• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hidroponik dan Aeroponik

Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa tanah yang menggunakan prinsip penyediaan larutan hara sesuai dengan kebutuhan tanaman secara teratur (Susila dan Koerniawati, 2004; Susanto dan Pribadi, 2004). Prinsip dasar dalam budidaya hidroponik yaitu upaya merekayasa alam dengan menciptakan dan mengatur suatu kondisi lingkungan yang ideal bagi perkembangan dan pertumbuhan sehingga tidak terjadi ketergantungan tanaman terhadap alam. Kebutuhan tanaman terhadap hara dipasok dari luar dengan membuat formulasi nutrisi (Noor, 2006). Larutan hara hidroponik harus mengandung unsur hara makro seperti N, P, K, Ca, Mg, dan S serta hara mikro Fe, B, Mn, Zn, Cu, dan Mo. Larutan hara dapat menggunakan pupuk hidroponik yang tersedia atau mencampur berbagai macam pupuk (Ardian, 2007).

Terdapat beberapa teknik dalam menerapkan budidaya sayuran secara hidroponik, diantaranya yaitu teknik hidroponik sistem terapung (Susila dan Koerniawati, 2004), standing aerated nutrient solution, nutrient film technique, aeroponics, ebb-and-flow nutrient solution system, dan drip/pass-through inorganic medium system (Jones, 2005).

Teknik aeroponik merupakan teknik hidroponik yang penyuplaian air dan hara esensialnya berupa kabut yang disemprotkan pada akar-akar tanaman (Nickols, 2002 dalam Jones, 2005). Salah satu kelebihan yang paling signifikan dari sistem ini dibandingkan dengan teknik hidroponik lainnya yaitu aerasi yang penting bagi pertumbuhan akar. Teknik aeroponik dirancang untuk efisiensi dalam penggunaan air dan hara esensial. Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam teknik aeroponik yaitu karakter aerosol (kabut), frekuensi pengabutan, dan komposisi larutan hara (Jones, 2005). Sistem aeroponik dikontrol secara komputerisasi dan membutuhkan peralatan pengabutan khusus, bak tanam khusus, dan rangkaian peralatan sensor. Meskipun telah dilaporkan bahwa hasil panen yang didapatkan dari penggunaan teknik aeroponik lebih tinggi daripada teknik hidroponik konvensional, biaya instalasi dan biaya operasionalnya pun sangat tinggi (Adi, 1982 dalam Jones, 2005).

Botani Umum dan Syarat Tumbuh Selada

Tanaman selada diyakini berasal dari Timur Tengah. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman sayuran dan bahan baku obat-obatan pada abad ke 4 500 sebelum masehi. Tanaman ini sangat terkenal di Yunani dan Roma. Di Eropa Barat, selada jenis head telah dikenal sejak abad ke-14. Tanaman ini secara ilmiah memiliki nama Lactuca sativa L. (Grubben dan Sukprakarn, 1994). Adapun klasifikasi tanaman selada sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta

Subdivisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Campanulales

Famili : Compositae

Spesies : Lactuca sativa L. (Nonnecke, 1989).

Benih selada akan berkecambah dalam kurun waktu empat hari, bahkan untuk benih yang viabel dapat berkecambah dalam waktu satu hari pada suhu15-25 0C. Tanaman selada tumbuh dengan baik pada suhu harian 15-20 0C dan suhu malam 10 0C. Pembudidayaan selada di daerah tropis tumbuh dengan baik di dataran tinggi. Pada budidaya selada konvensional, tanah yang cocok untuk pertumbuhan selada yaitu jenis tanah dengan struktur yang bagus dan kesuburan tinggi dan kurang bagus pada tanah alkali berpasir-lempung. Tanaman selada ini tidak toleran tanah masam (pH < 6). Kebutuhan hara tanaman selada yaitu N 100 kg/ha, P2O5 100 kg/ha, K2O 80 kg/ha, dan pupuk organik 30 ton/ha. Produktivitas selada jenis head di daerah tropis sebesar 5-10 ton/ha, sedangkan jenis leaf sebesar 3-8 ton/ha (Grubben dan Sukprakarn, 1994).

