• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Arisan Yang Dibuat Akun @arisanrecehjambi

Dalam arisan online milik @arisanrecehjambi ini terdapat beberapa jenis arisan yang dikeluarkan. Berikut jenis-jenis arisan yang dikeluarkan oleh

@arisanrecehjambi :

TABEL I

Jenis Arisan Online @arisanrecehjambi

No. Jenis Arisan Harga/ Get

1. Arisan Menurun  Get 500rb/ 3Hari

 Get 800rb/4Hari

 Get 1jt/ 5Hari

 Get 1jt/7Hari

 Get 1.5jt/ 7Hari

 Get 2jt/7Hari

 Get 3jt/12Hari

2. Arisan Mendatar  Get 500rb/5Hari

 Get 1jt/5Hari

 Get 1jt/7Hari

 Get 2jt/10Hari

 Get 3jt/15Hari

TABEL II

Rincian Penyetoran dan Penerimaan Arisan Mendatar Get 1jt/7Hari

@arisanrecehjambi

Nomor Urut Penerima

Penyetoran Penerimaan

1 ADM Rp. 1.000.000,-

2 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

3 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

4 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

5 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

6 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

7 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

8 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

9 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

10 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

11 Rp. 100.000,- Rp. 1.000.000,-

Berdasarkan tabel diatas, arisan mendatar get 1jt/7hari dimana beranggotakan 11 orang, dengan setoran setiap 7hari sekali Rp. 100.000,- per orang dan penerimaan Rp. 1.000.000,- sesuai nomor urut yang telah didapatkan.

Untuk nomor urut pertama didapat oleh ADM selaku owner atau pemilik arisan dan nomor urut selanjutnya masing-masing peserta sesuai urutannya.

TABEL III

Rincian Penyetoran dan Penerimaan Arisan Menurun Get 1jt/5Hari

@arisanrecehjambi

Nomor Urut Penerima

Penyetoran Penerimaan

1 ADM Rp. 1.000.000,-

2 Rp. 95.000,- Rp. 1.000.000,-

3 Rp. 90.000,- Rp. 1.000.000,-

4 Rp. 90.000,- Rp. 1.000.000,-

5 Rp. 85.000,- Rp. 1.000.000,-

6 Rp. 80.000,- Rp. 1.000.000,-

7 Rp. 70.000,- Rp. 1.000.000,-

8 Rp. 70.000,- Rp. 1.000.000,-

9 Rp. 70.000,- Rp. 1.000.000,-

10 Rp. 60.000,- Rp. 1.000.000,-

11 Rp. 60.000,- Rp. 1.000.000,-

12 Rp. 55.000,- Rp. 1.000.000,-

13 Rp. 55.000,- Rp. 1.000.000,-

14 Rp. 50.000,- Rp. 1.000.000,-

15 Rp. 50.000,- Rp. 1.000.000,-

Berdasarkan tabel arisan menurun get 1jt/hari diatas, jumlah anggota arisan sejumlah 15 orang dengan uang setoran yang berbeda setiap orang sesuai urutannya. Nomor urut pertama diterima oleh ADM selaku pemilik arisan atau owner. Nomor urut ketiga dengan bayaran yang paling besar tetapi penerimaan lebih dahulu daripada yang lain. Nomor urut kedua dengan nominal setoran lebih kecil dari nomor urut 2 dengan jumlah penerimaan yang sama. Untuk arisan menurun ini jumlah setoran semuanya berbeda tetapi penerimaan nominalnya sama.

47 BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Arisan Online Di Akun @arisanrecehjambi

Terkait dengan pembahasan yang dibahas yaitu hanya melihat salah satu praktik arisan yang dilakukan oleh pemilik akun @arisanrecehjambi yang berlokasi di Kota Jambi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa arisan tersebut adalah arisan menurun dan mendatar dengan sistem siapa cepat pilih nomor urut dan dilakukan pembayaran sesuai hari yang disepakati bersama.

