Pertanian organik menurut Departemen Pertanian adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan5.
Pertanian organik dilakukan sebagai langkah pencegahan dari kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi yang biasa dilakukan dalam pengolahan tanah dan mengendalikan hama dan penyakit. Dalam pertanian organik kegiatan tersebut dapat diatasi, selain penggunaan pupuk kandang, pemberantasan hama juga dilakukan dengan pestisida organik. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik antara lain nimba, tembakau, brotowali, gadung, mengkudu, pepaya, sirsak, mahoni, dan lainnya. Penggunaan pestisida organik tidak menimbulkan pencemaran, tidak berbahaya, tidak meracuni tubuh dan mudah diperoleh (Sutanto, 2002).
Secara ringkas perbedaan antara sistem pertanian konvensional dan pertanian sistem pertanian organik dapat dilihat pada Tabel 8.
5Mungkinkah Pertanian Organik di Indonesia? http://io.ppi-jepang.org/article. 6 Mei 2008
Tabel 8. Perbedaan Sistem Penanaman Secara Konvensional dengan Organik
Sumber : Agrina, 2005 dalam Mei M.H, 2006
2.2. Kelebihan dan Kekurangan Pertanian Organik
Menurut Pracaya (2003) sistem pertanian organik mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu sebagai berikut :
Kelebihan Pertanian Organik :
1. Tidak menggunakan pupuk maupun pestisida kimia sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, baik pencemaran tanah, air, maupun udara, serta produknya tidak mengandung racun.
2. Tanaman organik mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan tanaman anorganik.
3. Dilihat dari segi ekonomi produk tanaman organik lebih menguntungkan daripada tanaman anorganik karena harga jualnya lebih tinggi. Hasil panen Mengandung residu Bebas residu
Kekurangan Pertanian Organik :
1. Kebutuhan tenaga kerja lebih banyak, terutama untuk pengendalian hama dan penyakit. Umumnya pengendalian hama dan penyakit masih dilakukan secara manual. Apabila menggunakan pestisida alami, perlu dibuat sendiri karena pestisida ini belum ada di pasaran.
2. Penampilan fisik tanaman organik kurang bagus (ukuran lebih kecil dan daun berlubang) dibandingkan dengan tanaman anorganik.
2.3 Prinsip- prinsip Pertanian Organik
Prinsip-prinsip pertanian organik menurut International Federation Of Organik Agriculture Movements (IFOAM) berisi tentang sumbangan yang
dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan merupakan sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara global. Prinsip - prinsip tersebut antara lain
a. Prinsip Kesehatan
Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem. Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia. Peran pertanian organik, baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme.
b. Prinsip Ekologi
Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus. Pertanian organik dapat mencapai
keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, membangun habitat, pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian.
c. Prinsip Keadilan
Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen.
d. Prinsip Perlindungan
Pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan yang akan datang serta lingkungan hidup. Prinsip ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung jawab merupakan hal mendasar dalam pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna6.
1.4 Definisi Sayuran
Sayuran merupakan tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan daun, biji, umbi, tunas, atau bunga. Menurut Nazaruddin (1998), sayuran sangat dibutuhkan oleh manusia, selain mudah untuk didapatkan, sayuran juga memiliki beberapa macam manfaat. Kandungan aneka vitamin, karbohidrat, mineral, dan juga banyak mengandung serat yang berguna memperlancar pencernaan pada sayuran tidak dapat disubstitusi dengan makanan pokok.
6 Prinsip-prinsip Pertanian Organik.http://www.biocert.or.id . 6 Mei 2008
Salah satu jenis sayuran yang menghasilkan manfaat penting bagi tubuh adalah wortel.
2.5 Karakteristik Wortel
Wortel memiliki nama latin Daucus carrota dan nama internasional carrot. Dalam ilmu biologi, wortel dimasukkan dalam famili Apiaceae. Wortel
bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari negeri yang beriklim sedang (sub tropis) yaitu berasal dari Asia Timur dan Asia Tengah. Tanaman wortel ditemukan sekitar 6500 tahun yang lalu. Rintisan budidaya wortel pada mulanya terjadi di daerah sekitar Laut Tengah menyebar luas ke kawasan Eropa, Afrika, Asia dan akhirnya ke seluruh bagian dunia yang telah terkenal daerah pertaniannya. Tanaman wortel termasuk tanaman berumur pendek, yakni kurang dari 1 tahun. Pada umumnya di Indonesia wortel ditanam di daerah dataran tinggi karena wortel memerlukan lingkungan tumbuh dengan suhu udara yang dingin dan lembab terutama di daerah pegunungan, kurang lebih pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.
Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri. Wortel menyukai tanah yang gembur dan subur. Menurut para botanis, wortel (Daucus carota) dapat dibedakan atas beberapa jenis, diantaranya : jenis imperator, yakni wortel yang memiliki umbi akar berukuran panjang dengan ujung meruncing dan rasanya kurang manis, jenis chantenang, yakni wortel yang memiliki umbi akar berbentuk bulat panjang dan rasanya manis, jenis mantes, yakni wortel hasil kombinasi
dari jenis wortel imperator dan chantenang. Umbi akar wortel berwarna khas oranye.7
Budidaya wortel pada mulanya hanya terkonsentrasi di Jawa Barat yaitu daerah Lembang dan Cipanas. Namun dalam perkembangannya menyebar luas ke daerah-daerah sentra sayuran di Jawa dan luar Jawa.