Budidaya selada secara hidroponik di dalam green house termasuk mudah dikerjakan. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu suhu di dalam green house.

Bolting, tipburn, warna daun pucat, dan rendahnya perkecambahan terjadi jika suhu udara di atas 25 0C. Selain itu juga komposisi larutan hara harus tepat, misalnya kekurangan Ca dapat mengakibatkan tipburn (Jones, 2005). Konsentrasi unsur hara dalam larutan hara yang biasa digunakan oleh beberapa petani selada hidroponik tertera dalam Tabel 1.

Tabel 1. Konsentrasi Unsur Hara dalam Larutan Hara yang Digunakan Beberapa Petani Selada Hidroponik

Unsur Hara Konsentrasi (mg/L)

Hara Makro Nitrogen (N) 100-200 Fosfor (P) 15-90 Kalium (K) 80-350 Kalsium (Ca) 122-220 Magnesium (Mg) 26-96 Hara Mikro Boron (B) 0.14-1.5 Tembaga (Cu) 0.07-0.1 Besi (Fe) 4-10 Mangan (Mn) 0.5-1.0 Molibdenum (Mo) 0.05-0.06 Seng (Zn) 0.5-2.5 (Morgan, 2000 in Jones, 2005)

Selada sangat beragam jenisnya, merupakan tanaman herba tahunan atau dua musim, dan memiliki tinggi tanaman antara 30-70 cm. Susunan daun selada beragam tergantung kultivarnya, ada yang membentuk krop dan tidak membentuk krop. Tepi, ukuran, dan warna daun pun berbeda-beda tergantung kultivarnya. Terdapat ratusan kultivar dari tanaman selada, tetapi dapat dikelompokkan ke dalam enam kelompok kultivar, yaitu:

1. Kelompok kultivar selada butterhead (L. sativa var capitata) memiliki krop yang kompak dan lembut serta daun bagian dalam yang tipis, berminyak, dan memiliki tekstur seperti mentega. Beberapa kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: May Queen, Green Boston, Deer Tongue, Summer Bibb, Summerlong, dan White Boston.

2. Kelompok kultivar selada crisphead (L. sativa var capitata) memiliki daun yang tipis dan renyah serta biasanya memiliki tepi daun yang bergerigi dan menggulung. Ada yang membentuk krop dan tidak membentuk krop. Beberapa kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Great Lakes, Calmar, Fairton, Iceberg, Ithaca, Mesa, dan Pennlake.

3. Kelompok kultivar selada cos atau selada romaine (L. sativa var longifolia; L. sativa var romana) memiliki krop yang lonjong dan daunya tegak. Beberapa

kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: White Paris Cos, Paris Island, dan Valmaine.

4. Kelompok kultivar bunching atau disebut juga selada daun (L. sativa var

crispa) memiliki daun yang tipis, berwarna hijau atau merah, dan tidak membentuk krop. Beberapa kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Salad Bowl, Simpson, Oakleaf, Grand Rapids, Grenn Ice, Prizehead, Slobolt, Walsmann’s Green, dan Ruby.

5. Kelompok kultivar selada batang (L. sativa var asparagina) memiliki tinggi tanaman 30-50 cm, tebal batang 3-6 cm dengan tekstur yang renyah. Contoh kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu Celtus.

6. Kelompok kultivar selada Latin memiliki daun yang kecil, tebal, berwarna hijau gelap, dan helaian daunnya lepas. Selada jenis ini toleran terhadap suhu tinggi. Kultivar yang termasuk kelompok ini yaitu: Sucrine dan Creole (Splittstoesser, 1990; Grubben dan Sukprakarn, 1994).

