• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA Jenis Pengenalan Pembicara

Menurut Campbell (1997), pengenalan pembicara berdasarkan jenis aplikasinya dibagi dua, yaitu:

1. Identifikasi pembicara yaitu proses mengenali seseorang berdasarkan suaranya. Identifikasi pembicara dibagi dua, yaitu:

• Identifikasi tertutup (closed-set identification) di mana suara masukan yang akan dikenali merupakan bagian dari sekumpulan suara pembicara yang telah terdaftar atau diketahui.

• Identifikasi terbuka (open-set identification) di mana suara masukan boleh tidak ada pada kumpulan suara pembicara yang telah terdaftar

2. Verifikasi pembicara yaitu proses memeriksa identitas yang diklaimkan seseorang berdasarkan suaranya.

Pengenalan pembicara berdasarkan aspek kebahasaan dibagi menjadi dua (Ganchev 2005), yaitu:

1. Pengenalan pembicara bergantung pada teks yang mengharuskan pembicara untuk mengucapkan kata atau kalimat yang sama baik pada pelatihan maupun pengujian. 2. Pengenalan pembicara bebas teks yang

tidak mengharuskan pembicara untuk mengucapkan kata atau kalimat yang sama baik pada pelatihan maupun pengujian. Dijitalisasi Gelombang Suara

Suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat padat, cair, atau gas. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia.

Gelombang suara merupakan gelombang analog, sehingga agar dapat diolah dengan peralatan elektronik, gelombang suara harus direpresentasikan dalam bentuk dijital. Proses

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sinyal suara dapat memberikan informasi mengenai identitas pembicara. Proses mengekstrak informasi yang diinginkan dari sinyal suara disebut speech processing. Speech processing memiliki beberapa cabang kajian. Salah satu kajian dalam speech processing adalah identifikasi pembicara. Identifikasi pembicara (speaker identification) adalah suatu proses mengenali seseorang berdasarkan suaranya (Campbell 1997).

Teknologi identifikasi pembicara telah digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti konferensi audio dan penyelidikan polisi. Berbagai metode yang dapat digunakan untuk identifikasi pembicara, antara lain Dynamic Time Warping (DTW), Hidden Markov Model

(HMM), Vector Quantization (VQ), dan Jaringan Syaraf Tiruan seperti Multi Layer Perceptron dan Probabilistic Neural Network.

Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi pembicara menggunakan

Probabilistic Neural Network. Hal ini dikarenakan Probabilistic Neural Network

telah terbukti memiliki tingkat akurasi yang tinggi, yaitu 96%. (Sarimollaoglu et al. 2004).

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model Probabilistic Neural Network untuk identifikasi pembicara. Penelitian ini juga dilakukan untuk membandingkan hasil identifikasi tanpa

threshold dan dengan threshold.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada: 1. Identifikasi bersifat tertutup dan

bergantung pada teks yang mana suara masukan yang akan dikenali merupakan bagian dari sekumpulan suara pembicara yang terdaftar dan menggunakan kata “komputer” dalam pelatihan dan pengujian.

2. Ekstraksi ciri sinyal suara menggunakan

Mel-Frequency Cepstrum Coefficients

(MFCC).

3. Pembahasan difokuskan pada tahap pemodelan pembicara dengan

Probabilistic Neural Network, tidak pada pemrosesan sinyal analog sebagai praproses sistem.

Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tingkat akurasi Probabilistic Neural Network untuk identifikasi pembicara. Selain itu juga diharapkan model yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengembangkan sistem identifikasi pembicara yang bersifat tertutup dan bergantung pada teks.

TINJAUAN PUSTAKA

Jenis Pengenalan Pembicara

Menurut Campbell (1997), pengenalan pembicara berdasarkan jenis aplikasinya dibagi dua, yaitu:

1. Identifikasi pembicara yaitu proses mengenali seseorang berdasarkan suaranya. Identifikasi pembicara dibagi dua, yaitu:

• Identifikasi tertutup (closed-set identification) di mana suara masukan yang akan dikenali merupakan bagian dari sekumpulan suara pembicara yang telah terdaftar atau diketahui.

