• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORETIS

2.1. Tinjauan Pustaka

Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dan dapat dijadikan sebagai tinjauan pustaka yaitu penelitian yang dilakukan oleh Malisa (2013), Nisrina Nur Hamidah (2014), Amilatun Nasikhah (2015), dan Ana Kurniati (2015).

Malisa (2013) melakukan penelitian yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Membaca Bahasa Arab Melalui Media Cerita Bergambar pada Siswa Kelas VIII E MTS Al-Irsyad Gajah Demak Tahun 2013/2014”. Penelitian ini menunjukan terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 7,82 % . Hasil nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus I adalah 68,83 dan pertemuan kedua

19

adalah 80,8 maka diperoleh rata siklus I adalah 79,16 sedangkan nilai rata-rata pada pertemuan pertama siklus II adalah 85 dan pertemuan kedua adalah 86,27 maka diperoleh rata-rata siklus II adalah 85,64. Dapat disimpulkan bahwa adaanya peningkatan sari siklus I ke siklus II sebesar 7,82 %.

Relevansi penelitian Malisa dengan penelitian ini terletak pada keterampilan yang ingin dicapai yaitu keterampilan membaca teks berbahasa Arab. Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Malisa dan penelitian ini adalah, pertama, subjek penelitian. Subjek pada penelitian Malisa adalah siswa kelas VIII E MTS Al-Irsyad Gajah Demak, sedangkan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kendal. kedua, desain penelitian. Desain penelitian yang digunakan oleh Malisa adalah penelitian tindakan kelas (PTK), sedangkan desain penelitian pada penelitian ini adalah eksperimen. ketiga, variabel bebas yang akan diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan metakognitif dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa Arab sedangkan variabel bebas pada penelitian Malisa adalah media cerita bergambar.

Nisrina Nur Hamidah (2014) melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Penggunaan Kamus Saku untuk Meningkatkan Keterampilan

Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs At-Taqwa Bandar-Batang”. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari pre-test ke post-test. Dari data tes dapat diketahui peningkatan nilai rata-rata kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan jumlah 35 siswa setiap kelasnya. Pre-test kelas kontrol mendapat nilai rata-rata 62,8 sedangkan post-test mendapat nilai rata-rata 65,4. Pre-test kelas eksperimen mendapat nilai rata-rata 61,51 sedangkan post-test mendapat nilai

20

rata-rata 70,66. Berdasarkan penelitian yang dilakukan kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.

Relevansi penelitian Nisrina Nur Hamidah dengan penelitian ini terletak pada keterampilan yang ingin dicapai yaitu keterampilan membaca berbahasa Arab dan desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian eksperimen. Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Nisrina Nur Hamidah dan penelitian ini adalah, pertama, subjek penelitian. Subjek pada penelitian Nisrina Nur Hamidah adalah siswa kelas VIII MTs At-Taqwa Bandar-Batang, sedangkan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kendal, dan kedua, variabel bebas yang akan diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan metakognitif dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa Arab sedangkan variabel bebas pada penelitian Nisrina Nur Hamidah adalah penggunaan kamus saku.

Amilatun Nasikhah (2015) melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Pendekatan Metakognitif dalam Kegiatan Laboratorium Fisika

Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Mengembangkan Karakter Siswa”. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan metakognitif dalam kegiatan laboratorium fisika berbasis inkuiri terbimbing berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan mengembangkan karakter siswa. Hasil uji gain kemampuan berpikir kritis siswa pada indikator memfokuskan pertanyaan menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,6; menganalisis argumen sebesar 0,6; bertanya dan menjawab pertanyaan sebesar 0,5; membuat dan menentukan hasil

21

pertimbangan sebesar 0,6; serta menentukan suatu tindakan sebesar 0,2. Rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu sebesar 0,5 dengan kriteria sedang. Sedangkan hasil uji gain pada karakter mandiri menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,5; tanggung jawab sebesar 0,5; percaya diri sebesar 0,3 dan kerja keras sebesar 0,4. Rata-rata peningkatan karakter siswa yaitu sebesar 0,4 dengan kriteria sedang. Selanjutnya hasil uji signifikansi menunjukkan hasil yang positif, sehingga perbedaan hasil pretest-posttest dinyatakan signifikan.

Relevansi penelitian Amilatun Nasikhah dengan penelitian ini terletak pada, pertama, desain penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen. kedua, variabel bebas. Variabel bebas yang akan diteliti yaitu pendekatan metakognitif. ketiga, satu variabel terikat yang terpengaruhi yaitu berpikir kritis. Adapun perbedaan penelitian yang dilakukan oleh Amilatun Nasikhah dan penelitian ini adalah, pertama, subjek penelitian. Subjek pada penelitian Amilatun Nasikhah adalah siswa kelas X-IIS di SMA Negeri 1 Karangtengah, sedangkan subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kendal. kedua, variabel terikat yang akan diteliti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pembelajaran keterampilan membaca bahasa Arab dan berpikir kritis sedangkan variabel terikat pada penelitian Amilatun Nasikhah adalah kegiatan laboratorium fisika berbasis inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kritis, dan mengembangkan karakter siswa. ketiga, mata pelajaran. Mata pelajaran pada penelitian ini adalah bahasa Arab sedangkan mata pelajaran pada penelitian Amilatun Nasikhah adalah fisika.

