• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA

5. Lingkup Pengembangan Kurikulum

2.1.2 Tinjauan Tentang Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuan mental, emosi atau fisik.

Secara umum rentangan anak berkebutuhan khusus meliputi dua kategori yaitu :

a. ABK yang bersifat permanen, yaitu akibat dari kelainan tertentu.

b. ABK yang bersifat temporer, yaitu mereka yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan yang disebabkan kondisi dan situasi lingkungan.

Setiap anak berkebutuhan khusus, baik yang bersifat permanen maupun yang temporer, memiliki perkembangan hambatan belajar dan kebutuhan belajar yang berbeda.-beda. Hambatan belajar yang dialami oleh setiap anak, disebabkan oleh tiga hal, yaitu:

1. Faktor lingkungan

2. Faktor dalam diri anak sendiri

3. Kombinasi antara factor lingkungan dan factor dalam diri anak.

Mereka yang digolongkan pada anak yang berkebutuhan khusus dapat dikelompokkan berdasarkan gangguan atau kelainan aspek:

1. Fisik/motorik, misalnya cerebral palsi, polio, dan lain-lain 2. Kognitif : mental retardasi, anak unggul (berbakat)

3. Bahasa dan bicara 4. Pendengaran 5. Penglihatan 6. Social emosi

Anak tersebut membutuhkan metode, material, pelayanan dan peralatan yang khusus agar dapat mencapai perkembangan yang optimal. Karena anak-anak tersebut mungkin akan belajar dengan kecepatan yang berbeda

dan juga dengan cara yang berbeda pula. Walaupun mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda dengan anak-anak secara umum, mereka harus mendapat perlakuan dan kesempatan yang sama. Hal ini dapat dimulai dengan cara penyebutan terhadap anak dengan kebutuhan khusus. Jenis-Jenis Anak Berkebutuhan Khusus Adalah Sebagai Berikut :

1) Anak dengan Gangguan Penglihatan (Tunanetra)

adalah anak yang mengalami gangguan daya penglihataan sedemikian rupa, sehingga membutuhkaan layanan khusus dalam pendidikan maupun kehidupannya.

Telfrod dan sawrey (2014:8.4) Klasifikasi medis tentang kebutaan, terdapat kategori yang diartikan sebagai buta sebagian (partially blind) individu yang mengalami kebutaan adalah individu yang sangat tergangu, yang harus diajarkan membaca dengan huruf braille atau dengan menggunakan metode aural (audiotape) sedangkan melihat sebagian (partially sighted) individu yang melihat sebagian dapat membaca buku walaupun mereka membutuhkan peralatan yang dapat memperbesar bacaan atau membaca buku dengan huruf yang besar-besar.

2) Anak dengan Gangguan Pendengaran (Tunarungu)

adalah anak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga mengalami gangguan berkomunikasi secara verbal. Kerusakan pendengaran (hearing impairment) merupakan istilah umum yang menunjukkan ganguan pendengaran dengan rentan keparahan dari ringan sampai dengan parah meliputi ketulian dan kesulitan mendengar.

Orang yang tuli (dead person) adalah orang yang memiliki ganguan pendengaran sehingga menghalangi keberhasilannya untuk memproses informasi bahasa melalui indra pendengarannya dengan atau tanpa alat bantu pendengaran. Sedangkan kesulitan mendengar (hard of hearing) adalah orang yang secara umum mempunyai sisa pendengaran yang cukup untuk dapat memproses informasi bahasa melalui indra pendengarannya dengan mengunakan alat bantu pendengaran.

3) Anak dengan Gangguan Intelektual (Tunagrahita)

adalah anak dengan gangguan kecerdasan (intelektual) di bawah rata-rata. Tunagrahita adalah individu yang memiliki intelegensi yang signifikan berada dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi prilaku yang muncul dalam masa perkembangan.

Tuna Grahita: a.l. Down Syndrome adalah suatu keadaan fisik yang disebabkan oleh mutasi gen ketika anak masih berada dalam kandungan. Ahli pertama yang mengidentifikasi ganguan ini adalah John Langdon Down.