Pengembangan budidaya wortel organik tidak berbeda jauh dengan pengembangan budidaya wortel konvensional, yang membedakannya hanyalah dalam proses budidaya wortel organik yaitu menggunakan pupuk kandang, kompos, pestisida nabati dan pestisida organik tanpa menggunakan unsur-unsur kimia. Wortel organik seringkali memiliki penampakan yang kurang baik bila dibandingkan dengan wortel konvensional karena bentuk yang tidak beraturan dan lebih kecil, tetapi wortel organik memiliki kualitas yang lebih baik dari wortel konvensional seperti citarasa yang lebih baik, lebih alami, lebih segar, tekstur yang lebih keras dan padat serta memiliki kandungan mineral yang lebih baik dari wortel konvensional.
2.6 Tinjauan Hasil Penelitian Terdahulu
Beberapa hasil penelitian tentang preferensi konsumen dan wortel organik yang telah direview adalah sebagai berikut :
1. Penelitian Afifi pada tahun 2007
Penelitian yang berjudul ”Analisis kepuasan konsumen terhadap atribut sayuran organik dan penerapan personal selling pada konsumen Benny’s Organik Garden” bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen, mengidentifikasi proses keputusan pembelian, dan menganalisis
7 www.iptek.net.id
kepuasan konsumen terhadap atribut sayuran organik dan pelaksanaan personal selling pada Benny’s Organik Garden serta menganalisis atribut apa saja yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan personal selling. Jumlah sampel yang dipilih adalah konsumen yang telah menjadi pelanggan sebanyak 30 orang. Alat analisis yang digunakan adalah IPA dan CSI.
Berdasarkan hasil pengolahan terhadap 16 atribut dengan IPA terdapat tiga atribut pada kuardran I (prioritas utama) yaitu keragaman jenis sayuran, kesesuaian antara produk yang diinginkan konsumen dengan yang ditawarkan perusahaan, dan penanganan terhadap keluhan, pertanyaan dan pesanan konsumen. Kuadaran II sebanyak lima atribut yaitu, kesegaran sayuran, keramahan pihak Benny’s Organik Garden, jaminan keaslian terhadap produk yang dijual, kemampuan perusahaan berinteraksi dengan pelanggan, kemampuan perusahaan menjalin hubungan baik dengan pelanggan. Pada kuadran III terdapat atribut harga sayuran, kemasan produk, ukuran sayuran, kesesuaian antara keluhan konsumen dengan respon perusahaan dalam memenuhi pesanan konsumen, dan kuadran IV terdapat atribut kecepatan dalam proses transaksi dan reputasi Benny’s Organik Garden. Berdasarkan hasil perhitungan CSI diperoleh nilai sebesar 78,3 persen atau 0,783. Nilai ini mengindikasikan secara keseluruhan konsumen merasa puas terhadap atribut sayuran organik dan penerapan personal selling, walaupun begitu Benny’s Organik Garden harus terus meningkatkan kinerjanya agar kepuasan konsumen terhadap perusahaan mendekati 100 persen atau pada taraf sangat puas. Dengan demikian sebaiknya pihak Benny’s Organik Garden memprioritaskan peningkatan kinerja atribut yang berada pada kuadran I,
dimana atribut tersebut tingkat kinerjanya belum optimal, selain itu kinerja atribut pada kuaradn II harus tetap dipertahankan, dan perbaikan atribut yang diperoleh melalui analisis IPA diharapkan dapat meningkatkan nilai CSI Benny’s Organik Garden.
2. Penelitian Januarti pada tahun 2005
Penelitian yang berjudul ”Analisis Preferensi Konsumen terhadap Atribut Buah Duku di Kota Palembang” bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian dan menganalisis preferensi konsumen terhadap atribut buah duku di Kota Palembang. Data diperoleh secara sekunder dan primer, kemudian dianalisis dengan tabulasi deskriptif dan anlisis konjoin.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hal yang dianggap paling penting dalam memilih atribut buah duku adalah rasa 38,02 persen.
Atribut selanjutnya yang dianggap penting adalah harga dan ukuran biji yang nilai relatif pentingnya hampir sama, yaitu 14,67 persen untuk harga dan 13,03 untuk ukuran biji. Atribut lainnya adalah banyak spot/bercak pada kulit 8,79 persen, ketersediaan 8,75 persen, ukuran buah 8,45 dan kekerasan daging 8,30.
Dari analisis konjoin juga dapat diketahui bahwa responden menyukai buah duku yang memiliki rasa yang manis, harganya antara lebih dari Rp. 2.500,- sampai Rp. 4.000,- per kilogram, dengan ukuran biji yang kecil, spot atau bercak pada kulit yang sedikit, ketersediaan, warna kuning langsat, ukuran buah sedang dan daging buah yang lunak.
