• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKATINJAUAN PUSTAKA

Dalam dokumen Lapkas Medulla Spinalis (Halaman 21-42)

3!1! D+(

Trauma medula spinalis spinal %ord injury< adalah trauma langsung atau tidak  langsung terhadap medula spinalis yang menye$a$kan kerusakan medula spinalis. Trauma medula spinalis merupakan keadaan darurat neurologi yang memerlukan

tindakan yang %epat, tepat dan %ermat untuk mengurangi angka ke%a%atan dan kematian. Pengertian lain dari trauma medula spinalis adalah trauma pada tulang $elakang yang menye$a$kan lesi di medula spinalis sehingga menim$ulkan gangguan neurologis, dapat menye$a$kan ke%a%atan menetap atau kematian. Trauma tulang $elakang adalah adalah kerusakan pada sumsum tulang $elakang. Ini merupakan hasil %edera langsung maupun tidak langsung dari suatu penyakit yang ada disekitar tulang, jaringan atau  pem$uluh darah.

3!2! A(%*' M+d.&% S(%&

Medulla spinalis adalah sara1 yang tipis yang merupakan perpanjangan dari sistem sara1 pusat dan melengkungi serta dilindungi oleh tulang $elakang. !ungsi utama medulla spinalis adalah transmisi pemasukan rangsangan antara peri1er dan otak.

Medulla spinalis merupakan $agian dari susunan sara1 pusat. Ter$entang dari 1oramen magnum sampai dengan , di  melonjong dan agak mele$ar yang dise$ut %onus terminalis atau %onus medullaris. Ter$entang di$a'ah %ornu terminalis sera$ut-sera$ut $ukan syara1 yang dise$ut 1ilum terminale yang merupakan jaringan ikat. Terdapat 0 pasang syara1 spinal , 6 pasang syara1 ser#ikal, * pasanag syara1 torakal, (  pasang syara1 lum$al, ( pasang syara1 sa%ral dan  pasang syara1 %oHigeal. 2kar syara1 

lum$al dan sa%ral terkumpul yang dise$ut dengan %auda euina. Setiap pasangan syara1  keluar melalui inter#erte$ral 1oramina. Syara1 spinal dilindungi oleh tulang #erte$ra dan ligamen dan juga oleh meningen spinal dan ES!.*

Struktur internal terdapat su$tansi a$u-a$u dan su$tansi putih. Su$tansi a$u-a$u mem$entuk sperti kupu-kupu dikelilingi $agian luarnya oleh su$tansia putih. Ter$agi menjadi $agian kiri dan kanan oleh anterior median 1isure dan median septum yang dise$ut dengan posterior median septum. Keluar dari medulla spinalis merupakan akar  #entral dan dorsal dari syara1 spinal. Su$tansia a$u-a$u mengandung $adan sel dan dendrit dan neuron a11eren, akson tak $ermyelin, syara1 sensoris dan motoris dan akson

terminaldari neuron. Su$tansi a$u-a$u mem$entuk seperti huru1 = dan terdiri dari tiga  $agian yaitu: anterio, posterior, dan dan %omissura a$u-a$u. /agian posterior se$agai input@a11eren, anterior se$agai output@e11erent, %omissura a$u-a$u untuk re1leks silang dan su$tansi putih merupakan kumpulan serat syara1 $ermyelin.*

3!3! Ed+'&-

Se$anyak (++ +++ orang mengalami %edera tulang $elakang setiap tahunnya. Arang dengan %edera tulang $elakang $erisiko * sampai ( kali le$ih mungkin

mengalami kematian dini, dengan tingkat kelangsungan hidup yang le$ih $uruk pada negara-negara $erpenghasilan rendah dan menengah.0

Insiden %edera tulang $elakang di 2merika Serikat adalah sekitar + kasus per  juta penduduk, atau sekitar *.+++ pasien per tahun $erdasarkan data di National Spinal

Eord Injury data$ase. Perkiraan dari $er$agai studi menunjukkan $ah'a jumlah orang di 2merika Serikat hidup di tahun *++ dengan %edera tulang $elakang adalah sekitar *3(.+++ orang.

