Antam didirikan pada tahun 1968 melalui penggabungan b e b e ra p a p e ru sa h a a n p e rt a m b a n g a n m ilik n e g a ra d a n merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan komoditas produk yang terdiversifikasi. Dengan kegiatan operasi dan cadangan yang tersebar di seluruh Indonesia, perusahaan memiliki pengalaman selama lebih dari tiga dekade sebagai salah satu produsen bahan tambang berbiaya rendah. Aktivitas Antam terintegrasi secara vertikal, mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan dan pemurnian hingga pemasaran. Selain memiliki struktur biaya yang relatif rendah, Antam juga memiliki keunggulan dalam hal jumlah sumber daya mineral yang besar dan jumlah ca d a n g a n b e rku a lit a s t in g g i d e n g a n 5 3 w ila ya h ku a sa p e rt a m b a n g a n , t e rm a su k ya n g d ike rja sa m a ka n d e n g a n berbagai perusahaan pertambangan internasional melalui suatu usaha patungan. Luas wilayah kuasa pertambangan perusahaan mencakup lebih dari 1,0 juta hektare yang tersebar di wilayah Indonesia, negara yang kaya sumber daya mineral dan sebagian besar masih belum dikembangkan.
Se b a g a i b a g ia n d a ri u p a ya u n t u k m e n g e m b a n g ka n p e ru sa h a a n d a n m e n in g k a t k a n p ra k t ik t a t a k e lo la perusahaan, Antam mencatatkan 35% sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1997, se la n ju t n ya p a d a t a h u n 1 9 9 9 , An t a m m e n ca t a t ka n sahamnya dengan status Foreign Exempt Listing dalam bentuk Chess Depository Interests di Bursa Efek Australia (ASX). Pa d a t a h u n 2 0 0 2 , st a t u s p e n ca t a t a n sa h a m perusahaan di ASX ditingkatkan sehingga tercatat secara p en u h d alam ASX Li st i ng yan g m em iliki p eratu ran d an persyaratan yang lebih ketat. Seiring dengan pelepasan sa h a m An t a m k e p u b lik , p ra k t ik k e t e rb u k a a n d a n transparansi perusahaan mengalami peningkatan, namun manajemen terus melakukan upaya penyempurnaan dalam hal tata kelola perusahaan, diantaranya dengan memberikan informasi material yang tepat waktu serta mengungkapkan jumlah sumber daya mineral dan cadangan yang dimiliki sesuai standar internasional.
Tujuan Perusahaan - M eningkatkan Nilai Pemegang Saham
An t a m a d a la h se b u a h p e ru sa h a a n ya n g b a n g g a a t a s statusnya sebagai BUMN, dan dikelola berdasarkan kaidah bisnis yang selalu berorientasi ke pasar modal maupun ke peningkatan nilai pemegang saham. Perusahaan memandang
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN » CO M PANY O VERVIEW Hlm » Page 64 TINJAUAN O PERASI » REVIEW O F O PERATIO N Hlm » Page 83 INVESTASI UNTUK KINERJA DI MASA DEPAN » INVESTM ENTS FO R FUTURE PERFO RM ANCE Hlm » Page 98
control, which is production volumes and to a lesser degree costs. As well as capacity expansion, Antam attempts to lower its costs with the Cost Reduction Program, which saves money by improving productivity and lowering expenditures. To offset rising fuel prices, Antam will where possible use lower quality fuel. As well, the impact of currency fluctuations can be somewhat controlled by adjusting purchases made abroad and domestically.
A mining company cannot operate sustainably without continuing to replenish its reserves. To do this Antam budgets 5% of the previous year’s export revenues to explore its numerous territories and augment classifications of known deposits. This money is referred to as risk capital in the mining business. However, Antam has confidence in its exploration unit, which was entirely responsible for the discovery of Antam’s gold mine, Pongkor. To further the chances of mine development Antam also seeks to form joint ventures with international mining companies. Normally these partnerships do not require a cash contribution from Antam for its minority stake in the project. By adhering to international standards of environmental management and by treating the people living in the communities near the mine sites respectfully, Antam seeks to ensure safe and disruption-free operations. Antam has created 4 new board committees to add to the audit committee, including risk management, good corporate governance, mine closure, and remuneration, nomination and human resources and has an independent commissioner, which forms the structure for further improvements to the governance of the company.
M ain Operations and Product M ix
At the end of 2003, Antam was divided into four strategic divisions that ran nine operating mines. The company produces ferronickel, saprolite nickel ore (high grade), limonite nickel ore (low grade, low grade saprolite), gold, silver, bauxite and iron sands. The nickel and gold divisions are the biggest contributors to Antam’s operation accounting for over 90% of sales revenues.