Kandungan gizi masing-masing jenis selada berbeda-beda. Selada jenis

head yang daunnya berwarna hijau cerah memiliki lebih sedikit unsur mikro dibandingkan dengan jenis leaf; daun yang berwarna hijau gelap memiliki lebih banyak karoten, besi, dan vitamin C. Jenis crisphead kandungan nutrisinya lebih rendah daripada butterhead. Secara umum daun selada tiap 100 g mengandung air 94 g, protein 1.2 g, lemak 0.2, serat 0.7 g, abu 0.7 g. Tanaman selada sangat rendah karbohidrat, protein, dan lemak (Grubben dan Sukprakarn, 1994).

Selada Keriting, Selada Lollo Rossa, dan Selada Romaine

Selada keriting dan selada lollo rossa (Lactuca sativa var. crispa) termasuk kelompok kultivar selada daun. Selada jenis ini helaian daunnya lepas dan tepiannya berombak atau bergerigi serta berwarna hijau atau merah. Ciri khas lainnya adalah tidak membentuk krop. Selada daun berumur genjah dan toleran terhadap kondisi dingin. Apabila daunnya dipanen dengan cara lepasan satu per satu dan tidak dicabut sekaligus maka tanaman dapat dipanen beberapa kali. Meskipun demikian, umumnya selada daun dipanen sekaligus seluruh tanaman seperti jenis selada lainnya (Haryanto et al., 2003). Perbedaan antara selada keriting dan selada lollo rossa yang paling mencolok adalah warna batang dan

(b) (a)

daunnya. Selada keriting berwarna hijau sedangkan selada lollo rossa berwarna merah (Gambar 1).

Gambar 1. Selada Keriting (a) dan Selada Lollo Rossa (b)

Selada romaine (Lactuca sativa var. romana; L. sativa var longifolia) termasuk kelompok kultivar cos lettuce. Selada jenis ini mempunyai krop yang lonjong dengan pertumbuhan yang meninggi cenderung mirip petsai (Gambar 2). Tinggi selada ini bisa mencapai 25.40 cm. Daunnya lebih tegak dibandingkan daun selada yang umumnya menjuntai ke bawah. Daun terluarnya berwarna hijau gelap dan lembut, daun bagian dalam atau krop berwarna hijau keputihan. Jenis selada ini tergolong lambat pertumbuhannya (Splittstoesser, 1990; Haryanto et al., 2003).

Selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine memiliki kandungan gizi yang sama. Kandungan gizi per 100 g selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine yaitu: kalsium 68 mg, fosfor 25 mg, besi 1.4 mg, natrium 9 mg, kalium 264 mg, vitamin A 1900 IU, vitamin C 18 mg, tiamin 0.05 mg, riboflavin 0.08 mg, niasin 0.4 mg, asam askorbik 18 mg, air 94%, dan serat 0.7 g (Nonnecke, 1989; Ryder, 1997).

Fotosintesis dan Cahaya

Fotosintesis terdiri dari reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang memiliki sifat-sifat diantaranya yaitu berlangsungnya reaksi ini perlu adanya energi cahaya matahari, tidak peka terhadap suhu, serta kecepatan reaksi terang relatif lebih besar dari reaksi gelap. Reaksi gelap memiliki sifat-sifat yaitu berlangsungnya reaksi ini tidak perlu ada cahaya, peka terhadap suhu, kecepatan reaksinya relatif lebih lambat daripada reaksi terang, serta reaksinya merupakan reaksi enzimatis. Dalam reaksi terang cahaya memecah molekul air sehingga dibebaskan oksigen dan hidrogen, sedangkan dalam reaksi gelap terjadi proses pembentukan karbohidrat dari karbon dioksida dengan menggunakan hasil-hasil dari reaksi terang (Herdiana et al., 1990). Fotosintesis paling efisien terjadi pada kisaran cahaya jingga-merah (650 nm) hingga biru (440) (Zulkarnain, 2009).