Pria adalah paling $erisiko mengalami %edera tulang $elakang antara usia *+-*7 tahun dan 4+ tahun atau le$ih, sementara perempuan yang paling $erisiko antara usia

(-7 tahun dan 3+ tahun atau le$ih. Studi melaporkan rasio laki-laki dengan  perempuan mengalami trauma medulla spinalis adalah *:  di antara orang de'asa.

Sekitar (+; dari %edera tulang $elakang terjadi antara usia 3 dan 0+ tahun, 0,(; terjadi pada anak usia ( tahun atau le$ih muda, dan sekitar ,(; pada mereka yang  $erusia le$ih dari 3+ tahun ,(;<. Kematian yang le$ih $esar dilaporkan pada pasien

le$ih tua yang mengalami %edera tulang $elakang.

3!4! E*&- T%.'% M+d.&% S(%&

Eedera medula spinalis dapat di$agi menjadi dua jenis:

Eedera medula spinalis traumatik, terjadi ketika $enturan 1isik eksternal seperti yang diaki$atkan oleh ke%elakaan kendaraan $ermotor, jatuh atau kekerasan, merusak  medula spinalis. %edera medula spinalis traumatik men%akup 1raktur, dislokasi dan kontusio dari kolum #erte$ra.

Eedera medula spinalis non traumatik, terjadi ketika kondisi kesehatan seperti  penyakit, in1eksi atau tumor mengaki$atkan kerusakan pada medula spinalis, atau kerusakan yang terjadi pada medula spinalis yang $ukan dise$a$kan oleh gaya 1isik  eksternal. !aktor penye$a$ dari %edera medula spinalis men%akup penyakit motor  neuron, myelopati spondilotik, penyakit in1eksius dan in1lamatori, penyakit neoplastik,  penyakit #askuler, kondisi toksik dan meta$olik dan gangguan kongenital dan  perkem$angan.

3!5! P%*&-

Trauma medulla spinalis SEI<, merupakan proses dinami dari semua sindrom sara1 yang akut. esi sara1 yang tidak lengkap dapat $erkem$ang menjadi lesi yang le$ih lengkap. Se%ara umum, tingkat %edera naik di  atau * le#el spinal selama jam sampai hari setelah kejadian a'al. Pato1isiologis trauma spinalis $erkaitan dengan radikal $e$as, edema #asogenik, dan peru$ahan aliran darah yang menye$a$kan  per$urukan klinis. Aksigenasi normal, per1usi, dan keseim$angan asam-$asa diperlukan

Trauma medula spinalis dapat didukung melalui mekanisme yang $er$eda, dengan 0 kelainan umum yang menye$a$kan kerusakan jaringan yaitu se$agai $erikut:

Kerusakan dari trauma se%ara langsung

Kompresi oleh 1ragmen tulang, hematoma, atau $agian diskus

Iskemia aki$at kerusakan atau pergeseran dari arteri spinalis 9dema $isa terjadi setelah salah satu jenis kerusakan terjadi.

e1isit neurologis yang $erkaitan dengan %edera medula spinalis terjadi aki$at dari

 proses %edera primer dan sekunder. Mekanisme utama yaitu %edera inisial dan men%akup trans1er energi ke korda spinal, de1ormasi korda spinal dan kompresi korda  paska trauma yang persisten. Mekanisme ini, yang terjadi dalam hitungan detik dan menit setelah %edera, menye$a$kan kematian sel yang segera, disrupsi aksonal dan  peru$ahan meta$olik dan #askuler yang mempunyai e1ek yang $erkelanjutan.