• Identifikasi terbuka (open-set identification) di mana suara masukan boleh tidak ada pada kumpulan suara pembicara yang telah terdaftar

2. Verifikasi pembicara yaitu proses memeriksa identitas yang diklaimkan seseorang berdasarkan suaranya.

Pengenalan pembicara berdasarkan aspek kebahasaan dibagi menjadi dua (Ganchev 2005), yaitu:

1. Pengenalan pembicara bergantung pada teks yang mengharuskan pembicara untuk mengucapkan kata atau kalimat yang sama baik pada pelatihan maupun pengujian. 2. Pengenalan pembicara bebas teks yang

tidak mengharuskan pembicara untuk mengucapkan kata atau kalimat yang sama baik pada pelatihan maupun pengujian. Dijitalisasi Gelombang Suara

Suara adalah gelombang longitudinal yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat padat, cair, atau gas. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia.

Gelombang suara merupakan gelombang analog, sehingga agar dapat diolah dengan peralatan elektronik, gelombang suara harus direpresentasikan dalam bentuk dijital. Proses

mengubah masukan suara dari gelombang analog menjadi representasi data dijital disebut dijitalisasi suara.

Proses dijitalisasi suara terdiri atas dua tahap yaitu sampling dan kuantisasi (Jurafsky & Martin 2000). Sampling adalah proses pengambilan nilai dalam jangka waktu tertentu. Nilai ini menyatakan amplitudo (besar/kecilnya) volume suara pada saat itu. Hasilnya adalah sebuah vektor yang menyatakan nilai-nilai hasil sampling. Panjang vektor data ini bergantung pada panjang atau lamanya suara yang didijitalisasikan serta sampling rate yang digunakan pada proses dijitalisasinya.

Sampling rate itu sendiri adalah banyaknya nilai yang diambil setiap detik. Sampling rate

yang biasa digunakan adalah 8000 Hz dan 16000 Hz (Jurafsky & Martin 2000). Hubungan antara panjang vektor data yang dihasilkan dengan sampling rate dan panjangnya data suara yang didijitalisasikan dapat dinyatakan secara sederhana sebagai berikut: , T F S = s× dengan S = panjang vektor

Fs = sampling rate yang digunakan (Hertz) T = panjang suara (detik)

Setelah melalui tahap sampling, proses dijitalisasi suara selanjutnya adalah kuantisasi. Kuantisasi adalah menyimpan nilai amplitudo ini ke dalam representasi nilai 8 bit atau 16 bit (Jurafsky & Martin 2000).

Ekstraksi Ciri Sinyal Suara

Sinyal suara merupakan sinyal bervariasi yang diwaktukan dengan lambat atau biasa disebut quasi-stationary (Do 1994). Ketika diamati dalam jangka waktu yang sangat pendek (5 - 100 ms), karakteristiknya hampir sama. Namun, dalam jangka waktu yang panjang (0,2 detik atau lebih) karakteristik sinyal berubah dan merefleksikan perbedaan sinyal suara yang diucapkan. Oleh karena itu, digunakan spektrum waktu pendek (short-time spectral analysis) untuk mengkarakterisasi sinyal suara.

Beberapa fitur sinyal suara yang biasa digunakan antara lain Linear Predictive Coding, Perceptual Linear Prediction, dan

Mel-Frequency Cepstrum Coefficients. Pada penelitian ini, fitur yang digunakan adalah

Mel-Frequency Cepstrum Coefficients.

Mel-Frequency Cepstrum Coefficients (MFCC)

MFCC didasarkan pada variasi yang telah diketahui dari jangkauan kritis telinga manusia terhadap frekuensi. Filter dipisahkan secara linier pada frekuensi rendah dan logaritmik pada frekuensi tinggi. Hal ini dilakukan untuk menangkap karakteristik penting dari sinyal suara.

