• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Sumber: Olahan Peneliti 2022

Kerangka pemikiran merupakan sebagai acuan dasar dari penelitian yang akan dilakukan agar lebih terstruktur dan sistematis. Pada penelitian kali ini, kerangka pemikiran yang ada digambarkan melalui visi dan misi dari Rumah Sakit Jiwa dr. H.

Marzoeki Mahdi Bogor yang di dalamnya mencakup peraturan mengenai instansi,

29 fasilits yang dimiliki instansi, dan setiap informasi mengenai instansi. Dari hal-hal tersebut diperlukannya komunikasi yang dapat mendistribusikan pesan atau kandungan dari visi dan misi kepada karyawan agar penyebaran informasi dapat merata pada publik internal dari Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

Komunikasi organisasi yang mendistribusikan kandungan dari visi dan misi instansi dijalankan oleh bagian hubungan masyarakat, sehingga dibutuhkan peran dari Humas. Dengan menjalankan komunikasi organisasi yang baik, maka hal tersebut dapat menimbulkan rasa keterikatan pada karyawan atau employee engagement di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Hal tersebut menjadi acuan dasar untuk menganalisis peran Humas untuk membangun employee engagement di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

30

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Paradigma Penelitian

Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme pada penelitian “Analisis Peran Humas dalam Membangun Employee Engagement di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor”. Paradigma konstruktivisme merupakan paradigma yang melihat makna suatu fenomena berdasarkan pengalaman individu sehingga bersifat subjektif dalam pencarian makna dengan melibatkan interaksi dengan partisipan pendukung berdasarkan pertanyaan atau diskusi untuk memberikan konstruksi terhadap suatu fenomena (Creswell dan Creswell, 2018). Sehingga penelitian ini akan berlangsung secara subjektif, yaitu sesuai dengan pertanyaan yang akan diajukan kepada partisipan untuk membantu peneliti menganalisis peran Humas yang terjadi dalam membangun employee engagement di RSJMM Bogor.

Paradigma konstruktivisme merupakan paradigma yang digunakan pada penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang sesuai dengan kejadian nyata bersifat alamiah tanpa ada manipulasi dari peneliti. Fenomena yang ditemukan oleh peneliti merupakan realitas sosial yang terjadi secara alamiah, sehingga penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang instrumennya merupakan peneliti itu sendiri dengan hasil yang menekankan makna (Sugiyono, 2013). Penelitian kualitatif bersifat dinamis, yaitu menyesuaikan dengan realita fenomena yang ada dan holistik, yaitu memandang realita secara menyeluruh. Penelitian ini akan menganalisis secara menyeluruh dan nyata mengenai konsep employee engagement yang dibangun oleh Humas RSJMM Bogor.

Selain itu penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Menurut Rusmini (2017), studi kasus merupakan salah satu metode pada penelitian kualitatif yang memiliki objek sabagai suatu kasus yang akan diteliti agar mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai kasus yang diteliti tersebut. Objek yang akan diteliti pada penelitian ini adalah peran yang dilakukan Humas RSJMM Bogor dalam membangun employee engagement.

31 3.2 Subjek dan Objek Penelitian

3.2.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian merupakan individu atau kelompok yang menjadi responden untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Subjek penelitian pada penelitian kali ini unit kerja unit kerja Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat atau yang disingkat menjadi Hukormas di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Hukormas mempunyai cakupan kerja Humas di RSJMM Bogor. Subjek penelitian ini menjadi informan kunci dan dapat dikatakan sesuai dikarenakan peneliti ingin mengetahui peran Humas dalam membangun employee engagement di Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

3.2.2 Objek Penelitian

Objek penelitian merupakan permasalahan atau bahasan dari penelitian yang akan dilakukan. Objek pada penelitian ini adalah peran Humas dalam membangun employee engagement di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Dari objek penelitian tersebut, nantinya peneliti akan menganalisis serta mempelajari hingga dapat ditarik kesimpulan yang membentuk sebuah pengetahuan.