Nickel
Antam’s nickel division includes ferronickel and nickel ore. The ferronickel facility is located at Pomalaa, Southeast Sulawesi and has a capacity of 11,000 tonnes of nickel per year although Antam’s normal annual target is 10,500 tonnes. Antam’s saprolite nickel ore output is smelted into ferronickel at the Pomalaa smelters. The ore comes primarily from the Pomalaa mine and is sometimes blended with ore from the Gee Island mine. The ferronickel smelter used approximately 625,000 wmt of ore in 2003. The Pomalaa ferronickel smelter has been in operation since 1976. The original smelter line, FeNi I, has a capacity of 5,500 tonnes per year of nickel in ferronickel based on feedstock of ore with a nickel content of 1.8% . A second smelting line, FeNi II, began commercial
pemerintah sebagai salah satu dari sekian banyak pemegang saham perusahaan, meski pemerintah merupakan pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan saham sebesar 65% . Tujuan Antam adalah meningkatkan nilai pemegang saham melalui upaya pengurangan biaya serta pengembangan usaha yang menguntungkan dan berkesinambungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pembangunan pabrik nikel di Pomalaa. Langkah ini tidak hanya akan melipat gandakan hasil produksi nikel Antam, tetapi juga dapat menekan biaya produksi per u n it m e la lu i p e n in g ka t a n e fisie n si d a n ke n a ika n ska la produksi. Pengembangan berikutnya yang akan dilakukan a d a la h p ro ye k Chemi cal Grade Al umi na Ta ya n ya n g memanfaatkan cadangan dan sumber daya bauksit yang berjumlah besar di Kalimantan Barat. Perusahaan tidak dapat mengendalikan harga jual komoditas produk yang dihasilkan, sehingga perusahaan berfokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan, diantaranya volume produksi dan penekanan level biaya ke tingkat yang lebih rendah. Selain melakukan penambahan kapasitas produksi, Antam juga menekan level biaya melalui Program Pengurangan Biaya, yang berfokus pada usaha-usaha peningkatan produktivitas dan menekan pengeluaran. Salah satu upaya mengurangi pengeluaran ini a d a la h m e m a ksim a lka n p e n g g u n a a n je n is b a h a n b a ka r dengan harga yang lebih rendah jika memungkinkan untuk mengatasi kenaikan harga bahan bakar. Selain itu, untuk m e n g a t a si d a m p a k flu kt u a si n ila i t u ka r t e rh a d a p h a rg a b e rb a g a i su ku ca d a n g , p e ru sa h a a n a ka n se le ktif d a la m melakukan pembelian suku cadang impor.
Se b a g a i p e ru sa h a a n p e rta m b a n g a n , p e ru sa h a a n sa n g a t tergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan. O le h ka re n a it u , p e ru sa h a a n m e n g a n g g a rka n 5 % d a ri pendapatan ekspor dari tahun sebelumnya untuk kegiatan eksplorasi di berbagai wilayah dan meningkatkan klasifikasi su m b e r d a ya m in e ra l ya n g d im iliki. Pe n g e lu a ra n b ia ya eksplorasi merupakan salah satu risiko dalam kegiatan usaha pertam bangan, jika hasil eksplorasi tersebut m engalam i kegagalan. Meskipun demikian, unit Geomin yang merupakan ujung tombak kegiatan eksplorasi Antam, merupakan unit eksplorasi yang terpandang dengan penemuan tambang emas Pongkor, sebagai salah satu hasil yang gemilang. Untuk mengembangkan tambang baru, Antam juga membentuk u sa h a p a t u n g a n d e n g a n p e ru sa h a a n - p e ru sa h a a n pertambangan internasional. Di dalam proyek kerja sama, perusahaan akan mendapat porsi kepemilikan minoritas tanpa harus mengeluarkan dana. Untuk memastikan kegiatan operasi tambang berjalan lancar, perusahaan berupaya memenuhi st a n d a r in t e rn a sio n a l p e n g e lo la a n lin g ku n g a n se rt a membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar tambang. Antam telah membentuk 4 komite baru di tingkat Komisaris untuk melengkapi Komite Audit, yakni Komite
Good Corporate Governance, Komite Manajemen Risiko,
Komite Nominasi, Remunerasi dan Pengembangan SDM, serta telah mengangkat seorang Komisaris Independen, yang kesemuanya terkait dalam peningkatan tata kelola perusahaan.