Keikutsertaan anggota arisan bersifat terbuka tanpa membatasi usia, jenis kelamin dan status social tetapi tetap berpegang pada peraturan yang ada. Pada umumnya para anggota arisan online adalah mahasiswa/mahasiswa yang berdomisili di Kota Jambi, ada juga dari kalangan siswa SMA dan Ibu-Ibu yang sudah berumah tangga dan remaja yang sudah bekerja. Karena latarbelakang tempat tinggal dan kesibukan yang berbeda itulah yang menjadi penyebab anggota memilih mengikuti arisan online yang tidak mengharuskan kehadiran anggota arisan.55

@arisanrecehjambi yang memakai sistem siapa cepat dan keinginan masing-masing dari anggota untuk memilih nomor urut dengan jumlah peserta sesuai kebutuhan penerimaan. Icha Esya mengatakan setiap nomorurut pertama dalam list/ daftar arisan adalah uang ADM atau owner yang menerima. Karena uang pertama tersebutlah yang menutupi kekurangan apabila suatu saat ada member yang telat membayar. Nomor urut 1 atau ADM bukan berarti tidak

55 Wawancara dengan Ibu Dela Andeska, peserta arisan online, pada tanggal 17 maret 2019

membayar sama sekali, bukan hanya menerima uang cuma-cuma tetapi juga ikut membayar hanya saja bayarannya lebih sedikit daripada anggota lainnya. Biaya keterlambatan pembayaran masing-masing anggota apabila telat 1kali pembayaran dikenakan denda Rp. 30.000,-. Biaya cancel atau tidak jadi mengambil list ketika arisan sudah mulai berjalan adalah Rp. 200.000,-.

Berdasarkan latarbelakang diatas dapat diimplementasikan bahwa semua anggota benar-benar menyetujui arisan tersebut berjalan sesuai aturan yang sudah dibuat. Meskipun dengan tidak bertemu dan telah menyepakati nominal uang pertama dan setiap hari yang sudah ditentukannya sehingga kecil terjadinya perselisihan antara admin dan anggota arisan. Setelah terjadi kesepakatan antara admin dan anggota arisan melalui pesan secara online, admin membuat grup arisan yang ada disosial media Whatsapp dimana dalam grup tersebut berisikan anggota-anggota arisan. Selanjutnya mereka melangsungkan akad bahwa mereka benar-benar sepakat mengikuti sistem dan aturan-aturan dalam arisan tersebut.

Mereka akan diberitahukan aturan-aturan ketika akan terjadinya akad yaitu56: 1. Peserta anggota arisan yang benar-enar mengikuti arisan ini berarti anggota

tidak boleh keluar dariarisan sampai dengan selesai.

2. Jika anggota melangar point yang pertama sebelum memulai arisan, maka anggota akan dikenakan denda sebesar Rp.200.000,- dan harus mencari pengganti. Hal ini dikarenakan arisan ini adalah online, maka anggota harus mengikuti peraturannya.

56 Wawancara dengan Rima Asriana dan Ibu Tuti Susilawati, Peserta Arisan Online, pada tanggal 20 maret 2019

3. Jika anggota arisan telat membayar arisan selama satu hari, akan dikenakan denda yang telah ditentuan admin arisan, nominarl dendanya disetiap kloter berbeda-beda.

4. Pembayaran ini dilakukan secara online dengan sistem transfer ke rekening admin arisan, kalau masih bisa bertemu maka anggota membayar dengan sistem COD (Cash on delivery) yaitu mmbayar dengan bertemu antara anggota dan admin.

5. Anggota yang mengikuti arisan ini harus memberi bukti identitas seperti KTP, KK, SIM dan surat perjanjian tertulis yang ditanda tangani dengan materai 6000. Dimana bukti hanya dipotokan saja kemudian dikirim keadmin arisan tersebut. Hal ini dilakukan karena arisan ini online dan antara admin dan anggota tidak saling mengenal.