Tujuan utama MFCC adalah untuk meniru perilaku telinga manusia. Selain itu MFCC telah terbukti bisa menyebutkan variasi dari gelombang suara itu sendiri. Diagram blok dari proses MFCC dapat dilihat pada Gambar 1.

ambar 1 Diagram blok dari proses MFCC G MF 1. 2. untuk m ngga mende ir tiap

3. Fast Fourier Transform (FFT). Tahap ini mengkonversi tiap frame dengan N sampel dari time domain menjadi fr quency domain. FFT adalah suatu algoritma untuk mengimplementasikan Discrete Fourier

(Do 1994)

Penjelasan tiap tahapan pada proses CC sebagai berikut (Do 1994):

Frame Blocking. Pada tahap ini sinyal suara (continous speech) dibagi ke dalam

frame-frame. Tiap frame terdiri atas N sample.

Windowing. Proses selanjutnya adalah melakukan windowing pada tiap frame

untuk meminimalkan diskontinuitas sinyal pada awal dan akhir tiap frame. Konsepnya adalah meminimisasi distorsi spektral dengan menggunakan window

emperkecil sinyal hi kati nol pada awal dan akh

frame. Jika window didefinisikan sebagai

w(n), 0 ≤ n ≤ N-1, dengan N adalah banyaknya sampel tiap frame, maka hasil dari windowing adalah sinyal dengan persamaan:

Yl(n)=xl(n)w(n), 0 ≤ n ≤ N-1

Pada umumnya, window yang digunakan adalah hamming window, dengan persamaan:

w(n)=0.54-0.46cos(2πn/N-1), 0 ≤ n ≤ N-1

Transform (DFT) yang didefinisikan pada himpunan N sampel {xn} sebagai berikut:

= = 1 0 / 2 N k N jkn k n x e X π , Dengan n=0, 1, 2,….., N-1, j digunakan untuk menotasikan unit imajiner, yaitu

1 =

j . Secara umum Xn adalah bilangan kompleks. Barisan {Xn} yang dihasilkan diartikan sebagai berikut: frekuensi nol berkorespondensi dengan n = 0, frekuensi positif 0 < f < Fs/2 berkorespondensi dengan nilai 1 ≤ n

N/2-1, sedangkan frekuensi negatif –Fs/2 <

f < 0 berkorespondensi dengan N/2+1 < n

< N-1. Dalam hal ini Fs adalah sampling frequency. Hasil yang didapatkan dalam tahap ini biasa disebut dengan spektrum sinyal atau periodogram.

Mel-frequency Wrapping. Studi psikofisik menunjukkan bahwa persepsi manusia terhadap frekuensi sinyal suara tidak berupa skala linier. Oleh karena itu, untuk setiap nada dengan frekuensi aktual f

(dalam Hertz), tinggi subjektifnya diuk 4. ur dengan uency adalah 00 Hz 5. sentasi g baik dari suatu

frame. Mel spectrum

at pelatihan, pem

ruan untuk beberapa bidang aplikasi rsingkat uan ini dap

De

hat pada Gambar 2 yang ter mpat layer yaitu

yer, summation layer, cision ayer. Dengan menerima sebuah i input layer, itung skala ‘mel’. Skala mel-freq

selang frekuensi di bawah 10 dan selang logaritmik untuk frekuensi di atas 1000 Hz, sehingga pendekatan berikut dapat digunakan untuk menghitung mel-frequency untuk frekuensi f dalam Hz:

Mel(f) = 2595*log10(1+f/700)

Cepstrum. Langkah terakhir, konversikan log mel spectrum ke domain waktu. Hasilnya disebut mel frequency cepstrum coefficients. Representasi cepstral

spektrum suara merupakan repre properti spektral lokal yan

sinyal untuk analisis

coefficients (dan logaritmanya) berupa bilangan riil, sehingga dapat dikonversikan ke domain waktu dengan menggunakan

Discrete Cosine Transform (DCT). Jaringan Saraf Tiruan

Jaringan saraf tiruan diinspirasi oleh cara kerja otak manusia dimana untuk berpikir, otak manusia mendapat rangsangan dari neuron-neuron yang terdapat pada indera manusia, kemudian hasil rangsangan tersebut diolah sehingga menghasilkan suatu informasi. Pada komputer, masukan yang diberikan diumpamakan sebagai neuron-neuron dimana masukan tersebut dikalikan dengan suatu nilai dan kemudian diolah

dengan fungsi tertentu untuk menghasilkan suatu keluaran. Pada sa

asukan tersebut dilakukan berulang-ulang hingga dicapai keluaran seperti yang diinginkan. Setelah proses pelatihan, diharapkan komputer dapat mengenali suatu masukan baru berdasarkan data yang telah diberikan pada saat pelatihan.

