BAB II PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN
A. Tinjauan Umum Jaminan Sosial
Jaminan sosial suatu negara sangat penting. Pertama, kewajiban Negara (state obligation) untuk memberikan jaminan pada setiap warga untuk memperoleh akses yang baik terhadap berbagai kebutuhan dasar manusia (terutama makanan, kesehatan, tempat tinggal, dan pendidikan). Kedua, jaminan sosial berbicara tentang proteksi negara bagi warga terhadap kondisi-kondisi yang potensial mendegradasi harkat dan martabat manusia, seperti kemiskinan, usia lanjut, cacat, dan pengangguran.21
Jaminan sosial adalah salah satu bentuk perlindungan sosial untuk menjamin agar setiap rakyat dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak. Kebutuhan dasar hidup yang layak yang dimaksud oleh UU SJSN adalah kebutuhan esensial setiap orang agar dapat hidup layak demi terwujutnya kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jaminan sosial diselenggarakan melalui mekanisme asuransi sosial yaitu suatu mekanisme pengumpulan data yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan perlindungan atas resiko sosial ekonomi yang menimpa peserta dan/atau anggota keluarganya.
21 Michael Raper, Negara Tanpa Jaminan Sosial Tiga Pilar Jaminan Sosial di Australia dan Indonesia (Jakarta: Trade Union Right Centre,2008) hlm 1.
International Labour Organization (ILO) memberikan defenisi Social Security sebagai berikut:22
1.To offset the absence or substantial reducation of income from work resultingbfrom various contigencies (notable sickness,maternity, uneployment, invalidity, old maternity,age and death of breadwinner).
2. To provide people with healthcare
3.To provide benefit for families with childern
Definisi lain mengatakan System Social Security sebagai berikut:23
Social Security is a sistem for providing income security to deal with the contingency risk of life, sickness and maternity, employment injury, unemployment, invalidity, old age end death, the provision of medical care and the provision subsidesfor family with childern.
Dapat disimpulkan bahwa sistem jaminan sosial adalah upaya mewujutkan kesejahteraaan, memberikan rasa aman sepanjang hidup manusia, melalui pendekatan sistem. Peran negara dan masyarakat tergantung filosofi buat apa negara itu didirikan.
Pemahaman seperti itu, jaminan sosial bisa terdiri dari berbagai program.
Antara lain program jaminan kesehatan, program jaminan pemutusan hubungan
22 http://www.ilo.org /global Internasional Labour Organization Convention (diakses tanggal 20 Mei 2019)
23 Sulastomo Sistem Jaminan Sosial Nasional. (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada,2008),hlm 5
kerja, program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun, dan program kematian. Program jaminan sosial lain,bisa diselenggarakan,sesuai dengan kebutuhan, misalnya jaminan pendidikan.
Istilah jaminan sosial memang sudah sangat popular. Namun, penyelenggara program jaminan sosial itu sendiri substansinya sering dipahami berbeda. Dalam jaminan sosial,manfaat yang diberikan harus memenuhi kriteria tertentu bahwa dengan manfaat itu, orang akan memiliki rasa aman , sejak lahir, hingga meninggal dunia. Kalau tidak terpenuhi kriteria ini, program jaminan sosial yang dimaksutkan itu adalah bantuan sosial, pelayanan sosial, dan atau perlindungan sosial yang bersifat temporer, sesuai dengan kejadian sosial yang terdapat dimasyarakat, termasuk keterbatasan dalam mengakses pelayanan kesehatan, kelaparan, maupun bencana alam, dan sebagainya. Semua itu tercakup dalam program proteksi sosial. Dengan presepsi seperti itu, jaminan sosial di Indonesia baru dimulai pada tahun 1968 ketika pemerintah memperkenalkan program akses bagi pegawai sipil dan penerima pensiun. Kemudian, juga program Jamsostek bagi tenaga kerja swasta.24
Bapak jaminan sosial, yaitu Otto von Bismarck, memperkenalkan sistem jaminan sosial pertama kali di Jerman pada tahun 1883, sebagai upaya mewujutkan kesejahteraan rakyat. Bismarck melalui program jaminan sosial dengan memberikan jaminan kesehatan pada kelompok tenaga kerja tertentu sesuai dengan kebutuhan industrialisasi di waktu itu. Pekerja dan pemberi kerja bergotong-royong membiayai program jaminan sosial melalui mekanisme
24 Ibid, hlm 7
asuransi sosial (social insurance). Apa yang diperkenalkan Otto von Bismarck itu dewasa ini telah berkembang diseluruh dunia, sesuai dengan keadaan, kebutuhan di msing-masing negara. Inilah yang menjadi ciri Negara Kesejahteraan. Beberapa buku bahkan mengatakan social security adalah social insurance. Selain mekanisme asuransi sosial, yaitu pajak ( social security tax) di Amerika Serikat, tabungan wajib (provident fund), antara lain di Singapura dan Malaysia.25
Pemberitaan jaminan sosial diselenggarakan melalui pendekatan sistem,dengan peran serta peserta, pekerja, dan pemberi kerja serta pemerintah,termasuk dalam pembiayaannya. Kemampuan memberi konstribusi/iuran/premi secara berkelanjutan merupakan ciri dari program jaminan sosial. Oleh karena itu, kemampuan membayar iuaran sangatlah penting, sementara negara mengatur bagaimana peserta harus membayar iuran premi itu.
