• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KAJIAN TEORI

C. Tinjauan tentang Rasa Percaya Diri Anak

24

Dari penjelasan makna lagu di atas diharapkan anak dapat termotifasi untuk selalu belajar dimana pun dan kapanpun dia berada, karena dengan belajar anak menjadi pintar dan percaya pada diri sendiri dengan kata lain tidak minder. Dengan begitu anak bisa berprestasi dan membuat bangga kedua orang tuanya yaitu ayah dan ibu yang telah mendidik dan merawatnya. Jadi dengan adanya lagu “anak hebat” diharapkan pesan dari lagu tersebut tersampaikan dengan baik kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat termotivasi agar selalu percaya diri.

C. Tinjauan Tentang Rasa Percaya Diri Anak a. Pengertian Tentang Rasa Percaya Diri Anak

Percaya diri adalah kepercayaan pada kemampuan diri yang muncul sebagai akibat dari adanya dinamika atau proses yang positif dalam diri seseorang. Dinamika batin yang menghasilkan kepercayaan pada diri salah satunya adalah pengetahuan baru.38 Percaya diri diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.39 Menurut William Rasa percaya diri adalah perasaan mampu untuk melakukan sesuatu. Namun sebenarnya percaya diri itu bukan sekedar perasaan mampu tetapi sebuah keyakinan kuat bahwa ia mampu melakukan sesuatu. Rasa percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang

38 AN. Ubaedy, Total Confidence, 9.

39 Das Salirawati, “Percaya Diri, Keingintahuan, dan Berjiwa Wirausaha:Tiga Karakter Penting Bagi Peserta Didik”, dalam Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun II Nomor 2, Juni 2012, 218.

25

percaya diri, yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya40. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa percaya diri merupakan keyakinan diri dalam mengerjakan segala sesuatu yang dia anggap mampu, tetapi ketika gagal dia bisa menerimanya dan tetap berpikir positif.

Percaya diri diartikan dalam berbagai arti, antara lain sebagai keberanian untuk menghadapi atau untuk melakukan hal-hal tertentu atau hal-hal baru yang positif seperti, percaya diri ketika diminta tampil bercerita didepan banyak orang, percaya diri ketika berada dilingkungan baru atau percaya diri ketika menggambar dan masih banyak contoh lainnya. percaya diri adalah salah satu unsur penting dalam menghadapi kehidupan di masa mendatang. Oleh karena itu, diperlukan memupuk rasa percaya diri senak dini.41

Begitupun Indonesia Heritage Fondation merumuskan beberapa bentuk karakter yang harus ada dalam setiap individu bangsa Indonesia salah satunya adalah percaya diri.42 Maka dari itu percaya diri sangatlah penting ditanamam kan sejak dini oleh setiap individu, karena dengan percaya diri akan menjadi orang yang sukses. Seperti ayat al-Qur’an yang telah dijelaskan dalam al-Qur’an surat Ali Imran ayat 139 yang berbunyi:

40 Endah Tri Priyatni, “Internalisasi Karakter Percaya Diri dengan Teknik Scaffolding”, dalam

Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun III Nomor 2, Juni 2013, 168.

41 Herlita Jaya Diyanti, Menumbuhkan Intrapersonal Anak, Seri Solusi Bina Karakter (Tanggerang: Tirtamedia, 2014), 29.

42 Rohinah M. Noor, Mengembangkan Karakter Anak Secara Efektif di Sekolah dan di Rumah (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2012), 44.

26





















Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.43

Tetapi terlalu percaya diri itu juga tidak baik, karena apa pun karakter yang berlebihan tidak akan baik bagi perkembangan mental anak. Terlalu percaya diri atau Over confident tidak boleh ada dalam diri peserta didik, karena berakibat pada munculnya karakter yang tidak diinginkan, yaitu seperti riak dan sombong dan selalu “under estimate” pada teman yang lain. Sedangkan dalam islam pun melarang untuk bersikap sombong. Jadi percaya diri yang dimaksud disini yaitu berani berbicara mengeluarkan pendapat, berani menjawab pertanyaan dari guru, berani tampil presentasi/tampil di depan, mengerjakan soal atau tugas secara mandiri tetapi tidak over confident dan bisa dapat menerimanya ketika dia gagal. b. Pengaruh Munculnya Rasa Percaya Diri

Hal apa saja yang mempengaruhi munculnya rasa percaya diri anak? sebelum membahas itu, adapun ciri-ciri anak yang tidak percaya diri sebagai berikut; pendiam, tidak cepat adaptasi, menangis ketakutan, menyendiri, pemalu.44 Ciri-ciri anak tidak percaya diri dapat dilihat dari sikap anak yang telah disebutkan di atas. Sedangkan yang berpengaruh memunculkan sikap percaya diri pada anak yaitu anak itu sendiri, orang tua, dan guru.