Dibandingkan dengan teknologi lainnya, pendekatan komputasi menggunakan jaringan saraf ti

jauh lebih baik dan dapat mempe waktu. Kekuatan jaringan saraf tir

at digunakan untuk aplikasi seperti pemrosesan sinyal, kontrol, pengenalan pola, kesehatan, dan pengenalan suara (Fausett 1994).

Probabilistic Neural Network (PNN)

Probabilistic Neural Network

diperkenalkan oleh Donald F. Specht tahun 1990 dalam tulisannya berjudul “Probabilistic Neural Network” yang merupakan penyempurnaan ide-ide sebelumnya yang telah dilakukannya sejak 1966 (Fausett 1994).

Probabilistic Neural Network dirancang menggunakan ide dari teori probabilitas klasik yaitu pengklasifikasi Bayesian dan estimator pengklasifikasi Parzen untuk Probability

nsity Function. Dengan menggunakan pengklasifikasi Bayesian dapat ditentukan bagaimana sebuah data masukan diklasifikasi sebagai anggota suatu kelas dari beberapa kelas yang ada, yaitu yang mempunyai nilai maksimum pada kelas tersebut (Fausett 1994).

Adapun strukturnya dapat dili diri atas e

input layer, pattern la

dan de l

masukan vektor tes x dar u

kel aran dari pattern layer dapat dih melalui persamaan sebagai berikut :

⎟ ⎟ ⎠ ⎜ ⎝ = j j 1 h d = dimen i v ⎞ ⎜ ⎛ − Π = d xj x k x f( ) ij , dengan s ektor 5)

Untuk summation layer dihitung melalui persamaan: k(z) =e × x 2 5 . 0 z

j = vektor input kolom ke-j

xij = vektor bobot baris ke-i kolom ke-j hj = 2.24×(standar deviasi ke-j)×n-1/5

(Silverman 198

( )

= = ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ − Π = n i j ij j d j d d h x x k h h h x p 1 1 2 1 2 / ... 2 1 ) ( π

dengan n adalah banyaknya observasi. Suatu vektor tes x diklasifikasikan pada desicion layer sebagai kelas Y jika nilai pY(x) paling besar untuk kelas Y.

Gambar 2 Struktur Probabilistic Neural Network (Ganchev 2005)

METODE PENELITIAN

Proses identifikasi pembicara dengan menggunakan Probabilistic Neural Network

dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Proses identifikasi terdiri atas dua fase, yaitu fase pelatihan dan pengujian. Pada fase pelatihan, contoh suara akan

umpulkan dari setiap pembicara untuk dikenali. Sedangkan

ontoh suara untuk diketahui pem pan me z. dib 1. 2.

embicara laki-laki sedangkan

set

2.

digunakan sebagai threshold

dalam identifikasi yang menggunakan

threshold.

dik

pada fase pengujian,

diberikan c

ilik suara tersebut. Data suara

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang suara yang telah didijitasi dan direkam dari 20 pembicara, yaitu 10 pembicara laki-laki dan 10 pembicara perempuan dengan rentang usia 20-23 tahun dan masing-masing pembicara diambil suaranya selama satu detik. Suara dari tiap pembicara diambil menggunakan fungsi

wavrecord pada Matlab, dan disim njadi file berekstensi WAV. Setiap suara diambil dengan sampling rate 16000 H

Pembicara yang terdiri atas 20 orang agi menjadi dua kelompok, yaitu :

Kelompok 1 yang terdiri atas lima pembicara laki-laki dan lima pembicara perempuan yang digunakan sebagai data pelatihan, threshold, dan pengujian. Pembicara 1 s.d. 5 merupakan pembicara laki-laki sedangkan pembicara 6 s.d. 10 merupakan pembicara perempuan.

