• Tidak ada hasil yang ditemukan

Repositori Institusi

Sebuah repositori institusi adalah sebuah wadah online untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan hasil intelektual dari sebuah institusi dalam bentuk digital. Hasil intelektual dari sebuah institusi seperti universitas, dapat berupa artikel jurnal penelitian (artikel yang belum ditinjau maupun artikel yang sudah ditinjau), versi digital dari tesis dan disertasi, dan bisa juga aset digital yang tercipta lewat kehidupan akademik sehari-hari seperti dokumen administrasi dan catatan kuliah (WIKI 2007).

Dua tujuan utama pembuatan sebuah repositori institusi adalah:

1 Menyediakan akses terbuka ke hasil-hasil penelitian institusi dengan memberkas hasil-hasil penelitian tersebut ke dalam bentuk digital,

2 Menyimpan dan merawat aset-aset digital lain dari sebuah institusi termasuk yang tidak dipublikasikan atau literatur-literatur yang cepat hilang/rusak seperti tesis atau laporan teknis agar tetap awet.

Repositori institusi biasanya menjadi bagian dari sebuah perpustakaan digital. Sebuah perpustakaan digital mempunyai fungsi seperti mengumpulkan, menyimpan ke tempat penyimpan, mengelompokkan, mengkatalogkan, memelihara agar tetap awet, dan menyediakan akses ke koleksi buku-buku digital, seolah-olah kita melakukannya seperti dalam perpustakaan konvensional (WIKI 2007).

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam upayanya menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi berbasis riset yang bertaraf internasional terus berbenah diri. Salah satu pembenahan yang dilakukan adalah pembenahan manajemen kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual yang dimiliki oleh IPB merupakan salah satu sumber daya untuk mendorong IPB ke arah institusi tinggi berbasis riset. Manajemen kekayaan intelektual mutlak diperlukan agar karya- karya dari hasil berpikir intelek dapat digunakan untuk menghasilkan karya lain yang bermanfaat bagi kesejahteraan umat manusia.

Kekayaan intelektual yang dihasilkan oleh civitas akademik IPB terejawantahkan dalam karya-karya nyata di masyarakat ataupun tertuang dalam tulisan-tulisan berupa disertasi, tesis, dan artikel. Karya intelektual yang berupa disertasi, tesis, dan artikel akan disimpan sebagai koleksi pustaka di perpustakaan IPB. Karya-karya intelektual disimpan dalam lembaran-lembaran kertas tercetak yang terjilid dengan mengikuti format yang telah ditentukan. Penyimpanan dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang terjilid membutuhkan tempat penyimpanan yang luas, selain itu lembaran-lembaran kertas rentan terhadap kerusakan seperti tinta luntur, sobek dan gangguan serangga. Oleh karena itu perpustakaan IPB mulai menyimpan karya- karya intelektual ke dalam format digital.

Agar karya-karya intelektual dapat diakses tanpa menyebabkan seseorang harus datang ke gedung perpustakaan, maka karya intelektual dalam format digital disimpan ke dalam penyimpanan digital / repositori dan diakses melalui infrastruktur internet. Metadata dari karya intelektual (disertasi, tesis, dan artikel) dimasukkan ke dalam basis data dengan mengikuti format INDOMARC.

Tujuan

Tujuan penelitian adalah mengembangkan antarmuka data entry katalog perpustakaan pusat IPB agar lebih user friendly dengan mengikuti langkah-langkah perancangan antarmuka seperti yang dijabarkan oleh Galitz (2002).

Ruang Lingkup

Lingkup penelitian ini adalah pengembangan antarmuka data entry katalog

yang meliputi:

1 Antarmuka pemilihan katalog,

2 Antarmuka pemasukan dan pengubahan item bahan pustaka,

3 Antarmuka penelusuran / browsing, 4 Antarmuka pencariandan hasil pencarian. Manfaat

Hasil pengembangan berupa terbentuknya antarmuka data entry katalog perpustakaan IPB yang lebih user friendly. Dengan antarmuka tersebut maka pegawai bagian pengolahan item bahan pustaka di perpustakaan IPB akan lebih nyaman dalam melakukan pemasukan, pengubahan, penelusuran, dan pencarian item bahan pustaka. Selain itu kesalahan dalam pemasukan data dan kebutuhan untuk melakukan training terhadap penggunaan antarmuka dapat diminimalisir.

TINJAUAN PUSTAKA

Repositori Institusi

Sebuah repositori institusi adalah sebuah wadah online untuk mengumpulkan, menyimpan dan menyebarkan hasil intelektual dari sebuah institusi dalam bentuk digital. Hasil intelektual dari sebuah institusi seperti universitas, dapat berupa artikel jurnal penelitian (artikel yang belum ditinjau maupun artikel yang sudah ditinjau), versi digital dari tesis dan disertasi, dan bisa juga aset digital yang tercipta lewat kehidupan akademik sehari-hari seperti dokumen administrasi dan catatan kuliah (WIKI 2007).

Dua tujuan utama pembuatan sebuah repositori institusi adalah:

1 Menyediakan akses terbuka ke hasil-hasil penelitian institusi dengan memberkas hasil-hasil penelitian tersebut ke dalam bentuk digital,

2 Menyimpan dan merawat aset-aset digital lain dari sebuah institusi termasuk yang tidak dipublikasikan atau literatur-literatur yang cepat hilang/rusak seperti tesis atau laporan teknis agar tetap awet.

Repositori institusi biasanya menjadi bagian dari sebuah perpustakaan digital. Sebuah perpustakaan digital mempunyai fungsi seperti mengumpulkan, menyimpan ke tempat penyimpan, mengelompokkan, mengkatalogkan, memelihara agar tetap awet, dan menyediakan akses ke koleksi buku-buku digital, seolah-olah kita melakukannya seperti dalam perpustakaan konvensional (WIKI 2007).