Proses %edera sekunder yang $ermula dalam hitungan menit dari %edera dan  $erlangsung selama $erminggu-minggu hingga $er$ulan-$ulan, meli$atkan kaskade yang kompleks dari interaksi $iokimia, reaksi seluler dan gangguan serat traktus yang mana kesemuanya hanya dimengerti se$agian. Sangat jelas $ah'a peningkatan produksi radikal $e$as dan opioid endogen, pelepasan yang $erle$ihan dari neurotransmitter  eksitatori dan reaksi in1lamasi sangat $erperan penting. e$ih jauh lagi, pro1il m5N2 messenger 5i$onu%lei% 2%id< menunjukkan $e$erapa peru$ahan ekspresi gen setelah %edera medula spinalis dan peru$ahan ini ditujukan se$agai target terapeutik. /e$erapa teori telah diusulkan untuk menjelaskan pato1isiologi dari %edera sekunder.

Teori radikal $e$as menjelaskan $ah'a, aki$at dari penurunan kadar anti-oksidan yang %epat, oksigen radikal $e$as $erakumulasi di jaringan sistem sara1 pusat yang %edera dan menyerang mem$rane lipid, protein dan asam nukleat. =al ini  $eraki$at pada dihasilkannya lipid peroHidase yang menye$a$kan rusaknya mem$ran

sel.

Teori kalsium menjelaskan $ah'a terjadinya %edera sekunder $ergantung pada in1luH dari kalsium ekstraseluler ke dalam sel sara1. Ion kalsium mengakti#asi  phospholipase, protease, dan phosphatase. 2kti#asi dari enLim-enLim ini mengaki$atkan

Teori opiate reseptor mengusulkan $ah'a opioid endogen mungkin terli$at dalam proses terjadinya %edera medula spinalis dan $ah'a antagonis opiate %ontohnya naloHone< mungkin $isa memper$aiki penyem$uhan neurologis. Teori in1lamasi  $erdasarkan pada hipotesis $ah'a Lat-Lat in1lamasi seperti prostaglandin, leukotrien,  platelet-a%ti#ating 1aktor, serotonin< $erakumulasi pada jaringan medula spinalis yang

%edera dan merupakan mediator dari kerusakan jaringan sekunder.

Menyusul %edera medula spinalis, penye$a$ utama kematian sel adalah nekrosis dan apoptosis. >alaupun mekanisme kematian sel yang utama segera setelah terjadinya %edera primer adalah nekrosis, kematian sel apoptosis yang terprogram mempunyai e1ek  yang signi1ikan pada %edera sekunder su$ akut. Kematian sel oligodendrosit yang diinduksi oleh apoptosis $eraki$at demyelinasi dan degenerasi aksonal pada lesi dan sekitarnya.

Proses %edera sekunder $erujung pada pem$entukan jaringan parut glial, yang diperkirakan se$agai penghalang utama regenerasi aksonal di dalam sistem sara1 pusat. Pem$entukan jaringan parut glial merupakan proses reakti1 yang meli$atkan  peningkatan

 jumlah astrosit. Menyusul terjadinya nekrosis dari materi a$u-a$u dari korda sentral dan degenerasi kistik, jaringan parut $erkem$ang dan meluas sepanjang traktus aksonal. Pola dari

 pem$entukan jaringan parut dan in1iltrasi sel in1lamatori dipengaruhi oleh jenis dari lesi medula spinalis.3

3!)! M%(+*% K&(

Sindroma Kausa "tama Bejala D Tanda Klinis =emi%ord /ro'n Seuard Syndrom< Trauma tem$us, Kompresi ekstrinsik  - Paresis "MN ipsilateral di $a'ah lesi dan MN setinggi lesi - Bangguan eksterosepti1 nueri D suhu< kontralateral - Bangguan  propiosepti1 ra$a D tekan< ipsilateral

Sindroma Spinalis 2nterior  Eedera yang menye$a$kan =NP  pada T-3 - Paresis MN setinggi lesi, "MN di$a'ah lesi - apat disertai disosiasi sensi$ilitas - Bangguan eksterosepti1  propiosepti1 normal - is1ungsi spinkter  Sindroma Spinalis Sentral Ser#ikal =ematomielia Trauma Spinalis  1leksi-ekstensi< - Paresis lengan R tungkai - Bangguan sensorik  $er#ariasi disestesia@hiperestesi a< diujung distal lengan