Kelompok 2 yang terdiri atas lima pembicara laki-laki dan lima pembicara perempuan yang hanya digunakan sebagai data pengujian. Pembicara 1 s.d. 5 merupakan p

pembicara 6 s.d. 10 merupakan pembicara perempuan.

Khusus untuk kelompok 1, data suara iap pembicara dibagi menjadi tiga, yaitu : 1. Data pelatihan yaitu data yang digunakan

sebagai bobot dalam Probabilistic Neural Network.

Data threshold yaitu data yang pada tahap awal digunakan sebagai data pengujian. Dari pengujian ini akan dicari nilai minimum untuk setiap pembicara. Nilai inilah yang

m identifikasi pembicara Gambar 3 Blok diagram siste

dengan n adalah banyaknya observasi. Suatu vektor tes x diklasifikasikan pada desicion layer sebagai kelas Y jika nilai pY(x) paling besar untuk kelas Y.

Gambar 2 Struktur Probabilistic Neural Network (Ganchev 2005)

METODE PENELITIAN

Proses identifikasi pembicara dengan menggunakan Probabilistic Neural Network

dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3. Proses identifikasi terdiri atas dua fase, yaitu fase pelatihan dan pengujian. Pada fase pelatihan, contoh suara akan

umpulkan dari setiap pembicara untuk dikenali. Sedangkan

ontoh suara untuk diketahui pem pan me z. dib 1. 2.

embicara laki-laki sedangkan

set

2.

digunakan sebagai threshold

dalam identifikasi yang menggunakan

threshold.

dik

pada fase pengujian,

diberikan c

ilik suara tersebut. Data suara

Data yang digunakan pada penelitian ini adalah gelombang suara yang telah didijitasi dan direkam dari 20 pembicara, yaitu 10 pembicara laki-laki dan 10 pembicara perempuan dengan rentang usia 20-23 tahun dan masing-masing pembicara diambil suaranya selama satu detik. Suara dari tiap pembicara diambil menggunakan fungsi

wavrecord pada Matlab, dan disim njadi file berekstensi WAV. Setiap suara diambil dengan sampling rate 16000 H

Pembicara yang terdiri atas 20 orang agi menjadi dua kelompok, yaitu :

Kelompok 1 yang terdiri atas lima pembicara laki-laki dan lima pembicara perempuan yang digunakan sebagai data pelatihan, threshold, dan pengujian. Pembicara 1 s.d. 5 merupakan pembicara laki-laki sedangkan pembicara 6 s.d. 10 merupakan pembicara perempuan.

Kelompok 2 yang terdiri atas lima pembicara laki-laki dan lima pembicara perempuan yang hanya digunakan sebagai data pengujian. Pembicara 1 s.d. 5 merupakan p

pembicara 6 s.d. 10 merupakan pembicara perempuan.

Khusus untuk kelompok 1, data suara iap pembicara dibagi menjadi tiga, yaitu : 1. Data pelatihan yaitu data yang digunakan

sebagai bobot dalam Probabilistic Neural Network.

Data threshold yaitu data yang pada tahap awal digunakan sebagai data pengujian. Dari pengujian ini akan dicari nilai minimum untuk setiap pembicara. Nilai inilah yang

m identifikasi pembicara Gambar 3 Blok diagram siste

3. Data pengujian yaitu data yang digunakan dalam pengujian model yang telah dibuat.

dil

(20

s identifikasi pembicara baik

dua

thr suara

Tab

fun g

dik

Jenis identifikasi pembicara yang akukan bersifat bergantung pada teks. Kata yang diucapkan baik untuk pelatihan maupun pengujian telah ditentukan yaitu “komputer” dan diucapkan sebanyak 60 kali untuk setiap pembicara pada kelompok 1 dan lima kali untuk setiap pembicara pada kelompok 2 sehingga terdapat 650 file data. Setiap pembicara mengucapkan kata “komputer” dan dilakukan secara berulang sebanyak 60 kali untuk kelompok 1 dan lima kali untuk kelompok 2 didasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mandasari

05) dan Purnamasari (2006). Prose

kelompok 1 maupun kelompok 2 terdiri atas macam, yaitu tanpa threshold dan dengan

eshold. Struktur percobaan data untuk setiap pembicara dapat dilihat pada

el 1.

