• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.8. Tinjauan Umum Perusahaan

PT. Artamulia Tata Pratama pada awalnya bergerak dalam bidang Hutan Tanaman Indutri (HTI) yang berlokasi di Pangkalan Kerinci dari tahun 2000 sampai dengan 2006.Pada tahun 2006 sampai dengan 2009 PT. Artamulia Tata Pratamadiberi kepercayaan oleh PT. Wahana Alam Lestari (PT. WAL) sebagai Mining Contractor untuk produksi batubara di daerah Tebo.

Pada pertengahan tahun 2009 PT. Artamulia Tata Pratamamulai mengembangkan bisnis baru sebagai perusahaan rental alat berat (heavy equipment) untuk memsupport aktivitas perusahaan-perusahaan tambang batubara dan menjadi partner PT. Inti Bara Nusa Lima (PT. IBN) di daerah Muara Bungo.Kesempatan berpartner dengan PT. Kuansing Inti Makmur (PT. KIM) Sinar Mas Group semakin berkembang saat PT. KIM merencanakan untuk memperluas aktivitas pertambangannya melalui KP BHBA , KP BNP, KP TBBU, KP KCP dan mempercayakan kepada PT. Artamulia Tata Pratama sebagai Mining Contractor untuk melakukan aktivitas produksinya. Pada akhir tahun 2019 PT.

Artamulia Tata Pratama hanya menjadi Mining Contractor untuk melakukan aktivitas produksi Overburden. Target produksi overburden pada PT.Artamulia Tata Pratama adalah sebesar 52.930 bcm perhari, target perbulan sebesar 910.629 bcm, dan target pertahun sebesar 21.379.480 bcm. Berdasarkan data dari bagian produksi pada bulan mei produksi yang tercapai hanya sebesar 39.807 perhari, produksi yang tercapai perbulan hanya sebesar 831.430 bcm dan produksi pertahun yang tercapai hanya sebesar 8.101.799 bcm.

Area pertambangan PT Kuansing Inti Makmur seluruhnya dimiliki oleh PT Golden Energy Mines. Area ini terdiri atas 6 area Izin Usaha Pertambangan (IUP), 5 diantaranya berada dibawah kepemilikan PT Golden Energy Mines sedangkan 1 diantaranya diatur melalui perjanjian kerja sama dengan keseluruhan area 2.806 Ha. Perusahaan yang terkait di dalam KP (Kuasa Pertambangan) yaitu :

a. PT BHBA (Bara Harmonis Batang Asam) b. PT KCP (Karya Cemerlang Persada) c. PT TBA (Tanjung Batang Asam) d. PT TBBU (Tanjung Belit Bara Utama) e. PT BBU (Bungo Bara Utama)

Area penambangan PT KIM (Kuansing Inti Makmur) kemudian disederhanakan ke dalam dua blok penambangan yaitu Blok Barat dan Blok Timur yang dipisahkan oleh Sungai Batang Asam. PT Artamulia Tatapratama selaku kontraktor penambangan tunggal pada area PT KIM (Kuansing Inti Makmur) beroperasi pada 2 Pit yaitu Pit Barat dan Pit Timur. Metode penambangan yang digunakan yaitu Open Pit atau Open Cut dengan sistem

penambangan konvensional dengan truck dan backhoe seperti mayoritas tambang di Indonesia.

Saat ini PT. Artamulia Tata Pratamamemiliki lebih dari 200 unit alat berat dengan berbagai tipe dan didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berjumlah ± 600 orang.Sebagai perusahaan Mining Contractor, Manajemen PT. Artamulia Tata Pratama sangat memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar dengan berbagai program seperti :

a. Penyerapan Tenaga Kerja

b. Pembangunan Infrastruktur Tingkat Dusun / Desa.

c. Kerjasama Lembaga Pendidikan

d. Jenis bantuan lainnya.baik material maupun non material.

Pada saat ini produktivitas alat gali muat dan alat angkut 2. Lokasi Perusahaan

Secara administratif area kosensi penambangan PT. Artamulia Tata Pratamatermasuk dalam wilayah di Tanjung belit, Kab.Muaro Bungo, Provinsi Jambi. Luas daerah konsesi tambang adalah sebesar 352,39 Ha, dengan luas pit barat sebesar 161,24 Ha, dan pit timur seluas 191,15 Ha.

Peta izin usaha pertambangan (IUP) PT. Artamulia Tata Pratama dapat dilihat pada lampiran 1.

3. Kesampaian Daerah

Wilayah Kuasa Pertambangan (KP) PT. ATP (Artamulia Tata Pratama) terletak di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Muara Bungo, Provinsi Jambi. Secara geografis terletak antara koordinat 101O 42’58” - 101O

45’3” BT dan 01º 24’15”- 01º 25’0” LS. Lokasi operasional PT. Artamulia Tata Pratamadapat ditempuh dari Kota Padang melalui Jalan Lintas Sumatra selama 7 jam menggunakan transportasi darat dengan jarak ± 166 km,dan dilanjutkan dengan perjalanan daratselama 30 menit menuju lokasi penambangan PT.