Klasifikasi tunagrahita berdasarkan pada tingkatan IQ

a) Tunagrahita ringan (IQ : 51-70) umur mental 8 – 12 tahun b) Tunagrahita sedang (IQ : 25-50) umur mental 3- 8

c) Tunagrahita berat (IQ :dibawah 25 ) umur mental 0- 3 tahun

4) Anak dengan Gangguan Gerak Anggota Tubuh (Tunadaksa)

Tunadaksa adalah individu yang memiliki gangguan gerak yang disebabkan oleh kelainan neuro-muskular dan struktur tulang yang

bersifat bawaan, sakit atau akibat kecelakaan, termasuk celebral palsy, amputasi, polio, dan lumpuh. Tingkat gangguan pada tunadaksa adalah ringan yaitu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas fisik tetap masih dapat ditingkatkan melalui terapi, sedang yaitu memiliki keterbatasan motorik dan mengalami gangguan koordinasi sensorik, berat yaitu memiliki keterbatasan total dalam gerakan fisik dan tidak mampu mengontrol gerakan fisik.

Hallahan dan kauffman (2014:9.3) mengatakan bahwa cerebral palsy merupakan bagian dari sindroma yang meliputi disfungsi (tidak berfungsinya) motorik, disfungsi psikologi, kejang dan ganguan tingkah laku yang disebabkan oleh kerusakan otak.

5) Anak dengan gangguan Prilaku dan Emosi (Tunalaras)

Tuna laras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Tunalaras dapat disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungan.

6) Anak dengan Kecerdasan Tinggi dan Bakat Istimewa (Gifted and Tallented) Anak berbakat atau anak yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan(intelegensi), kreatifitas, dan tanggung jawab terhadap tugas diatas anak-anak seusianya(anak normal), sehingga untuk mewujudkan

potensinya menjadi prestasi nyata, memerlukan pelayanan pendidikan khusus.

Anak berbakat adalah individu dengan kecerdasan yang berfungsi sangat jauh diatas rata-rata anak sebayanya. Biasanya digunakan standar nilai IQ diatas 130. Anak berbakat adalah individu yang menunjukkan potensi luar biasa atau prestasi luar biasa pada satu atau beberapa aspek seperti kecerdasan umum, kemampuan pada bidang pelajaran khusus (seperti matematika/sains atau bahasa) kreativitas, kepemimpinan, bakat dibidang seni serta kemampuan psikomotor (olahraga). Jadi konsep keberbakatan tidak hanya terbatas pada kecerdasan umum saja, tetapi juga meliputi keterampilan atau kemampuan yang berada diatas rata-rata kemampuan anak sebayanya yang ditujukan oleh anak.

7) Anak Lamban Belajar (Slow Learner)

adalah anak yang memiliki potensi intelektual sedikit di bawah anak normal, tetapi tidak termasuk anak tunagrahita (biasanya memiliki IQ sekitar 80-85). Anak lamban belajar adalah anak yang mengalami hambatan atau keterlambatan dalam perkembangan mental (fungsi intelektual di bawah teman-teman seusianya) disertai ketidakmampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri, sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Masalah-masalah yang mungkin bisa jadi penyebab anak lamban belajar antara lain karena masalah tingkat konsentrasinya yang rendah, daya ingat yang lemah, kognisi, serta masalah sosial dan emosional.

8) Anak dengan ganguan Autis

Autis adalah suatu ganguan perkembangan yang muncul diawal kehidupan seorang anak yang ditandai oleh ketidakmampuan untuk berhubungan dengan orang lain, masalah dalam komunikasi dan adanya pola tingkah laku yang berulang-ulang. Anak dengan ganguan austism secara sepintas tampak tidak bermasalah secara fisik mereka tumbuh normal seperti anak pada umumnya. Namun bila dicermati secara lebih mendalam akan terlihat bahwa mereka mengalami keterlambatan perkembagan serta menunjukkan prilaku aneh yang tidak umun dilakukan oleh anak seusianya (misalnya sering mengkibas-kibas tangan, bergerak berputar-putar, atau sering memandang dengan sudut mata). Anak autis cenderung mengalami hambatan dalam interaksi, komunikasi, perilaku sosial atau suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal.

Berkell (2014:11.3) menyatakan gejala-gejala autism biasanya muncul sebelum anak mencapai usia 3 tahun dan pada sebagian anak gejalanya sudah ada sejak lahir. Sebagian kecil penyandang autism sempat berkembang normal namun sebelum usia 3 tahun perkembangan menjadi terhenti, kemudian timbul kemunduran dan tampak gejala autism.

9) Indigo

Indigo adalah manusia yang sejak lahir mempunyai kelebihan khusus yang tidak dimiliki manusia pada umumnya.

Dokumen terkait