43 al-Qur’an dan Terjemah, 68.

44 Henny Puspitarini, Membangun Rasa Percaya Diri Anak (Jakarta: Elex Media Komputindo, 2013), 31.

27

Bantuan dan dukungan dari orang tua dan guru diperlukan. Ketika berada disekolah yang berperan penting untuk mengetahui perkembangan anak yaitu guru. Sehingga guru harus membantu dan mendukung anak dalam perkembangannya terutama percaya diri anak. Adapun hal-hal yang harus dilakukan guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk memupuk rasa percaya diri anak menurut Herlita Jaya Diyanti antara lain yaitu:45

a. Memberi reword/pujian;

pujian/reword untuk anak sangatlah berharga, karena dengan pujian itu anak akan semakin percaya dan yakin pada dirinya sendiri. Reword bukan hanya hadiah berupa barang, tetapi dengan tepuk tangan dari teman-teman, senyuman, high fives itu juga sebuah penghargaan yang amat berharga bagi anak.

b. Dorong anak untuk melakukan hal-hal baru;

Tidak bosan-bosanya mengajak anak mencoba melakukan hal-hal baru. Banyak anak yang merasa takut atau tidak tahu cara untuk melakukan hal-hal baru sehingga menjadi tugas guru/orang tua untuk mengajaknya, sehingga anak terbiasa dengan hal-hal baru. Misalnya ada salah satu murid tidak pernah ditunjuk guru untuk bernyanyi/bercerita didepan kelas, maka cobalah anak tersebut untuk melakukannya, karena itu adalah suatu hal baru bagi dia.

45

28

c. Hindari memberi komentar negatif;

Sejelek apapun hasil karya anak jaganlah sekali-kali memberi komentar jelek, karena itu akan membuat anak semakin minder dan tidak mau untuk mencobanya lagi.

Berbeda dengan Henny Puspitarini, bahwa percaya diri anak bisa dibangun dengan beberapa tindakan yang bisa dilakukan antara lain;

a. biarkan anak mengamati dan memulainnya sendiri,

b. awal yang mengejutkan seperti: sapaan dan salam yang lain dari biasanya dan kegiatan yang menarik,

c. latihan gerak dan suara seperti: olahraga, bernyanyi, dan berbicara

dengan menggunakan nada.46

Dari beberap pendapat di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa untuk membangun rasa percaya diri anak yang dapat dilakukan yaitu doronglah anak untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan (seperti maju di depan kelas), tetapi jika ia tidak mau melakukannya jangan paksa anak untuk melakukannya. Biarkan anak mengamati (temannya maju di depan kelas dulu) baru ia akan memulainya sendiri (dalam artian ia ingin maju tanpa paksaan), sehingga anak bisa percaya diri untuk melakukan kegiatan tersebut karena keinginan dan keyakinannya. Lalu beri apresiasi/reword pada anak agar usahanya merasa dihargai dan rasa percaya diri tersebut tumbuh pada diri anak.

46

29

Jika percaya diri anak tidak dipupuk sejak dini, maka terdapat dampak negatif yang muncul pada diri anak antara lain yaitu pertama komunikasi sosial anak akan terganggu; anak akan mengalami kesulitan bergaul dengan teman lain apalagi dengan teman yang baru dikenal, Kedua prestasinya akan menurun; anak yang malu bertanya jika tidak tahu dan cenderung pasif dalam melakukan kegiatan sehingga mempengaruhi prestasinya.47 Maka dari itu tanamkanlah rasa percaya diri anak sejak dini agar anak bisa mencapai keberhasilannya dimasa yang akan datang.

Dokumen terkait