajar merupakan proses perubahan kegiatan atau reaksi terhadap lingkungan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Jadi tanpa belajar maka manusia akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tuntutan hidup, kehidupan dan penghidupan yang senantiasa berubah.
Pengertian belajar menurut Hilgrad dan Bower dalam buku Theoris Of Learning (1987) yang dikutip oleh Ngalim Purwanto (1990 :
84): belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku sesama terhadap suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalaman yang berulang- ulang dalam situasi itu dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan, kematangan, atau keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan, pengaruh obat, dan sebagainya).
Menurut Wittaker, belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan / pengalaman. Dengan demikian, perubahan- perubahan tingkah laku akibat pertumbuhan fisik/ kematangan, tidak termasuk sebagai belajar (Soemanto, 1998 : 104)
Sedangkan menurut Kingsley (Soemanto, 1998 ; 104), belajar adalah proses dimana tingkah laku (dalam artian luas) ditimbulkan/ diubah melalui praktek/ latihan.
Selanjutnya belajar menurut Oemar Hambalik (2003 ; 27, 28) yaitu: “Belajar adalah memotifasi dan mempertegas kelakuan melalui pengalaman dan merupakan proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungannya akan terjadi serangkaian pengalaman-pengalaman belajar.
Dari pengalaman beberapa ahli diatas dapat disimpulkan bahwa yang disebut belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang dan merupakan suatu kebutuhan yang dirasakan sebagai suatu keharusan untuk dipenuhi sepanjang usia manusia, sejak lahir hingga akhir hayatnya. Dengan demikian belajar adalah usaha dari individu untuk mendapatkan sesuatu yang baru itu akan menimbulkan perubahan diri individu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi belajar
Telah dikemukakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku seseorang dan merupakan suatu kebutuhan yang dirasakan sebagai suatu keharusan untuk dipenuhi sepanjang usia manusia, sejak lahir hingga akhir hayatnya. Dengan demikian belajar adalah usaha dari individu untuk mendapatkan sesuatu yang baru itu akan menimbulkan perubahan diri individu. Sampai dimana perubahan ini dapat tercapai atau denga kata lain, berhasil atau tidak tergantung pada
beberapa faktor. Faktor- faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara satu dengan yang lain berbeda, hal ini dikarenakan kemampuan masing- masing individu tidak sama, banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa, faktor tersebut adalah:
9.2.1. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal).
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang sedang belajar, yang meliputi:
a. Kondisi Fisiologis
Kondisi Fisiologis pada umumnya sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Orang yang dalam keadaan segar jasmani, akan berlainan belajarnya dengan keadaan orang yang dalam keadaan kelelahan. Anak- anak yang kekurangan gizi ternyata kemampuan belajarnya dibawah anak yang terpenuhi gizinya. Mereka lekas lelah mudah mengantuk dan sulit menerima pelajaran. Disamping kondisi fisiologis umum, hal yang tidak kalah pentingnya adalah kondisi panca
indra, tertama penglihatan dan pendengaran, karena sebagian besar yang dipelajari oleh manusia adalah menggunakan penglihatan dan
pendengaran.
b. Kondisi Psikologis
Semua keadaan dan fungsi psikologis sangatlah berpengaruh terhadap proses belajar yang telah bersifatpsikologis. Beberapa faktor psikologis yang utama antara lain adalah:
1. Minat: Minat mempengaruhi proses dan hasi belajar. Kalo seseorang tidak berminat untuk mempelajarai sesuatu, jangan diharapkan dia akan berhasi. Kalau sudah ada minat dalam dirinya , ada kemungkinan harapan agar dia dapat berhasil. Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan.
2. Kecerdasan: kecerdan adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecakapan untuk menghadapi,dan menyesuaikan kedalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui relasi dan mempelajari dengan cepat. Kecerdasaan besar pengaruhnya terhadap kemajuan prestasi belajar. Dalam situasi yang sama, siswayang mempeunyai tingkat kecerdasan tinggi akan lebih berhasil dari siswa dengan kecerdasa rendah.
3. Bakat: bakat adalah kemampuan untuk belajar, kemampuan ini baru terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar dan berlatih.