3.3 Lokasi Penelitian

Penelitian ini berlokasi di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor yang berada di Jalan Dr. Sumeru nomor 114, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat dengan kode pos 16111.

32 Gambar23.1 Lokasi RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor

Sumber: Google Maps

3.4 Unit Analisis Penelitian

Pada penelitian, terdapat unit analisis penelitian yang merupakan bagian yang ditentukan oleh peneliti untuk membantu dalam melakukan penelitian bisa berbentuk seorang individu, kelompok, benda, organisasi, atau waktu yang sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Melalui unit analisis penelitian, fokus dari permasalahan yang akan diteliti akan lebih mudah dalam mendapatkan data atau kebutuhan lainnya yang sesuai dengan objek penelitian. Untuk itu, peneliti memilih unit kerja Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat atau Hukormas pada Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, yang menjalankan fungsi salah satunya adalah sebagai praktisi Humas. dikarenakan sesuai dengan permasalahan yang ingin diteliti, yaitu menganalisis peran Humas dalam membangaun employee engagement.

Untuk membantu penelitian, maka fokus pada penelitian ini mengambil acuan berdasarkan teori proses strategi public relations oleh Cutlip dan Center untuk melihat aspek vigor, dedication, dan absorption yang ada pada employee engagement di RSJMM Bogor.

TABEL53.1 UNIT ANALISIS DATA

Input Analisis Sub-Analisis

33 Analisis Peran Humas

dalam Membangun Employee Engagement di Rumah Sakit Jiwa dr. H.

Marzoeki Mahdi Bogor

Proses strategi public relations (Cutlip dan Center 2003) (Sumber: Analisis Penulis, 2022)

3.5 Informan Penelitian

Informan kunci merupakan pihak yang memiliki informasi penting yang dibutuhkan dalam penelitian. Pada penelitian kualitatif, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menelaah subjek yang diteliti dengan memilih narasumber atau sumber data yang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti (Sugiyono, 2013). Oleh karena itu, peneliti memilih beberapa informan yang sesuai dengan permasalahan yang sedang diteliti.

Dalam penelitian ini terdapat 6 orang informan yang terdiri dari 3 orang informan ahli dan 3 orang informan pendukung yang diambil dengan purposive sampling. Peneliti mengambil data melalui unit kerja Hukormas RSJMM Bogor sebagai informan ahli dan 3 orang yang merupakan dokter, perawat, dan security sebagai informan pendukung untuk mengetahui peran Humas RSJMM Bogor dalam membangun employee engagement.

TABEL63.2

INFORMAN PENELITIAN Informan Penelitian

Nama Informan Jabatan Alasan Keterangan

Andri Wulansari

34

Dokter Dokter merupakan

bagian dari rumah

Perawat Perawat merupakan

bagian dari rumah sakit dan termasuk

Informan pendukung

35

Security Security merupakan bagian dari rumah

(Sumber: Olahan Peneliti, 2022)

3.6 Pengumpulan Data Penelitian

Pengumpulan data penelitian merupakan langkah peneliti dalam mendapatkan data.

Dalam penelitian kualitatif, peneliti memiliki pengalaman terlibat dengan partisipan (Creswell dan Creswell, 2018). Pada dasarnya, pengumpulan data dengan metode penelitian kualitatif memiliki sifat tentatif, yaitu menyesuaikan dengan konteks permasalahan (Harahap, 2020). Sehingga, peneliti melibatkan diri dalam mengumpulkan data penelitian.

Peneliti melibatkan diri dengan mengobservasi fenomena di RSJMM Bogor yang berkaitan dengan peran Humas dalam membangun employee engagement, mewawancarai informan ahli dan pendukung untuk mengambil data yang relevan terkait dengan penelitian, serta mengumpulkan dokumen yang dapat mendukung data yang diambil oleh peneliti.

3.6.1 Observasi

36 Pada teknik pengumpulan data observasi, peneliti terjun langsung ke lapangan untuk meneliti dan mendapatkan catatan-catatan yang dibutuhkan dalam penelitian, dapat bersifat partisipan maupun non-partisipan (Creswell dan Creswell, 2018). Sehingga, peneliti dapat melihat langsung fenomena yang terjadi di lapangan. Dalam pengumpulan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi non-partisipan. Sehingga, peneliti tidak terlibat secara langsung dalam kegiatannya menjadi pengamat independen.