- isosiasi sensi$ilitas

- is1ungsi miksi, de1ekasi dan seksuai Sindroma Spinalis Posterior  Trauma, in1ark a.spinalis posterior  - Paresis ringan - Bangguan eksterosepti1 nyeri@parestesia<  pada unggung leher

dan $okong - Bangguan  propiosepti1 $ilateral Sindroma Konus Medullaris Trauma lo'et sa%ral %ord - Bangguan motorik ringan, simetris, tidak  ada atro1i

- Bangguan sensorik saddle anestesi, mun%ul le$ih a'al,  $ilateral ada disosiasi

sensi$ilitas.

-  Nyeri jarang, relati1 ringan, simetris,  $ilateral pada daerah  perineum dan paha

- 5e1leks a%hiles -<

- 5e1leks patella -<

- is1ungsi spin%hter terjadi dini dan $erat

- 5e1leks

 $ul$o%a#ernosus dan anal -<

ejakulasi Sindroma Eauda

9uina

Eedera akar sara1 lum$osakral

- Bangguan motorik sedang sp $erat, asimetris, dan atro1i

- Bangguan sensi$ilitas saddle anestesi,

asimetris, tim$ul le$ih lam$at, disosiasi sensi $ilitas -<

-  Nyeri menonjol, he$at, tim$ul dini, radikular, asimetris.

- Bangguan re1leks  $er#ariasi

- Bangguan sphin%ter tim$ul lam$at, jarang  $erat, re1leks jarang

terganggu, dis1ungsi seksual jarang.

3!7! P+(+-%,%( D%-(*, 

1! A(%'(+ d%( P+'+,%%( #, 

angkah pertama dalam mendiagnosis trauma medula spinalis adalah ri'ayat medis dan pemeriksaan 1isik. Pemeriksaan 1isik men%akup tes untuk melihat sensasi ra$a pada lengan dan kaki serta kekuatan otot dan re1leks di lengan dan kaki.

2! P+'+,%%(

+(.(/%(-a. a$oratorium

- arah peri1er lengkap - "rin lengkap

- Bula darah se'aktu - "reum Kreatinin - 2nalisa gas darah  $. 5adiologi

- Et S%an @ M5I jika dengan 1oto kon#ensional masih meragukan atau $ila akan dilakukan tindakan operasi

%. Pemeriksaan ain

- 9KB $ila terdapat aritmia jantung

Penegakan diagnosis pada lesi medula spinalis meliputi anamnesis ri'ayat  trauma, serta keluhan-keluhan yang dirasakan penderita, lamanya $erlangsung keluhan terse$ut, pola keluhan yang dirasakan apakah semakin hari semakin $erat. itam$ah  pemeriksaan penunjang seperti -5ay, ET S%an, dan M5I. Kelainan $erdasarkan gejala dan tanda klinis untuk kasus-kasus trauma medulla spinalis sering digunakan ASIA  scale, $erdasarkan tipe dan lokasi lesi atau trauma.

S,%&% ,+.%,%( +d%%,%( American spinal injury association/International  medical society of Paraplegia (IMSOP)1

Brade Tipe Bangguan Medula Spinalis 2SI2@IMSAP

2 Komplit Tidak ada 1ungsi motorik dan sensorik sampai S-S(

/ Inkomplit !ungsi sensorik masih $aik tapi motorik terganggu sampai segmen sakral S-S(

E Inkomplit !ungsi motorik terganggu di$a'ah le#el, tapi otot-otot motorik   utama masih punya kekuatan F0

 Inkomplit !ungsi motorik terganggu d i$a'ah le#el, otot-otot motorik   utama punya kekuatan R0