Cahaya mempengaruhi fotosintesis berdasarkan intensitas cahaya, lamanya penyinaran, dan kualitas cahaya. Lamanya waktu penyinaran akan meningkatkan intensitas cahaya. Umumnya semakin tinggi intensitas cahaya akan semakin bertambah besar kecepatan fotosintesisnya sampai suatu faktor (dalam hal ini kadar CO2) menjadi faktor pembatas. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya kecepatan fotosintesis yang maksimum terdapat pada daerah sinar biru dan sinar merah (Herdiana et al., 1990). Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. Cahaya sebagai sumber energi untuk reaksi anabolik fotosintesis jelas akan berpengaruh terhadap laju fotosintesis tersebut. Secara umum, fiksasi CO2 maksimum terjadi sekitar tengah hari, yakni pada saat intensitas cahaya mencapai puncaknya. Penutupan cahaya matahari oleh awan juga akan mengurangi laju fotosintesis (Lakitan, 2008).

METODE MAGANG

Tempat dan Waktu

Kegiatan magang ini dilaksanakan di Kebun Cikahuripan I Amazing Farm, yang berada di wilayah Kampung Pojok, Desa Cikahuripan RT 5 RW 1, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat. Kebun ini berada di bawah manajemen perusahaan PT Momenta Agrikultura. Pelaksanaan kegiatan magang ini dimulai pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2011.

Metode Pelaksanaan

Kegiatan magang dilakukan dengan mengikuti prosedur yang ada di kebun Amazing Farm yang mencakup aspek budidaya dan manajerial di Kebun Cikahuripan I. Pelaksanaan magang ini dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu kegiatan umum dan kegiatan khusus. Kegiatan umum mencakup pekerjaan sebagai karyawan harian selama satu bulan, asisten supervisor (produksi dan panen) selama dua bulan, dan asisten manajer kebun selama satu bulan. Kegiatan khusus yang dikerjakan adalah kegiatan pengamatan dan pengumpulan data dari aspek yang dijadikan topik khusus yaitu aspek budidaya dan penyinaran lampu LED pada budidaya aeroponik selada varietas selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine.

Bentuk kegiatan yang dilaksanakan pada saat magang adalah sebagai berikut:

1. Orientasi lapang

Kegiatan awal yang dilakukan adalah orientasi lapang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mahasiswa tentang perusahaan seperti lokasi, kondisi kebun, pengenalan manajerial di kebun, serta untuk mengetahui permasalahan mengenai budidaya aeroponik selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine. Orientasi lapang dilaksanakan selama dua hari.

2. Karyawan harian

Kegiatan bekerja sebagai karyawan harian dilaksanakan dengan mengikuti semua kegiatan budidaya aeroponik dan DFT mulai dari persiapan tanam sampai pemanenan dan pasca panen pada semua komoditas sayuran yang ada di kebun Cikahuripan 1.

3. Asisten supervisor

Kegiatan sebagai asisten supervisor dilakukan dengan membantu supervisor dalam pengawasan produksi serta pengawasan panen dan pasca panen, serta kegiatan-kegiatan administratif lainnya.

4. Asisten manajer kebun

Kegiatan sebagai asisten manajer kebun dilakukan dengan membantu pengelolaan dan pengawasan tenaga kerja, melaksanakan analisa terhadap setiap kegiatan di lapang, dan mempelajari manajerial tingkat lapang.

5. Pelaksanaan dan pengamatan aspek khusus

Kegiatan pengamatan aspek khusus dilakukan dengan mengamati teknik budidaya dan perlakuan penyinaran lampu LED terhadap pertumbuhan dan hasil dari budidaya aeroponik selada varietas selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine.