3. Penelitian Siahaan pada tahun 2005
Penelitian yang berjudul ”Analisis Pengambilan Keputusan Strategi Promosi Sayuran Organik PT. Amani Mastra" bertujuan untuk mengkaji bentuk kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT. Amani Mastra, menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh dalam menyusun strategi promosi serta merumuskan alternatif strategi promosi yang tepat bagi PT.
Amani Mastra sesuai dengan kendala yang dihadapi dan pendukung yang dimiliki.
Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa PT. Amani Mastra lebih menaruh perhatian pada faktor pendukung yang menjadi prioritas utama dengan bobot sebesar 0,750 dan prioritas kedua yaitu faktor kendala dengan bobot sebesar 0,250. Faktor pendukung yang menjadi prioritas utama perusahaan adalah produk dengan bobot 0,450. Sayuran organik masih tergolong baru di Indonesia, oleh karena itu masih banyak masyarakat yang belum mengetahui mutu sayuran tersebut. Hal ini menyebabkan perlu bagi perusahaan untuk memiliki tenaga pemasar untuk memberikan informasi sejelas mungkin tentang keberadaan dan manfaat sayuran organik serta memberikan informasi bahwa sayuran Amani adalah bermutu baik dan diproduksi secara organik.
4. Penelitian Mufida pada tahun 2008
Penelitian yang berjudul Preferensi Konsumen terhadap Atribut Buah Duku Prunggahan Tuban bertujuan untuk mengkaji karakteristik dan proses pengambilan keputusan pembelian konsumen terhadap kombinasi atribut Duku Prunggahan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen
dalam melakukan keputusan pembelian Duku prunggahan di Kabupaten Tuban dan mengetahui implikasi terhadap strategi bauran pemasaran (4P) Duku Prunggahan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa responden memiliki motivasi untuk membeli yaitu karena kualitas Duku Prunggahan yang bagus dan manfaat yang dicari adalah mendapatkan rasa segar. Sumber informasi diperoleh dari teman, saudara atau keluarga. Pertimbangan responden dalam membeli adalah faktor rasa. Pembelian dilakukan dengan cara memutuskan secara mendadak atau tergantung situasi, frekwensi pembelian lebih dari 1 kali perminggu dengan kuantitas 1-3 Kg. Tujuan pembelian untuk konsumsi pribadi dan lokasi pembelian dekat dengan sentra produksi Duku Prunggahan.
Setelah membeli konsumen merasa puas dan akan tetap membeli apabila harga Duku Prunggahan mengalami kenaikan.
Hasil analisis konjoin menunjukan bahwa konsumen menginginkan Duku Prunggahan dengan kriteria rasa manis, harga Rp 9.000,- hingga Rp 12.000,- per Kg, kulit mulus bersih, ukuran buah sedang dan besar, warna kulit kuning, tekstur daging kenyal dan bentuk buah bulat. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik terdapat empat variabel atau faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian Duku Prunggahan yaitu tingkat pendidikan terakhir lebih tinggi, mempunyai pekerjaan, melakukan frekwensi pembelian lebih dari satu kali dan tempat tinggal dekat dengan sentra produksi Duku Prunggahan.
5. Penelitian Lolita pada tahun 2004
Penelitian yang berjudul Analisis Sikap dan Preferensi Konsumen Mangga Arumanis di Kota Bogor bertujuan untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap nilai relatif penting tiap atribut mangga arumanis dan mengakaji faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen dalam membeli mangga arumanis di Kota Bogor.
Hasil penelitian menunjukan bahwa taraf mangga arumanis yang diinginkan oleh konsumen adalah rasa buah asam kemanisan dengan kulit hijau kekuningan dan harga antara Rp 5.500,- hingga Rp 6.500,- per Kg. Nilai relatif penting hasil analisis konjoin secara umum untuk mangga arumanis yang dianalisis menunjukkan bahwa urutan atribut yang dinilai penting oleh konsumen adalah rasa.
Berdasarkan hasil analisis model logit, peluang terbesar membeli mangga arumanis antara lain ibu dalam status keluarga, jarak dan jumlah keluarga. Hal ini menandakan peran ibu dalam proses pengambilan keputusan pembelian mangga arumanis sangatlah penting karena pada umumnya ibu merupakan pengatur kebutuhan keluarga.
Persamaan dan Perbedaan dengan Penelitian Terdahulu
Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tersebut berguna bagi peneliti sebagai informasi awal mengenai preferensi konsumen, alat analisis yang digunakan dan wortel organik. Ada beberapa persamaan dan perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya. Persamaan dengan penelitian sebelumnya terletak pada judul seperti pada penelitian Afifi, Januarti, Mufida dan Lolita. Persamaan lainnya adalah alat analisis konjoin
seperti pada penelitian Januarti, Mufida dan Lolita. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah pada analisis yang digunakan yaitu seperti pada penelitian Afifi, Siahaan, Mufida dan Lolita, perbedaan lainnya dengan semua penelitian sebelumnya adalah pada jenis komoditas dan lokasi penelitian.
42 BAB III