22

Ana Kurniati (2015) melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas

Metode Expert Group dengan Model Lomba Cerdas Cermat (LCC) Bagi Peningkatan Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswi Kelas XI MAN Kendal

”. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan membaca dengan menggunakan metode expert group dengan model lomba cerdas cermat (LCC). Berdasarkan atas perbandingan hasil 2 tes (pre-test dan post-test) dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilihat dari beberapa aspek penilaian yang meliputi kelancaran, kefasihan, penerjemah bacaan, menjawab pertanyaan, dan analisis qowaid. Aspek kelancaran pada saat pre-test dengan jumlah skor 367 dan rata-rata 12,65 meningkat saat post-test dengan jumlah skor 460 dengan rata-rata 15,86 sedangkan aspek kefasihan pada saat pre-test dengan jumlah skor 357 dan rata-rata 12,31 meningkat saat post-test dengan jumlah skor 475 dengan rata-rata 16,37. Aspek menerjemah pada saat pre-test dengan jumlah skor 480 dan rata-rata 16,55 meningkat saat post-test dengan jumlah skor 545 dengan rata-rata 18,79. Aspek menjawab pertanyaan pada saat pre-test dengan jumlah skor 474 dan rata-rata 16,34 meningkat saat post-test dengan jumlah skor 460 dengan rata-rata 15,86. Analisis qowaid pada saat pre-test dengan jumlah skor 379 dan rata-rata 13.07 meningkat saat post-test dengan jumlah skor 487 dengan rata-rata 16,79.

Relevansi penelitian Ana Kurniati dengan penelitian ini adalah, pertama, keterampilan yang ingin dicapai yaitu keterampilan membaca berbahasa Arab. kedua, desain penelitian yang digunakan yaitu desain penelitian eksperimen, dan ketiga, subjek penelitian yaitu siswa kelas XI MAN Kendal. Adapun perbedaan

23

penelitian yang dilakukan oleh Ana Kurniati dan penelitian ini adalah, pertama, variabel bebas yang akan diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan pendekatan metakognitif dalam pembelajaran keterampilan membaca bahasa Arab sedangkan variabel bebas pada penelitian Ana Kurniati adalah metode expert group dengan model lomba cerdas cermat (LCC). kedua, tahun ajaran. Tahun ajaran dalam penelitian ini adalah tahun 2015/2016 sedangkan tahun ajaran pada penelitian Ana Kurniati adalah tahun 2014/2015.

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian yang sedang dikembangkan memiliki beberapa persamaan dan perbedaan dengan penelitian-penelitian tersebut, untuk lebih memudahkan dalam melihat relevansi penelitian-penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, berikut disajikan tabel persamaan dan perbedaan penelitian-penelitian sebelumnya dengan penelitian yang sedang dikembangkan oleh peneliti.

Tabel 2.1: Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu

No Nama Judul Penelitian Persamaan Perbedaan

1 Malisa (2013) Peningkatan

Keterampilan Membaca Bahasa Arab Melalui Media Cerita Bergambar pada Siswa Kelas VIII E MTS Al-Irsyad Gajah Demak Tahun 2013/2014 1. Keterampilan yang hendak dicapai 1. Desain penelitian 2. Variabel bebas 3. Subjek penelitian Bersambung...

24 Lanjutan... 2 Nisrina Nur Hamidah (2014) Efektivitas Penggunaan Kamus Saku untuk Meningkatkan

Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswa Kelas VIII MTs At-Taqwa Bandar-Batang 1. Keterampilan yang hendak dicapai 2. Desain penelitian yang digunakan 1. Variabel bebas 2. Subjek penelitian 3 Amilatun Nasikhah (2015) Implementasi Pendekatan Metakognitif dalam Kegiatan Laboratorium Fisika Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Mengembangkan Karakter Siswa 1. Desain penelitian yang digunakan 2. Variabel bebas yang mempengaruhi 3. Satu variabel terikat berpikir kritis 1. Subjek penelitian 2. Variabel terikat 3. Mata pelajaran 4 Ana Kurniati (2015) Efektivitas Metode Expert Group dengan Model Lomba Cerdas Cermat (LCC) bagi Peningkatan

Keterampilan Membaca Bahasa Arab Siswi Kelas XI MAN Kendal 1. Keterampilan yang hendak dicapai 2. Desain penelitian 3. Subjek penelitian 1. Variabel bebas 2. Tahun ajaran

Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penelitian tentang peningkatan keterampilan membaca bahasa Arab sudah

Dokumen terkait