9 Normal !ungsi motorik dan sensorik normal

i) Complete spinal cord injury (Grade A) (a) Unilevel 

(b) ultilevel 

ii) Incomplete spinal cord irjury (Grade !, C, ") (a) Cervico medullary syndrome

(b) Central cord syndrome (c) Anterior cord syndrome (d) #osterior cord syndrome (e) !ro$n Se%uard syndrome (&) Gonus edullary Syndrome

iii) Complete Cauda '%uina Injury (Grade A)

iv) Incomplete Cauda '%uina Injury (Grade !, C daa ")

 * 0  ( 3 4 6 7 Trauma or me%hani%alEontusionEompression is% herniation

egenerati#e disorders o1 #erter$ral $ones is% em$olus

Jas%ular 

2nterior spinal artery in1ar%t

Spinaldural 2JM arterio#enus mal1ormation< 9pidural hematoma  Nutritional de1i%ien%y Jitamin /* Jitamin 9 9pidural e$s%ess In1e%tions myelitis Jiral, in%luding =IJ Tertiary syphilis

Tropi%al spasti% paraparesis S%histosomiasis In1lammatory myelitis Multiple s%lerosis upus Postine1e%tious myelitis  Neoplasms 9pidural metastasis Meningomia S%ha'annoma Ear%inomatous meningitis

2stro%ytoma 9pendymoma =emangio$lastoma egenarati#e @ de#elopmental Spina $i1ida Ehiari mal1ormation Syringomyelia

3!! P+(%*%&%,%(%%( T%.'% M+d.&% S(%&

. Manajemen Pre =ospital

untuk mendukung rujuan penyem$uhan yang optimal, maka perlu diperhatikan tatalaksana di saat pre hospital:

- Sta$ilisasi manual

- Mem$atasi 1leksi dangerakan-gerakan lain

- Penanganan imo$ilitas #erte$ra dengan kolah leher dan #erte$ral $ra%e.

*. Manajemen di "nit Ba'at arurat

Tindakan yang dilakukan menga%u pada:

Menjaga jalan na1as tetap lapang,*.

- / $reathing<

Mengatasi gangguan perna1asan, kalau perlu lakukan intu$asi endotrakeal pada %edera medulla spinalis ser#ikalis atas< dan pemasangan alat $antu na1as supaya oksigensi adekuat,*.

- E %ir%ulation<

Memperhaatikan tanda-tanda hipotensi, terjadi kaena pengaruh sistem sara1  ortosimpatis. =arus di$edakan antara syok hipo#olemik dengan syok  neurogenik.

Syok hipo#olemik hipotensi, ta%hy%ardia, ekstermitas dingin@$asah<. Tindakan dalam hal ini adalah dengan mem$erikan %airan kristaloid NaEl +,7;@5<, kalau perlu dengan koloid al$umin (;<

Syok neurogenik hipotensi, $radikardia, ekstermitas hangat@kering<,  pem$erian %airan tidak akan menaikkan tensi a'asi edema paru<

maka harus di$eri o$at #asopressor:

o opamine untuk menjaga M2PR4+

o /ila perlu adrenalin +,* mg s.k 

o an $oleh diulangi  jam kemudian

- Pasang 1oley kateter untuk monitor hasil urine dan men%egah retensi urine

- - pasang pipa naso gastrik hati-hati pada %edera ser#ikal<, dengan tujuan untuk

o ekompresi alm$ung pada distensi

o Kepentingan nutrisi enteral.

- Pem$erian kortokosteroid

o /ila diagnosis ditegakkan F0 jam pas%a trauma $erikan:

Methylprednisolone 0+ mg@Kg// i.# $olus selama ( menit, ditunggu selama ( menit tidak di$erikan methylprednisolone dalam kurun 'aktu ini<, selanjutnya di$erikan in1us terus menerus methylprednisolone selama *0 jam dengan dosis (, mg@Kg//@jam.

o /ila 0-6 jam, idem, hanya in1us methylprednisolone dilanjutkan untuk 4 jam

o /ila R 6 jam tidak dianjurkan pem$erian methylprednisolone,*. 0. Manajemen di 5uang 5a'at

- Pera'atan umum

o anjutkan 2, /, E sesuai keperluan

o "sahakan suhu $adan tetap normal jika lesi diatas E-6, termoregulasi tidak ada<

o )ika ada gangguan miksi pasang kondom kateter atau dauer kateter  dan jika ada retensi al#i, $erikan laksan@klisma.