Pengamatan dan Pengumpulan Data

Data dalam kegiatan magang ini dibagi menjadi dua, yaitu data primer dan sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh dengan cara pengamatan dan praktek langsung di lapangan mengenai teknik budidaya dan perlakuan penyinaran lampu LED pada budidaya aeroponik selada varietas selada keriting, selada lollo rossa, dan selada romaine. Pengamatan budidaya selada aeroponik dilakukan pada daya berkecambah/tray semai, bibit afkir/tray semai, sulaman/bak, tanaman underspec/bak, kehilangan hasil, dan jumlah tanaman/pak. Sedangkan

pengamatanpada perlakuan penyinaran lampu LED dilakukan pada:

1. Pertumbuhan tanaman

Peubah pada pengamatan pertumbuhan ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Pengamatan ini dilakukan sebanyak empat ulangan (styrofoam). Satu styrofoam terdiri dari 49 tanaman. Masing-masing ulangan

(styrofoam) diamati sebanyak lima tanaman contoh pada masing-masing varietas yang diamati. Layout bak tanam percobaan penyinaran lampu LED tersebut ditunjukkan dalam Gambar 3:

Keterangan:

SK1 = selada keriting ulangan 1 LL1 = selada lollo rossa ulangan 1 RM1 = selada romaine ulangan 1 L = lampu LED

Gambar 3. Layout Bak Tanam

2. Hasil

Peubah pada pengamatan hasil yaitu bobot per tanaman, bobot kotor, bobot bersih, dan persentase kehilangan hasil. Data bobot per tanaman diperoleh dengan membagi bobot kotor dengan jumlah tanaman yang dipanen.

Data sekunder diperoleh dari arsip perusahaan dan instansi pemerintah yang terkait. Pengumpulan data sekunder ini meliputi data letak geografis, kondisi iklim, luas areal, jumlah green house, jenis tanaman, data hasil produksi, ketenagakerjaan, organisasi perusahaan dan data-data lainnya yang menunjang kegiatan magang.

Analisa Data

Data yang diperoleh dari kegiatan magang ini diolah dan dianalisa secara deskriptif dan kuantitatif. Analisa deskriptif dilakukan pada data sekunder dan primer. Sedangkan analisa kuantitatif dilakukan pada data primer mengenai pertumbuhan tanaman dari perlakuan penyinaran lampu LED dengan uji t-student.

LL2 LL3 LL4 SK1 SK2 RM1 RM2 SK3 SK4 RM3 RM4 LL1 L L L

KEADAAN UMUM

Sejarah Perusahaan, Letak Geografis, dan Keadaan Iklim

PT Momenta Agrikultura (Amazing Farm) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis khususnya budidaya sayuran hidroponik dan aeroponik. Pada awalnya perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang finance atau pembiayaan, namun dengan adanya krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 perusahaan ini mulai melakukan kegiatan budidaya sayuran aeroponik agar perusahaan tersebut tetap bertahan.

Amazing Farm berdiri pada tahun 1998 dengan Dani Rusli sebagai pemilik. Bentuk perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan modal awal berkisar Rp 500 juta, semua modal disediakan oleh pemilik. Setelah berdiri perusahaan tidak langsung melakukan budidaya sayuran melainkan melakukan riset terlebih dahulu. Riset ini bertujuan untuk menemukan jenis sayuran yang akan dibudidayakan dan formulasi nutrisi yang tepat agar pertumbuhan sayuran baik dan berkualitas. Kemudian baru pada tahun 2000 perusahaan memfokuskan diri untuk membudidayakan sayuran dengan sistem aeroponik.

Aset awal yang dimiliki perusahaan adalah berupa tanah seluas 2.5 ha,

greenhouse, peralatan hidroponik dan aeroponik dan dua buah mobil truk. Untuk memenuhi kebutuhan permintaan yang terus meningkat, perusahaan terus mengembangkan perkebunannya. Pada saat ini, selain kebun Cikahuripan 1, Amazing Farm telah memiliki kebun di Cisaroni (Cikahuripan 2) dan Kayu Ambon, ketiga-tiganya terletak di Lembang. Selain di Lembang, Amazing Farm juga memiliki kebun di Bogor yaitu di Sentul. Amazing Farm juga membangun kemitraan dengan beberapa kebun di Bogor dan Jakarta.