6. Dalam arisan ini ada jatuh tempo, admin menentukan tanggal jatuh tempo disetiap bulan dan pembayaran akan dilakukan H-1 mendapatkan arisan.

7. Anggota akan mendapatkan arisan paling lama H+1 setelah jatuh tempo.

8. Arisan yang didapat oleh anggota akan dikirim oleh admin arisan secara online yaitu transfer kerekening anggota atau admin langsung memberikan jika dapat bertemu.57

Berdasarkan praktik arisan online yang telah dijelaskan diatas adalah akad dengan tolong menolong dan menguntungkan, karena dilakukan secara sukarela atau suka sama suka. Sehingga tercipta rasa keadilan bagi kedua belah pihak.

Anggota pun tidak mempersalahkan adanya nominal biaya pendaftaran dan jika

57 Wawancara dengan Ibu Beta Aprilia, Peserta arisan online, pada tanggal 20 maret 2019

ada denda dalam arisan tersebut, karena hal tersebut telah disepakati antara admin dan anggota. Bagi anggota arisan online ini sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka, karena menurut mereka arisan ini adalah tempat mereka menabung pada admin arisan tersebut demi untuk mendapatkan keinginannya.

Peserta arisan yang ikut serta dalam kegiatan tersebut bervariasi, tidak hanya diikuti oleh kaum wanita saja, akan tetapi kaum laki, bahkan ada juga peserta ibu rumah tanggaikut andil dalam kelompok arisan multi level tersebut.

Hal ini disebabkan sebagian besar peserta arisan memiliki kebutuhan untuk membiayai pendidikan anak, dan khusus remaja untuk tambahan “uang panai”

ujarnya. Inilah yang menjadi motivasi atau alasan peserta mengikuti arisan uang dengan sistem Multilevel. Jumlah peserta arisan Multilevel yang ada di arisan onlinedi Akun @arisanrecehjambi sebanyak 25 orang dengan jumlah slot sebanyak 25.Sebagian peserta arisan mengambil 2-3 slot selama peserta tersebut masih bisa menanggung biaya iuran setiap harinya yang telah disepakati bersama.

B. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Arisan Onlinen di Akun

@arisanrecehjambi

Islam merupakan agama yang bersifat Syumul, yaitu mencakup seluruh kegiatan manusia termasuk dalam urusan ekonomi dengan cara membuat arisan online yang dapat dijadikan ajang bisnis yang sederhana tidak melabelisasi latar belakng agma suku dan ras.58 Tetapi tidak jarang masyarakat menganggap bahwa sistem itu mengandung ketidak jujuran, karena masih melihat adanya paradigma

58 Muhammad Al-Sayyid Yususf, Tafsir Ekonomi Islam, (Johor Bahru: Jahabersa Sdn Bhd, 2008), hlm 12

fanatisme agama yang masih dipraktikan dalam arisan online dalam masyarakat, sehingga persepsi arisan online yang keberadaannya masih diragukan oleh sebagian orang karena (tertutup)Padahal, sistem yang dilakukan oleh arisan online jelas dan transparan.59

Jadi persepsi yang kontroversial itu justru selalu lebih menguntungkan atau dapat merugikan untuk mendapatkan simpati atau tidak dalam masyarakat.

Kemudian praktek online dengan mengharapkan uang recehan bagi para anggota.

Selanjutnya apayang dapat ditawarkan untuk menarik para anggota agar dapat bertahan melalui akun tersebut.

Akun @arisanrecehjambisalah satu kegiatan untuk menumbuhkan minat arisan yang tidak hanya orang muslim saja tetapi juga orang non muslim yang terdiri dari kalangan sukuCina dan orang medan yang non muslim, hal ini memberi isyarat bahwa sistem arisan itu, mempunyai ciri-ciri yang lebih menarik dari sistem yang lain, sehingga non-muslim lebih tertarik untuk menjadi anggota arisan yang dijalankan dengan sistem dan cara Islam.60Masyarakat non muslim telah mulai belajar dan mengakui potensi sistem keuangan melalui gerakan zakat dan wakaf melaui akun. Mereka (masyarakat bukan Islam) semakin menerimanya.Arisan Online berciri Syariah dan non syariah. Menurut Muhammad, arisan syari’ah adalah aktivitas yang meninggalkan masalah riba.