Melalui sistem tabungan, asuransi sosial atau komersial, inilah sebabnya mengapa perkembangan jaminan sosial dari aspek cakupan peserta (coverage) maupun tingkat jaminan (adequacy of benefit) tergantung dari tingkat perekonomian suatu negara. Semakin tinggi pendapatan rakyat, semakin tinggi cakupan kepesertaanya (coverage) dan manfaat yang dapat dinikmati peserta (adequacy of benefit). Demikian juga pertumbuhan mengenai jaminan sosial akan mendahulukan tempat kerja/kelompok formal,karena memudahkan pengumpulan iuran/preminya serta tingkat kebutuhan akan jaminan sosial.26
25 http://id.m.wikipedia.org The World Book Encyclopedia (diakses tanggal 20 mei 2019)
26 Sulastomo, Op.Cit.,hlm.12
Beberapa prinsip yang menjadi ciri jaminan sosial, yaitu:
1. Program jaminan sosial itu tumbuh dan berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Hal ini terkait dengan peningkatan kebutuhan masyarakat, sejalan dengan meningkatnya tuntutan dibidang kesejahteraan. Kebutuhan di lingkungan kelompok tenaga kerja/formal, selalu tumbuh lebih awal. Oleh karena itu, program jaminan sosial berkembang terlebih dahulu pada kelompok formal, baru kemudian non formal.
2. Ada peran peserta untuk ikut membiayai program jaminan sosial, melalalui mekanisme asuransi, baik sosial/komersial atau tabungan. Hal ini terlepas bahwa beban iuran bisa saja menjadi beban pemberi dan penerima kerja (bagi tenaga kerja formal), dari subsidi negara dalam bentuk bantuan sosial (bagi masyarakat miskin) dan dari peserta sendiri bagi kelompok yang mandiri dan mampu.
3. Kepesertaan yang bersifat wajib sehingga hukum the law of large numbers, cepat terpenuhi. Hal ini sangat penting didalam kelangsungan hidup program. Besarnya jumlah peseta akan berdampak pada kemampuan memberikan manfaat dan kepastian perhitungan acturial.
4. Peran negara yang besar, baik dalam regulasi kebijakan maupun penyelenggaraan program jaminan sosial. Ini sebagai resiko kepesertaaan yang bersifat wajib. Bahkan negaea wajib menjamin kelangsungan hidup program jaminan sosial, termasuk memberi subsidi apabila diperlukan atau menjadi keamanan dan niali tambah hasil investasi.
5. Bersifat not for profit, seluruh nilai tanbah hasil investasi harus dikembalikan untuk peningkatan jaminan program jaminan sosial.
6. Penyelenggaraan program jaminan sosial harus dapat diselenggarakan dengan penuh kehati-hatian, transfaran, akuntabel, mengingat terkait kebutuhan masyarakat yang jumlahnya besar dan sifat program jaminan sosial yang harus berkelanjutan (sustanable). Oleh karena itu, penyelenggara jaminan sosial harus dialndasi dengan Undang-Undang.27 Prinsip-prinsip diatas merupakan pengalaman berbagai negara terkait jaminan sosial. Dengan demikian, program jaminan sosial menempati tempata yang tinggi dalam mewujutkan cita-cita berbangsa dan bernegara, yaitu mewujutkan kesejahteraan umum yang berkeadilan sosial.
B. Jenis Jaminan Sosial dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional ( SJSN) di