Kebun Cikahuripan 1 Amazing Farm, tempat penulis melaksanakan magang, terletak di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian tempat antara 1 312-2 084 mdpl, titik tertingginya ada di puncak Gunung Tangkuban Parahu. Suhu rata-rata harian selama kegiatan magang di Lembang yaitu sekitar 19.89-22.83 0C dengan curah hujan 3 000 mm per tahun. Curah hujan selama kegiatan magang sebesar 47.5-273.0 mm per bulan (Lampiran 1).

Luas Areal, Tata Guna Lahan, dan Fasilitas Produksi

Amazing Farm memiliki kebun produksi yang tersebar di Lembang, Bogor, dan Jakarta. Salah satunya yaitu kebun Cikahuripan 1 yang merupakan tempat pelaksanaan kegiatan magang penulis. Kebun Cikahuripan 1 merupakan kebun produksi untuk produk hidroponik dan aeroponik. Kebun ini memiliki luas areal sekitar 2.5 ha dengan status sewa yang terdiri dari green house, packing house, gudang nutrisi dan kemasan, ruang semai dan media rockwool, ruang gelap, gudang barang, tempat pencucian styrofoam, kantor, mess karyawan, dan bangunan pendukung lainnya (Lampiran 2).

Green house di kebun Cikahuripan 1 terdiri dari 6 blok green house tanam dan 1 blok green house nursery. Masing-masing blok berbeda-beda luas dan jumlah sektornya. Blok A dan B masing-masing terdiri dari 3 sektor. Blok C, D, dan E masing-masing terdiri dari 4 sektor. Blok F terdiri dari 1 sektor. Green house yang dibangun di Amazing Farm ada dua macam yaitu green house yang terbuat dari besi (green house A, B, dan C) (Gambar 4a) dan green house yang terbuat dari bambu (green house D, E, F, dan nursery) (Gambar 4b).

Gambar 4. Green House Besi (a) dan Green House Bambu (b)

Jumlah bak tanam di tiap green house berbeda-beda (Tabel 2). Bak tanam yang digunakan Amazing Farm berukuran 4 x 1 m2. Total bak tanam di green house tanam sebanyak 1 338 bak dan di green house nursery sebanyak 15 bak. Satu bak tanam dapat ditanami sebanyak 196 tanaman. Berdasarkan taksasi produksi yang berlaku di Amazing Farm, satu bak tanam menghasilkan 8 kg bobot bersih (marketable yield) untuk tiap komoditas.

Sistem hidroponik yang diterapkan di Kebun Cikahuripan 1 ada dua sistem yaitu aeroponik dan DFT. Sistem aeroponik diinstalasi di green house B2, B3, C, D, E3, dan E4. Sedangkan sistem DFT diinstalasi di green house A, B1, E1, E2, dan F. Tanaman yang ditanam pun berbeda-beda di tiap green house (Tabel 2).

Tabel 2. Pemanfaatan Green House di Kebun Cikahuripan 1 pada Bulan Maret-Juli 2011

Green House Struktur

Green House Jumlah Sektor Jumlah Bak Tanam Komoditas A besi 3 280 • selada keriting • selada lollo rossa

• selada romaine

• kangkung

B besi 3 249

• selada keriting • selada lollo rossa

• selada romaine

• selada batavia

• selada butterhead

• horenzo

• kangkung

C besi 4 277 • selada keriting

D bambu 4 281

• selada keriting • selada lollo rossa

• selada romaine • selada batavia • selada butterhead • horenzo • petsai • kailan • caisin • pakchoy E bambu 4 216 • selada keriting • selada lollo rossa

• selada romaine

• selada batavia

• selada butterhead

F besi 1 35 • selada romaine

Packing house Kebun Cikahuripan 1 memiliki 3 ruangan yaitu ruang untuk mengumpulkan hasil panen, ruang proses pascapanen (Gambar 5a), dan

(c)

(b) (a)

(a)

ruang untuk mengumpulkan produk yang telah siap didistribusikan. Selain itu juga terdapat lemari pendingin (chiller) (Gambar 5c) untuk menyimpan produk yang belum dapat didistribusikan pada hari tersebut. Di belakang packing house

terdapat gudang kemasan dan gudang nutrisi.