3.6.2 Wawancara

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan kegiatan komunikasi melalui narasumber yang telah dipilih baik secara tatap muka, saluran telepon, atau melalui diskusi forum (Creswell dan Creswell, 2018). Pada teknik pengumpulan data wawancara, terdapat beberapa pertanyaan yang telah disiapkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan penelitian. Peneliti menggunakan teknik wawancara dengan menyiapkan pertanyaan, namun tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada pertanyaan baru yang muncul sesuai dengan konteks penelitian. Wawancara dilakukan dengan informan ahli dan pendukung untuk mengambil data yang relevan terkait dengan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis peran Humas RSJMM Bogor dalam membangun employee engagement.

3.6.3 Pengumpulan Dokumen

Dokumen merupakan catatan peristiwa dalam berbagai bentuk seperti tulisan, gambar, atau suatu karya dari seseorang (Sugiyono, 2013). Bentuk dari catatan peristiwa juga bisa berupa kebijakan yang tertulis dari sebuah instansi atau organisasi. Pengumpulan dokumen dapat menjadi pelengkap dari teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, sehingga hasil dari data dapat lebih kredibel dan valid disertai dengan bukti pengumpulan dokumen. Pada penelitian ini, terdapat kebijakan atau standard operational procedure (SOP) yang dimiliki oleh unit kerja Hukormas RSJMM Bogor sebagai bukti pendukung.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan kegiatan dari menyusun secara sistematis hasil pengambilan data dari observasi, wawancara, dan pengumpulan data yang didapat pada pencarian data yang mendukung permasalahan yang akan

37 diteliti (Sugiyono, 2013). Analisis data dari penelitian kualitatif bersifat induktif, yaitu berdasarkan data yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi hipotesis yang telah dirumuskan. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman (1984), yaitu dengan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan/verifikasi).

1. Reduksi data merupakan upaya peneliti dalam memilih data-data yang relevan dan sangat dibutuhkan untuk penelitian. Hal ini dikarenakan dalam melakukan pengumpulan data, akan terdapat banyak data yang terkumpul dan jika semakin lama akan bersifat kompleks. Untuk itu, agar mempermudah perlu diadakannya reduksi data. Peneliti mereduksi data di lapangan yang memfokuskan pada informasi di unit kerja Hukum, Organisasi, dan Masyarakat Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor.

2. Dalam penyajian data, hasil dari pengumpulan data disajikan dengan rapi dan sistematis agar dapat mudah dipahami. Hal ini dapat dilakukan secara naratif untuk menjelaskan data yang relevan dengan penelitian dengan megutip dan menyajikan data yang telah direduksi pada pengumpulan data observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen.

3. Pada penarikan kesimpulan atau verifikasi, peneliti akan menarik kesimpulan melalui data-data yang telah didapat melalui informasi selama observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen sehingga dapat menjawab rumusan masalah yang telah dibuat.

3.8 Teknik Keabsahan Data

Setelah data dikumpulkan, perlu adanya pengujian data untuk melihat keabsahannya.

Hal ini dilakukan untuk mengukur kebenaran selama proses pencarian data. Hasil penelitian yang diperoleh dengan informasi data yang didapat perlu duji sesuai dengan metode penelitian yang digunakan karena data yang diperoleh belum tentu memiliki kredibilitas yang tinggi. Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji keabsahan data. Pada penelitian ini, teknik keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi.

38 Triangulasi dilakukan untuk memeriksa data dari berbagai sumber menggunakan berbagai cara (Sugiyono, 2013). Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, yaitu peneliti memeriksa data yang telah diperoleh selama penelitian melalui berbagai sumber yang telah ditentukan. Peneliti akan membandingkan berbagai data yang didapat melalui hasil wawancara dari setiap informan.