4. Motivasi: Motivasi adalah psikologis yang mrndorong seseorang melakukan sesuatu. Motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. Dari uraian diatas jelaslah bahwa motivasi yang kuat dapat dilaksanakan dengan adanya latihan, kebiasaan dan pengaruh lingkungan yang memperkuat, jadi latihan itu sangat perlu dalam belajar.
5. Kemampuan Kognitif: Kemampuan kognitif adalah kemampuan seseorang dalam melakukan persepsi, dalam mengingat dan berfikir. Dalam dan dalam berfikir besar pengaruhnya terhadap prestasi belajar.
2. Faktor- faktor yang berasal dari luar (ekternal)
Faktor eksternal yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar individu yang dapat mempengaruhi proses belajar. Faktor- faktor dari luar terdiri dari dua:
a. Faktor lingkungan
1. Lingkungan alam, seperti suhu, kelembaban udara berpengaruh terhadap hasil belajar. Belajar dalam keadaan udara segar akan lebih baik hasilnya daripada belajar dalam keadaan uadeara yang panas dan pengap.
2. Lingkungan sosial baik yang berwujud manusia maupun berwujud hal-hal yang lain, langsung berpengaruh terhadap proses belajar. 3. Tingkat Penghasilan Orang Tua
Tingkat penghasilan orang tua dapat mempengarugi prestasi belajar anaknya. Keadaan sosial ekonomi keluarga berperan terhadap perkembangan prestasi belajar anak, dengan adanya perekonomian yang cukup ia memdapat kesempatan yang lebih luas untuk memperkembangkan bermacam-macam kecakapan yang tidak dapat ia perkembangkan apabila ia tidak ada alat-alatnya.(Gerungan, 1986:181)
b. Faktor instrumental
Faktor instrumental adalah faktor yanga adanya dan penggunaanya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktor instrumental berfungsi sebagai sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang telah direncanakan. Faktor instrumental terdiri atas: 1.) Kurikulum, kurikulum yang sering berubah-ubah dapat mengganggu
proses dan hasil belajar.
2.) Program, program yang baik jelas dan sasarannya akan membantu kelancaran proses belajar.
3.) Sarana dan fasilitas, Saranna dan Fasilitas belajar yang lengkap dan baik akan membantu kelancaran proses belajar dan paqda akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar.
4.) Guru/ Tenaga Pendidik, kualitas guru akan menentukan mutu keberhasilan belajar anak didik. Guru yang profesional akan memberikan kemudahan peserta didik dalam proses dan hasil belajar( Sumadi Suryabrata,1995:60).
Dari pendapat yang diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan untuk perolehan suatu pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap dari diri seseorang yang dipengaruhi oleh faktor –faktor belajar.
Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan/ ketrampilan yang dikembangkan melalui pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes
atau angka nilai yang diberikan oleh guru (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1988: 700)
Sedangkan menurut Zaenal Arifin (1991 : 3) prestasi adalah kemampuan, ketrampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu hal. Menurut Cronbach (1969) yang dikutip oleh Zaenal Arifin (1991 : 4), mengatakan bahwa kegunaan prestasi belajar adalah suatu umpan balik bagi pendidil dalam mengajar, untuk keperluan diagnosis,untuk keperluan bimbingan dan penyuluhan, untuk keperluan penempatan, untuk penentuan isi kurikulum dan menentukan kebijakan sekolah.
Dari uraian diatas prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh oleh siswa selama melaksanakan proses belajar dengan memperoleh ilmu pengetahuan, dan kemudian diukur dengan adanya tes dan dilaporkan dalam bentuk raport.
Faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
Faktor- faktor yang mempengaruhi hasil belajar menurut Slamento adalah:
9.4.1 Faktor Intern meliputi :
1. Faktor jasmaniah yang terdiri atas faktor kesehatan dan cacat tubuh. 2. Faktor psikologi terdiri atas intelegensi, perhatian, bakat minat, motif,
kematangan dan kelelahan. 9.4.2 Faktor Ekstern meliputi :
a. Faktor Keluarga yang meliputi cara orang tua mendidik, relasi antarb anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga dan keperluan keluarga.
b. Faktor sekolah yang terdiri dari metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah dan alat pelajaran.
c. Faktor masyarakat yang meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat.
(1998 : 57-72)
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keberhasilan prestasi belajar dapat dipengaruhi faktor dari dalam individu (intern) dan juga faktor diluar individu (ekstern).