Gambar 5. Fasilitas Packing House. Ruang proses pascapanen (a), ruang loading (b), dan chiller (c)

Ruang semai dan ruang media rockwool terletak di dekat green house nursery (Lampiran 2). Ruang semai dan ruang media rockwool berada dalam satu bangunan. Di depan ruang semai terdapat ruang gelap dan gudang barang. Ruang gelap digunakan untuk mengecambahkan benih. Di dalam ruang gelap terdapat rak pengecambahan dan termometer.

Bangunan kantor terletak di tengah-tengah areal (Lampiran 2). Kantor ini difungsikan untuk kegiatan administratif, ruang rapat dan pertemuan, serta kegiatan perkantoran lainnya. Di dalam kantor terdapat satu unit komputer, rak buku, 3 perangkat meja kerja, arsip, dan whiteboard. Di samping bangunan kantor terdapat tempat pencucian styrofoam yang terdiri dari dua bak bundar yang terbuat dari beton.

Kebun Cikahuripan 1 mempunyai bangunan pendukung lainnya seperti mess karyawan, pos satpam, dan tempat parkir motor. Mess karyawan terletak di depan packing house (Lampiran 2) yang berfungsi sebagai tempat tinggal karyawan. Mess karyawan ini dapat ditempati oleh empat karyawan. Pos keamanan dan tempat parkir motor terletak paling depan.

Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan

Hierarki dan spesialisasi pekerjaan sudah tentu ada di dalam suatu perusahaan, tidak terkecuali di Amazing Farm yang merupakan suatu badan usaha berbentuk perseroan terbatas. Semakin besar suatu perusahaan, semakin besar juga kegiatannya. Spesialisasi pekerjaan sangat diperlukan untuk dapat membagi unit-unit kegiatan. Namun dalam kegiatannya, terkadang suatu lingkungan kerja berusaha menghilangkan batasan-batasan kaku dalam suatu hierarki tersebut untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis, tetapi dengan tidak mengesampingkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing. Struktur organisasi di Amazing Farm ditunjukkan dalam Gambar 6:

Gambar 6. Struktur Organisasi Amazing Farm (Sumber: Purwanti, 2011)

Direktur Utama

Manajer Akuntansi

Manajer Keuangan Operasional Manajer

Supervisor Produksi

Supervisor Panen

Manajer Resource dan Produksi

Manajer Kebun

Manajer Resource

Masing-masing kebun yang dimiliki Amazing Farm dipimpin dan dikelola oleh manajer kebun. Struktur organisasi Kebun Cikahuripan 1 ditunjukkan dalam Gambar 7:

Gambar 7. Struktur Organisasi Kebun Cikahuripan 1 (Sumber: Kebun Cikahuripan 1)

Tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing jabatan:

1. Direktur Utama memiliki tanggung jawab penuh terhadap pengambilan

keputusan tertinggi dalam menentukan kebijakan dan rencana perusahaan. Selain itu, direktur utama juga memiliki fungsi sebagai penasehat perusahaan.

2. Manajer Operasional memiliki tanggung jawab dalam mengawasi dan

mengontrol seluruh kegiatan perusahaan.

3. Manajer Keuangan memiliki tanggung jawab untuk mengelola keuangan

yang masuk dan keluar dari perusahaan.

4. Manajer Akuntansi memiliki tanggung jawab dalam mengatur kegiatan

administrasi perusahaan.

5. Manajer Resource dan Produksi membawahi Manajer Kebun dan Manajer

Resource, memiliki tanggung jawab mengawasi dan mengontrol produksi kebun dan mitra.

Manajer Kebun

Supervisor Produksi

Supervisor Panen & Administrasi Kebun PIC Green House PIC Cuci Styrofoam PIC Semai PIC Packing House PIC Panen PIC Distribusi

6. Manajer Resource memiliki tanggung jawab dalam pengembangan bisnis dan pencari peluang bisnis di luar aeroponik dengan menjalin kemitraan.

Dokumen terkait