39

DAFTAR PUSTAKA

Albrecht, S. L. (2019). Handbook of Employee Engagement: Perspectives, Issues, Research, and Practice. Edward Elgar Publishing Limited.

Alfathian, M. R., & Hidayat, D. (2020). Employee Engagement dalam Konteks Government Public Relations. Jurnal Digital Media & Relationship, 2(2), 99–

107.

Andrianti, N. (2018). Teori dan Aplikasi Komunikasi Kesehatan & Public Relations Rumah Sakit. Pustaka Pelajar.

Azzaki, J. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Employee Engagement pada BRI Syariah Kantor Pusat.

Chandra, S., & Adiarsi, G. R. (2019). Pengaruh Komunikasi Internal dan Motivasi Internal terhadap Employee Engagement pada Perusahaan JJI. Jurnal Pewarta Indonesia, 1(1), 62–75. https://doi.org/10.25008/jpi.v1i1.8

Creswell, J. W., & David Creswell, J. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications, Inc.

Defina, R. (2018). Kegiatan Internal Public Relations dalam Meningkatkan Sense of Belonging pada Karyawan di PT Alfa Scorpii Medan.

Harahap, N. (2020). Penelitian Kualitatif (H. Sazali, Ed.). Wal ashri Publishing.

Jaya, L. H. S., & Ariyanto, E. (2021). The Effect of Vigor, Dedication and Absorption on the Employee Performance of PT Garuda Indonesia Cargo. European Journal of Business and Management Research, 6(4), 311–316.

https://doi.org/10.24018/ejbmr.2021.6.4.1006

Jelen-Sanchez, A. (2017). Engagement in public relations discipline: Themes, theoretical perspectives and methodological approaches. Public Relations Review, 43(5), 934–944. https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2017.04.002

Kusmulyono, S., & Endaryono, T. (2018). Kekuaatan Visi Misi dalam Memandu Arah Strategis UMKM Lebon. Sembadha, 1(1).

Lemon, L. L., & Palenchar, M. J. (2018). Public relations and zones of engagement:

Employees’ lived experiences and the fundamental nature of employee engagement. Public Relations Review, 44(1), 142–155.

https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2018.01.002

Mas, S. R., & Haris, I. (2020). Komunikasi dalam Organisasi (Teori dan Aplikasi).

UNG Press.

Miller, K. (2005). Communication theories: perspectives, processes, and contexts (International). Mc-Graw Hill Education.

Mishra, K., Boynton, L., & Mishra, A. (2014). Driving employee engagement: The expanded role of internal communications. International Journal of Business Communication, 51(2), 183–202. https://doi.org/10.1177/2329488414525399 Muslim, Moh. (2017). Membangun Visi Perusahaan. ESENSI, 20(3), 144–152.

Nisa, N. K. (2021). Employee Engagement di Shafira Tour and Travel.

40 Pahlevi, R., & Rossy, B. (n.d.). Peran Public Relation (PR) dalam Mengkomunikasikan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai Pembangun Citra Positif Perusahaan.

Priyono. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Zifatma Publisher.

Putri, R. A. (2017). Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Keterikatan Karyawan pada Pegawai Negara Sipil Kota Banda Aceh.

Rahmi, F. N., Hafiar, H., & Bakti, I. (2019). Komunikasi Persuasif pada Pelaksanaan Advokasi Public Relations. Jurnal Komunikasi Global, 8(2), 116–133.

Riinawati. (2019). Pengantar Teori Manajemen Komunikasi dan Organisasi. PT Pustaka Baru Press.

Safitri, B. V., Bakti, I., & Hafiar, H. (2019). Profesi humas rumah sakit: antara profesionalisme dan humanisme. PRofesi Humas, 4(1), 47–67.

Samsu. (2017). Metode Penelitian Teori dan Aplikasi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research Development (Rusmini, Ed.).

Pustaka Jambi.

Seitel, F. P. (2017). The Practice of Public Relations (Thirteenth). Pearson Education Limited.