Islam atau arisan syari’ah adalah yang beroperasi dengan mengandalkan pada

59 Hermawan Kartajaya, dan Muhammad Syakir Sula, Syari’ah Marketting, (Bandung: PT Mizan Pustaka, 2006), hlm 14.

60 Shahmuzir: https://muzir.wordpress.com/2010/03/31/persepsi-non-muslim-terhadap-sistem-kewangan-islami/. Diakses pada tanggal 27 april 2019

kebersamaan.61Sedangkan arisan non syariah arisan yang bercirikan unsur riba dan tidak mengandalkan kebersamaan.

Dari defenisi diatas jelas bahwa, arisan menerapkan akad hutang-piutang bagi anggota yang mendapatkan undia uang arisan pada awal periode dan menurut hukum Islam hutang-piutang diperbolehkan. Hutang-piutang adalah perbuatan yang baik dan disunnahkan oleh rasul.

Selanjutnya, sebagaimana yang telah dijelaskan mengenai praktik arisan bahwa dalam mekanisme yang diterapkan yaitu nomor urut pertama yang menerima adalah uang Administrasi bagi semua member. Sehogga, perolehan uang arisan dalam setiap pengundian tidak akan selalu sama jumlahnya setiap periodenya. Jadi semakin banyak perolehan uang yang akan diperoleh maka semakin banyak perolehan uang arisan yang akan diperoleh sebaliknya, semakin awal mendapatkan uang arisan maka semakin sedikit perolehan uang arisan yang akan diperoleh. Ketika uang penyetoran uang arisan selalu bertambah dalam setiap periodenya, maka jumlah uang arisan yang diterima anggota juga akan selalu bertambah dan tidak sama antar peserta yang lain. Mekanisme yang diterapkan seperti ini sama saja dengan pengambilan manfaat dalam pembayaran hutang. Wujud dari nominal yang berbeda dan penerima Cuma-Cuma pada urutan pertama, termasuk unsur riba nasi’ah yaitu melebih-lebihkan pembayaran barang yang akan dipertukarkan, diperjual belikan, atau dihutangkan karena diakhirkan waktu pembayaran baik yang sejenis maupun tidak.

61 Muhammad Syafie Antonio, Bank Syariah: Dari Teori dan Praktik, (Jakarta, Gema Insani,2001), hlm. 70

Arisan secara umum termasuk muamalah yang hukumnya belum disinggung dalam Al-Qur’an dan ad-Sunnah secara langsung, maka hukumnya dikembalikan keasal mula muamalah, yaitu dibolehkan selama tidak ada dalil yang melarangnya maka arisan dengan sistem menurun berkembang dan diperbolehkan. Walaupun diperbolehkan dalam bermuamalah kita juga harus mengerti tentang aturan-aturan yang telah diatur dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah dan tidak lupa dengan riba. Karena kesalahan dalam melakukan transaksi dalam bermuamalah dapat merujuk ke hal riba. Padahal Allah telah melarang riba dalam hutang-piutang.

Jika dilihat secara literatul bahwa setiap sesuatu yang bertambah merupakan riba. Karena dalam pengembaliannya terdapat pengembalian yang disepakati diawal sebelum arisan tersebut dilaksanakan. Namun dalam bentuk apapun itu, secara faktanya arisan dengan sistem menurun sudah memberikan banyak manfaat bagi anggota yang telah mendapatkannya dengan jumlah nilai arisan yang cukup besar untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan.

Firman Allah dalam QS. Al-Maidah:2.