- Medikamentosa

o anjutkan pem$erian methylprednisolon men%egah proses skunder<

o 2nt spastisitas otot sesuai keadaan klinis

o 2nalgetik 

o Men%egah de%u$itus , kalau perlu pakai kasur khusus

o Men%egah throm$osis #ena dalam JT< dengan stoking kaki khusus atau 1isioterapi. Kalu perlu dapat di$erikan antikoagulan heparin atau M>=<

o Men%gah proses skunder radikal $e$aas, dll< dengan pem$erian anti oksidan #it. E, #it. 9<

o Stimulasi sel sara1 dengan pem$erian BM-Banglioside. imulai dalam kurun 'aktu 4* jam sejak onset sampai dengan 6-0* hari

o Terapi o$at lain sesuai dengan indikasi, seperti anti$ioti% $ila ada in1eksi, dll.

o Memper$aiki sel sara1 yang rusak dengan stem sel.

- Aperasi

>aktu operasi

o >aktu operasi antara * jam sampai dengan 0 minggu

o Tindakan operati1 a'al F* jam< le$ih $ermakna menurunkan  per$urukan neurologis, komplikasi, dan keluaran skor motorik satu

tahun paska trauma.

- Indikasi operati1 

o 2da 1raktur, pe%ahan tulang menekan medulla spinalis.

o Bam$aran neurologis progresi1 mem$uruk 

o !raktur, dislokasi yang la$il

o Terjadi herniasi diskus inter#ete$ralis yang menekan medulla

spinalis.

3!;! K'&,%

Komplikasi yang dapat terjadi pas%a %edera medula spinalis antara lain yaitu insta$ilitas dan de1ormitas tulang #erte$ra, 1raktur patologis, syringomyelia  pas%a trauma, nyeri dan gangguan 1ungsi seksual.

3!10! P-(

Pasien dengan trauma medulla spinalis memiliki peluang kurang dari (; dari pemulihan. )ika kelumpuhan lengkap $erlanjut pada 4* jam setelah %edera, pemulihan pada dasarnya tidak terjadi. Prognosis jauh le$ih $aik pada

BAB 4

DISKUSI KASUS

TEORI KASUS

Trauma medula spinalis spinal %ord injury< adalah trauma langsung atau tidak langsung terhadap medula spinalis yang menye$a$kan kerusakan medula spinalis

Seorang perempuan $erusia 04 tahun datang ke 5SP= pada tanggal 7 )uni *+ dengan keluhan utama lemah kedua tungkai. =al ini dialami os C@- 4 hari se$elum masuk rumah sakit yang terjadi se%ara perlahan-lahan. 2'alnya As terjatuh ke lantai C@-  kali. Nyeri  pinggang C<, nyeri dengan intensitas sedang dan nyeri terasa semakin mem$erat jika os duduk 

Studi melaporkan rasio laki-laki dengan  perempuan mengalami trauma medula spinalis adalah *:  di antara orang de'asa. Pria adalah paling $erisiko mengalami %edera tulang $elakang antara usia *+-*7 tahun dan 4+ tahun atau le$ih, sementara  perempuan yang paling $erisiko antara usia

(-7 tahun dan 3+ tahun atau le$ih

5P, seorang perempuan $erusia 04 tahun didiagnosis Paraparese tipe "MN C 5etensi urin et al#i C =ipestesi setentang T7 - T+ e% dd@

. Trauma Medula Spinalis *. Myelitis Trans#esalis

Eedera medula spinalis traumatik, terjadi ketika $enturan 1isik eksternal seperti yang diaki$atkan oleh ke%elakaan kendaraan  $ermotor, jatuh atau kekerasan, merusak 

medula spinalis. %edera medula spinalis traumatik men%akup 1raktur, dislokasi dan kontusio dari kolum #erte$ra.