Shen, H., & Jiang, H. (2019). Engaged at work? An employee engagement model in public relations. Journal of Public Relations Research, 31(1–2), 32–49.

https://doi.org/10.1080/1062726X.2019.1585855

Simamora, P. R. T. (2021). Komunikasi Organisasi. Yayasan Kita Menulis.

Skinner, C., Mersham, G. M. (Gary M., & Benecke, Rene. (2013). Handbook of public relations. Oxford University Press Southern Africa.

Soemirat, S., & Ardianto, E. (2017). Dasar-dasar Public Relations. Remaja Rsodakarya.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sukatno, S. T., Huseini, M., Syafganti, I., & Irwansyah, I. (2018). Komunikasi Internal Pt. Solid Logistics Memengaruhi Meningkatnya Employee Engagement. Inter Komunika : Jurnal Komunikasi, 3(2), 176. https://doi.org/10.33376/ik.v3i2.195 Tkalac Verčič, A., & Pološki Vokić, N. (2017). Engaging employees through internal

communication. Public Relations Review, 43(5), 885–893.

https://doi.org/10.1016/j.pubrev.2017.04.005

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003. (n.d.).

Widhiarti, R. (2012). Hubungan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Keterikatan Karyawan pada Perusahaan.

Wijaya, F. (2015). Strategi Komunikasi Internal PT X Dalam Membina Employee Engagement. Jurnal E-Komunikasi, 3(1).

Wilcox, D. L., Cameron, G. T., & Reber, B. H. (2015). Public Relations: Strategies and Tactics (Eleventh). Pearson Education Limited.

41 Yuzarni, R. (2018). Employee Engagement: A Literature Review. Jurnal Manajemen

Dan Bisnis: Performa, XV(2), 100–105.

42

LAMPIRAN

Lampiran 1.1 Draft Pertanyaan Informan Ahli Penelitian

Berikut merupakan draft pertanyaan penelitian untuk informan pada Koordinator, Sub.

Koordinator, dan staff unit kerja Umum dan Hukum, Organisasi, dan Hubungan Masyarakat.

1. Apakah unit kerja Bapak/Ibu mengetahui pentingnya komunikasi organisasi?

2. Bagaimana peran unit kerja Hukormas RSJMM Bogor dalam mengkomunikasikan tujuan organisasi kepada karyawan?

3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui mengenai keterlibatan karyawan (employee engagement)?

4. Strategi apa yang dilakukan oleh Hukormas RSJMM Bogor dalam mengkomunikasikan tujuan organisasi kepada karyawan?

5. Bagaimana cara unit kerja Hukormas dalam mencari fakta di lapangan mengenai karyawan dan keterlibatannya?

6. Bagaimana cara unit kerja Hukormas merencanakan program untuk membangun keterlibatan karyawan?

7. Apa saja yang telah dilakukan oleh unit kerja Hukormas untuk meningkatkan semangat kerja karyawan?

8. Apa saja yang telah dilakukan oleh unit kerja Hukormas dalam membuat karyawan berdedikasi untuk melakukan pekerjaannya?

9. Apa saja yang telah dilakukan oleh Hukormas RSJMM Bogor dalam memberikan pemahaman instansi kepada karyawan?

10. Bagaimana pelaksanaan komunikasi organisasi yang telah terjalin?

11. Bagaimana pelaksanaan evaluasi terhadap komunikasi organisasi yang terjadi di RSJMM Bogor?

Lampiran 1.2 Draft Pertanyaan Informan Pendukung Penelitian

1. Apakah pelaksanaan komunikasi yang dilakukan dari bagian manajemen sudah tersebar secara merata?

2. Apakah pelaksanaan komunikasi yang dilakukan manajemen tergolong baik?

43 3. Apakah Bapak/Ibu mengetahui dan memahami visi dan misi atau tujuan

organisasi secara umum?

4. Apakah manajemen memberikan program yang dapat meningkatkan semangat kerja Bapak/Ibu?

5. Apakah manajemen memberikan program yang dapat meningkatkan kesenangan Bapak/Ibu dalam bekerja di RSJMM Bogor?

Dokumen terkait