ناَْدعناَْمثلااّْهعْاُوَْاعحْلاَُِْقخناَْسبناّْهعْاُوَْاعحَ

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.62

Firman Allah dalam QS. Al-Maidah/5:2 menjelaskan bahwa Allah melarang umatnya melakukan tolong menolong dalam berbuat dosa dan

62 Al-Quran dan Terjemahannya: QS. Al-Maidah :2

pelanggaran karenamerupakan hal yang merugikan untuk orang lain atau bisa dikatakan adanya unsurmenzalimi orang lain dengan itu ayat di atas menekankan bahwa Allah hanya menganjurkan umatnya melakukan kegiatan tolong menolong dalam hal yang baik-baik.

Menurut pandangan dari beberapa ulama menyatakan bahwasanya arisan pada umumnya hukumnya adalah boleh, tidak terlarang. Barang siapa mengira bahwa arisan termasuk kategori memberikan pinjaman dengan mengambil manfaat maka anggapan tersebut adalah keliru, sebab semua anggota arisan akan mendapatkan bagiannya sesuai dengan gilirannya masing-masing.

Mengingat @arisanrecehjambi merupakan arisan dengan sistem menurun dan pembayaran yang berbeda dari setiap orangnya hal ini jelas dilarang dalam hukum Islam karena telah terdapat hadis yang melarang dan juga prakteknya menggunakan akad praktek hutang-piutang yang didalamnya terdapat selisih bunga dalam pengembaliannya yang telah disepakati diawal sebelum arisan tersebut berjalan.

55 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Akun @arisanrecehjambi di Kota Jambi serta hasil yang diperoleh seperti yang telahdijelaskan pada bab-bab sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Motivasi masyarakat ikut serta dalam kegiatan arisan Multilevel di Akun

@arisanrecehjambi di Kota Jambi yaitu diberlakukannya sistem Multilevel atau turun menurun, sehingga para peserta yang sangat membutuhkan dapat mengambil nomor pertama dengan iuran yang besar agar dapatuang arisan.

Selain itu, karena faktor kemudahan dalam menabung. Masyarakat lebih memilih untuk menyimpan sebagian hasil pendapatannya dengan ikut serta dalam arisan lelang daripada menabung di bank.

2. Pelaksanaan arisan Akun @arisanrecehjambi di Kota Jambiyang dilakukan sebagian masyarakat ditinjau dari pandangan ekonomi Islam yaitu adanya ketidakadilan dan menzalimi peserta arisan walaupun ada unsur kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu, arisan Multilevel juga terdapat unsur-unsur yang dilarang dalam melakukan transaksi muamalah yaitu adanya unsur-unsur riba, gharar, dan maisir dalam praktik pelaksanaannya.

Oleh karena itu, arisan uang dengan sistem Multilevel terdapat unsur-unsur yang tidak sesuai dalam pandangan ekonomi Islam.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan dari skripsi ini, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Sebaiknya dalam penentuan pemenang arisan tidak lagi menggunakan sistem Multilevel. Akan tetapi, ketua arisan menyaring terlebih dahulu permasalahan para peserta mengenai kebutuhannya masing-masing terutama dalam hal keuangan. Sehingga, dalam menentukan pemenang arisan lebih mudah karena adanya keterbukaan antar peserta dibandingkan dengan menggunakan sistem Multilevel yang dapat menimbulkan kerugian, dengan ini arisan akan kembali ke fungsinya sebagai tempat menabung dan kegiatan tolong-menolong antar peserta.

2. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar lebih teliti dan kritis dalam memandang permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat terutama di lingkungan sekitar, karena masih banyak kegiatan muamalah kekinian yang menyimpang dan tidak sesuai dengan prinsip dasar ekonomi Islam yaitu prinsip tauhid, nubuwwah, keadilan, dan bertanggungjawaban.

57

DAFTAR PUSTAKA

A. Literatur

Abdul Kadir Riyadi, Ika Yunia Fauzia. Prinsip Dasar Ekonomi Islam “Perspektif Maqashid al-Syariah”. Jakarta: Kencana. 2014.