System Perception

Model mental pengguna / system perception adalah gambaran sistem yang ada di benak pengguna (Pressman 2005). Gambaran sistem yang ada di benak pengembang dengan yang ada di benak pengguna tidak sama. Oleh karena itu pengembang harus mengetahui profil pengguna dengan baik. Profil pengguna bisa meliputi tingkat pengalaman berhubungan dengan sistem dan aplikasi, tingkat pengalaman dengan suatu tugas, jenis penggunaan sistem, dan pelatihan yang diikuti (Galitz 2002).

Perancangan Antarmuka

Perancangan antarmuka adalah kegiatan membuat sebuah media komunikasi yang efektif antara manusia dengan komputer (Pressman 2005). Kegiatan perancangan antarmuka dimulai dengan mengindentifikasi pengguna, tugas dan lingkungan pengguna. Hasil identifikasi tugas pengguna digunakan untuk membuat skenario pengguna. Kemudian skenario pengguna dianalisis. Hasil analisis dari skenario pengguna digunakan untuk mendefinisikan objek dan aksi di antarmuka. Objek dan aksi yang telah didefinisikan menjadi dasar dalam pembuatan tata letak antarmuka yang menggambarkan rancangan grafis dan penempatan ikon-ikon, definisi dari teks penjelas di layar, spesifikasi dan pemberian judul window, dan spesifikasi dari item – item menu.

Halaman Web Statis dan Dinamis

Halaman web statis akan membatasi ukuran lebar halaman web sesuai dengan yang dispesifikasikan oleh perancang. Berbeda dengan halaman web statis, lebar halaman web dinamis akan menyesuaikan dengan resolusi monitor, dimana halaman web ditampilkan. (Andrew 2004)

Font dan Typeface

Font adalah kumpulan lengkap dari karakter/huruf dalam satu bentuk desain, ukuran dan gaya (Purnama 2004). Contoh font

yang lazim dikenal antara lain Times New Roman, Times, Arial, Helvetica, Kauffman, Webdings. Typeface/type adalah desain dari karakter berbentuk alphabet dan nomor yang memiliki kesatuan berdasarkan properti visual yang konsisten. Berdasarkan bentuknya,

typeface dibagi menjadi 4 jenis yaitu serif, sans-serif, script dan dekoratif (Purnama 2004).

atau tangkai pada ujung-ujungnya, contoh font

ber-typeface serif adalah Times New Roman

dan Times. Serif memiliki tangkai atau kait yang berfungsi untuk membentuk garis tak tampak dan memandu pembaca untuk mengikuti baris teks. Oleh karena fungsi tersebut, pembaca akan memiliki ketahanan membaca lebih lama ketika membaca huruf- huruf kecil dengan tipe serif. Sans-serif adalah jenis huruf yang tidak memiliki kait, contoh

font ber-typeface sans-serif adalah Arial, Helvetica. Tipe sans-serif lebih sering digunakan untuk menulis judul dari sebuah teks atau artikel.

Script adalah jenis huruf yang bentuknya lebih mirip dengan tulisan tangan, biasanya seperti huruf bersambung, contoh font ber-

typeface scipt adalah Kauffman. Tipe script memiliki kesan anggun dan indah. Tipe script sering digunakan untuk melukiskan hal-hal yang berkaitan dengan perasaan cinta dan keindahan. Typeface dekoratif adalah jenis huruf yang lebih bebas dan yang tidak termasuk ke dalam 3 kategori sebelumnya, contoh font ber-typeface dekoratif adalah

Webdings. Model Spiral

Proses perancangan antarmuka bersifat iteratif. Terdapat empat aktivitas utama perancangan antarmuka dalam model spiral yaitu (lihat Gambar 1):

1 Analisis pengguna, tugas, dan lingkungan 2 Perancangan antarmuka

3 Implementasi 4 Validasi antarmuka

Empat aktivitas tersebut akan dilaksanakan dalam tiap iterasi perancangan antarmuka. Analisis Pengguna, Tugas, dan Lingkungan

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum merancang antarmuka adalah dengan memahami profil pengguna antarmuka, kemudian tugas-tugas yang akan dilakukan pengguna untuk menyelesaikan pekerjaannya melalui antarmuka yang dibuat, lingkungan kerja pengguna.

Beberapa metode untuk mengetahui profil pengguna, tugas dan lingkungan kerja pengguna antara lain (Galitz 2002) :

1 Mengunjungi tempat kerja pengguna dan berbincang-bincang dengan pengguna untuk mendapatkan pemahaman tentang tingkat pengalaman pengguna berhubungan dengan sistem dan aplikasi, tingkat pengalaman pengguna dengan suatu tugas, jenis penggunaan sistem, dan pelatihan

3

2 Mengumpulkan informasi melalui unit- unit yang tiap hari membantu kesulitan pengguna (customer support, technical support dan help desk).

3 Mengumpulkan informasi melalui papan buletin eletronik (electronic bulletin board), milis (mailing list), dan dari surat elektronik (electronic mail) yang dikirim oleh pengguna.

Antarmuka yang Baik

Tata letak antarmuka mempengaruhi orang dalam berbagai cara. Jika orang menjadi bingung dan tidak efisien, orang akan mengalami lebih banyak kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan dan akan membuat banyak kesalahan. Antarmuka yang kurang baik akan meningkatkan kadar stres bagi pengguna.

Antarmuka yang baik adalah antarmuka yang membuat pengguna berkonsentrasi pada informasi dan tugas yang akan dilaksanakan, dan bukan berkonsentrasi pada mekanisme yang digunakan untuk menampilkan informasi dan melaksanakan tugas (Galitz 2002).

Dokumen terkait