Pada pasien ini, dijumpai ri'ayat terjatuh di lantai, Nyeri pinggang C<, nyeri dengan intensitas sedang dan nyeri terasa semakin mem$erat jika os duduk 

Kelumpuhan tipe "MN ditandai dengan hiper1leksik pada deep tendon re&le  juga terjadi  !abins*y  si+n dan klonus meningkat.+

Pada pasien ini, didapati peningkatan re1leks 1isiologis. Pada pasien ini tidak  didapati rangsang patologis ataupun rangsangan meningeal.

Manajemen :

Tindakan yang dilakukan menga%u  pada:

- 2 air'ay<

Menjaga jalan na1as tetap lapang,*.

- / $reathing<

Mengatasi gangguan perna1asan, kalau perlu lakukan intu$asi endotrakeal pada %edera medulla spinalis ser#ikalis atas< dan  pemasangan alat $antu na1as

supaya oksigensi adekuat,*. - E %ir%ulation<

Memperhaatikan tanda-tanda hipotensi, terjadi kaena pengaruh sistem sara1 ortosimpatis. =arus di$edakan antara syok   hipo#olemik dengan syok  neurogenik.

Syok hipo#olemik   hipotensi, ta%hy%ardia, ekstermitas

Terapi pada pasien ini adalah:

IJ! 5.SA *+ tetes@menit

Inj. eHamethasone * amp $olus

Inj. 5anitidin  amp@* j

dingin@$asah<. Tindakan dalam hal ini adalah dengan mem$erikan %airan kristaloid NaEl +,7;@5<, kalau perlu dengan koloid al$umin (;<

Syok neurogenik   hipotensi, $radikardia, ekstermitas

hangat@kering<,

 pem$erian %airan tidak  akan menaikkan tensi a'asi edema paru< maka harus di$eri o$at #asopressor: o opamine untuk  menjaga M2PR4+ o /ila perlu adrenalin +,* mg s.k  o an $oleh diulangi  jam kemudian

- Pasang 1oley kateter untuk  monitor hasil urine dan men%egah retensi urine

- - pasang pipa naso gastrik hati-hati pada %edera ser#ikal<, dengan tujuan untuk

o ekompresi alm$ung  pada distensi

o Kepentingan nutrisi enteral.

- Pem$erian kortokosteroid

o /ila diagnosis ditegakkan F0 jam pas%a trauma  $erikan:

Methylprednisolone 0+ mg@Kg// i.# $olus selama ( menit, ditunggu selama ( menit tidak di$erikan methylprednisolone

dalam kurun 'aktu ini<, selanjutnya di$erikan in1us terus menerus methylprednisolone

selama *0 jam dengan dosis (, mg@Kg//@jam.

o /ila 0-6 jam, idem, hanya in1us methylprednisolone dilanjutkan untuk 4 jam

o /ila R 6 jam tidak   dianjurkan pem$erian methylprednisolone,*. . Manajemen di 5uang 5a'at

- Pera'atan umum

o anjutkan 2, /, E sesuai keperluan

o "sahakan suhu $adan tetap normal jika lesi diatas E-6, termoregulasi tidak ada<

o )ika ada gangguan miksi  pasang kondom kateter 

atau dauer kateter dan  jika ada retensi al#i,

 $erikan laksan@klisma. - Pemeriksaan neuro1isiologi klinik  SS9P - Medikamentosa o anjutkan pem$erian methylprednisolon men%egah proses skunder<

o 2nt spastisitas otot sesuai keadaan klinis

o 2nalgetik 

o Men%egah de%u$itus ,

Dalam dokumen Lapkas Medulla Spinalis (Halaman 21-42)

Dokumen terkait