Ekstraksi Ciri Sinyal Suara Dengan MFCC Pada implementasi MFCC digunakan gsi dari Auditory Toolbox yan embangkan oleh Slaney pada tahun 1998.

Auditory Toolbox dapat diperoleh secara

bebas di http://rv14.ecn.purdue.edu/~malcolm/interval/

1998-010/. Fungsi ini menggunakan lima parameter, yaitu :

4. Lap yaitu overlaping yang diinginkan (harus kurang dari satu). Lap yang digunakan sebesar 0.5.

5. Cepstral coefficient yaitu jumlah cepstrum

yang diinginkan sebagai output. Cepstral coefficient yan

1. Input yaitu masukan suara yang berasal dari setiap pembicara.

2. Sam yaitu bany

diambil dalam satu detik. itian

i guna in 000

3. am a an

untuk satu a ime

frame yan n

g digunakan sebanyak 13. iap pembicara,

matriks berukuran 13 × 66. Hasil ini merupakan masukan untuk Probabilistic Neural Network.

Probabilistic Neural Network

kan matriks berukuran

mi

tern

a ihan ke ebagai beriku

pling rate aknya nilai Dalam penel

yang

ni di Hz.

Time fr

kan sampl g rate sebesar 16

e yaitu w ktu yang diingink

frame (d g digunaka

lam milidetik). T

adalah 30 ms.

Setiap data suara dari set

baik kelompok 1 maupun kelompok 2, akan dibagi menjadi 66 frame dimana masing-masing frame berukuran 30 ms dengan overlap 50% dan tanpa noise. Hasil dari analisis fitur suara MFCC ini adalah 13 koefisien mel cepstrum untuk masing-masing

frame. Dengan demikian setiap data suara menjadi

Input layer merupa

13 × 66 yang berasal dari suara pembicara yang akan diidentifikasi yang telah mengala proses ekstraksi ciri sinyal suara. Pada pat layer, dihitung ”jarak” vektor pel t vektor pengujian dengan persamaan s

t ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ − Π = = j ij j d j h x x k x f 1 ) ( , dengan d = dimensi vektor k(z) =

ktor input kolom ke-j, j=1,2,..,858

ij = vektor bobot b -j, ,...,

24×(st i ke-j)

j=1,2 ,40

Setiap tte layer akan

a an

layer lainn kela Banyaknya kelas dalam ad ah 10 yang

Tabel 1 Struk a p p 2 5 . 0 z e × xj = ve

x aris ke-i kolom ke

58 i=1,2 h n, j=1,2,...,8 andar devias j = 2. ×n-1/5 , ,...,858, n=20,30 keluaran dari pa rn

dijumlahk n dengan keluar dari pattern

ya yang satu s. penelitian ini al

tur percob an data suara setia embicara

Tanpa thre old sh Dengan threshold

Identifikasi

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 1 Kelompok 2

Pelatihan Data ke-1 s.d. 20 - Data ke-1 s.d. 20 -

Threshold - - Data ke-21 s.d. 40 - 20

Pelatihan

Pengujian Data ke-41 s.d. 60 Data ke-1 s.d. 5 Data ke-41 s.d. 60 Data ke-1 s.d. 5

Pelatihan Data ke-1 s.d. 30 - Data ke-1 s.d. 30 -

Threshold - - Data ke-31 s.d. 45 - 30

Pelatihan

Pengujian Data ke-46 s.d. 60 Data ke-1 s.d. 5 Data ke-46 s.d. 60 Data ke-1 s.d. 5

Pelatihan Data ke-1 s.d. 40 - Data ke-1 s.d. 40 -

Threshold - - Data ke-41 s.d. 50 - 40

Pelatihan

berasal dari banyaknya pembicara yang digunakan untuk pelatihan. Proses ini termasuk dalam summation layer yang dihitung melalui persamaan sebagai berikut :

( ) ∑

= = ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ ⎟ ⎟ ⎠ ⎞ ⎜ ⎜ ⎝ ⎛ − Π = n i j ij j

Dokumen terkait