Abdurrahman, Masduha. Pengantar dan Asas-asas Hukum Perdata Islam “Fiqh Muamalah”. Surabaya: Central Media. 1992

Albar, Muhammad. Aplikasi Nilai-Nilai Tauhid Dalam Comprate Social Rensponsibility (CSR) Pada Muhammad Bank Muamalat Cabang Makassar skripsi UIN Alauddin Makassar Fakultas Ekinimi dan Bisnis Islam. 2013.

Abdul Rahman Ghazaly. Fiqh Muamalat. Jakarta. Kencana, 2010.

Ahmad Isa Ansyur, Fiqhul Muyassar Fi Al-Muamalat. Alih Bahasa Abdul Hamid Zahwan. Solo: CV Pustaqa Mantiq, 1995.

Al-Qur’an danterjemahannya, Semarang: C.V. Toha Putra, 1989.

Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani. 2001.

Ascarya. Akad & Produk Bank Syariah. Jakarta: Rajawali Pers. 2015.

Astutik, Strining. Tinjauan Hukum Ekonomi Islam Terhadap Pelaksanaan Arisan Lelang (Studi Kasus di Desa Sumberjo Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang), Jurnal Ilmiah.

Basri, Ikhwan Abidin. Pengantar Fiqh Muamalah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

2010

Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana. 2009.

Departemen Agama. Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: PT. Insan Media Pustaka. 2013.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia “pusat bahasa”, cet. 4. Jakarta: 2008.

Fahmi, Irham. Perilaku Organisasi “Teori, Aplikasi, dan Kasus”. Bandung:

Alfabeta. 2013

Gazalba, Sidi. Masyarakat Islam “Pengantar Sosiologi dan Sosiografi”. Jakarta:

Bulan Bintang. 1989.

Ghazaly, Abdul Rahman. Fiqh Muamalah. Jakarta: Prenada Media Group. 2010

Gozali, Ahmad. Cashflow for mowen menjadikan perempuan sebagai manager keuangan keluarga paling top. Jakarta Selatan: Mizan Publika. 2005.

Hasan, Ali. Manajemen Bisnis Syariah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2009.

Ibnu Taimiyah di dalam Majmu’ al Fatawa (29/18).

Idri. Hadis Ekonomi “Ekonomi dalam Perspektif Hadis Nabi”. Jakarta: Kencana.

2015

Irma Prihantari, Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Arisan Sepeda Motor Paguyuban Agung Rezeki di Kecamatan Kabupaten Kulon Progo. Jakarta:

UIN Syarif Hidayatullah, 2009.

Manalu, Janrico M. H. Pendidikan Karakter Terhadap Pembentukan Perilaku Mahasiswa “Studi Kasus Proses Pendidikan Karakter Dalam HMJ Sosiologi Universitas Mulawarman KAL-TIM”.

Mashuda Abdurrahman, Pengantar Dan Asas-asas Hukum Perdata Islam (Fiqh Muamalah), Surabaya: Central Media, 1992.

Mardani. Fiqh Ekonomi Syariah. Jakarta: Kencana. 2012

Muhammad. Lembaga-Lembaga Keuangan Umat Kontemporer. Yogyakarta: UII Press. 2000.

Muslich, Ahmad Wardi. Fiqh Muamalat. Jakarta: Amzah. 2015

Nasution, Mustafa Edwin. Pengenalan Ekslusif Ekonomi Islam. Jakarta: Kencana.

2006.

Nasution, S. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. 2003.

Natsir, Moh. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2003.

Prihantari, Irma. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Arisan Sepeda Motor (Paguyuban Agung Rejeki) di Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo Tahun 2009. Jurnal Ilmiah.

Program I Hadis Mausu’ah al-Hadithal Sharif Kategori Sunan Ibnu Majah. Al-Tijarat

Pusat Pengkajian dan Pengembangan ekonomi Islam (P3EI) Ekonomi Islam.

Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2011

Poerwadarmita. Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: PN BalaiPustaka), 1976.

Rachmat Syafe’i. Fiqh Muamalah. Bandung. CV Pustaka Setia. 2001.

Rohmah, Nur Hikmatur. Kendala dan Kesesuaian Sistem Arisan Lelang Sepeda Motor Dengan Syariat Islam di BMT ANDA Salatiga. Jurnal Ilmiah.

Rozalinda. Ekonomi Islam “Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi”.

Jakarta: Rajawali Pers. 2016.

Sabiq, Sayyid. Fiqh al-Sunnah Juz III. Beirut: Dar al-Fikr. 1983

Sa’dudin Muhammad al Kibyi, al Muamalah al Maliyah al Mua’shirah fi Dhaui Siti Masithah, “Tinjauan Hukum Islam Tentang Pelaksanaan Arisan Online Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Pengantar Fiqh Muamalah;

ed.Revisi, Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2009.

Sahrani, Sohari. Fikih Muamalah. Bogor: Ghalia Indonesia. 2011

Setiadi, Nugroho J. Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana. 2003.

Siti Masitha, Tinjuan hukum islam tentang pelaksanaan arisan onlinehandphone di instagram (Studi pada pemilik akun instagram @tikashop_bdl), (Skripsi-UIN Raden Intan Lampung), 2018.

Suhendi, Hendi. Fiqh Muamalah. Jakarta: Rajawali Press. 2014 Syafe’I, Rachmat. Fiqh Muamalah. Bandung: CV Pustaka Setia. 2001

Tajuddin Hajma, Arifuddin Tike. Dasar-Dasar Pengembangan Masyarakat Islam. Makassar: Alauddin Press. 2010.

Usman, Husaini dan Purnomo Setiady Akbar. Metode Penelitian Sosial. Jakarta:

Bumi Aksara. 2003.

Wati, Kartika Sunu. Modal Dalam Praktik Sosial Arisan Sosialita. Jurnal IDEA SOCIETA 2. 2015

Yuliadi, Imamuddin. Ekonomi Islam. Yogyakarta: LPPI.2006.

Zahrah, Muhammad Abu. Buhuts fi al-riba. Beirut: Dar al-Fikr al-Farabi. Tth

B. Lain-Lainnya

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/.../pmk-nomor-27pmk062016.pdf.

https.//id.wikipedia.org/instagram diakses pada tanggal 08-10-2019

https.//id.wikipedia.org/wiki/arisan diakses pada tanggal 08-10-2019

55

DOKUMENTASI PENELITIAN

Nama : Maharani Tajdiah

Umur : 21 Tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Nama : Icha Esya

Umur : 22 Tahun

Pekerjaan : Guru Paud

Nama : Indira Meilisa

Umur : 24 tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Nama : Ibu Tuti Susilawati

Umur : 35 Tahun

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Nama : Ibu Della Andeska

Umur : 31 Tahun

Pekerjaan : Wiraswasta

Nama : Ibu Beta Aprilia

Umur : 31 Tahun

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Nama : Rima Asriana

Umur : 23 Tahun

Pekerjaan : Mahasiswi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

(CURRICULUM VITAE)

Nama : Wahyuli

Tempat Tanggal Lahir : Sungai Raya, 25 Juli 1997

Email : [email protected]

No. Kontak/HP : 089515611156

Alamat : Lorong Mandala, Jl. A. Atalib No.06 RT. 01 Kelurahan Pematang Sulur Kecamatan Telanaipura

Pendidikan Formal

1. SD Negeri 131 Kota Jambi : 2009 2. MTS An-Nizhom Kota Jambi : 2012 3. SMA Negeri 10 Kota Jambi : 2015

Mottto :Tidak ada kesuksesan melainkan dengan pertolongan Allah.

(Q.S Huud: 88

Dokumen terkait