Kuansing Inti Makmur. Lokasi proyek penambangan bisa dicapai dengan sarana perhubungan darat, bila melalui KM 44 berjarak ± 18,5 Km dan bila melewati Simpang 4 Rantau Ikil berjarak ±10 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Lokasi dan kesampaian Daerah Tanjung Belit PT. Artamulia Tata Pratama dapat dilihat pada lampiran 2.

4. Geologi Regional

Area KP PT. ATP secara regional terletak di antara Cekungan Sumatera Tengah dan Cekungan Sumatera Selatan. Cekungan Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan diendapkan pada Formasi Sinamar. Formasi Sinamar diendapkan dalam kondisi peralihan, dimana bagian bawah formasi menunjukan lingkungan daratan yang diendapkan pada kala Oligosen Akhir, sedangkan bagian atas formasi diendapkan dalam lingkungan laut pada kala Miosen Bawah.

Tebal yang dimiliki oleh Formasi Sinamar mencapai kurang dari 1000 m, dengan litologi yang tersusun berupa batu pasir konglomerat, batu lempung, batu pasir kerikilan dan batubara. Peta geologi daerah PT. Artamulia Tata Pratama dapat dilihat pada lampiran 3.

5. Litologi

Daerah PT. Artamulia Tata Pratama tersusun oleh litologi yang berasal dari Formasi Sinamar sebagai batuan tertua dan endapan vulkanik sebagai endapan batuan termuda.

a. Formasi.Sinamar (TOS)

Formasi Sinamar tersebar di bagian tengah hingga selatan daerah PT.

Artamulia Tata Pratama. Litologinya terdiri dari batu lempung sisipan batu pasir, batu lanau dan.batubara.

1) Batu lempung

Batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari

mm, terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

2) Batu pasir

Batuan sedimen dengan komposisi penyusun butiran berupa material – material klastika terigen berukuran dominan rata – rata

mm.

disusun oleh material ukuran pasir kemudian campuran matrik dan semen.

3) Batu lanau

Batuan sedimen dengan ukuran butir antara

mm, berwarna abu-abu, hingga abu-abu kehijauan, kompak.

4) Batu bara

Batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa – sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses

pembatubaraan. Memiliki warna hitam yang mengkilap, rekahan yang jarang, dan mengandung damar.

b. Endapan Vulkanik

Endapan vulkanik merupakan produk akhir dari proses pembentukan bijih secara primer.

Terdiri dari batuan breksi, batu pasir, dan batu lempung.

1) Batuan Breksi

Batuan sedimen dengan ukuran butiran lebih besar dari 2 mm dengan bentuk butiran yang bersudut, batuan breksi memiliki 2 jenis, yaitu:

a) Breksi Monomik berwarna hitam, keras, memiliki dasar pasir hitam. Fragmen berupa batu beku andesit, bentuk membulat, berukuran kerikil tanggung.

b) Breksi Polimik berwarna abu-abu, memiliki dasar pasir, menyudut tanggung, fragmen batu beku berwarna abu-abu.

2) Batu Pasir

Batuan sedimen dengan komposisi penyusun butiran berupa material – material klastika terigen berukuran dominan rata – rata

mm.

Disusun oleh material ukuran pasir kemudian campuran matrik dan semen.

3) Batu Lempung

Batuan sedimen dengan ukuran butir lebih kecil dari

mm, terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi.

4) Struktur Geologi Daerah

Stuktur geologi yang terdapat di daerah ini adalah berupa lipatan sinklin dengan jurus pelapisan relatif Barat Laut – Tenggara, serta memiliki kemiringan perlapisan ke arah Timur Laut dengan kemiringan berkisar antara 5 – 7 derajat.

c. Formasi Rantau Ikil (Tmr)

Batuan penyusun formasi ini adalah batu pasir lempungan, batupasir tufan, batu pasir gampingan, batu lempung pasiran, batu lempung tufan, napal, dan lensa tipis batugamping. Berlapis baik. Ditemukan Globigerina, Elphidium, Hastigerina sp., Catapsydrax sp., Rotalia becarii (LINN), dan Miogypsina yang berumur Te hingga Tf (Oligosen Awal sampai Miosen) dan juga Ostrakoda. Tebalnya sekurang-kurangnya 1000 m. Litologi Daerah Tanjung Belit PT. Artamulia Tata Pratamadapat dilihat pada lampiran 3.

6. Geomorfologi

Geomorfologi daerah penulisan adalah perbukitan bergelombang lemah - sedang dengan kemiringan lereng berkisar antara 10 % sampai 15 % dan memanjang ke arah barat-timur. Geomorfologi daerah tersebut berupa perbukitan dengan ketinggian daerah tersebut berada pada kontur 100 meter sampai 170 meter.

7. Iklim dan Curah Hujan

Daerah penambangan batubara PT. Artamulia Tata Pratama memiliki iklim tropis dengan kelembaban dan temperatur tinggi, yaitu berkisar antara 230 C

- 36,50 C. Pada umumnya daerah ini terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Aktivitas tambang terbuka sangat dipengaruhi oleh cuaca. Curah hujan yang tinggi pada musim hujan akan mengakibatkan terhentinya proses penambangan, hal ini disebabkan oleh genangan air pada daerah penambanganserta kondisi jalan yang licin sehingga mempengaruhi kegiatan penambangan. Data curah hujan PT. Artamulia Tata Pratama dapat dilihat pada lampiran 5.

9. Proses Pelaksanaan Penambangan a. Penambangan Overburden

Metode penambangan yang dilakukan PT. Artamulia Tata Pratama adalah tambang terbuka (Open Pit). Dimana kegiatan penambangan dilakukan dengan cara membuka dan menggali lahan yang sangat luas hingga membentuk suatu lubang terbuka yang lebar.

Pengupasan overburden menggunakan metode yang konvensional, yaitu kombinasi antara alat muat (Excavator) dengan alat angkut (Dump truck) dimana Overburden setelah dibongkar kemudian langsung dimuat dan ditumpahkan kedalam truck selanjutnya Overburden diangkut dari lokasi penambangan kelokasi penimbunan (disposal) adapun proses penambangan yang dilakukan PT.

Artamulia Tata Pratama meliputi:

a. Land Clearing

Land clearing bertujuan untuk membersihkan area penambangan dari tumbuhan semak belukar dan pohon-pohon yang berdiameter kecil. Tumbuhan semak belukar dibersihkan dengan menggunakan bulldozer seri D-85ESS yang

berukuran kecil.Pohon yang berdiameter besar ditebang dengan menggunakan gergaji mesin.Kegiatan ini dilakukan untuk mempermudah pekerjaan pengupasan tanah pucuk. Kegiatan Land Clearing dilakukan oleh PT KIM (Kuansing Inti Makmur) tetapi menggunakan alat yang dimiliki oleh PT ATP (Artamulia Tatapratama).Seperti Gambar 2.6. dibawah ini.

Sumber : PT. Artamulia Tatapratama(2020)

Gambar 2.6 Proses Pembersihan Lahan (Land Clearing)

b. Pengupasan Top Soil

Top soil atau tanah pucuk merupakan tanah yang mempunyai ketebalan lebih kurang 0,5 m dan merupakan lapisan tanah yang paling atas yang mengandung bahan-bahan organik. Tanah pucuk sebagian besar mengandung humus, akar, dan jasad renik tanah. Jenis tanah pucuk yang terdapat di lokasi penambangan berjenis soil dengan ciri tanah bewarna kekuningan.

Pengupasan tanah pucuk dilakukan dengan Excavator Backhoe Hitachi zaxis 870 dan alat angkut Articulated Dump truck volvo A40. Tanah pucuk diangkut ke tempat penimbunan sementara (stock top soil) untuk digunakan kembali pada saat reklamasi..Seperti contah Gambar 2.7 dibawah ini.

Sumber : PT. Artamulia Tatapratama(2019)

Gambar 2.7 Pengupasan Top Soil Menggunakan Alat Zaxis 870 c. Pengupasan Overburden

Pengupasan overburden dilakukan dengan menggunakan Excavator Backhoe Komatsu PC 1250LC dengan target produksi overburden pada PT.Artamulia Tata Pratama adalah sebesar 52.930 bcm perhari, target perbulan sebesar 910.629 bcm, dan target pertahun sebesar 21.379.480 bcm. Berdasarkan data dari bagian produksi pada bulan mei produksi yang tercapai hanya sebesar 39.807 perhari, produksi yang tercapai perbulan hanya sebesar 831.430 bcm dan produksi pertahun yang tercapai hanya sebesar 8.101.799 bcm. Salah satu contoh alat yang digunalkan untuk pengupasan overburden bisa dilihat pada gambar 2.8 berikut:

Gambar 2.8 Kegiatan Pengupasan Overburden dengan Menggunakan Excavator PC 1250 LC

Karena material overburden yang akan dikupas pada beberapa bagian termasuk keras, maka dibantu dengan menggunakan bulldozer D 155 A yang disertai ripper. Salah satu contoh alat bantu yang digunakan untuk pengupasan overburden bisa dilihat pada gambar 2.9 berikut:

Gambar 2.9 Kegiatan Pengupasan Overburden dengan Menggunakan Ripping pada Bulldozer D 155 A

d. Pemuatan dan Pengangkutan Overburden

Kegiatan pemuatan overburden bertujuan memindahkan overburden yang telah digali oleh alat gali-muat ke dalam alat angkut untuk kemudian dibawa dan dibuang ke disposal area. Alat angkut yang digunakan adalah Dump truck

Komatsu HD 465 yang mampu membawa 70 ton overburden untuk satu kali ritase dan Volvo Articulated Dump truck yang berkapasitas 40 ton. Gambar 2.10 merupakan gambar alat angkut yang digunakan pada PT. Artamulia Tata Pratama.

Gambar 2.10 Kegiatan Pengangkutan Overburden dengan Menggunakan Dump Truck HD- 465

Dokumen terkait